Modul B.Indo X Semester 1

Posted on May 21, 2011

0


 TEMA 1

ILMU PENGETAHUAN

Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan: (1) mampu mengenali kemampuan membaca, (2) mengukur kecepatan membaca, (3) membaca dengan kecepatan 250 kata per menit, (4) menemukan ide pokok dalam bacaan, (5) menjawab pertanyaan tentang isi teks secara sistematis dan efektif, (6) membuat ringkasan isi teks dalam beberapa kalimat yang runtut.

    1. MEMBACA CEPAT BERBAGAI TEKS NONSASTRA

Membaca cepat adalah suatu keterampilan. Keberhasilan Anda dalam menguasai teknik ini sangat bergantung pada sikap Anda sendiri, tingkat keseriusan Anda, dan kesiapan untuk mencoba melatihkan teknik tersebut. Untuk itu Anda harus:

  1. Berkeinginan untuk memperbaiki;
  2. Merasa yakin bahwa Anda akan dapat melakukan hal itu.

1. Kegunaan Membaca Cepat

1)       Membaca cepat menghemat waktu;

2)       Membaca cepat menciptakan efisiensi;

3)       Semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk hal-hal rutin, maka semakin banyak waktu tersedia untuk mengerjakan hal penting lainnya;

4)       Membaca cepat memiliki nilai yang menyenangkan/menghibur;

5)       Membaca cepat memperluas cakrawala mental;

6)       Membaca cepat membantu berbicara secara efektif;

7)       Membaca cepat membantu Anda menghadapi ujian/tes;

8)       Membaca cepat meningkatkan pemahaman Anda;

9)       Membaca cepat menjamin Anda selalu mutakhir

2. Refleksi Sikap Membaca

Setiap orang memiliki kemampuan membaca yang berbeda. Untuk mengukur kemampuan tersebut ikutilah latihan-latihan di bawah ini.

NO

ASPEK YANG DIPERHATIKAN

JUMLAH

KET.

YA TDK

1

Apakah kalian membaca dengan menggerakkan bibir?

2

Apakah kalian membaca dengan bersuara/vokalisasi?

3

Apakah kalian membaca berbisik?

4

Apakah kalian membaca dengan kepala bergerak mengikuti baris bacaan?

5

Apakah kalian  membaca dengan jari, pensil, atau alat Bantu lain untuk menunjuk baris bacaan?

6

Apakah kalian membaca dengan mengulangi beberapa kata ke belakang/regresi?

7

Apakah kalian membaca kata demi kata

8

Sulitkah kalian berkonsentrasi sewaktu membaca?

9

Apakah kalian cepat lupa isi bagian-bagian bacaan yang telah dibaca?

10

Apakah kalian tidak dapat dengan cepat menemukan ide pokok bacaan?

11

Apakah kalian memiliki sedikit waktu untuk membaca?

12

Apakah kalian belum dapat membaca cepat?

13

Apakah kalian membaca dengan pemahaman rendah?

14

Apakah kalian mengalami hambatan saat membaca karena ada kosakata yang tidak diketahui?

15

Apakah kalian membaca dengan kecepatan yang sama untuk berbagai jenis teks yang dibaca?

Jumlah

 

            Bagaimana kecenderungan yang selama ini Anda lakukan pada saat membaca? Semakin banyak Anda menjawab ya, berarti Anda harus banyak berlatih membaca..

Di bawah ini ada serangkaian pertanyaan kembali yang merupakan refleksi sikap membaca juga seperti serangkaian pertanyaan di atas. Jika kalian banyak menjawab ya berarti kalian mampu menjawab dengan baik.

NO

ASPEK YANG DIPERHATIKAN

JUMLAH

KET.

YA TDK

1

Apakah tujuan kalian membaca jelas?

2

Apakah yang kalian baca adalaha satuan-satuan pikiran kalinat?

3

Apakah kegiatan membaca adalah untuk menangkap ide?

4

Apakah kecepatan membaca kalian terapkan bervariasi/fleksibel untuk tiap jenis bacaan yang berbeda?

5

Kritiskah kalian dalam membaca?

6

Apakah yang kalian baca bervariasai?

7

Apakah bacaannya kaya kosa kata?

8

Apakah kalian tahu cara membaca yang benar?

Jumlah

 

3. Latihan Membaca Cepat

 

            Untuk mengukur kecepatan membaca di bawah ini disajikan rumus Kemampuan Efektif Membaca (KEM)!

1.      X      = n kpm

Wm           Si

2.  K    (60)  X   B         = n  kpm

Wd                 Si

Keterangan:

K          : jumlah kata yang dibaca

Wm      : Waktu tempuh baca dalam satu menit

Wd       : Waktu tempuh baca dalam satu detik

B          : Skor bobot perolehan tes yang dijawab dengan benar

Si         : Skor ideal (junlah soal)

Kpm     : kata per menit

Lakukanlah kegiatan berikut!

  • Berkelompoklah dengan teman Anda sebangku;
  • Ajaklah seorang teman untuk mengamati cara membaca Anda!
  • Jadikanlah pasangan Anda sebagai juri untuk mengamati segala tindakan yang Anda lakukan ketika membaca!
  • Mintalah pasangan Anda untuk mengukur waktu membaca Anda setepat mungkin (menit –detiknya)!
  • Setelah selesai membaca jawablah segera pertanyaan yang telah tersedia!
  • Setelah selesai mintalah dia untuk melaporkan hasil pengamatannya(termasuk menghitung KEM dan tindakan-tindakan yang telah Anda lakukan sewaktu membaca)!
  • Ulangilah hal yang sama secara bergantian!

 

 

Pelatihan 1

OBAT BATUK PUN BISA BERBAHAYA

(jumlah kata: 322)

            Batuk sebetulnya bukan penyakit, refleks karena mengalami rangsangan atau gangguan saluran pernapasan. Seseorang bisa batuk  karena rangsangan udara yang berpolusi, asap pabrik, asap rokok, bau-bauan, gas yang berangsang atau kekurangan udara. Batuk juga bisa terjadi karena saluran pernapasan atau paru-paru terkena infeksi kuman-kuman tertentu. Udara dingin atau lembab  juga membuat orang batuk atau bersin.

Obat batuk yang dijual di pasaran  bebas umumnya terdiri atas obat atau campuran obat yang mengandung bahan yang  dapat mengeluarkan lender atau riak agar saluran pernapasan bersih dari gangguan atau rangsangan penyebab batuk itu. Obat batuk sejenis ini disebut ekspektoran. Selain itu, ada juga obat batuk yang tidak dapat mengeluarkan lender, tetapi dapat menekan saraf batuk.

Obat batuk ekspektoran biasanya mengandung bahan obat seperti succus liquiriae, salmiak ammonium, chloride, bromheksin, thiocol, dan opecac. Karena khasiatnya yang dapat mengeluarkan lender, obat golongan ekspektoran tidak dibenarkan untuk diberikan kepada anak-anak yang belum bias atau tidak bisa mengeluarkan dahaknya sendiri. Juga kepada orang lanjut usia yang sudah lemah fisiknya karena dikhawatirkan dapat menyumbat saluran pernapasan.

Obat batuk yang berkhasiat menekan saraf pusat batuk, terdiri atas obat golongan narkotik, seperti:  cadein, doveri, codipront, destrometorphan HBr, cloperastin, tipepidin, oksolamin, dibunate, dan obat batuk narkotik lainnya. Jenis obat batuk ini mempunyai efek sampingan susah buang air besar. Obat batuk ini termasuk obat keras. Dalam dosis tinggi,  destrometorphan HBrdapat menekan saraf sentral sehingga dapat menimbulkan depresi. Bahkan jika 10 s.d. 20 tablet ini dicampur dengan alcohol, maka dapat membuat orang fly. Akibatnya obat ini sering disalahgunakan. Obat batuk jenis ini merupakan senyawa bromide, zat yang dapat menenangkan pikiran. Oleh karena itu, jika digunakan dalam dosis yang tinggi dan dalam waktu yang lama, pemakainya bisa menjadi pikun.

Obat yang dijual di pasaran bebas mengandung bahan-bahan yang disebutkan di atas. Obat-obat tersebut aman, asal diminum sesuai dengan keterangan dokter atau aturan pakai yang tertulis pada kemasannya.

Sumber: Intisari, Juli 1994, hal. 169

Refleksi

Jumlah kata yang dibaca: 322 kata. Berapakah banyak waktu yang Anda gunakan untuk menyelesaikan bacaan itu? Tentu Anda melakukannya tidak asal cepat, bukan? Jawablah pertanyaan-pertanyaan di atas. Ingat Anda tidak boleh lagi membaca teks tersebut! Hitunglah KEM Anda!

 

SOAL-SOAL UNTUK MENGUKUR KEM SISWA

BACAAN 1

 

Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara memberikan silang (X) pada salah satu huruf jawaban a, b, c, atau d!

1. Obat batuk yang mengandung narkotik mempunyai efek samping yaitu susah buang air besar dan jika over dosis dapat menyebabkan pikun. Antisipasi untuk hal tersebut adalah ….

  1. Tidak minum obat batuk
  2. Pemakaian obat batuk harus sesuai aturan
  3. Menggunakan obat batuk yang dibuat sendiri
  4. Menghindari sakit batuk

2.  Penyebab sakit batuk ada dua kemungkinan, yaitu gangguan saluran pernafasan atau paru-paru terkena infeksi. Hal yang perlu dilakukan untuk menghindari hal tersebut adalah …

  1. Mencegah terjadinya polusi udara
  2. Menghindari hal-hal yang bisa menyebabkan rangsangan udara penyebab batuk
  3. Tidak banyak mengadakan kegiatan di luar rumah
  4. Menutup saluran pernafasan

3. Setelah membaca bacaan di atas diharapkan dapat memperoleh petunjuk menemukan cara memilih obat batuk yang baik. Hal yang harus diperhatikan adalah ….

  1. Obat batuk golongan ekspektoran tidak baik diberikan kepada anak-anak
  2. Banyak obat batuk mengandung bahaya
  3. Obat batuk dapat menyebabkan pikun
  4. Pemakaian obat batk harus dihindari

4. Obat batuk yang berkhasiat menekan pusat batuk terdiri atas obat batuk golongan narkotik.Adasejumlah bahaya yang bisa mengancam pemakainya.

  1. Dalam dosis tinggi dapat mengganggu saraf sentral
  2. Bisa menyebabkan gila si pemakai
  3. Dapat menimbulkan kematian
  4. Menyebabkan pemakai muntah-muntah

5. Dekstrometorphan dengan jumlah 10—20 tablet dapat membuat orang  fly. Seperti itu bisa terjadi apabila ….

  1. Diminum dengan dicampur alcohol
  2. Dioplos dengan minuman lain
  3. Dosisnya ditambah tinggi
  4. Diminum sebelum makan

 

 

Pilihlah jawaban:

  1. bla pernyataan 1, 2, 3 benar
  2. bila pernyataan 1 dan 3 benar
  3. bila pernyataan 2 dan 4 benar
  4. bila hanya pernyataan 4 saja yang benar

 

1.  Batuk sebenarnya bukan penyakit, melainkan …

  1. hanya rangsangan saluran pernafasan
    1. karena polusi udara
    2. disebabkan kekurangan udara
    3. karena gangguan pencernaan

2. Obat batuk yang dijual di pasar bebas merupakan campuran obat yang mengandung

  1. bahan yang mengeluarkan lender
  2. bahan narkotik yang berbahaya bagi pemakainya
  3. bahan yang dapat melancarkan saluran pernafasan
  4. bahan yang memabukkan

3. Obat batuk golongan ekspektoran tidak boleh diberikan anak-anak, karena ….

  1. mengandung narkotik
  2. anak belum mampu mengeluarkan lender sendiri
  3. anak tidak tahan terhadap lender itu
  4. akan menyumbat saluran pernafasan

4. Obat batuk yang mengandung narkotik berkhasiat menekan pusat saraf batuk. Jenis obat batuk ini mempunyai efek samping ….

  1. membuat susah tidur
  2. pusing dan muntah-muntah
  3. menyebabkan kelumpuhan
  4. susah buang air besar

5. Ramuan obat batuk yang mengandung narkotik aman bagi pemakainya, asalkan ….

  1. sesuai aturan  dokter
  2. tidak over dosis
  3. menyelaraskan aturan yang tertera pada label
  4. dicampur dengan alkhohol

 

Pelatihan 2

 Melatih membaca cepat 2

Jumlah kata 493 kata

 

PANGAN VITALITAS UNTUK KESEHATAN TUBUH       

 

            Kini telah banyak jenis produk pangan komersial yang semakin diakui khasiatnya karena kemampuannya melawan atau menghindari resiko berbagai keadaan seseorang termasuk kanker dan kelainan jantung. Di beberapa Negara maju khususnya di daratan Eropa mulai diperkenalkan suatu kelompok makanan yang disebut vita foods pangan untuk vitalitas.

 

Pangan Vitalis

Vitalis berarti memiliki perasaan vital, yang meliputi perasaan kondisi tubuh baik, penuh energi hidup yang bergairah, bugar bersemangat dan memiliki daya tahan yang tinggi. Yang dimaksud pangan vitalis adalah makan atau minuman yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen modern, yang sangat peduli akan kesehatan tubuhnya.

Golongan makan tersebut memiliki kemampuan merangsang peningkatan kesehatan tubuh dan mutu kehidupan, merangsang daya tahan kesehatan tubuh, merangsang untuk lebih bersemangat. Di samping itu, makanan vitalitas ada yang diharapkan dapat meningkatkan kesehatan konsumen atau berfungsi sebagai penangkal terhadap adanya ancaman kesehatan.

Beberapa pakar kesehatan telah mendefinisikan sehat bukan berarti tidak sakit, melainkan lebih dari itu. Sehat adalah keadaan seseorang, yaitu well being fit, and feeling great. Artinya, seseorang merasa dirinya dalam keadaan baik atau sejahtera, bugar, dan bergairah. Ternyata beberapa jenis makanan dapat mendorong kea rah fee3ling great tersebut. Keadaan kurang gizi yang ekstrem, diet yang ketat dan gangguan metabolisme dapat mengakinatkan gangguan pada daya ingat, daya penalaran, dan pengertian seseorang.

Masalah yang kini sedang hangat dibicarakan dan dihadapi para ilmuwan adalah kesukaran dalam memastikan dan mengidentifikasi keadaan alergi dan intoleransi makanan. Beberapa Negara maju secara tegas meningkatkan betapa banyaknya makanan yang beredar bersifat alergi dan intoleransi secara klinis jarang dapat mendukung bahwa masalah tersebut dengan cara menyajikan makanan dan minuman baru yang disebut hypoalerginic. Dipandang dari segi ekonomi, jenis makanan tersebut tampaknya akan memiliki masa depan yang cerah.

 

Pangan terhadap Otak

Menu makanan yang secara tradisional dikonsumsi di beberapa daerah memiliki keuntungan bagi kesehatan masyarakat. Sebagai contoh, penggunaan minyak zaitun di kawasan Mediteranian, penggunaan rempah-rempah dan ikan di kawasan Timur Jauh. Makanan seperti itu juga dianggap berpengaruh terhadap otak manusia.

Kekurangan mineral dan elemen mikro tertentu dalam menu makanan dapat berpengaruh secara nyata pada status mental seseorang. Kekurangan magnesium dan kalsium dapat mengakibatkan kebingungan mental. Kekurangan yodium dapat mengakibatkan gangguan perkembangan otak yang sangat serius yang disebut krtinisme.

Kekurangan vitamin A sangat merugikan tenunan syaraf mata dan bias mengakibatkan kebutaan.

Manula

Peningkatan jumlah populasi manusia usia lanjut atau manula (di atas usia 60 tahun) relative sangat cepat di Indonesia. Laporan Bureau of Sensus USA menyatakan bahwa 1990—2025 kenaikan jumlah manula di Indonesia adalah 414 persen, kenaikan yang paling tinggi di dunia. Menurut Biro Pusat Statistik, jumlah manula di Indonesia pada tahun 2010 diperkirakan akan sama dengan jumlah Balita. Keadaan kesehatan dan well being mereka sangat dipengaruhi oleh makanan dan minuman yang mereka konsumsi.

Memasuki tahap manula, seseorang akan mengalami penurunan daya cerna dan daya serap nutrein secara cepat. Jumlah air liur maupun enzim pencernaan yang mereka miliki sudah menurun. Karena alas an tersebut, perlu adanya makanan khusus bagi manula yang memiliki kelezatan, daya cerna tinggi serta bernilai gizi yang baik.

Sumber: Suara Pembaharuan, 9 Maret 1996

                                                                        REFLEKSI

Jumlah kata yang dibaca 493 kata. Berapakah waktu yang Anda gunakan untuk menyelesaikan bacaan itu? Tentu Anda melakukannya tidak dengan asal cepat bukan? Apakah Anda merasa terbantu dengan menggunakan jari untuk menemukan bagian-bagian penting dari bacaan di atas? Cobalah minta komentar teman Anda atas perilaku Anda pada saat membaca? Cobalah minta komentar teman Anda pada saat membaca! Perbaikilah perilaku yang akan menghambat pemahaman Anda dalam membaca! Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini. Ingat, Anda tidak boleh lagi membaca teks tersebut. Hitunglah KEM Anda!

 

SOAL-SOAL UNTUK MENGUKUR KEM SISWA

BACAAN 2

Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara memberikan silang (X) pada salah satu huruf jawaban a, b, c, atau d!

1. Pada dasarnya makanan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu ….

  1. Lezat dan menumbuhkan gairah
  2. Memenuhi kebutuhan kesehatan dan mempengaruhi kondisi kesehatan
  3. Memenuhi selera dan tidak menarik
  4. Berlemak dan berserat

2. Di berbagai Negara maju khususnya daratan Eropa mulai diperkenalkan suatu kelompok makanan yang disebut ….

  1. Makanan tambahan
  2. Makanan berserat
  3. Makanan bergizi tinggi
  4. Makanan untuk vitalitas

3. Yang bukan merupakan cirri-ciri pangan vitalis adalah ….

  1. Penuh energi                 b. Perasaan lelah

c .  Hidup bergairah  d. Daya tahan tinggi

4. Makan dan minuman yang dapat memenuhi konsumen modern di sebut ….

  1. Pangan vitalis
  2. Makanan suplemen
  3. Makanan bergizi
  4. Vitamin A

5. Inilah beberapa akibat kelaparan dan diet yang terlalu ketat, kecuali….

  1. Perasaan lelah
  2. Rasa ngantuk
  3. Sulit tidur
  4. Kehilangan kewaspadaan

6. Kesukaran yang dihadapi para ilmuwan dan ahli tentang makanan adalah ….

  1. Menentukan keadaan alergi dan intoleransi makanan
  2. Sulit meyakinkan masyarakat akan makanan yang diperlukan
  3. Kesukaran menentukan daftar makanan yang memenuhi kesehatan
  4. Konfirmasi secara klinis kurang dipercaya masyarakat, walaupun hal ini nyata

7. Menurut BPS jumlah manula diIndonesiapada tahun 2010 diperkirakan akan sama dengan ….

  1. Jumlah balita
  2. Jumlah orang dewasa
  3. Jumlah remaja
  4. Orang yang berumur 30—50 tahun

8. Menurut laporan Bureau of CensusUSAbahwa tahun 1990—2025 jumlah manula diIndonesiaakan mengalami kenaikan …

  1. 200 %               b. 250 %           c.300 %            d. 414 %

9. Contoh jenis makanan yang secara tradisional memiliki pengaruh terhadap kecerdasan otak adalah ….

  1. Lemak nabati dan hewani
  2. Ikan dan hasil ikan
  3. Sebangsa kacang-kacangan
  4. Sayur-sayuran

10. Kekurangan yodium dapat mengakibatkan ….

  1. Gangguan perkembangan otak
  2. Gangguan penglihatan
  3. Gangguan pencernaan
  4. Gangguan mental

 

Pelatihan 3

Jumlah kata                 : jumlah kata 506 kata

Sasaran                       : menggunakan penunjuk

 

ALBERT EINSTEIN

 

            Einstein mungkin merupakan sarjana paling cemerlang selama seratus tahun abad ini. Dia lahir di Ulm Jerman Barat, tanggal 14 Maret 1879. kedua orang tuanya berasal dari Yahudiyang saat itu menetap di Jerman.

Semasa kecil ia tinggal bersama pamannya. Kawan-kawan masa kecil menyebut Albert Einstein dengan julukan kampungan, jorok, lamban, bloon. Dia belum bisa bicara sampai umur tiga tahun. Guru sekolah dasarnya sering menyumpahi kau tak bakalan jadi apa-apa.

Einstein kecil sebenarnya tak sebodoh yang disangka orang. Sampai sekolah menengah atas, dia mengikuti pelajaran dengan tersengal-sengal, kecuali pasal matematika dan fisika. Ia diterima di perguruan tinggi, Institut Politeknik Zurich, setelah menempuh ujian masuk dua kali.

Tahun 1890 Einstein lulus universitas, sekaligus menggaet Milerva Maric, gadis cantik dariSerbia. Einstein bekerja pada dinas paten yang mengurusi penemuan baru, dikotaBern Swiss. Di sini ia banyak menghasilkan karya-karya ilmiah dan berulang-ulang memperoleh gelar kehormatan.

Pada tahun 1913 Einstein harus berpisah dengan Milvera dan dua anaknya. Ia lalu tinggal diBerlinselama 20 tahun. Setelah itu bekerja untuk sebuah teorinya, yaitu teori kenisbian dan relativitas. Dalam teori itu dikatakannya bahwa semua satuan itu adalah relative. Maksudnya, besar satuan itu tergantung pada gerak pengamatannya.

Jarang sekali orang-orang yang mendalami teori kenisbian. Bahkan Einstein sendiri pun merasa sulit menerangkannya pada orang lain. Teorinya tersembunyi pada hutan matematika dan keagungan rumus-rumusnya. Dia pernah mengucap sedih, “Jika matematikaberbicara, saat itu saya tak mengerti lagi apa sebenarnya yang terjadi.” Albert cukup jujur untuk mengetahui keruwetan teorinya.

Banyak pakar yang menyanggah teori Einstein itu. Bahkan mereka menyebut Einstein orang gila. Dengan  sabar ia menerangkan teorinya dengan sebuah perumpamaan. Sebuah batu yang tergeletak di tengah jalan akan berbeda-beda bentuknya jika dilihat dari tempat berbeda-beda. Orang yang berjalan mengatakan bahwa batu itu bulat, tapi orang yang naik kereta api mengatakan bahwa batu itu pipih. Bertolak dari itu Einstein menyimpulkan bahwa satuan ukuran iturelatif. Demikian juga dengan satuan-satuan yang lain.

Rupanya pegumpamaan Einstein ini masuk nalar, sehingga para pakar menerima teori kenisbiannya. Sebutan si gila pun dicabut.

Albert Einstein lebih terkenal lagi dengan rumusan E=MC2. Ia mengatakan bahwa energi merupakan hasil kali antaramassadan kuadrat kecepatan cahaya. Bahwamassayang kecil dapat diubah menjadi suatu energi. Teori inilah yang mendasari terciptanya bom atom yang sangat disesalinya kemudian.

Kejutan yang dibuat Albert dengan teori-teorinya membuat dunia gempar. Mereka mulaitertarik pada pribadi si kumal, pegawai paten yang nyentrik itu. Universitas Zurich memberi gelar doctor. Tawaran kerja dan mengajar dating bertubi-tubi.

Di Berlin Albert bertemu Elsa, yang kemudian dikawininya dan diajak pindah ke Amerika. Elsa meninggal sesampainya di Amerika. Sumbangan Einstein di Amerika makin bertambah. Karya ilmiahnya terus mengalir, yang pada dasarnya bermanfaat bagi generasi penerus selanjutnya.

April 1955 Albert Einstein meninggal dunia dengan tenang. Tuhan memanggilnya kembali dengan meninggalkan teka-teki. Tetapi Tuhan juga emberi jalan hamba-Nya yang lain untuk memecahkan teka-teki itu. Albert Einstein, si tua kuma itu, hanya seorang yang diganjar kerja keras. Tuhan telah mengijinkan seorang hamba-Nya untuk sedikit membuka rahasia ciptaan-Nya.

Sumber: Ensiklopedi Indonesia Vol. 2

REFLEKSI

JUMLAH KATA YANG DIBACA 507 KATA. Berapakah banyak waktu yang Anda gunakan untuk menyelesaikan bacaan itu? Tentu Anda melakukannya tidak dengan asal cepat bukan? Apakah Anda merasa terbantu dengan menggunakan jari untuk menemukan bagian-bagian penting dari bacaan di atas? Cobalah minta komentar teman Anda atas perilaku Anda pada saat membaca? Cobalah minta komentar teman Anda pada saat membaca! Perbaikilah perilaku yang akan menghambat pemahaman Anda dalam membaca! Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini. Ingat, Anda tidak boleh lagi membaca teks tersebut. Hitunglah KEM Anda!

 

 

 

Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan cara memberikan tanda silang pada salah satu huruf jawaban (a, b, c, atau d)!

 

1. Albert Einstein telah mendirikan pilar-pilar tangguh untuk menunjang pengetahuan …

a. kimia             b. fisika             c. ilmu pasti      d. ilmu alam

2. Kini teori Einstein mudah dibuktikan berkat penemuan baru dalam bidang ….

a. optic dan elektronik                            b.optic dan listrik

c. listrik dan elektronik                           d. elektronik dan kimia

3. Bunyi teori kenisbian atau relativitas yang ditemukan Einstein adalah ….

a. semua satuan itu relative                    b. semuagayaitu relative

c. semua bidang itu sama                       d. tidak ada satuan yang relative

4. Pada tahun 1913 Einstein harus berpisah dengan ….

a. ayah dan ibundanya                           b. guru dan teman-temannya

c. Milvera dan kedua anaknya                 d. kedua anak dan ibunya

5. Guru sekolah dasarnya sering  menyumpahi Einstein karena ….

a. kebodohan dan kemalasannya            b. kecerdikan dan kepandaiannya

`           c. belum dapat bicara sampai umur 3 tahun

d. belum dapat menulis sampai umur 3 tahun

6. Sebelumnya para pakar menyanggah teori Einstein, namun apada akhirnya mereka mau menerimanya. Kalimat yang mengatakan hal demikian terdapat pada alenia ….

a. 5                   b. 6                   c. 7                   d.8

7. Rumus teori kenisbian yang ditemukan Einstein adalah ….

a. E=MC2         b. E=M2c          c. E=MC           d. E=M/C

8. anyak pakar yang menyanggah teori Einstein itu. Sinonim kata menyanggah adalah

a. menerima      b. menyangkal               c. mengakui      d. menyadari

9. Albert Einstein meninggal dunia pada ….

a. Februari 1954             b. April 1954

c. Februari 1955             d. April 1955

10. Teks di atas disadur dari ….

a. Ensiklopedi Indonesia Vol. 1   b. EnsiklopediIndonesiaVol. 2

c. EnsiklopediIndonesiaVol. 3   d. EnsiklopediIndonesiaVol. 4

B. MENULIS PARAGRAF NARASI

            Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu (1) mengenali karakteristik paragraph narasi, (2) mengidentifikasi struktur paragraph narasi; (3) mendaftar topic yang akan dikembangkan menjadi paragraph narasi; (4) menyusun paragraph narasi berdasarkan urutan waktu dan peristiwa; (5) memperbaiki paragraph narasi yang ditulis teman berdasarkan urutan waktu dan peristiwa; (6) menggunakan kata ulang dalam paragraph narasi.

Pernahkah kalian menceritakan sesuatu tentang peristiwa yang kalian alami? Atau pernahkah kalian menceritakan suatu hal yang kalian saksikan? Mula-mula kalian berkisah tentang pengalaman kalian atau peristiwa yang kalian alami itu berlangsung secara urutan waktu dan kejadian secara kronologis. Sebenarnya apa yang kalian lakukan tersebut sudah termasuk membuat narasi. Jika kisah itu ditulis jadilah tulisan narasi

1. Karakteristik Paragraf Narasi

Narasi adalah cerita. Cerita ini didasarkan atas urutan kejadian atau peristiwa. Narasi dapat bersifat fakta atau fiksi (cerita rekaan) bahkan dapat pula berupa fakta yang dibumbui dengan berbagai imajinasi penulis. Narasi yang berupa fakta antara lain biografi dan autobiografi, sedangkan yang berupa fiksi di antaranya cerpen dan novel.

Di bawah ini contoh sebuah paragraph narasi. Perhatikan dan cermatilah karakteristiknya!

1. Gadis Mesir Itu Bernama Maria

Tengah hari ini, kota Cairo seakan membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan bau neraka. Hembusan angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik. Penduduknya, banyak yang berlindung dalam flat yang ada dalam apartemen-apartemen berbentuk kubus dengan pintu, jendela dan tirai tertutup rapat.

Memang, istirahat di dalam flat sambil menghidupkan pendingin ruangan jauh lebih nyaman daripada berjalan ke luar rumah, meski sekadar untuk shalat berjamaah di masjid. Panggilan azan zhuhur dari ribuan menara yang bertebaran di seantero kota hanya mampu menggugah dan menggerakkan hati mereka yang benar-benar tebal imannya. Mereka yang memiliki tekad beribadah sesempurna mungkin dalam segala musim dan cuaca, seperti karang yang tegak berdiri dalam deburan ombak, terpaan badai, dan sengatan matahari.

Ia tetap teguh  berdiri seperti yang dititahkan Tuhan sambil bertasbih tak kenal kesah. Atau, seperti matahari yang telah jutaan tahun membakar tubuhnya untuk memberikan penerangan ke bumi dan seantero mayapada. Ia tiada pernah mengeluh, tiada pernah mengerang sedetik pun menjalankan titah Tuhan.

Awal-awal Agustus memang puncak musim panas.

Dalam kondisi sangat tidak nyaman seperti ini, aku sendiri sebenarnya sangat malas keluar. Ramalan cuaca mengumumkan: empat puluh satu derajat celcius! Apa tidak gila!? Mahasiswa Asia Tenggara yang tidak tahan panas, biasanya sudah mimisan, hidungnya mengeluarkan darah. Teman satu flat yang langganan mimisan di puncak musim panas adalah Saiful. Tiga hari ini, memasuki pukul sebelas siang sampai pukul tujuh petang, darah selalu merembes dari hidungnya. Padahal ia tidak keluar flat sama sekali. Ia hanya diam di dalam kamarnya sambil terus menyalakan kipas angin. Sesekali ia kungkum, mendinginkan badan di kamar mandi.

Dengan tekad bulat, setelah mengusir segala rasa aras-arasenaku bersiap untuk keluar. Tepat pukul dua siang aku harus sudah berada di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq yang terletak di Shubra El-Khaima, ujung utara Cairo, untuk talaqqipada Syaikh Utsman Abdul Fattah. Pada ulama besar ini aku belajar qiraah sab’ahdan ushul tafsir. Beliau adalah murid Syaikh Mahmoud Khushari, ulama legendaris yang mendapat julukan Syaikhul Maqari’ Wal Huffadh Fi Mashr atau Guru Besarnya Para Pembaca dan Penghafal Al-Qur’an di Mesir.

Ayat-Ayat Cinta oleh Habbiburrahman El Shirozy

Narasi di atas berisi sebuah fakta. Apabila dicermati paragraf tersebut berisi urutan peistiwa dan keadaan di Cairo-Mesir pada musim panas bulan Agustus, tengah hari, tepat pukul dua siang aku sudah berada di Masjid Abu Bakar Ash-Shidiq. Peristiwa itu dialami oleh aku/Fahry yang mengalami konflik batin antara berangkat mengaji / talaqqi pada Syaikh Utsman Abdul Fattah ataukah hanya berdiam di apartemen saja karena cuaca sangat tidak bersahabat. Adanya urutan peristiwa dan waktu secara kronologis serta adanya konflik merupakan karakteristik tulisan naratif.

Perhatikan kutipan paragraf di bawah ini yang konfliknya terlihat lebih jelas!

Di kasir tinggal tiga orang, dan di belakangku ada delapan atau sepuluh orang. Kulihat Rahayu memandangku dengan senyum yang manis, “Sudah belanjanya, Om?” katanya. Aku bangga mendengarnya. “Iya…dalam waktu dekat saya akan lebih banyak belanja lagi dan yang ini,” kulirik lelaki di sebelahku sinis mendengar sapaan itu.

Sekarang aku benar-benar di depan kasir, kusodorkan tas plastik yang sudah menggelembung ini sambil merogoh dompet dari kantongku. Uang sejumlah Rp225.500,00 sudah kupisahkan. Yakni sebesar Rp125.500,00 untuk ongkos pulang kampung dan uang belanja Raminten. Belum genap hitungan uang recehku, mendadak kebanggaanku berada di mall ini sirna. Badanku gemetar, jantungku berdetak cepat dan keringat dingin membasahi wajahku. Segenap jiwa dan raga total tercurah pada deretan angka pada mesin hitung. Dua stel pakaian Raminten total Rp575.500,00, satu BH Rp100.500,00: satu stel pakaian pria …. keringat semakin deras menetes. Mataku liar memandang sekelilingku. Pria yang sederet denganku tersenyum sinis, seolah mentertawakan aku yang mulai gelisah.

“Total semuanya satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah, Om?”

Deg! Jantungku seolah mau copot. Be…be…berapa ? segahku gugup.

“Satu juta dua ratus lima puluh ribu rupiah?” kasir itu mengulangi lagi jumlah belanjaanku. Kepalaku mendadak pening. Beribu-ribu kunang-kunang memenuhi kepalaku. Sekejap saja badanku loyo total. Aku berusaha menentramkan hatiku, tapi tak kuasa. Satpam di belakang kasir tampak memandang penuh curiga. “Ka…ka…kalau, gitu B…BH-nya saja deh?” kataku sambil menunduk malu, kemudian pergi tanpa menoleh-noleh lagi.

Oleh-Oleh dari Jakarta oleh Imam Yuwono

Kutipan cerpen di atas menggambarkan sebuah peristiwa yang sangat meamlukan sekaligus memilukan. Seorang suami yang sederhana, lugu, penug rasa kasih kepada istrinya, Raminten, ingin membelikan oleh-oleh kebanggan dari sebuah mall di Jakarta. Namun apa yang di dapat? Rasa malu yang sangat karena konflik batin akibat keluguan sang tokoh.

Berdasarkan contoh-contoh di atas, jelaslah bahwa narasi memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang khas, yakni adanya tokoh, alur, latar, dan konflik.

 

Pelatihan 4

 Bacalah kutipan paragraf narasi di bawah ini! Kemudian tulislah karakteristik paragraf narasi tersebut.

No

Unsur intrinsik

Jawaban unsur intrinsik

Kalimat pendukung

1 Tokoh cerita
2 Watak tokoh
3 Alur cerita
4 Konflik
5 Latar a. tempat:

b. Waktu:

c. Suasana:

….aku memang sayang pada istriku. Selain sedang mengandung tujuh bulan ia serring kutinggal pergi ke Jakarta. Maklum, pekerjaanku hanyalah buruh pabrik kerupuk yang gajinya tak lebih dari seratus lima puluh ribu, ditambah uang makan dan transpor dua ribu lima ratus rupiah per hari. Beruntung aku bisa mengontrak rumah petak bersama lima orang temanku sekampung, jadi bisa mengirit beberap ribu untuk menambah kiriman ke kampung. “Apa sampeyan banyak duit, kok beli baju saja di mall. Apa tidak di Kang Acep saja. Selain bisa kredit, barangnya juga bagus-bagus. Nggak kalah dengan yang di mal?” ujar Parto temanku waktu berangkat tadi.

“Mas Parto, apa orang kecil seperti saya tidak boleh masuk ke mall. Apa orang-orang kaya yang pakai mobil saja yang boleh masuk. Tidak ada larangan, kan?” jawabku seenaknya. Aku tahu Parto memang cukup berpengalaman. Banyak cerita tentang Jakarta kudapat dari dia, terutama untuk jalan-jalan di pertokoan macam sekarang ini. Dia selain suka keluyuran juga mata keranjang. Maklumlah dia masih sorangan. Tidak boleh lihat wanita, matanya  seperti mau keluar saja.“Lho bukan begitu, apa sampeyan mampu, banyak duit, mikir to mikir?”

Aku tidak peduli dengan omongannya. Uang tabunganku sebesar Rp225.500,00 rasanya cukup untuk membeli beberapa potong pakaian wanita, baju bayi, sarung, atau kebaya untuk mertua. Walaupun aku belum bisa memastikan jumlah totalnya, masak sih uang sebanyak itu tidak cukup?

Sekarang aku sudah memasuki pertokoan di lantai empat. Suasananya betul-betul nyaman, enak dan betah untuk tinggal  lama-lama dalam pertokoan ini ….

Oleh-Oleh dari Jakarta oleh Imam Yuwono

2. Identifikasi Struktur Paragraf Narasi

Berdasarkan kalimat utamanya, paragraf dikelompokkan menjadi empat macam , yaitu: paragraf deduktif, paragraf induktif, paragraf campuran, dan paragraf deskriptif-naratif. Paragraf deduktif dikembangkan dengan kalimat utama di awal paragraf. Paragraf induktif dikembangkan dengan kalimat utama di akhir paragraf. Paragraf campuran dikembangkan dengan kalimat utama di awal paragraf, kemudian diulangi (berupa simpulan) dengan inti kalimat yang sama di akhir paragraf. Adapun paragraf deskriptif-naratif kalimat utamanya tersebar di keseluruhan kalimat dalam paragraf.

Sebuah paragraf naratif memiliki struktur paragraf deskriptif-naratif. Perhatikan kutipan Oleh-Oleh dari Jakarta, meskipun kalimat-kalimat utamanya menyebar namun sosok dan karakter aku tergambar dengan jelas. Bahkan konflik, situasi, dan latarnya tetap tergambar dengan jelas.

 

Pelatihan 5

Untuk lebih memantapkan pemahaman kalian tentang struktur paragraf narasi, lengkapilah bagian rumpang dalam paragraf ini dengan kalimat yang tepat!

Usai shalat, aku menyalami Syaikh Ahmad. Nama lengkapnya Syaikh Ahmad Taqiyyuddin Abdul Majid.———————————————————————————————————————————————————————————————————- Beliau tidak pernah menyembunyikan senyumnya setiap kali berjumpa denganku.—————————————————————————————————————————————- Anaknya baru satu, berumur dua tahun. Kini beliau bekerja di Kementerian Urusan Wakaf sambil menempuh program doktoralnya. Beliau juga menjadi dosen Sejarah Islam di Ma’had I’dadud Du’atyang dikelola oleh Jam’iyyah Syar’iyyah bekerjasama dengan Fakultas Dakwah, Universitas Al Azhar. Di seluruh Mesir sampai sekarang ma’had ini baru ada dua: di Ramsis dan di Hadayek Helwan.

Meskipun masih muda, namun kedalaman ilmu agama dan kefashihannya membaca serta mentafsirkan Al-Qur’an membuat masyarakat memanggilnya “Syaikh”. —————————————————————————————————————————————————Yang menarik, dia dekat dengan kawula muda. Panggilan ‘Syaikh’ tidak membuatnya lantas merasa canggung untuk ikut sepak bola setiap Jum’at pagi bersama anak-anak muda. ———————————————————————————————————————————–“AkhFahri, mau ke mana?” tanya Syaikh ramah dengan senyum menghiasi wajahnya yang bersih. Jenggotnya tertata rapi. Kutatap wajah beliau sesaat. —————————————————————————————————————————————————————–Tak kalah dengan Kazem Saheer, penyanyi tenar asal Irak yang digandrungi gadis-gadis remaja seantero Timur Tengah. Nada suaranya juga indah berwibawa. ————————————————————————————————————————————————————–Seandainya suara indah Kazem Saheer digunakan untuk membaca Al-Qur’an seperti Syaikh Ahmad mungkin akan lain cerita belantika selebritis Mesir.

“Seperti biasa Syaikh, ke Shubra,” jawabku datar.

Beliau langsung paham aku mau ke mana dan mau apa. Sebab Syaikh Ahmad dulu juga belajar qiraah sab’ah pada Syaikh Utsman di Shubra. Sesekali bahkan masih datang ke sana.

“Cuacanya buruk. Sangat panas. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

“Semestinya memang begitu Syaikh. Tapi saya harus komitmen dengan jadwal. Jadwal adalah janji. Janji pada diri sendiri dan janji pada Syaikh Utsman untuk datang.”

Masya Allah, semoga Allah menyertai langkahmu.”

“Amin,” sahutku pelan sambil melirik jam dinding di atas mihrab.

Waktunya sudah mepet.

“Syaikh, saya pamit dulu,” kataku sambil bangkit berdiri. Syaikh Ahmad ikut berdiri. Kucangklong tas, kupakai topi dan kaca mata.

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–.

“Dengan topi dan kaca mata hitammu itu kau seperti bintang film Hong Kong saja. Tak tampak sedikit pun kau seorang mahasiswa pascasarjana Al Azhar yang hafal Al-Qur’an.”

“Syaikh ini bisa saja,” sahutku sambil tersenyum, “mohon doanya. Assalamu’alaikum.”

Wa’alaikumussalam warahmatullah wa barakatuh.”

Di luar masjid, terik matahari dan gelombang angin panas langsung menyerang. —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–Ups, sampai juga akhirnya. Aku langsung menuju loket penjualan tiket.

Ya Kapten, wahid Shubra!”seruku pada penjaga loket berkepala botak dan gemuk. Wajahnya penuh keringat, meskipun tepat di belakangnya ada kipas angin kecil berputar-putar. Ia tampak berkenan kusapa dengan kapten. Memang untuk menyapa lelaki yang tidak dikenal cukup memakai ‘ya kapten’ bisa juga ‘ya basya’ atau kalau agak tua ‘ya ammu’. Jika kira-kira sudah haji memakai ‘ya haj’.”

Masyi ya Andonesy,”jawab penjaga loket sambil mengulurkan karcis kecil warna kuning kepadaku. Ia mengambil uang satu pound yang kuberikan dan memberi kembalian 20 piesters.————————————————————————————————————————- Setelah melewati pintu penghalang karcis itu kuambil lagi. Sebab tanpa karcis itu saya tidak akan bisa keluar di Shubra nanti.———————————————————————————————————————————————————————————————————Biasanya sepuluh pound. Itu pun setelah dimaki-maki oleh petugas pemeriksa.

Bagi penduduk Mesir, khususnya Cairo, metro bisa dikatakan transportasi kebanggaan. Lumayan canggih. Mahattah bawah tanah yang ada di Attaba, Tahrir dan Ramsis kelihatan modern dan canggih. Itu wajar. Sebab arsiteknya, semuanya orang Perancis. ———————————————————————————————————————————————-Kalau Anda berada di mahattah metro Tahrir atau Ramsis itu sama saja Anda berada di salah satu mahattah metro kota Paris.’

Benarkah?

Aku tidak tahu, sebab aku tidak pernah pergi ke Paris. Tapi aku pernah membaca sebuah majalah, memang ada stasiun bawah tanah di kota Paris yang dibuat bernuansa Mesir kuno. Dinding-dindingnya diukir dengan Hieroglyph, huruf-huruf Mesir kuno. Beberapa sisinya dihiasi dengan patung-patung dan simbol-simbol Mesir kuno, seperti tugu Alexandria, kunci pyramid yang sekilas tampak seperti salib, patung Tutankhmoun, Tutmosis, Ramses III, Amenophis III, Cleopatra dan lain sebagainya. Nuansa seperti itu sangat kental di mahattah metro Anwar Sadat-Tahrir, yang berada tepat di jantung kota Cairo.                         (Ayat-Ayat Cinta oleh Habbiburrahman El Shirozy)

3. Mengembangkan Kerangka Topik Menjadi Paragraf Narasi

Paragraph narasi disusun dengan merangkaikan peristiwa-peristiwa secara kronologis atau berurutan. Paragraph narasi dikembangkan dari sebuah topic. Caranya adalah dengan memerinci peristiwa atau kejadian yang mendukung topik.

Perhatikan contoh di bawah ini!

Topik: Ketika aku jatuh cinta

Kerangka:

1. Semua terasa indah

2.Selalu ingat akan si dia

3. Hidup terasa lebih bersemangat

4.  Hati merasa damai dan nyaman berada di sisinya

Pelatihan 6

Kembangkanlah paragraph di atas menjadi sebuah paragraph narasi !

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————____________________________________________________________________________________

 

 

 

Pelatihan 7

Kerjakanlah latihan di bawah ini!

1. Buatlah satu paragraph narasi berdasarkan topik-topik berikut!

  • Aku ingin menjadi Diego Maradona
  • Guru Bahasa Indonesiaku manis sekali
  • Hijau sekolahku sukses belajarku
  • Sebut aku bunga desa

4. Menyunting Paragraf Narasi

            Menyunting berarti mengedit, yakni memperbaiki tulisan berdasarkan kaidah bahasa yang baik dan benar. Hal-hal yang diperbaiki dari sebuah tulisan di anataranya adalah ejaan, tata kata, susunan kalimat, pembentukan paragraph, dan organisasi tulisan. Kegiatan menyunting perlu dilakukan karena sebuah karangan atau tulisan yang selesai dibuat biasanya masih ada kesalahan. Berdasarkan hasil suntingan itulah penulis memperbaiki tulisannya.

Pelatihan 8

Suntinglah kutipan di bawah ini!

            Aku terpaku pandangi kertas itu. Tanganku gemetar. Aku baca puisi itu dengan menanggung firasat sepi tak tertahankan yang diam-diam menyelinap. Aku bahagia tapi dilanda kesedihan yang gelap, ada rasa kehilangan yang mengharu biru. Gundah gulana landa diriku. ada seseorang duduk bersimpuh d tengah lapangan di kelilingi kaki-kaki itu. Dan ada bangkai seekor buaya terbujur kaku di sampingnya.lalu wajah samar laki-laki itu tampak mendekat. Ia menoleh ke arahku, air mata mengalir dipipinya yang carut marut berbintik-bintik hitam.hari itu aku paham Bodenga yang kusaksikan…..

5. Kata Ulang/Reduplikasi

Pada kutipan dalam pelatihan 8 terdapat beberapa kata ulang yaitu diam-diam, kaki-kaki, carut-marut, berbintik-bintik.

Pengulangan/reduplikasi merupakan proses morfologis . Bentuk-bentuk pengulangan antara lain:

v      Ulangan atas suku kata awal/dwipurwa. Dalam bentuk pengulangan macam ini, vocal dari suku kata awal mengalami pelemahan dan bergeser ke posisi tengah menjadi e (pepet).

Contohnya:  tatanaman             > tetanaman

                      Tatangga             > tetangga

Luluhur               > leluhur

v      Pengulangan atas seluruh bentuk dasar/ulangan utuh; ada dua macam yaitu ulangan seluruh bentuk dasar yang berupa kata dasar (dwilingga) dan ulangan atas bentuk dasar berupa kata jadian berimbuhan.

Contohnya: rumah-rumah                       pencuri-pencuri

                           Buah-buah                        kejadian-kejadian

v      Pengulangan dengan pengubahan suara/fonem  pada salah satu kata/lingga disebut dwilingga salin suara.

Contohnya: gerak-gerak              > gerak-gerik

Sayur-sayur                       > sayur-mayur

Carut-carut                       >carut-marut

v      Pengulangan dengan mendapat imbuhan disebut kata ulang berimbuhan.

Contohnya :  bermain-main                     berjalan-jalan

Berpukul-pukulan kuda-kudaan

Adapun arti yang dapat didukung oleh pengulangan adalah :

  • Banyak tak tentu , contohnya: kuda-kuda itu berkejar-kejaran, buku-buku telah kusimpan rapi di dalam almari.
  • Bermacam-macam, contohnya : aku membeli buah-buahan di pasar Rembang, tanam-tanaman itu layu terkena terik matahari.
  • Menyerupai, contohnya : adik bermain  mobil-mobilan.
  • Agak, contohnya : Sifatnya kekanak-kanakan,ia berlaku kebarat-baratan .
  • Intensitas, contohnya: pukulah kuat-kuat, belajarlah segiat-giatnya (intensitas kualitatif); ia menggeleng-gelengkan kepalanya (intensitas frekuentatif).
  • Pekerjaan yang berbalasan/resiprok, contohnya: Keduanya bersalama-salaman .
  • Kolektif, contohnya: para siswa masuk kelas satu-satu.

Pelatihan 9

Carilah kata ulang pada kutipan cerita di bawah ini, lalu tentukanlah bentuk dan artinya!

Ayatollah Khomeini benar, Amerika itu setan! Setan harus dienyahkan!” katanya berapi-api. Orang Mesir memang suka bicara. Kalau sudah bicara ia merasa paling benar sendiri. Aku diam saja. Kubiarkan Ashraf berbicara sepuas-puasnya. Hanya sesekali, pada saat yang tepat aku menyela. Sesekali aku menyapukan pandangan melihat keadaan sekeliling. Juga ke luar jendela agar tahu metro sudah melaju sampai di mana. Sekilas ujung mataku menangkap perempuan bercadar biru mengeluarkan mushaf dari tasnya, dan membacanya dengan tanpa suara. Atau mungkin dengan suara tapi sangat lirih sehingga aku tidak mendengarnya. Orang-orang membaca Al-Qur’an di metro, di bis, di stasiun dan di terminal adalah pemandangan yang tidak aneh di Cairo. Apalagi jika bulan puasa tiba.

Metro sampai di Maadi, kawasan elite di Cairo setelah Heliopolis, Dokki, El-Zamalek dan Mohandesen. Sebagian orang malah mengatakan Maadi adalah kawasan paling elite. Lebih elite dari Heliopolis. Tidak terlalu penting membandingkan satu sama lain. Nama-nama itu semuanya nama kawasan elite. Masing-masing punya kelebihan. Dokki terkenal sebagai tempatnya para diplomat tinggal. Mohandesen tempatnya para pengusaha dan selebritis. Sedangkan Maadi mungkin adalah kawasan yang paling teratur tata kotanya. Dirancang oleh kolonial Inggris. Jalan-jalannya lebar. Setiap rumah ada tamannya. Dan dekat sungai Nil. Tinggal di Maadi memiliki prestise sangat tinggi. Prestise-nya seumpama tinggal di Paris dibandingkan dengan tinggal di kota-kota besar lainnya di Eropa. Itu keterangan yang aku dapat dari Tuan Boutros, ayahnya Maria yang bekerja di sebuah bank swasta di Maadi. Masalah prestise memang sangat subjektif. Orang yang tinggal di kawasan agak kumuh Sayyeda Zaenab merasa lebih prestise dibandingkan dengan tinggal di kawasan lain di Cairo. Alasan mereka karena dekat dengan makam Sayyeda Zaenab, cucu Baginda Nabi Saw. Demikian juga yang tinggal di dekat masjid Amru bin Ash. Mereka merasa lebih beruntung dan selalu bangga bisa tinggal di dekat masjid pertama yang didirikan di benua Afrika itu.

Begitu pintu metro terbuka, beberapa penumpang turun. Lalu beberapa orang naik-masuk. Mataku menangkap ada tiga orang bule masuk. Yang seorang nenek-nenek. Ia memakai kaos dan celana pendek sampai lutut. Wajahnya tampak pucat. Mungkin karena kepanasan. Ia diiringi seorang pemuda dan seorang perempuan muda. Mungkin anaknya atau cucunya. Keduanya memakai ransel. Pemuda bule itu memakai topi berbendera Amerika dan berkaca mata hitam. Ia juga hanya berkaos sport putih dan celana pendek sampai lutut. Yang perempuan memakai kaos ketat tanpa lengan, you can see. Dan bercelana pendek ketat. Semua bagian tubuhnya menonjol. Lekak-lekuknya jelas. Bagian pusarnya kelihatan. Ia seperti tidak berpakaian. Mereka berdua mengitarkan pandangan. Mencari tempat duduk. Sayang, tak ada yang kosong. Beberapa orang justru berdiri termasuk diriku.

Aku tersenyum pada Ashraf sambil berkata,

“Ashraf kau mau titip pesan pada Presiden Amerika nggak?”

“Apa maksudmu?”

“Itu, mumpung ada orang Amerika. Minggu depan mereka mungkin sudah kembali ke Amerika. Kau bisa titip pesan pada mereka agar presiden mereka tidak bertindak bodoh seperti yang kau katakan tadi.”

Ashraf menoleh ke kanan dan memandang tiga bule itu dengan raut tidak senang. Tiba-tiba ia berteriak,

Ya Amrikaniyyun, la’natullah ‘alaikum!”

Kontan para penumpang yang mendengar perkataan Ashraf itu melongok ke arah tiga bule yang baru masuk itu. Gerakan persis anak-anak ayam yang kaget atas kedatangan musang di kandangnya. Kusisir wajah orang-orang Mesir. Raut-raut kurang simpati dan tidak senang. Apalagi pakaian perempuan muda Amerika itu bisa dikatakan tidak sopan. Orang-orang Mesir memang menganggap Amerika sebagai biang kerusakan di Timur Tengah. Orang-orang Mesir sangat marah pada Amerika yang mencoba mengadu domba umat Islam dengan umat Kristen Koptik. Amerika pernah menuduh pemerintah Mesir dan kaum muslimin berlaku semena-mena pada umat Koptik. Tentu saja tuduhan itu membuat gerah seluruh penduduk Mesir. Bapa Shnouda, pemimpin tertinggi dan kharismatik umat Kristen Koptik serta merta memberikan keterangan pers bahwa tuduhan Amerika dusta belaka. Sebuah tuduhan yang bertujuan hendak menghancurkan sendi-sendi persaudaraan umat Islam dan umat Koptik yang telah kuat mengakar berabad-abad lamanya di bumi Kinanah.

Ayat-Ayat Cinta oleh habiburrahman El Shirazy

 

 

 

No

Kata ulang

Jenis/bentuk ulang

Arti kata ulang

1

Berapi-api Kata ulang berimbuhan Intensitas kualitatif

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

 

C. MENDENGARKAN PUISI

 

            Setelah mempelajari bagian ini , kemampuan yang seharusnya kalian kuasai adalah(1) menentukan tema puisi yang didengar; (2) mengungkapkan makna puisi yang didengar; (3) mengungkapkan pesan dalam puisi yang didengar; (4) mengungkapkan isi dalam puisi yang didengar.

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Hal yang membedakan antara puisi dengan  cerpen atau novel adalah pilihan kata/diksinya. Kata-kata dalam puisi memang dipilih  dengan mempertimbangkan efek makna dan persajakan yang berkaitan. Oleh karena itu, ketika puisi itu dibacakan pendengar akan merasakan keindahan  puisi itu dari permainan katanya.

Rangkaian kata dalam puisi yang tidak sembarang comot itu akan membawa tema, makna, dan pesan penyair ketika mendengarkan sebuah puisi. Dalam pembelajaran kali ini kalian akan mendengarkan puisi kemudian menentukan tema, makna puisi pesan puisi dan isi puisi.

Tema puisi merupakan pokok permasalahan yang akan disampaikan  penyair. Dengan demikian, ada puisi yang bertema pendidikan, kritik social, percintaan, nasionalisme, dan sebagainya.

Di samping tema, puisi juga mengandung makna dan pesan yang ingin disampaikan kepada penikmat puisi. Dengan demikian, ketika mendengarkan puisi, kalian akan menangkap makna puisi tersebut, sekaligus merenungkan pesan yang diungkapkan penyairnya.

Banyak makna yang disampaikan penyair, misalnya (1) dengan ketekunan, cita-cita dapat dicapai, atau (2) doa dapat menenangkan hati dan pikiran. Banyak pula pesan yang disampaikan penyair, misalnya (1) rajinlah belajar agar tidak menyesal; (2) hiduplah harmonis di tengah masyarakat agar dapat tercapai kedamaian, atau (3) jangan sia-siakan masa muda jika ingin hidup tenang di usia senja.

Pesan yang disampaikan penyair ditulis dalam kata-kata yang sarat makna. Oleh karena itu, ketika mendengarkan puisi, kalian  harus dapat menentukan pesan tersebut dengan tepat. Dengan demikian, apresiasi  terhadap puisi yang kalian dengarkan  akan lebih sempurna.

Pelatihan 10

Salah seorang teman kalian akan membacakan puisi di bawah ini. Dengarkanlah dengan

seksama! Setelah itu kerjakan pelatihan yang menyertainya!

KEPADA KAWAN

Oleh Chairil Anwar

            Sebelum Ajal mendekat dan mengkhianat,

Mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,

selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,

belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,

tidak lupa tiba-tiba bias malam membenam,

layer merah berkibar hilang dalam kelam,

kawan, mari kita putuskan kini di sini:

Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

Jadi

Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan,

Tembus jelajah dunia ini dan balikkan

Peluk kuncup perempuan, tinggalkan kalau merayu,

Pilih kuda yang paling liar, pacu laju,

Jangan tambatkan pada siang dan malam

Dan

Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,

Hilang sonder pusaka, sonder kerabat,

Tidak minta ampun atas segala dosa,

Tidak memberi pamit pada siapa saja!

Jadi

mari kita putuskan sekali lagi:

Ajal yang menarik kita, ‘kanmerasa angkasa sepi,

Sekali lagi kawan, sebaris lagi:

Tikamkan pedangmu hingga ke hulu

Pada siapa yang mengairi kemurnian madu!!!

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

Pertanyaan

Jawaban

1. Apakah tema puisi di atas? ——————————————————————————————————————————–
2. Apakah maksud penggalan puisi di bawah ini?

Sebelum Ajal mendekat dan mengkhianat,

Mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,

selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa,

belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,

tidak lupa tiba-tiba bias malam membenam,

layer merah berkibar hilang dalam kelam,

kawan, mari kita putuskan kini di sini:

Ajal yang menarik kita, juga mencekik diri sendiri!

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
3. Apakah maksud puisi di bawah ini?

Dan

Hancurkan lagi apa yang kau perbuat,

Hilang sonder pusaka, sonder kerabat,

Tidak minta ampun atas segala dosa,

Tidak memberi pamit pada siapa saja!

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
4. Apa yang diceritakan dalam puisi di atas? ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
5. Mengapa puisi tersebut di beri judul Kepada Kawan ? ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
6. apakah makna puisi di atas? ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
7. Apakah pesan puisi tersebut? ————————————————————————————————————————————————————————————————

Perhatikan puisi di bawah ini!

DOA

Kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh

Mengingat  Kau penuh seluruh

Caya-Mu panas suci

Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku

Aku hilang bentuk

remuk

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

tuhanku dipintuMu aku mengetuk

aku tidak bias berpaling

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut!

Pertanyaan

Jawaban

1. Apakah tema puisi di atas? ——————————————————————————————————————————–
2. Apakah maksud penggalan puisi di bawah ini?

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama-Mu

Biar susah sungguh

Mengingat  Kau penuh seluruh

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
3. Apakah maksud puisi di bawah ini?

Tuhanku

aku mengembara di negeri asing

tuhanku dipintuMu aku mengetuk

aku tidak bias berpaling

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
4. Apa yang diceritakan dalam puisi di atas? —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
5. Mengapa puisi tersebut di beri judul Kepada Kawan ? —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
6. apakah makna puisi di atas? —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
7. Apakah pesan puisi tersebut? ————————————————————————————————————————————————————————————————

 

TEMA 2

MORAL

A. Membahas dan Mendiskusikan Cerita Pendek

            Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu (1) menceritakan isi cerpen yang dibaca,, (2) mengungkapkan hal-hal yang mengesankan/menarik dari cerpen yang dibaca; (3) Siswa memendiskusikan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen; (4) mendiskusikan unsure-unsur intrinsic (tema, penokohan, alur, sudut pandang, latar, dan amanat) dari cerpen yang dibaca.

 

            Cerpen merupakan salah satu ragam prosa fiksi. Cerpen merupakan sebuah dunia symbol. Untuk mengkaji makna dan amanat cerpen kita harus mengkaji unsur-unsur pembangun cerpen itu. Di bawah ini akan dijelaskan unsure-unsur pembangun cerpen.

1. Memahami Alur

Sebuah cerita selalu berawal dan berakhir. Peristiwa-peristiwa yang jalin-menjalin dari awal sampai akhir cerita disebut plot atau alur. Sebagai sebuah rangkaian peristiwa, alur selalu menampilkan konflik-konflik, dari konflik-konflik kecil sampai dengan konflik-konflik besar, bahkan dalam alur dijumpai puncak-puncak konflik.

Konflik dapat berupa konflik internal (konflik batin/konflik diri) yaitu konflik yang dirasakan oleh seorang tokoh dan konflik eksternal. Konfliks eksternal dapat berupa konflik manusia dengan manusia, manusia dengan alam, maupun manusia dengan Tuhan.

2. Memahami Tokoh dan Penokohan

Tokoh merupakan motor penggerak alur. Tanpa tokoh alur tidak akan pernah samapai pada bagian akhir cerita.Adatiga jenis tokoh bila dilihat dari sisi keterlibatannya dalam menggerakkan alur, yaitu tokoh sentral, tokoh bawahan, dan tokoh latar.

Tokoh sentral merupakan tokoh yang amat sentral dalam menggerakkan alur. Ia merupakan pusat cerita, penyebab munculnya konflik. Sedangkan tokoh bawahan merupakan tokoh yang tidak begitu besar pengaruhnya terhadap perkembangan alur, walaupun ia terlibat juga dalam pengembangan alur. Kehadirannya hanyalag sebagai pelengkap latar, berfungsi menghidupkan latar.

Jika dilihat dari sifat tokoh terdapat tokoh protagonist dan tokoh antagonis. Tokoh protagonist merupakan tokoh yang memperjuangkan kebenaran dan kejujuran, tetapi tokoh antagonis justru melawan kejujuran dan kebenaran. Dalam cerita klasik konflik justru terjadi karena bertemunya tokoh protagonist dan tokoh antagonis. Akan tetapi, dalam sastra modern konflik tidak selalu dibangun dengan mempertemukan tokoh protagonist dan antagonis, tetapi terjadi karena adanya perbedaan, pendapat, pandangan, ideology, kehendak, dan sebagainya dari para tokoh.

Penokohan ialah cara pengarang menggambarkan atau melukiskan tokoh dalam cerita yang ditulisnya.Adadua jenis penokohan yaitu secara langsung atau deskriptif/analitik dan secara tidak langsung atau dramatic. Dalam penokohan secara deskriptif/analitik pengarang akan melukiskan secara langsung bagaimana  watak sang tokoh, bagaimana ciri-ciri fisiknya. Apa pekerjaannya., dan sebagainya. Penokohan secara dramatic pengarang melukiskan secara tidak langsung gambaran sang tokoh. Sifat dan cirri fisik akan dilukiskan melalui reaksi tokoh lain terhadap tokoh sentral, melalui aktivitas tokoh sentral, melalui gambaran lingkungan sekitar tokoh sentral, melalui aktivitas tokoh sentral, dan melalui jalan pikiran tokoh sentral.

3. Memahami Latar

Latar atau setting merupakan lukisan tempat, hubungan waktu, dan lingkungan sosial tempat terjadinya peristiwa-peristiwa. Latar memberikan pijakan cerita secara konkret dan jelas, sangat penting untuk memberikan kesan realistis kepada pembaca, menciptakan suasana tertentu yang seolah-olah sungguh-sungguh ada.

Latar tidah hanya digambarkan secara fisik saja, tetapi dapat pula berwujud tatacara, adapt-istiadat, kepercayaan, dan nilai-nilai yang berlaku di tempat peristiwa yang biasa disebut latar spiritual.

Fungsi latar ada dua yaitu agar cerita lebih hidup dan menggambarkan situasi batin tokoh.

4. Memahami Sudut Pandang

Sudut pandang (point of view) dalam karya fiksi menyangkut siapa yang menceritakan, dari posisi mana peristiwa dan tindakan itu dilihat. Pemilihan bentuk persona selain mempengaruhi perkembangan cerita dan masalah yang diceritakan juga kebebasan, keterbatasan, ketajaman, ketelitian, dan keobjektifan terhadap hal-hal yang diceritakan. Ada dua cara penyudutpandangan yaitu cara orang pertama dan cara orang ketiga. Dalam cara orang pertama pengarang akan memakai aku/saya sebagai pencerita. Akibatnya seakan-akan pengarang menjadi tokoh dalam cerita yang ditulisnya. Pemilihan teknik orang pertama ini dilakukan apabila pengarang manakala ingin melukiskan konflik batin atau pergumulan psikologis secara lebih mendalam.

Dalam cara orang ketiga pengarang akan menceritakan peristiwa atau pengalaman orang ketiga, sehingga kata ganti yang dipakai adalah ia/dia/nama orang. Dalam penyudutpandangan jenis pengarang sungguh-sungguh berada di luar cerita.

  1. Memahami Makna

Makna dapat ditemukan manakala cerita sudah dibaca secara keseluruhan. Jadi, makna dapat diartikan sebagai kesimpulan pembaca atas cerita yang dibacanya. .

Makna dalam cerita bias berupa makna perilaku tokoh, makna konflik yang berkembang, makna penyelesaian konflik, makna latar, dan makna penyudutpandangan.

Di bawah ini disajikan sebuah cerpen, cobalah analisis unsur-unsur intrinsiknya!

NASIHAT UNTUK ANAKKU

Motinggo Busye

            Ketika engkau sudah bias membaca nasihat ini, anakku, tentu keadaan dunia telah banyak berubah. Mungkin engkau pada saat itu telah menjadi salah seorang penerbang ruang angkasa, dan tambang emas telah digali orang di Lampung, dan di dusun-dusun telah berkilauan lampu-lampu listrik daripada neon, dan Irian Barat telah menjadi hak milikIndonesia. Pada waktu engkau membaca nasihatku ini, anakku, mungkin engkau tidak perlu lagi menunggu bis sampai tiga jam di Salemba, jalan dimana ayahmu dulu pernah menanti bis sampai tiga jam lebih di hujan dan di panas.

Waktu itu ayahmu sangat lapar sekali, dan hari telah jam dua siang. Pagi harinya ayahmu belum sarapan, sebab keuangan tidak mengijinkan  untuk makan tiga kali  satu hari dan harga beras waktu itu dua puluhlimarupiah satu kilo. Kau bayangkan, anakku, bis pertama muncul dalam keadaan penuh sesak, bis kedua yang dating kemudian juga penuh sesak sehingga orang-orang dalam bi situ seperti ikan pepesan layaknya. Bis ketiga dating, yang terlambat setengah jam dari semestinya, karena lalu lintas terganggu oleh kecelakaan yang berhimpit kecelakaan. Menurut kabar ada seorang anak sekolah rakyat ditabrak sebuah truk. Kemudian lalu lintas yang terganggu itu terganggu lagi oleh beberapa buah oto pemadam kebakaran lewat yang bunyinya meratap-ratap di jalan raya. Dan karena ratapannya itu, bis-bis, becak-becak yang ditarik manusia dan mobil-mobil pembesar pun diharuskan berhenti lebih dulu. Ayah memaafkan hal itu, sebab pada waktu itu tiap-tiap orang haruslah memiliki kesabaran dan maaf atas segala kejadian yang menimpa atau tidak menimpa dirinya namun menimpa kepala orang lain.

Tentu pada masa engkau membaca nasihatku ini, jalan-jalan pun Ayah kira sudah tak sempit lagi, bis-bis rakyat tentu sudah banyak, becak-becak pun Ayah kira sudah tak ditarik manusia lagi. Dan mungkin pula, tiap-tiap orang tidak perlu lagi naik becak atau naik bis, tiap-tiap keluarga sudah punya mobil sendiri sebab tambang emas dan tambang-tambang lainnya sudah membikin makmur bangsamu.

Pada hari ini anakku, yaitu pada waktu ayahmu membikin nasihat ni, adalah suatu hari yang mulia buat diriku, karena pada hari inilah Ayah sempat merayakan ulang tahun yang kedua puluhlima.

Kebetulan pada hari ini, redaktur tempat ayah mengirimkan karangan sangat baik hati. Dengan tanda tangannya di secarik kertas Ayah bias pergi ke kantor majalah dan meminta uang honorarium karangan yang berjumlah dua ratus rupiah. Biarpun nilai sebuah cerpen di masa Ayah membikin nasihat ini Cuma berharga beras delapan kilo, namun ayahmu tetap bergembira. Ayah bawa seorang teman ke sebuah warung kopi dan kami minum-minum disana.

“Selamat ulang tahun,” kata teman Ayah,

“Terima kasih,” jawaku.

“Kita anggap saja kita sekarang ini sedang pesta. Pesanlah makanan dan minuman apa saja yang enak-enak, asal jangan melebihi dua ratus rupiah.”

Teman Ayah tersenyum-senyum, tetapi sebenarnya dia kelaparan. Dia pengarang juga, tetapi ia benar-benar pengarang yang menggantungkan leher dan perutnya serta kakinya yang dua itu kepada uang hasil karangan. Karena itu engkau jangan heran jika Ayah katakana kepadamu, bahwa temanku ini pernah dan sudah biasa tidak makan satu minggu. Untunglah dia belum beristrii., belum berkekasih, dan beranak. Untunglah semua keluarganya membenci dia karena dia menjadi pengarang itu, karena keluarganya memang orang-orang realis yang menganggap para pengarang adalah pemburu-pemburu yang menembak rusa di satu lembah yang kelaparan. Tetapi temanku ini tetap tampak gembira, anakku, karena dengan sikap keluarganya itu, ia merasa tidak ada ikatan dengan satu orang pun di dunia ini. Pada waktu itu Ayah kira dia adalah orang yang paling merdeka di dunia ini, biarpun kemerdekaan itu Cuma angan-angannya saja. Tetapi waktu itu Ayah berpikir demikian: Yang penting adalah manusia, dan kemerdakaan hanya sebahagian saja dari manusia. Orang menyebut kemerdekaan sebagai lambing rasa hormat pada diri sendiri, suatu kepuasaan duniawi yang menghauskan hatinya sampai mati. Aku sedih melihat manusia sekarang, kata Ayah dalam hati waktu itu, dan Ayah sambung pula dalam hati: karena itu aku bertambah pula mengasihi manusia.

“Kapan bukumu terbit?” Tanya temanku itu.

Ayah kaget dan cepat-cepat sadar, sebab waktu itu manusia-manusia sezaman Ayah harus lekas-lekas memutuskan sesuatu, sehingga antara kaget dan sadar hanya seperduaratus detik saja beda waktunya.

“Bukuku?   Bulan Desember barangkali?,” jawabku.

“Apa rencanamu?” sambungnya.

“Aku mau beli sebuah arloji,” jawabku.

“Arloji? Untuk apa arloji?”

“Dengan arloji sebenarnya orang bias menghitung waktu.”

“Kenapa harus menghitung waktu?” tanyanya.

“Dengan menghitung waktu, orang tahu berapa jam lagi hari malam. Berapa jam lagi hari siang. Lama-lama ia tahu berapa lama lagi ia akan bias mempertahankan hidup,” kataku.

Teman ayahmu itu segera menuduhku telah gila. Tetapi dia Tanya lagi:

“Apa lagi yang kau beli?”

“Sebuah buku harian,” jawabku.

“Sebuah buku harian?”

“Ya, sebuah buku harian. Sebuah buku harian lebih tinggi nilainya daripada arloji tadi. Dalam buku harian itu aku bisa menulis apa saja yang bias kutulis. Apa saja bisa kutulis, dan aku takkan bisa didakwa atau ditangkap oleh tulisan itu. Aku bisa memaki langit-langit, gedung-gedung, mobil-mobil, orang-orang dari tingkat dan pangkat apapun juga. Dengan buku harian itu aku kehilangan rasa cemas dan takut, aku merasa jauh lebih merdeka daripada kau, biarpun kemerdekaan itu kumiliki untuk diriku-sendiri saja,” kataku.

“Apa lagi?”

“Jangan memotong dulu,” kataku, “masih perlu disambung. Dalam buku harian itu bisa kucatat hutang-piutangku, yaitu secara neraca ekonom. Kalau setiap orang bisa mengatur perekonomian dirinya sendiri, ia berarti telah ikut menyumbang perekonomian negaranya, biarpun sumbangan itu Cuma sepersembilan puluh juta,” kataku.

“Kau tentu bisa jadi menteri perekonomian?” katanya.

“Aku tentu tak bisa menjabat jabatan itu. Kalau aku jabat juga, maka ukurannya nanti disesuaikan dengan perekonomian semua orang. Tentu aku akan membeli sembilan puluh juta arloji untuk semua orang di sini, dan sembilan puluh juta buku harian dan sembilan puluh juta pensil atau pulpen. Aku tak mau jabatan itu, biarpun ditawarkan, karena aku merasa malu menjabat tugas yang aku sendiri sadar bahwa diriku amat bodoh untuk tugas itu.”

Kawanku diam terpaku seperti di sihir tukang sulap. Kemudia dia bertanya:

“Apa lagi yang akan kau beli?”

“Kalau bisa masuk akal, akan kubeli salah satu planet yang ada di angkasa itu, “ jawabku.

“Aku mau coba untung disana, “sambungku.

Ia tertawa terkekeh-kekeh dan orang-orang sekeliling warung itu menontoni ketawanya. Ia seharusnya berhenti ketawa, tetapi ia tertawa terus. Ia ketawa seperti orang betul-betul ketawa. Ayahmy waktu itu yakin, bahwa sebenarnya ia bukan ketawa.

Pada masa zaman Ayah membikinm nasihat ini, anakku, banyak orang ketawa seperti temanku ini, berjuta-juta banyaknya.

Pada jam delapan malam tadi, malam hari ulang tahun Ayahmu, ayah menerima kabar dari seseorang, bahwa teman ayah telah memotong nadinya dengan pisau silet. Hal ini amat memalukan sekali, sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi: “Aku sudah malu padaMu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Kamu firmankan.”

Besok pagi ayahmu bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temanku ke dalam bumi ini. Buatku sendiri, kematiannya tak begitu menyedihkan, karena sudah lazim terjadi yang demikian itu di zamanku.

Sebenarnya nasihat ini, anakku, belum tentu ada jika temanku itu tidak bunuh diri. Bunuh diri adalah sifat yang paling pengecut dan memalukan, anakku. Sekiranya engkau jadi penerbang ruang angkasa, sekiranya, dan penerbanganmu gagal sehingga kau dilontarkan kembali ke bumi dalam keadaan selamat, janganlah engkau malu. Sekiranya engkau jadi sopir truk dank arena sesuatu hal engkau melanggar seseorang hingga mati, jangan kau lari atau bunuh diri, anakku. Sekiranya kau insinyur kelak, dank au bangunkan sebuah gedung yang miring, kau jangan tumbukkan kepalamu ke dinding gedung itu hingga hancur.

Ayahmu yakin, pada waktu kau membaca nasihatku ini kau bisa jadi dan bisa kerja apa saja, anakku. Tetapi, janganlah kau bercita-cita jadi seorang pengarang macam aku ini.

Mungkin sekali engkau pergi ke perpustakaan dan menemukan serita pendek di mana tertulis nama ayahmu, dan tergerak hatimu ingin  berbuat yang sama.

Aku mempunyai banyak alasan melarangmu, anakku. Tetapi hanya beberapa alas an yang bisa kusebutkan. Seorang pengarang yang baik selalu berusaha mencari mencari kebenaran. Ide sebuah cerita yang ditulisnya haruslah berdasarkan kebenaran. Tetapi kadang-kadang kebenaran dikalahkan  oleh kenyataan , dan pada saat itulah para pengarang diuji. Suatu kenyataan mungkin tidak benar, anakku. Karena itu ia harus berani disalib atau digantung untuk suatu kebenaran.

Ayahmu merasa ganjil, karena sebagai pengarang, Cuma membutuhkan dua macam benda yang akan dibelinya pada saat ini, yaitu sebuah arloji dan sebuah buku harian. Tetapi Ayahmu merasa bangga, sebab dengan dua benda itu ayahmu dapat membuktikan kebenaran itu. Kebenaran yang dianutnya.

“Aku mau tahu, di mana arloji itu sekarang. Itu benda bersejarah buatku, aku ingin mendapatkannya,” katamu.

“Sayang, anakku, “ jawab ayahmu.

“Kenapa?” tanyamu.

“Arloji itu telah kugadaikan untuk membeli buku harian yang baru, sebab buku harian yang lama-lama sudah penuh semuanya.”

“Tentu sudah tidak bisa diambil lagi,” katamu.

“Ya, ya. Tentu sudah kadaluwarsa. Tetapi kalau kau punya uang kau bisa membelinya di took-toko, “kataku.

“Dan buku harian itu, apakah isinya?”

“Macam-macam, di antaranya kebenaran. Tetapi buku harianku itu tidak bisa digadaikan, dan yang kau baca ini adalah kutipan dari lembaran-lembaran buku harian itu, yang bertanggal dua puluh satu November, tepat pada hari ulang tahunku yang kedua puluhlima.”

Anakku yang tercinta. Kalau kuakhiri nasihat-nasihatku ini, pada waktu ini engkau belum ada. Tambang emas itupun belum dibuka. Tetapi aku punya usul: Bagaimana kalau kau berusaha untuk jadi insinyur pertabangan saja? Tetapi jangan marah anakku, ini Cuma usul saja. Engkau bebas memilih pilihan hidup sesuai dengan kemampuan pikiran dan tenagamu, asal saja pilihan itu adalah pilihan yang benar: tidak merugikan masa depanmu dan masa depan banyak orang.

 

Pelatihan 1

Pendalaman materi di bawah ini kerjakan dengan tepat!

No

Peristiwa

Deskripsi konflik

Jenis konflik

1 Waktu itu ayahmu sangat lapar sekali, dan hari telah jam dua siang. Pagi harinya ayahmu belum sarapan, sebab keuangan tidak mengijinkan  untuk makan tiga kali  satu hari dan harga beras waktu itu dua puluh limarupiah satu kilo. Terdapat pertentangan dalam diri si Ayah karena rasa lapar yang sangat, yang harus diisi dengan makan dengan keadaan yang tidak punya uang. Ingin makan tiga kali dalam sehari, tetapi ternyata keadaan keuangan tidak mengizinkan untuk itu. Konflik eksternal, yaitu konflik antaramanusia dengan alam/lingkungannya
2 Waktu itu ayahmu sangat lapar sekali, dan hari telah jam dua siang. Pagi harinya ayahmu belum sarapan, sebab keuangan tidak mengijinkan  untuk makan tiga kali  satu hari dan harga beras waktu itu dua puluhlimarupiah satu kilo. ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– ————————————————————————————————————————————————————————
3 Ayahmu merasa ganjil, karena sebagai pengarang, Cuma membutuhkan dua macam benda yang akan dibelinya pada saat ini, yaitu sebuah arloji dan sebuah buku harian. Tetapi Ayahmu merasa bangga, sebab dengan dua benda itu ayahmu dapat membuktikan kebenaran itu. Kebenaran yang dianutnya.

“Aku mau tahu, di mana arloji itu sekarang. Itu benda bersejarah buatku, aku ingin mendapatkannya,” katamu.

“Sayang, anakku, “ jawab ayahmu.

“Kenapa?” tanyamu.

“Arloji itu telah kugadaikan untuk membeli buku harian yang baru, sebab buku harian yang lama-lama sudah penuh semuanya.”

“Tentu sudah tidak bisa diambil lagi,” katamu.

“Ya, ya. Tentu sudah kadaluwarsa. Tetapi kalau kau punya uang kau bisa membelinya di took-toko, “kataku.

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
4 Anakku yang tercinta. Kalau kuakhiri nasihat-nasihatku ini, pada waktu ini engkau belum ada. Tambang emas itupun belum dibuka. Tetapi aku punya usul: Bagaimana kalau kau berusaha untuk jadi insinyur pertabangan saja? Tetapi jangan marah anakku, ini Cuma usul saja. Engkau bebas memilih pilihan hidup sesuai dengan kemampuan pikiran dan tenagamu, asal saja pilihan itu adalah pilihan yang benar: tidak merugikan masa depanmu dan masa depan banyak orang. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

No

Nama Tokoh dan cirinya

Jenis Tokoh (sentral/ tambahan/latar) dan jenis penokohan (dramatic/deskriptif)

Kalimat pendukung/ data dalam teks

1

Aku/ayah Jenis tokoh : ———————

————————————Jenis penokohan : —————————————————————————————–

 

 

———————————————————————————————–

2

Pengarang teman ayah Jenis tokoh : ———————————————————-

Jenis penokohan ——————————————————————————————

————————————————————————————————————————————————————————————————————————

No

Kalimat Pendukung/data dalam teks

Jenis latar

Fungsi

1

——————————————————————————————————————————————–

Latar waktu: ———————————————————————————————————————————-  agar lebih hidup

 

2

——————————————————————————————————————————————————————————-

Latar tempat: ———————————————————————————————————————————————————————- Agar lebih hidup

3

——————————————————————————————————————————————————————————————————————

Latar Spiritual :—————————————————————————————————————————————————————- Menggambarkan Situasi psikologis tokoh

No

Kalimat pendukung /deskripsi dalam teks

Sudut pandang

 

 

——————————————————————————————————————————————–

—————————————————————————————————————————————————-

 

No

Kalimat pendukung /deskripsi dalam teks

Makna

 

1

——————————————————————————————————————————————————————————————————————

 adanya konflik antara diri pelaku utama dengan alam lingkungan  

2

——————————————————————————————————————————————————————————————————————

Adanya konflik antara diri pelaku utama/sentral dengan tokoh lain  

3

——————————————————————————————————————————————————————————

Adanya konflik antara tokoh sentral dengan dirinya sensiri  

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan 2

 

 Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat!

1. Nilai-nilai apa sajakah yang dpat kalian petik dari cerpen di atas?

Nilai-Nilai

Kalimat pendukung

1. Nilai Moral

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

2. Nilai Sosial

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

2. Bagian cerita yang manakah yang menarik/berkesan ?

Jawab : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

3. Ceritakanlah cerpen di atas dengan bahasa/kalimatmu sendiri (minimal 7 kalimat)!

Jawab : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

B. Menulis Paragraf Eksposisi

            Setelah mempelajari bagian ini , kemampuan yang seharusnya dikuasai siswa adalah : (menunjukkan ciri-ciri paragrap eksposisi; (2)  mendata topik-topik yang dapat dijadikan paragrap eksposisi; (3) menulis paragraph eksposisi proses klasifikasi; (4) menyunting paragrap eksposisi yang ditulis teman.

Menulis  paragrap eksposisi sangat besar manfaatnya. Mengapa demikian paragraph eksposisi merupakan tulisan yang memberikan informasi. Eksposisi merupakan sebuah paparan atau penjelasan . jika ada sebuah paragraph yang menjawab  pertanyaan apakah itu? Bagaimana itu bisa berlangsung? Mengapa itu baik dan bagus? Darimana asalnya? Paragraf tersebut merupakan sebuah paragraph eksposisi.

1. Ciri-Ciri  Paragrap Eksposisi

Ciri-ciri paragraph eksposisi seperti berikut ini.

  • Memberikan penjelasan tentang sesuatu.
  • Mempunyai pengembangan paragraph:
    • Eksposisi definisi, yakni paragraph yang memberikan penjelasan dengan cara mendefinisikansuatu hal atau pengetahuan tertentu.

Contohnya:

Saat puncak adalah saat dalam hidup Anda ketika Anda melakukan sesuatu dengan sangat baik; hal ini termasuk penganugrahan penghargaan yang menyertainya. Kita sering melihat foto-foto saat puncak di halaman olahraga pada Koran; itulah saat kemenangan yang senang dibidik juru foto. Jika Anda kebetulan mempunyai foto diri Anda saat puncak, inilah penegasan sempurna untuk bidang kerja Anda

 

  • Ekposisi proses, yaitu  emberitahukan sesuatu melalui proses yang harus dilampaui tahap demi tahap. Contohnya:

Sebelum suatu program di mulai, staf masuk ke dalam masing-masing kelas dan mengubahnya menjadi suatu tempat di mana siswa-siswa kelas dan mengubahnya menjadi suatu tempat di mana siswa-siswa akan merasa nyaman, terdorong, dan mendapat dukungan. Kami memasukkan tanaman dan musik, dan jika diperlukan , kami menyesuaikan temperature dan memperbaiki pencahayaan. Kursi-kursi diberi bantalan (jok) supaya lebih nyaman, jendela-jendela dilap dan dinding-dinding dihiasi dengan poster-poster indah dan tulisan-tulisan yang bermakna positif.

 

 

 

  • Eksposisi klasifikasi yaitu eksposisi dengan pembagian atas bagian-bagian yang diungkapkan dalam sebuah paragraph. Contohnya:

Rita Dunn, seorang pelopor di bidang gaya belajar, telah menemukan banyak variabel yang mempengaruhi cara belajar orang. Ini mencakup factor-faktor fisik, emosional, sosiologis, dan lingkungan. Sebagian orang, misalnya, dapat belajar paling baik dengan cahaya yang terang, sedang sebagian yang lain dengan pencahayaan yang suram. Ada orang yang belajar paling baik dengan secara berkelompok, sedang yang lain lagi memilih adanya figur otoriter seperti orang tua atau guru, yang lain lagi merasa bahwa bekerja sendirilah yang paling efektif bagi mereka.  Sebagian orang dapat berkonsentrasi kecuali dalam ruangan sepi. Ada orang-orang yang memerlukan lingkungan kerja secara teratur dan rapi, tetapi yang lain lagi lebih suka menggelar segala sesuatunya supaya semua dapat terlihat.

  • Eksposisi ilustrasi, yaitu penyajian paragraph dengan memberikan contoh-contoh atau ilustrasi-ilustrasi. Contohnya:

Anda juga dapat membuat daftar cantol ciptaan Anda sendiri dengan menggunakan angka dan kata-kata yang lebih akrab dengan diri diri Anda atau yang lebih masuk akal untuk Anda. Misalnya, Anda mungkin ingin menggunakan angka dan kata yang mempunyai aspek visual yang lebih tepat. Inilah daftar cantol yang menggunakan kata-kata yang mempunyai bunyi akhir yang sama.satu-batu, dua-tua, tiga-mega, empat-lipat, lima-sama, enam-tanam, tujuh-basuh, delapan-depan, sembilan-pelan, sepuluh-suluh.

  • Eksposisi perbandingan dan pertentangan, yakni membandingkan atau mempertentangkan sesuatu hal.

Contohnya:

Mungkin Anda mengenal seseorang yang berprestasi baik di sekolah menengah atas, namun di perguruan tinggi mulai tertatih-tatih atau bahkan gagal. Hal ini terjadi banyak orangdan kebanyakan di antara mereka tidak mengerti apa yang membuat mereka merasa tidak mampu. Masalahnya mungkin ada ketidakcocokan antara gaya belajar siswa dengan gaya mengajar gurunya. Gejala ini sangat menonjol pada pergantian dari sekolah lanjutan ke perguruan tinggi karena pengajaran yang diberikan berganti dari sangat visual menjadi sangat auditoris. Karena itu, pelajar-pelajar visual yang paling tinggi persentasenya di kalangan pelajar, tiba-tiba merasa bahwa mereka tidak memahami sebaik dahulu.

  • Eksposisi laporan, yaitu memberikan pengetahuan atau informasi dengan cara melaporkan tentang sesuatu hal atau terjadinya sesuatu hal.

Contohnya:

Para orang tua menemukan bahwa apa yang dialami putra-putri mereka di sekolah adalah kesetaraan akademis seperti mendorong ke kolam renang. Beberapa murid mampu belajar mengayuh dan berhasil, tetapi lebih banyak lagi yang tenggelam ….

2. Topik-Topik yang Dapat Dikembangkan Menjadi Paragraf Eksposisi

Tujuan paragraph eksposisi adalah memaparkan atau menjelaskan sesuatu agar pengetahuan pembaca bertambah. Oleh karena itu, topic yang diberikan dalam paragraph eksposisi haruslah topic yang berkaitan dengan  penyampaian informasi. Berikut ini contoh-contoh topic paragraph eksposisi.

  • Manfaat menjadi orang kreatif
  • Proses penyaluran BLT yang praktis
  • Factor-faktor penyebab maraknya kekerasan pada remaja putrid
  • Penggunaan listrik yang efektif dan ekonomis
  • Proses menjaring siswa unggulan yang efesien dan efektif

Pelatihan 3

 

Kerjakan pendalaman materi di bawah ini dengan benar!

Kalian boleh mengambil contoh paragraph eksposisi dari berbagai sumber (surat kabar, majalah ataupun buku pelajaran)

 

Jenis pengembangan paragraph eksposisi

Contoh paragraph

Eksposisi pertentangan/ perbandingan Semakin banyak pengetahuan yang Anda miliki, semakin banyak pilihan yang Anda miliki ketika menghadapi situasi yang menantang. Semakin banyak pilihan Anda, semakin besar kekuatan pribadi yang Anda miliki. Dan itulah yang dibahas dalam buku ini: kekuatan pribadi.
Eksposisi proses ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Eksposisi klasifikasi ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
—————————————————————————————————— Otak manusia adalahmassaprotoplasma yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam semesta ini. Inilah satu-satunya organ yang sangat berkembang sehingga ia dapat mempelajari dirinya sendiri. Jika dirawat oleh tubuh yang sehat dan lingkungan yang menimbulkan rangsangan, otak yang berfungsi dapat tetap aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun.
—————————————————————————————————— Pada anak yang telah dirawat dengan benar, banyak proses pemikiran yang lebih tinggi dapat terbentang dan berkembang dengan menggembirakan dan mulus. Pada tahap ini, otak motor sensorik (reptile) berkembang sehingga mampu mengaktifkan autopilot (bawah sadar), yang bergerak hanya ketika ada bahaya. System limbic juga sangat berkembang dan terus memonitor keamanan psikologis dan kesehatan emosional.
Eksposisi perbandingan/ pertentangan ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
Eksposisi laporan —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Eksposisi ilustrasi ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan 4

 

Suntinglah paragraph eksposisi di bawah ini!

Paragraph

Paragraph pembetulan

pemujaan terhadap ibu diberbagai ranah kebudayaan sudah berlangsung sejak jaman lampau. Dalam kebudayaanBali, misalnya, sosok ibu di simbolkan melalui cerita rakyat dan patung Men (ibu) Brayut yang digelayuti oleh anak-anaknya, sebagai lambing kesuburan dan keikhlasan. —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Di Indonesia penyakit kanker paru menduduki peringkat ke tiga diantara penyakit kanker yang lain, setelah kanker payudara dan kanker leher rahim. Dinegara berkembang lain, jumlah pasien kanker paru cenderung meningkat tajam karena konsumsi rokok yang berlebihan. Sebagian besar kanker paru adalah pria (65%). —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

 

 

C. Menulis Pantun dan Syair

 

Setelah pembelajaran ini siswa diharapkan mampu (1) menulis pantun bernilai ajaran hidup; (2) menulis pantun berkait/berbalas  tentang remaja; (3) menulis syair dengan tema moral; (4) membedakan bentuk pantun dan syair; (5) menyunting pantun dan syair yang ditulis oleh teman.

 

Bentuk puisi lama, yang berupa sastra lisan ialah mantera, bidal,pantun kilat, pantun, pantun berkait, dan talibun.

Setelah kedatangan agama Hindu, kita kenal bentuk puisi seloka dan  gurindam. Pada zaman Islam kita kenal syair. Yang akan dibahas di bawah ini adalah pantun kilat atau karmina, pantun, dan syair

  • Pantun Kilat atau Karmina

Dinamai pantun kilat karena lebih pendek dari pantun biasa. Hanya dua larik sebait. Larik pertama dinamai sampiran, yaitu untuk menciptakan persamaan bunyi pada ujung larik kedua. Larik kedua dinamai isi. Tiap larik biasanya terdiri atas 4 perkataan. Jumlah suku kata setiap larik antara 8-12.rimanya a-a. isi Karmina biasanya olok-olok.

Contoh karmina:

Banyak udang banyak garamnya,

 banyak orang banyak ragamnya

dahulu parang sekarang besi,

            dahlu saying sekarang benci

  • Pantun

Pantun ialah bentuk puisi lama yang terdiri atas 4 larik sebait berima silang (a-b-a-b). larik I dan II disebut sampiran, yaitu bagian objektif. Biasanya berupa lukisan alam atau apa saja yang dapat diambil sebagai kiasan. Larik III dan IV dinamai isi, bagian subjektif. Sama halnya dengan karmina, setiap larik terdiri atas 4 perkataan. Jumlah suku kata setiap larik antara 8-12.

Pantun dapat dibagi berdasarkan tingkatan umur pemakainya, sebagai berikut.

  • Pantun anak-anak
    1. pantun bersuka cita, contohnya:

elok rupanya kumbang jati

dibawa itik pulang petang,

                        tidak terkata besar hati,

                        melihat ibu sudah dating

    1. pantun berduka cita

ke balai membawa labu,

labu amanat dari situnggal.

Orang memakai baju baru,

Hamba menjerumat baju bertambal.

  • Pantun orang muda, terbagi menjadi dua:
    1. Pantun dagang/nasib

Singkarak kotanya tinggi,

Asam pauh dari seberang

Awan berarak ditangisi,

Badan jauh di rantai orang.

b.   Pantun muda

      rusa terdampar dalam lembah,

      ekornya hitam kena bara.

      Adinda tinggal tengah rumah,

      Tidur bertilam air mata.

  • Pantun Orang Tua, terbagi menjadi pantun nasihat, pantun agama, dan pantun adat. Contoh pantun tua:

Kemumu di dalam semak,

Jatuh melayang selaranya.

Meski ilmu setinggi tegak,

Tidak sembahyang apa gunanya.

Menurut isinya, di samping  pembagian pantun tersebut di atas ada pula pantun jenaka dan pantun teka-teki.contoh:

ü       Pantun Jenaka

Jual bayam pembeli kipas,

Kipas hilang atas perangkap.

Sejak ayam menjadi opas,

Banyak elang yang tertangkap.

ü       Pantun Teka-Teki

Burung nuri burung dara,

Terbang ke sisi taman kayangan.

Cobalah cari wahai saudara, makin diisi makin ringan.

  • Pantun Berkait atau Pantun Rantai

Pantun berkait ialah pantun yang berhubungan baik sampiran maupun isinya. Larik II dan IV pada suatu bait menjadi larik I dan II pada pantun berikutnya. .

Contoh:

Pokok beringin di tepi huma,

            Pucuk melampai menghela ke belukar.

            Hati ingin melihat bunga,

            Bunga dilengkung ular yang besar.

 

            Pucuk melampai menghela ke belukar,

            Mati dililit ribu-ribu.

            Bunga dilengkung ular yang besar,

            Carilah akal dengannya tipu.

  • Syair

Cirri-ciri syair dalam kesusastraanIndonesia:

    1. tiap bait terdiri atas 4 larik;
    2. jumlah suku kata setiap lariknya 8-12 suku kata pada umumnya 10 suku kata;
    3. berima a-a-a-a, sempurna atau tidak sempurna;
    4. keempat larik kalimatnya mempunyai hubungan arti;
    5. isi syair: nasihat, dongeng, atau cerita.

Contoh syair:

Berhentilah kisah raja Hindustan,

Tersebutlah pula suatu perkataan,

Abdul Hamid Syah paduka sultan,

Duduklah baginda bersuka-sukaan.

 

Abdul Muluk putera baginda,

Besarlah sudah bangsawan muda,         

 cantik majelis usulnya syahda,

Tiga belas tahun umurnya ada.

 

Pelatihan 5

 

Kerjakan tugas-tugas sebagai pendalaman materi di bawah ini!

1.Bandingkanlah (cari perbedaan dan persamaan) antara pantun dengan syair!

Pantun

Syair

1. Bait: ——————————————————————————————————– 1. Bait: ——————————————————————————————————–
2. suku kata: ————————————————————————————————– 2. Suku kata: ————————————————————————————————-
3. Persajakan/Rima: —————————————————————————————– 3. Persajakan/rima: —————————————————————————————–
4. hubungan antarlarik: ———————————————————————————————————————————————- 4. Hubungan antarlarik: ———————————————————————————————————————————————-
5. Isi: —————————————————————————————————————————————————————— 5. Isi: ——————————————————————————————————————————————————————–
6. Manfaat: ———————————————————————————————————————————————————— 6. Manfaat: ————————————————————————————————————————————————————-
7. Asal :——————————————————————————————————– 7. Asal: ——————————————————————————————————–

2. lengkapilah pantun kilat dan pantun di bawah ini!

Banyak dosa hidup di dunia

Segeralah meminta ampun

Buah budi berdara mengkal

Masak sebiji di tepi pantai

Kura-kura, dalam perahu

Senyum dahulu baru dibaca

Sekuntum bunga dalam padi

Ambil batang cabut uratnya

——————————————————————————————————————

Buah semangka buah rambutan

Aku beli di pasar Bulu

——————————————————————————————————————

3. Buatlah sebuah syair sebanyak 3 bait!

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

4. Buatlah pantun berkait sebanyak tiga bait!

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

5. Buatlah perbandingan antara pantun kilat dengan pantun!

Pantun Kilat

Pantun

1. Bait: 1Bait:
2. Suku kata: 2. Suku kata:
3. Rima: 3. Rima:
4. Hubungan antarlarik: 4. Hubungan antarlarik:
5. Isi: 5. Isi:

 

 

D. MEMPERKENALKAN DIRI DAN ORANG LAIN DALAM SITUASI       

     RESMI        

            Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu: (1) mengenal kalimat perkenalan; (2) mengucapkan kalimat perkenalan dengan lancer dan intonasi yang tidak monoton; (3) menempatkan jeda yang tepat dalam mengungkapkan kalimat; (4) menggunakan kata sapaan dengan tepat; (5) menggunakan struktur kalimat yang benar.

Dalam berkomunikasi dengan orang lain, menyapa merupakan bagian yang penting. Sapaan menjadi ukuran sopan santun. Jika menggunakan kalimat sapaan kurang diterima oleh pendengar, kita akan disebut kurang sopan. Apalagi jika kita berbicara dengan orang banyak.

Memperkenalkan diri dan orang lain dapat dalam situasi yang tidak resmi maupun yang resmi. Situasi tidak resmi dapat terjadi pada saat berkenalan dengan teman sewaktu menjadi murid baru, ketika dalam perjalanan dalam sebuah bis, atau dalam situasi lainnya. Sedangkan pada situasi resmi dapat dalam kegiatan diskusi, seminar, atau talk show. Perkenalan dalam kegiatan seperti ini biasanya dibawakan oleh seorang moderator atau pembawa acara yang mengawali acara dengan memperkenalkan dirinya juga pembicara.

Berikut ini akan disajikan beberapa hal yang berkenaan dengan memperkenalkan diri dan orang lain, di antaranya: bertindak sebagai moderator, penggunaan jeda/perhentian kalimat secara tepat, menggunakan kata sapaan dalam kalimat, menggunakan struktur kalimat yang benar.

 

1. Bertindak sebagai Moderator/Pemandu

Moderator adalah otor penggerak dalam sebuah diskusi, seminar, talk show, dan acara sejenis. Moderator ini mempunyai beberapa tugas, yakni:

  • membuka acara diskusi/seminar/symposium/sejenisnya
  • menjelaskan secara umum
  • membacakan tata tertib
  • mengenalkan pembica
  • mengatur jalannya diskusi
  • pemandu  menutup acar diskusi/seminar/simposium

Perhatikan kalimat perkenalan dalam diskusi yang disampaikan moderator!

Moderator:

Assalamualaikum Wr. Wb.

Hadirin yang saya hormati, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Siang ini, kita telah diberi kesehatan oleh-Nya sehingga dengan nikmat sehat yang kita terima itu, kita dapat berkumpul di aula SMA N4 Rembang dalam keadaan sehat wal ‘afiat.Tak lupa slam dan shalawat kita tujukan kepada Baginda Rasulallah Saw, semoga di hari kiamat nanti kita mendapat syafaatnya. Hari ini, kita akan berdiskusi tentang Kekerasan di Kalangan Pelajar. Seperti kita ketahui pelajar adalah asset bangsa, kemajuan ataupun kemunduran bangsa Indonesia tercinta ini bergantung keadaan pelajar yang kelak akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini. Baru-baru ini kita saksikan di televise terjadi kekerasan yang demikian menghebohkan yang justru dilakukan pelajar perempuan Gang Nero demikian mereka memberi nama. Kekerasan yang dilakukan kelompok ini menghebohkan dunia pendidikan khususnya dan bangsaIndonesia umumnya. Untuk membahas fenomena yang terjadi tersebut, kita akan membahas masalah ini bersama-sama

Sebelum diskusi kita mulai, izinkan saya memperkenalkan diri. Nama saya Mohamad Ghifary Noor Firdaus. Saya lahir di Rembang 15 tahun yang lalu. Saat ini saya duduk di SMA N 4 Rembang kelas X. dalam diskusi ini sya diberi kepercayaan sebagai moderator.

Selanjutnya saya perkenalkan dua pembicara yang telah hadir di antara kita. Pembicara pertama adalah Ibu Noorahma, tepatnya Dra. Noorahma, M. Psi. Beliau dilahirkan di Bandung, tiga puluh tujuh tahun yang lalu, tepatnya 24 April 1972. Saat ini beliau di karunia tiga putra,  sendang kapit pancuran, begitu istiulah orang Jawa. Ibu Noorahma ini seorang ahli jiwa atau psikolog yang menamatkan S1-nya di Universitas Pejajaran Bandung, sedangkan S2-nya di Universitas Indonesia Jakarta. Jabatan beliau sekarang adalah dosen Universitas Pejajaran Bandung. Beliau akan memaparkan makalahnya yang berjudul Fenomena Kekerasan Remaja: Sebuah Tinjauan Psikologis.

Pembicara kedua yang duduk di sebelah kanan saya, beliau bernama Bapak Gillang  Noor Nugraha, seorang perwira muda dari jajaran kepolisisn. Beliau menamatkan pendidikan Akademi Kepolisian/Akpol di Semarang, pada tahun 2000. Beliau lahir di Pati Jawa Tengah, pada tahun 1976. Beliau saat ini mempunyai seorang istri, dan dua putra laki-laki dan perempuan. Saat ini beliau menjabat sebagai Kapolres Rembang. Beliau akan menyampaikan makalahnya yang berjudul Pengaruh Tayangan Televisi terhadap Perilaku Remaja.

Demikian tadi perkenalan saya , selanjutnya marilah kita dengarkan dengan seksama makalah yang akan di bawakan oleh Ibu Dra. Noorahma, M.Psi. dengan judul Fenomena Kekerasan Remaja: Sebuah Tinjauan Psikologis. Kepada Ibu Dra. Noorahma, M. Psi. saya persilakan ….

Pelatihan 6

            Lakukan sebuah peragaan diskusi dengan mengikuti langkah-langkah ini!

  1. a.      Berkelompoklah bersama dua orang temanmu!
  2. b.      Tentukan siapa yang akan berperan sebagai moderator dan siapa (dua orang) yang berperan sebagai pemakalah/penyaji!
  3. c.       Buat kesepakatan bersama teman kelompokmu tentang tema diskusi beserta paparan yang akan dibahas oleh para pemakalah!
  4. d.      Jika sudah siap, moderator akan memperkenalkan para pemakalah beserta materi yang akan disampaikan.
  5. e.      Lakukan secara bergantian! Dua orang menjadi pemakalah tadi, berperan pula sebagai moderator. Kelompok yang lain menilai kelompok yang tampil. Nilailah dari segi sikap, kebahasaa, penguasaan materi, dengan menggunakan format penilaian di bawah ini!

Format Penilaian untuk Moderator dalam Memperkenalkan Pemakalah

Nama: ————————————

 

Aspek Yang Diamati

Baik

Sedang

Kurang

Sikap
Penguasaan materi

  • Ketepatan dalam mengemukakan tema
  • Urutan penyampaian
Kebahasaan

  • Ketepatan memilih kata
  • Ketepatapatan penjedaan
  • Ketepatan intonasi
  • Ketepatan dalam memilih/menyajikan struktur kalimat

 

 

Komentar Umum:

  1. Kekurangan : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
  2. Kelebihan : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Topik-topik yang dapat digunakan tema diskusi!

  1. Narkoba di Kalangan Remaja
  2. Kenakalan Remaja
  3. Remaja dan Televisi
  4. Peningkatan Nilai Religius di Kalangan Remaja
  5. Peningkatan Kreativitas di Kalangan Remaja

2. Penggunaan Jeda yang Tepat

Jika Anda menjadi moderator, Anda harus bias memperkenalkan orang lain. Oleh karena itu, kalian harus pandai membuat kalimat perkenalan agar tidak membosankan. Selain itu, Anda harus tepat dalam menyajikannya.

Kalimat-kalimat tersebut tentunya bervariasi.Adakalimat yang pendek ada pula kalimat yang panjang. Kalimat pendek diucapkan dalan satu tarikan napas. Akan tetapi, kalimat panjang panjang mungkin tidak selesai diucapkan dalam satu tarikan napas. Hal itu tidak perlu kita paksakan. Kita boleh memenggal kalimat itu secara tepat. Tanda / untuk berhenti sementara, tanda // untuk berhenti (akhir).

Perhatikan contoh berikut!

    1. Saat ini / telah hadir di tengah-tengah kita / dua orang pembicara / yang akan menyajikan makalah mereka //
    2. Pembicara pertama adalah Ibu Noorahma / tepatnya Dra. Noorahma, M. Psi.//
    3. Beliau dilahirkan diBandung  / tiga puluh tujuh tahun yang lalu//

 

Pelatihan 7

Berilah tanda jeda pada kutipan di bawah ini!

1. Assalamualaikum Wr. Wb.

Hadirin yang saya hormati, marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Siang ini, kita telah diberi kesehatan oleh-Nya sehingga dengan nikmat sehat yang kita terima itu, kita dapat berkumpul di aula SMA N4 Rembang dalam keadaan sehat wal ‘afiat.Tak lupa slam dan shalawat kita tujukan kepada Baginda Rasulallah Saw, semoga di hari kiamat nanti kita mendapat syafaatnya. Hari ini, kita akan berdiskusi tentang Kekerasan di Kalangan Pelajar. Seperti kita ketahui pelajar adalah asset bangsa, kemajuan ataupun kemunduran bangsa Indonesia tercinta ini bergantung keadaan pelajar yang kelak akan menjadi generasi penerus untuk memimpin bangsa ini. Baru-baru ini kita saksikan di televise terjadi kekerasan yang demikian menghebohkan yang justru dilakukan pelajar perempuan Gang Nero demikian mereka memberi nama. Kekerasan yang dilakukan kelompok ini menghebohkan dunia pendidikan khususnya dan bangsaIndonesia umumnya. Untuk membahas fenomena yang terjadi tersebut, kita akan membahas masalah ini bersama-sama

2. Pembicara kedua yang duduk di sebelah kanan saya, beliau bernama Bapak Gillang  Noor Nugraha, seorang perwira muda dari jajaran kepolisisn. Beliau menamatkan pendidikan Akademi Kepolisian/Akpol di Semarang, pada tahun 2000. Beliau lahir di Pati Jawa Tengah, pada tahun 1976. Beliau saat ini mempunyai seorang istri, dan dua putra laki-laki dan perempuan. Saat ini beliau menjabat sebagai Kapolres Rembang. Beliau akan menyampaikan makalahnya yang berjudul Pengaruh Tayangan Televisi terhadap Perilaku Remaja.

3. Menggunakan Kata Sapaan dalam Kalimat

Kata sapaan dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia dimasukkan ke dalam kelas kata nomina penyapa dan pengacu sebagai pengganti pronominal persona (Hasan Alwi dkk, 1999: 258).Ada empat hal yang mendasari pemakaian kata sapaan , yakni: (1) letak geografis; (2) bahasa daerah, (3) lingkungan social, (4) budaya bangsa.

Pada umumnya nomina penyapa dan pengacu itu berkaitan dengan istilah kekerabatan seperti Bapak, Ibu, Kakak, Adik, Saudara, dan nama jabatan/pangkat seperti: lurah, professor, dokter, kapten, dll. Alih-alih berkata Anda sekarang tinggal di mana? Orang memperhalus dan mngakrabkannya dengan kalimat Bapak sekarang tinggal di mana?

Baik nomina penyapa dan pengacu yang berdasarkan hubungan kekerabatan ataupun yang berdasarkan hubungan jabatan atau hierarki mempunyai bentuk yang lebih pendek, seperti Pak, Bu, Prof., dan Dok. Dalam konteks tertentu bentuk dan bentuk singkatannya dapat dipakai.Akan tetapi, di dalam konteks kalimat yang lain, hanya salah satu yang dapat dipakai dan bukan yang lain.apabila nama diri mengikuti nomina itu, kedua macam bentuk itu dapat dipakai. Perhatikan contoh berikut.

  • Baiklah, usul Saudara akam kami pertimbangkan.
  • Bagaimana pendapat Saudara Daryanto?
  • Bapak Daryanto sekarang tinggal di mana?
  • Antarkansuratini kepada Bapak.
  • Profesor Mulyono mau minum apa?
  • Prof Mulyono mau minum apa?

Jika nomina tidak diikuti oleh nama diri, bentuk yang pendek tidak dipakai. Kalimat yang berikut tidak berterima.

  • Tadi pagi Pak  pergi ke mana?
  • Apa Bu sudah makan?
  • Apa Dok bersedia memberi resep tanpa periksa?

Jika bentuk pendek akan dipakai  tanpa nama, kalimatnya berakhir dengan sapaan (vokatif), seperti terlihat pada contoh berikut.

  • Tadi pagi pergi ke mana, Pak?
  • Apa sudah makan,Bu?
  • Apa bersedia memberi resep tanpa periksa, Dok?

Jadi, kalimat  sapaan adalah kalimat yang digunakan untuk menyapa orang lain yang diajak berbicara. Kalimat sapaan pada umumnya mengandung kata sapaan.

Pelatihan 8

Di bawah ini disajikan sebuah dialog, carilah kalimat yang mengandung kata sapaan!

 

Saksi    :  Sebelum anak muda ini menembak saya lihat sendiri mukanya ayem seperti baja. Dia melakukan itu dengan sadar. Direncanakan. Dengan keyakinan bahwa dia berhak untuk membunuh orang dengan keji seperti itu. Meskipun andaikata benar wanita itu pantas dibunuh.

Jaksa    : Maaf. Boleh saya menyela sedikit Bapak Hakim Ketua?

Hakim   : Tidak.

Jaksa    : Tapi, dia sudah mengatakan kalimat: MESKIPUN ANDAIKATA BENAR WANITA ITU PANTAS DIBUNUH. Apa maksudnya?

Saksi    : Saya tidak berkata begitu.

Jaksa    : Ibu sudah berkata begitu. Hati-hati Ibu sudah disumpah untuk setiap kata yang Ibu katakana.

Saksi    : Saya tidak mengatakan begitu. Maksud saya, andaikatanyapun wanita itu salah, penembakan ini masih tetap keji.

Jaksa    : Itu dia. Jadi, Ibu merasa wanita ini pantas dibunuh? Maksud saya, dia memiliki alas an-alasan untuk dibunuh. Kalaupun bukan anak muda inilah yang melakukannya?

Pembela: Bapak Hakim Ketua. Mengapa Bapak biarkan keterangan saksi diganggu?

Jakasa  : Saya tidak mengganggu.

Pembela: Anda sudah memberikan sugesti.

Jaksa    : Apa yang Anda maksudkan dengan sugesti?

Pembela: Persis seperti apa yang Anda lakukan tadi.

Jaksa    : Apa, apa yang saya lakukan?

Pembela: Memberikan sugesti yang membelokkan keterangan saksi.

Jaksa    : Saya justru meluruskan.

Pembela: Meluruskan kea rah kebenaran yang Anda kejar dan berbelok dari kebenaran yang kita kejar.

Jaksa    : Astaga, ada berapa banyak kebenaran, sih. Bapa Hakim, kita hanya membicarakan kebenaran yang sudah kita sepakati bukan?

Pembela: Bapak Hakim Ketua, Saudara Jaksa sudah mencoba mempengaruhi saksi!

……….

4. Menggunakan Struktur Kalimat yang Benar

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan atau tulisan, yang mengungkapkan pikiran yang utuh (Hasan Alwi, dkk. 1999:311). Dalam wujud lisan kalimat diucapkan dengan suara naik turun dank eras lembut, disela jeda, dan di akhiri dengan intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan ataupun asimilasi bunyi ataupun proses fonologis lainnya. Dalam wujud tulisan berhuruf Latin, kalimat dimulai dengan huruf capital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda Tanya, atau tanda seru; sementara itu di dalamnya  disertakan pula berbagai tanda baca seperti koma, titik dua, tanda pisah, dan spasi.tanda titik, tanda Tanya, tanda seru sepadan dengan intonasi akhir, sedangkan tanda baca lain sepadan dengan jeda.

Kalimat yang digunakan dalam situasi resmi, seperti seminar, diskusi ilmiah, symposium hendaklah kalimat-kalimat yang resmi, yakni kalimatbakuyang benar struktur kalimatnya maupun tepat diksi yang dipilihnya, di bawah ini beberapa contoh kalimat yang berstruktur tidak tepat. Demikian pula diksiyang digunakannya.

Contoh:

  1. a.  Kepada Bapak Bupati dimohon berkenan menyerahkan hadiah  (tidak baku).

b. Bapak Bupati dimohon berkenan menyerahkan hadiah (baku)

Bentuk (1.a) merupakan kalimat tidak bakukarena hadirnya kata kepada pada kalimat itu sehingga kalimatnya menjadi tidak bersubjek. Kalimat (1.b) merupakan kalimat tunggal. Subjeknya ialah Bapak Bupat, predikatnya dimohon dan bentuk lain adalah pelengkap.

2. a. Akhirnya, saya mengharapkan bahwa mudah-mudahan karangan ini        bermanfaat (baku).       

b. Akhirnya saya mengharapkan mudah-mudahan karangan ini b     bermanfaat (tidak baku)

Kata akhirnya pada kalimat (2.a) berfungsi sebagai penghubung antarkalimat yang menyatakan hubungan makna konklusi. Kalimat itu berbentuk kalimat majemuk bertingkat. Induk kalimatnya ialah akhirnya, saya mengharapkan dan anak kalimatnya ialah bahwa mudah-mudahan karangan ini bermanfaat. Anak kalimat berfungsi sebagai objek. Karena ejaan dan strukturnya sudah benar, bentuk ini merupakan kalimat baku. Kalimat (2b) tidak baku karena mengandung beberapa kesalahan, yakni penulisan kata akhirnya tidak diikuti tanda baca koma dan pada kalimat itu tidak ditemukan kata bahwa.

Di bawah ini ditampilkan beberapa bentukbakudan takbakubeserta alasannya.

1. a       Ahli hukum dapat menyatakan bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya (baku).

b.     Menurut ahli hukum dapat menyatakan bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya (tidak baku).

Bentuk  (1a) merupakan sebuah kalimat majemuk bertingkat. Induk kalimatnya ialah ahli hukum dapat menyatakan dan anak kalimatnya adalah bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya. Anak kalimat itu berfungsi sebagai objek. Karena ejaan, struktur, dan pilihan katanya benar; maka kalimat (1a) disebut kalimat baku. Kalimat (1b) tidak baku karena tidak adanya subjek dalamkalimat tersebut. Ketidakadaan subjek pada kalimat itu karena hadirnya kata menurut.

2. a.      Akan tetapi, ia tetap tidak dating (baku).

b.     Akan tetapi ia tetap tidak dating (tidak baku).

Bentuk akan tetapi lazim digunakan sebagai kata penghubung antarkalimat. Dalam pemakaiannyapada kalimat, bentuk itu diikuti tanda baca koma. Struktur dan ejaan pada kalimat (2a) sudah benar, maka bnetuk kalaimat (2a) disebut kalimat baku. Kalimat (2b) disebut tak baku karena kurangnya tanda baca koma di belakang  akan tetapi.

3. a.      Amin memberi adiknya oleh-oleh (baku).

b.     Amin memberi oleh-oleh adiknya (tidak baku)

Bentuk (3a) merupakan sebuah kalimat tunggal aktif. Kata Amin berfungsi sebagai subjek , memberi  sebagai predikat, adiknya sebagai objek , dan oleh-oleh sebagai pelengkap. Kalimat pasifnya berbunyi sdiknya diberi Amin oleh-oleh. Struktur kalimat (3a) sudah benar dan diksinya pun tepat.

Oleh karena itu, kalimat (3a) disebut kalimat baku. Sebalinya, kalimat (3b) strukturnya salah. Hal itu dapat dibuktikan dengan pemasifan kalimat (3b), yaitu Oleh-oleh diberi Amin adiknay. Ternyata setelah dipasifkan kalimatnya menjadi tidak gramatikal

Di bawah ini ditampilkan beberapa bentukbakudan takbakubeserta alasannya.

1. a       Ahli hukum dapat menyatakan bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya (baku).

b.     Menurut ahli hukum dapat menyatakan bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya (tidak baku).

Bentuk  (1a) merupakan sebuah kalimat majemuk bertingkat. Induk kalimatnya ialah ahli hukum dapat menyatakan dan anak kalimatnya adalah bahwa setiap warga telah mengenal hukum yang berlaku di daerahnya. Anak kalimat itu berfungsi sebagai objek. Karena ejaan, struktur, dan pilihan katanya benar; maka kalimat (1a) disebut kalimat baku. Kalimat (1b) tidak baku karena tidak adanya subjek dalamkalimat tersebut. Ketidakadaan subjek pada kalimat itu karena hadirnya kata menurut.

2. a.      Akan tetapi, ia tetap tidak dating (baku).

b.     Akan tetapi ia tetap tidak dating (tidak baku).

Bentuk akan tetapi lazim digunakan sebagai kata penghubung antarkalimat. Dalam pemakaiannyapada kalimat, bentuk itu diikuti tanda baca koma. Struktur dan ejaan pada kalimat (2a) sudah benar, maka bnetuk kalaimat (2a) disebut kalimat baku. Kalimat (2b) disebut tak baku karena kurangnya tanda baca koma di belakang  akan tetapi.

3. a.      Amin memberi adiknya oleh-oleh (baku).

b.     Amin memberi oleh-oleh adiknya (tidak baku)

Bentuk (3a) merupakan sebuah kalimat tunggal aktif. Kata Amin berfungsi sebagai subjek , memberi  sebagai predikat, adiknya sebagai objek , dan oleh-oleh sebagai pelengkap. Kalimat pasifnya berbunyi sdiknya diberi Amin oleh-oleh. Struktur kalimat (3a) sudah benar dan diksinya pun tepat. Oleh karena itu, kalimat (3a) disebut kalimat baku. Sebalinya, kalimat (3b) strukturnya salah. Hal itu dapat dibuktikan dengan pemasifan kalimat (3b), yaitu Oleh-oleh diberi Amin adiknay. Ternyata setelah dipasifkan kalimatnya menjadi tidak gramatikal

Pelatihan 9

Manakah kalimat di bawah ini yang baku/tak baku? Jika kalimat tersebut tidak baku, kemukakan alasanmu , sertakan pula pembenarannya!

  1. Atas kehadiran saudara kami ucapkan terima kasih.
  2. 2.       Para hadirin di mohon berdiri di tempat.
  3. 3.       Demikian, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.
  4. 4.       Banjir bandang di Kudus menggenangi persawahan dan pemukiman.
  5. 5.       Kepada Bapak Gubernur dimohon berkenan menyerahkan hadiah
  6. 6.       Betapapun tidak mendapat imbalan yang banyak, namun ia tetap melakukannya.
  7. 7.       Biarpun hari sudah gelap, akan tetapi mereka masih sibuk di sawah.
  8. 8.       Bulan ini kita kembali menginjak kepada bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu bulan bahasa.
  9. 9.       Buku itu merupakan hasil karyanya yang terbaik.
  10. 10.   Dokter itu mengatakan bahwa kakinya masih dapat sembuh.
  11. 11.   Dia mengurusi pengecatan dinding, pemasangan kunci, dan pemasangan kaca.
  12. 12.    Fungsi yang ke 2 bahasa adalah sebagai alat berkomunikasi yang mana komunikasi ini merupakan langkah lebih jauh dari ekspresi diri.
  13. 13.   Dari hasil penyelidikan laboratorium criminal menunjukkan bahwa pelaku tindak kejahatan itu seorang wanita.
  14. 14.   Ia mengaku masih bujangan dengan menunjukkan selembar surat dari kelurahan tempat tinggalnya.
  15. 15.   Ia sedang menginventarisir alat rumah tangga kantor.

UJI KOMPETENSI 1

 

I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e sebagai jawaban yang benar!

 

1. Di bawah ini yang merupakan kegunaan membaca cepat adalah ….

1)   Membaca cepat menghemat waktu;

2)   Membaca cepat menciptakan efisiensi;

3)  Semakin sedikit waktu yang diperlukan untuk hal-hal rutin, maka semakin banyak waktu tersedia untuk mengerjakan hal penting lainnya;

4)  Membaca cepat memiliki nilai yang membosankan

5)  Membaca cepat memperluas cakrawala mental;

6)  Membaca cepat membantu pandai berbicara

  1. 1-2-4-5              b. 1-2-5-6                      c. 1-3-4-6          d. 1-2-3-5          e. 1-3-4—5

2. Rumus KEM yang benar adalah …..

a. K       X      = n kpm           b.     X    K     = n kpm           c.     X       = n kpm

Wm           Si                            Wm         Si                              Si         Wm

d. Wm      X    = n kpm          e.     X       = n kpm

Wm           Si                                        Si          Wm

3. Jika jumlah kata yang dibaca sebanyak 750, soal keseluruhan 10, soal yang dijawab benar adalah 7 soal, waktu tempuh baca 4 menit 10 detik; berapakah KEM-nya?

a. 123 kpm        b. 124kpm                     c. 125 kpm        d. 126 kpm        e. 127 kpm

4. Di bawah ini yang bukan merupakan contoh paragraph narasi adalah ….

a. Tengah hari ini, kota Cairo seakan membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan bau neraka. Hembusan angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik. Penduduknya, banyak yang berlindung dalam flat yang ada dalam apartemen-apartemen berbentuk kubus dengan pintu, jendela dan tirai tertutup rapat.

b.  Begitu pintu metro terbuka, beberapa penumpang turun. Lalu beberapa orang naik-masuk. Mataku menangkap ada tiga orang bule masuk. Yang seorang nenek-nenek. Ia memakai kaos dan celana pendek sampai lutut. Wajahnya tampak pucat. Mungkin karena kepanasan. Ia diiringi seorang pemuda dan seorang perempuan muda. Mungkin anaknya atau cucunya. Keduanya memakai ransel. Pemuda bule itu memakai topi berbendera Amerika dan berkaca mata hitam. Ia juga hanya berkaos sport putih dan celana pendek sampai lutut. Yang perempuan memakai kaos ketat tanpa lengan, you can see. Dan bercelana pendek ketat. Semua bagian tubuhnya menonjol. Lekak-lekuknya jelas. Bagian pusarnya kelihatan. Ia seperti tidak berpakaian. Mereka berdua mengitarkan pandangan. Mencari tempat duduk. Sayang, tak ada yang kosong. Beberapa orang justru berdiri termasuk diriku

c. ….aku memang sayang pada istriku. Selain sedang mengandung tujuh bulan ia serring kutinggal pergi ke Jakarta. Maklum, pekerjaanku hanyalah buruh pabrik kerupuk yang gajinya tak lebih dari seratus lima puluh ribu, ditambah uang makan dan transpor dua ribu lima ratus rupiah per hari. Beruntung aku bisa mengontrak rumah petak bersama lima orang temanku sekampung, jadi bisa mengirit beberap ribu untuk menambah kiriman ke kampung. “Apa sampeyan banyak duit, kok beli baju saja di mall. Apa tidak di Kang Acep saja. Selain bisa kredit, barangnya juga bagus-bagus. Nggak kalah dengan yang di mal?” ujar Parto temanku waktu berangkat tadi.

d. Aku tidak peduli dengan omongannya. Uang tabunganku sebesar Rp225.500,00 rasanya cukup untuk membeli beberapa potong pakaian wanita, baju bayi, sarung, atau kebaya untuk mertua. Walaupun aku belum bisa memastikan jumlah totalnya, masak sih uang sebanyak itu tidak cukup?

e. Masalah yang kini sedang hangat dibicarakan dan dihadapi para ilmuwan adalah kesukaran dalam memastikan dan mengidentifikasi keadaan alergi dan intoleransi makanan. Beberapa Negara maju secara tegas meningkatkan betapa banyaknya makanan yang beredar bersifat alergi dan intoleransi secara klinis jarang dapat mendukung bahwa masalah tersebut dengan cara menyajikan makanan dan minuman baru yang disebut hypoalerginic. Dipandang dari segi ekonomi, jenis makanan tersebut tampaknya akan memiliki masa depan yang cerah.

5. Salah satu karakteristik paragraph narasi memiliki tipe …..

a. deduktif         b. induktif          c. deduktif – induktif       d. campuran      e. deskriptif-naratif

6. Di bawah ini yang merupakan karangan yang pengembangannya menggunakan paragraph narasi,       kecuali ….

a. biografi          b. outobiografi                c. esai              d. novel             e. roman

7. Di bawah ini adalah kata ulang yang bermakna sama, kecuali ….

  1. Adik bermain mobil-mobilan yang baru saja dibelikan oleh ayah.
  2. Rumah-rumahan yang kubuat itu akhirnya hancur disapu ombak .
  3. Kuda-kudaan yang dibeli ayah di took souvenir itu akhirnya patah kakinya.
  4. Parapnejahit itu membuat itik-itikan untuk  tempat memasukkan kancing baju
  5. Kedua gadis kecil itu asyik bermain anak-anakan dengan boneka kesayangannya

8.  Di bawah ini, manakah kata ulang yang bermakna resiprok?

  1. Mohamad Gifari bertegur sapa dengan Gisellya.
  2. Kedua bersaudara itu berpeluk-pelukan erat sekali karena lama tak berjumpa
  3. Adinda menendang bola itu kuat-kuat.
  4. Semarah-marahnya Gillang, di atidak akan memukul apapun dan siapapun.
  5. Sesabar-sabarnya manusia, jika dihina terus-menerus pastilah akan marah juga.

9. Ayatollah Khomeini benar, Amerika itu setan! Setan harus dienyahkan!” katanya berapi-api. Orang Mesir memang suka bicara. Kalau sudah bicara ia merasa paling benar sendiri. Aku diam saja. Kubiarkan Ashraf berbicara sepuas-puasnya. Hanya sesekali, pada saat yang tepat aku menyela. Sesekali aku menyapukan pandangan melihat keadaan sekeliling. Juga ke luar jendela agar tahu metro sudah melaju sampai di mana. Sekilas ujung mataku menangkap perempuan bercadar biru mengeluarkan mushaf dari tasnya, dan membacanya dengan tanpa suara. Atau mungkin dengan suara tapi sangat lirih sehingga aku tidak mendengarnya.

Kalimat pertama kutipan di atas mengandung kata ulang yang bermakana ….

a. banyak          b. seperti           c. intensitas      d. sangat           e. berbalasan

10. Kubiarkan Ashraf berbicara sepuas-puasnya.

Kata ulang pada kalimat di atas bermakna ….

a. banyak          b. seperti           c. intensitas      d. sangat           e. berbalasan

11.        Selamat Tinggal

Aku berkaca

Ini muka penuh luka

Siapa punya?

Kudengar seru menderu

Dalam hatiku?

Apa hanya angin lalu?

Lagu lain pula

Menggelepar di tengah malam buta

Ah…!!!

Segala menebal, segala mengental

Segala tak kukenal

Selamat tinggal

(Chairil Anwar)

Tema puisi di atas adalah

    1. kelukaan hati                 b.     kecamuk dalam hati

c.   permaslahan yang berat              d,  pengintrospeksian diri

e.  persoalan yang beruntun

12. Suasana puisi di atas adalah …..

a. penuh keriangan         b. penuh kegelisahan     c. penuh penyesalan

d. penuh kegetiran         e. penuh kenestapaan

13. Amanat puisi di atas adalah ….

  1. Introspeksi terhadap segala perilaku manusia dalam kehidupan ini sangat diperlukan
  2. Jika terluka segeralah diobati agar tidak semakin parah
  3. Tak perlu menyesali segala sesuatu yang telah terjadi
  4. Berbuatlah baik terhadap sesama agar tidak menyesal di kemudian hari
  5. Cermin itu sangat penting untuk melihat keadaan muka kita

14. Kutipan di bawah ini mempunyai konflik ….

Waktu itu ayahmu sangat lapar sekali, dan hari telah jam dua siang. Pagi harinya ayahmu belum sarapan, sebab keuangan tidak mengijinkan  untuk makan tiga kali  satu hari dan harga beras waktu itu dua puluhlimarupiah satu kilo.

a. konflik batin  b. konflik diri      c. konfliks internal          d. konfliks eksternal       e.konfliks manusia

15. Ayahmu merasa ganjil, karena sebagai pengarang, Cuma membutuhkan dua macam benda yang akan dibelinya pada saat ini, yaitu sebuah arloji dan sebuah buku harian. Tetapi Ayahmu merasa bangga, sebab dengan dua benda itu ayahmu dapat membuktikan kebenaran itu. Kebenaran yang dianutnya.

“Aku mau tahu, di mana arloji itu sekarang. Itu benda bersejarah buatku, aku ingin mendapatkannya,” katamu.

“Sayang, anakku, “ jawab ayahmu.

“Kenapa?” tanyamu.

“Arloji itu telah kugadaikan untuk membeli buku harian yang baru, sebab buku harian yang lama-lama sudah penuh semuanya.”

“Tentu sudah tidak bisa diambil lagi,” katamu.

“Ya, ya. Tentu sudah kadaluwarsa. Tetapi kalau kau punya uang kau bisa membelinya di took-toko, “kataku.

“Dan buku harian itu, apakah isinya?”

“Macam-macam, di antaranya kebenaran. Tetapi buku harianku itu tidak bisa digadaikan, dan yang kau baca ini adalah kutipan dari lembaran-lembaran buku harian itu, yang bertanggal dua puluh satu November, tepat pada hari ulang tahunku yang kedua puluhlima.”

Anakku yang tercinta. Kalau kuakhiri nasihat-nasihatku ini, pada waktu ini engkau belum ada. Tambang emas itupun belum dibuka. Tetapi aku punya usul: Bagaimana kalau kau berusaha untuk jadi insinyur pertabangan saja? Tetapi jangan marah anakku, ini Cuma usul saja. Engkau bebas memilih pilihan hidup sesuai dengan kemampuan pikiran dan tenagamu, asal saja pilihan itu adalah pilihan yang benar: tidak merugikan masa depanmu dan masa depan banyak orang.

 

Di bawah ini menunjukkan latar cerpen di atas, kecuali ….

a. tanggal 21 Nopember              b. hari ulang tahun ke-25 penulis/pengarang

c. aku masih membujang/belum menikah d. belum berdiri tambang emas

e. anakku sudah menjadi sarjana/insinyur

16. Dilihat dari letak kalimat utamanya, cerita pendek di atas bertipe ….

a. paragraph deduktif      b. paragraph induktif       c. paragraph campuran   d. paragraph naratif-deskriptif

e. paragraph deskriptif

17. Teman Ayah tersenyum-senyum, tetapi sebenarnya dia kelaparan. Dia pengarang juga, tetapi ia benar-benar pengarang yang menggantungkan leher dan perutnya serta kakinya yang dua itu kepada uang hasil karangan. Karena itu engkau jangan heran jika Ayah katakana kepadamu, bahwa temanku ini pernah dan sudah biasa tidak makan satu minggu. Untunglah dia belum beristrii., belum berkekasih, dan beranak

Dilihat dari cara plukisan tokoh, penokohan di atas termasuk ….

a. tokoh dramatic           b. tokoh deskriptif          c. tokoh antagonis         d. tokoh protagonist                   e. tokoh tritagonos

18. Salah satu ciri/karakteristik paragraph eksposisi adalah …

    1. pembaca seolah-oleh mengetahui sesuatu yang dipaparkan
    2. pembaca akan memperoleh pengetahuan baru
    3. pembaca memperoleh keyakinan yang sesuai dengan pendapatnya
    4. pembaca mendapat pengaruh yang bersifat membujuk
    5. pembaca memperoleh cerita yang dipaparkan secara kronologis

19. Di bawah ini adalah cara-cara pengembangan paragraph deskripsi, kecuali ….

a. eksposisi definisi                    b. eksposisi proses                    c. eksposisi perincian

d. eksposisi ilustrasi                  e. eksposisi laporan

20. Paragraf di bawah ini termasuk paragraph eksposisi dengan pengembangan ….

. Otak manusia adalah massa protoplasma yang paling kompleks yang pernah dikenal di alam semesta ini. Inilah satu-satunya organ yang sangat berkembang sehingga ia dapat mempelajari dirinya sendiri. Jika dirawat oleh tubuh yang sehat dan lingkungan yang menimbulkan rangsangan, otak yang berfungsi dapat tetap aktif dan reaktif selama lebih dari seratus tahun     

a. eksposisi proses        b. eksposisi definisi        c. eksposisi pertentangan/perbandingan

d. eksposisi laporan                   e. eksposisi klasifikasi

21. Menu makanan yang secara tradisional dikonsumsi di beberapa daerah memiliki keuntungan bagi kesehatan masyarakat. Sebagai contoh, penggunaan minyak zaitun di kawasan Mediteranian, penggunaan rempah-rempah dan ikan di kawasan Timur Jauh. Makanan seperti itu juga dianggap berpengaruh terhadap otak manusia.

Paragraph di bawah ini menggunakan pengembangan dengan cara …

a. eksposisi proses        b. eksposisi definisi        c. eksposisi pertentangan/perbandingan

d. eksposisi laporan                   e. eksposisi klasifikasi

22. Banyak pakar yang menyanggah teori Einstein itu. Bahkan mereka menyebut Einstein orang gila. Dengan  sabar ia menerangkan teorinya dengan sebuah perumpamaan. Sebuah batu yang tergeletak di tengah jalan akan berbeda-beda bentuknya jika dilihat dari tempat berbeda-beda. Orang yang berjalan mengatakan bahwa batu itu bulat, tapi orang yang naik kereta api mengatakan bahwa batu itu pipih. Bertolak dari itu Einstein menyimpulkan bahwa satuan ukuran iturelatif. Demikian juga dengan satuan-satuan yang lain.

23. Di bawah ini manakah yang termasuk pantun kilat/karmina?

a.  anak rusa di rumpun salak                             b. Singkarak kotanya tinggi,

Patah tanduknya ditimpa genta                          asam pauh dari seberang,

Riuh kerbau tergelak-gelak                     Awan berarak ditangisi,

Melihat beruk berkaca mata                    badan jauh di rantau orang

c. Banyak udang, banyak garamnya                    e. Padangpanjang dilingkar bukit,

banyak orang, banyak ragamnya                          bukit dilingkung buah pala

d. Rusa terdampar dalam lembah                             Kasih saying bukan sedikit,

ekornya hitam kena bara                                      sebanyak rambut di kepala

Adinda tinggal tengah rumah

Tidur bertilam air mata

24. Di bawah ini manakah yang merupakan pantun jenaka?

a.  anak rusa di rumpun salak                             b. Singkarak kotanya tinggi,

Patah tanduknya ditimpa genta                          asam pauh dari seberang,

Riuh kerbau tergelak-gelak                     Awan berarak ditangisi,

Melihat beruk berkaca mata                    badan jauh di rantau orang

c. Banyak udang, banyak garamnya                    e. Padangpanjang dilingkar bukit,

banyak orang, banyak ragamnya                          bukit dilingkung buah pala

d. Rusa terdampar dalam lembah                             Kasih saying bukan sedikit,

ekornya hitam kena bara                                       sebanyak rambut di kepala

Adinda tinggal tengah rumah

Tidur bertilam air mata

25. Manakah yang menunjukkan cirri-ciri pantun?

1.   4 larik sebait berima silang (a-b-a-b).

2.  larik I dan II disebut sampiran, yaitu bagian objektif. Biasanya berupa lukisan alam atau apa saja yang dapat diambil sebagai kiasan. Larik III dan IV dinamai isi, bagian subjektif

3.   Setiap larik terdiri atas 4 perkataan

4.   Jumlah suku kata setiap larik 8—12 suku kata

5.   Digunakan untuk curahan perasaan pengarang

a. 1-2-3-4    b. 2-3-4-5          c. 1-2-3-5          d. 1-2-4-5          e. 1-3-4-5

26. Di bawah ini yang bukan cirri-ciri syair adalah ….

  1. Tiap bait terdiri atas 4 larik
  2. Berima a-a-a-a
  3. Bersajak sempurna
  4. Keempat lariknya mempunyai perhubungan arti
  5. Isi syair: nasihat, dongeng, atau cerita

27 Di bawah ini yang bukan merupakan tugas seorang moderator adalah ….

a.  membuka acara diskusi/seminar/symposium/sejenisnya

b. menjelaskan secara umum

c. membacakan tata tertib

d. mengenalkan pembica

e. mengatur jalannya pemakalah menyampaikan isi diskusi

28. Di bawah ini kalimat yang menggunakan  kata sapaan yang tepat adalah ….

  1. Ibu pergi ke pasar bersama adik.
  2. Ibu megajak saudaraku untuk tinggal di rumah.
  3. Aminah bertengkar dengan adiknya.
  4. Pendapat Saudara itu sangat tepat.
  5. Saudara iparku sebanyak sepuluh orang.

29. Kalimat di bawah ini yang tepat penulisan dan penggunaannya adalah ….

  1. Atas kehadiran saudara kami ucapkan terima kasih.
  2. Parahadirin di mohon berdiri di tempat.
  3. Demikian, atas perhatiannya kami sampaikan terima kasih.
  4. Banjir bandang di Kudus menggenangi persawahan dan pemukiman.
  5. Kepada Bapak Gubernur dimohon berkenan menyerahkan hadiah

30. Kalimat di bawah ini yang tidak termasuk kalimat efektif adalah ….

  1. Biarpun hari sudah gelap. Akan tetapi,  mereka masih sibuk di sawah.
  2. Bulan ini kita kembali menginjak kepada bulan bersejarah bagi bangsa Indonesia, yaitu bulan bahasa.
  3. Buku itu merupakan hasil karyanya yang terbaik.
  4. Dokter itu mengatakan bahwa kakinya masih dapat sembuh.
  5. Dia mengurusi pengecatan dinding, pemasangan kunci, dan pemasangan kaca.

 

TEMA 3

PERISTIWA

 

    1. . Menganalisis Cerpen dengan Kehidupan Sehari-Hari

 

Setelah mempelajari bagian ini kalian diharapkan mampu (1) mengungkapkan kembali isi cerpen dengan bahasa sendiri; (2) mengungkapkan latar dan penokohan dalam cerpen dengan menunjukkan kutipan yang mendukung; (3) mengaitkan cerpen dengan kehidupan sehari-hari; menganalisis unsure-unsur ekstrinsik cerpen.

Salah satu unsure intrinsic cerpen adalah latar dan penokohan. Dalam bab ini latar dan penokohan tidak akan dibahas kembali, karena sudah dibahas dalam materi pelajaran terdahulu. Namun, di bawah ini akan dipaparkan secara terinci penokohan.

  • Adaempat cara yang umum dipakai dalam penokohan:

1. Pelukisan Bentuk Lahir

Bentuk lahir seseorang dapat mengungkapkan watak tokohtersebut. Bagaimana wajah, hidung,    mata, cara bertingkah, berpakaian, dan sebagainya secara lahiriah.

2. Pelukisan Jalan Pikiran dan Perasaan

Dalam hal ini dengan bermacam-macam cara, pengarang memperkenalkan watak tokohnya melalui jalan pikiran dan perasaan orang tersebut. Jadi, melukiskannya dari segi batiniah.

3.Pelukisan Reaksi Tokoh yang Lain

Pengarang melukiskan atau menggambarkan bagaimana reaksi tokoh yang lain terhadap pelaku utama. Dalam cara ketiga ini pengarang tidak melukiskan bentuk lahir dan jalan pikirannya, melainkan memperlihatkan dengan tindakan bagaimana reaksi tokoh-tokoh yang lain itu terhadap tokoh utamanya.

Misalnya ketika A (tokoh utama) mendapat suatu musibah, banyak tetangga dan kenalannya yang dating menjenguknya. Semua dating untuk memberikan hiburan dan pertolongan. Rasa simpati mereka tertumpah kepadanya.

Penulis tanpa melukiskannya dengan kata-kata yang panjang lebar, pembaca sampai kepada kesimpulan bahwa A orang berbudi baik, dikenal banyak orang karena amal perbuatannya.

4. Melukiskan Keadaan Sekeliling

Apakah tokoh itu seorang yang rajin, malas saleh dan sebagainya dapat dilihat dari keadaan sekelilingnya. Rumahnya, halamannya, kamarnya pakaiannya, dan sebagainya.

Pelatihan 1

 

Tentukanlah cara pengarang melukiskan penokohan pada kutipan cerita di bawah ini!

Kutipan Cerita

Cara Pelukisan Tokoh 

Elin, gadis yang berhidung mancung, bibirnya tipis, mukanya bulat telur dan bermata sipit bersinar-sinar, tak alang lagi, memiliki wajah ayu. Keayuannya menjadi penghias yang indah di dalam gerbong yang sesak. Pemuda-pemuda pada tertarik dan menjilatkan ekor matanya pada wajah ayu itu. Tetapi Elin tidak peduli amat. Hatinya sedang gelap seperti gelapnya malam pabila langit tertutup mendung. Gelap dihatinya mempengaruhi wajahnya yang bersinar jadi suram. ————————————————————————————alasan :——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
Tubuh kecil itu tetap tenang, bernafas teratur. Dibelai pandangan mata ibunya. Halus menyerah di pangkuannya, seolah-olah tahu sungguh ia, bahwa ia belahan nyawa ibunya, diperlindungi serta dipelihara dengan kasih cinta yang tak bertara.

Perlahan dengan penuh mesra diciumnya Rianto, anaknya yang pertama itu. Tuhan adil. Menciptakan manusia di haribaan wanita yang bersifat halus.

Lonceng berbunyi Suaranya jernih, dalam ketenangan. Hati ibu remaja itu tersinggung, fikirannya tergerak. Ia teringat akan suaminya. Sebulan lebih suaminya pergi memenuhi panggilan pertiwi. Memenuhi kewajibannya terhadap tanah air. Tetapi hingga kini belum kembali.

Sedang teman-teman seperjuangannya tlah pulang semuanya. Suaminya tak kembali. Ia tertawan oleh musuh; demikian keterangan kawan-kawannya.

Suwarni mendekati lonceng, pukul setengah empat. Suara loncengWestminsteritu senantiasa membangkitkan kenang-kenangan padanya…

——————————————————————————————————————————————————————————————————————Alasan: ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Setetes demi setetes air hujan terdengar di atas atap. Makin lama makin deras.

Ibu terdengar menyanyi di kamar. Lagu kecintaannya. Lagu yang biasa dinyanyikan dengan penuh khidmat dan perasaan. Dan saat seperti itulah ibu bersama Tuhannya, menyanyi sambil memejamkan mata, seolah merasakan hidup di alam lain. Alam yang sering diceritakan dan diidamkan.

Tetapi kami –terlebih aku dan adikku Min—selalu saja merasa takut dan ngeri mendengarnya. Terlebih-lebih malam sunyi seperti itu.

———————————————————————————————————————————————————————–Alasan : ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Dengan malam ini aku telah empat kali aku bersua dengannya. Pertama kali ia kujumpai sore hari di Pasar Baru. Lalu ia menarik perhatianku karena bintang-bintang di dadanya, serta perawakannya, ada hal-hal yang menarik darinya. Tak tahu aku apa yang sesungguhnya menarik itu. Tapi aku memperhatikannya.

Dan orang-orang memanggilnya Mat Gila.. ia memang mengarah gila dengan segala tingkahnya.

Mat Samsu berbadan tegap dan berperawakan sedang. Wajahnya yang berlemak itu menandakan kesehatannya teruji. Kulitnya agak kecoklat-coklatan karena bara matahari.

Kuduga, kulitnya yang sesungguhnya ialah kuning sawo yang  bersih. Dan kalau ia dipesalin dengan pakaian yang baik, serta lagaknya agak dipimpin, kupasti ia seorang lelaki yang gagah. Orang bilang ia mirip Rock Hudson. Bung-bung beca bilang ia menjadi jagoan gila. Dan setiap ia menantang, tak seorang pun berani meladeninya. Baik ia lat Negara, politikus, pedagang, seniman, maupun tukang copet yang selalu lalu lalang di seputarnya.

———————————————————————————————————————————————————————–Alasan : ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
  • Unsur-unsur ekstrinsik cerita pendek adalah segala hal yang berada di luar karya sastra, tetapi sangat berpengaruh terhadap bentuk dan isi karya sastra.. unsure-unsur karya sastra itu dapat berupa hal-hal berikut ini.
    • Pendidikan pengarang. Latar belakang pendidikan pengarang sangatlah mempengaruhi proses penciptaan karya sastra terutama isi karya sastra. Contohnya Mira W. Dia berlatar belakang pendidikan seorang dokter. Karya-karyanya selalu berbicara tentang pasien, dokter, penyakit, dan hal-hal seputar itu.satu lagi karangan yang sangat fenomenal yakni Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. Latar pendidikan sewaktu Andrea masih kecil diungkapkan di sini. Contoh:

Bu Mus yang semakin khawatir memancang pandangannya ke jalan raya di seberang lapangan sekolah berharap kalau-kalau ada pendaftar baru. Kami prihatin melihat harapan hampa itu. Maka tidak sperti suasana di SD lain yang penuh kegembiraan ketika menerima murid angkatan baru, suasana di SD Muhamadiyah penuh dengan kerisauan, dan yang paling risau adalah Bu Mus dan Pak Harfan.

  •  Lingkungan pengarang. Yang dimaksud lingkungan di sini adalah hal-hal di seputar kehidupan pengarang. Dapat berupa lingkungan pergaulan, lingkungan tempat tinggal, lingkungan bekerja, lingkungan keluarga. Satu contoh nyata adalah Ahmad Tohari. Pengarang yang lahir di Banyumas ini, tidak bias melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaannya. Sebut saja karyanya: Senyum Karyamin, Antara Wango- Jatilawang (keduanya dalam kumpulan cerpen Senyum Karyamin), Ronggeng Dukuh Paruk. Andrea Hirata justru sangat piawai dalam mengambarkan lingkungan tempat tinggal para tokoh dalam Laskar Pelangi.Contohnya:

Tak usah melukiskan sekolah kami, karena sekolah kami adalah salah satu dari ratusan atau bahkan ribuan sekolah miskin  di seantero negeri ini yang jika disenggol sedikit saja oleh kambing yang senewen ingin kawin, bias rubuh berantakan.

Kami memiliki enam kelas kecil-kecil, pagi untuk SD Muhamadiyah dan sore untuk SMP Muhamadiyah. Maka kami, sepuluh siswa baru ini bercokol selama sembilan tahundi sekolah yang sama dan kelas-kelas yang sama, bahkan susunan kawan-kawan sebangku pun tak berubahselama sembilan tahun  SD dan SMP itu.

 

  •  Agama pengarang. Agama yang dianut pengarang jelas-jelas sangat mempengaruhi karya sastra yang dihasilkannya. Latar agama pengarang dapat menjadi latar dalam karya sastra. Sebut saja Ayat-Ayat Cinta. Habbiburrahman El Shirozy adalah pengarang yang beragama Islam dengan latar pendidikan S2 di Cairo-Mesir. Maka kehidupan agamis mewarnai novelnya-novelnya. Contoh:

Di dunia ini memang banyak sekali rahasia Tuhan yang tidak bisa dimengerti oleh manusia lemah seperti diriku. Termasuk kenapa ada gadis seperti Maria. Dan aku pun tidak merasa perlu untuk bertanya padanya kenapa tidak mengikuti ajaran Al-Qur’an. Pertanyaan itu kurasa sangat tidak tepat ditujukan pada gadis cerdas seperti Maria. Dia pasti punya alasan atas pilihannya. Inilah yang membuatku menganggap Maria adalah gadis aneh dan misterius. Di dunia ini banyak sekali hal-hal misterius. Masalah hidayah dan iman adalah masalah misterius. Sebab hanya Allah saja yang berhak menentukan siapa-siapa yang patut diberi hidayah. Abu Thalib adalah paman nabi yang mati-matian membela dakwah nabi. Cinta nabi pada beliau sama dengan cinta nabi pada ayah kandungnya sendiri. Tapi masalah hidayah hanya Allah yang berhak menentukan. Nabi tidak bisa berbuat apa-apa atas nasib sang paman yang amat dicintainya itu. Juga hidayah untuk Maria. Hanya Allah yang berhak memberikannya.

  • Kebudayaan atau adat-istiadat tempat tinggal pengarang. Yang dimasudkan di sini adalah segala kebiasaan yang berlangsung, kebudayaan, atau bahkan kesenian yang biasa di tampilkan dalam sekitar tempat tinggal kehidupan pengarang. Contohnya:

Aku tersenyum, ia pun tersenyum. Pemuda berbaju kotak-kotak lalu mempersilakan pria bule yang berdiri di dekat neneknya untuk duduk di tempat duduknya. Dua pemuda Mesir yang duduk di depan nenek bule berdiri dan mempersilakan pada perempuan bercadar dan perempuan bule untuk duduk.Begitulah  salah satu keindahan hidup di Mesir adalah penduduknya yang lembut hatinya. Jika sudah tersentuh mereka akan memperlakukan kita seumpama raja. Mereka terkadang keras kepala, tapi jika sudah jinak dan luluh mereka bisa melakukan kebaikan seperti malaikat. Mereka kalau marah meledak-ledak tapi kalau sudah reda benar-benar reda dan hilang tanpa bekas. Tak ada dendam di belakang yang diingat sampai tujuh keturunan seperti orang Jawa. Mereka mudah menerima kebenaran dari siapa saja. Ayat-Ayat Cinta oleh Habbiburrahman El Shirozy.

Pelatihan 2

Tentukanlah unsure-unsur ekstrinsik kutipan-kutipan di bawah ini!

Kutipan

Unsur ekstrinsik

Setelah aku yakin semua pintu rumahku sudah terkunci dengan baik, aku masuk ke dalam mobil yang sudah kuhidupkanlimamenit lalu. Perjalanan ini akan kumulai. Dari Tamalanrea menuju Bantimurung.Lima menit kemudian mobilku sudah meluncur pelan. Di jalan padat. Dalam hawa pagikotaMakasar. Aku mencoba tidak terlalu tegang, kunyalakan radio mobilku.   —————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
Usai berganti pakaian kurebahkan diriku di atas kasur. Oh, alangkah nikmatnya. Ini saatnya istirahat. Kunyalakan tape kecil di samping tempat tidur. Enaknya adalah memutar murattalSyaikh Abu Bakar Asy-Syathiri. Suaranya yang sangat lembut dan indah penuh penghayatan dalam membaca Al-Qur’an sering membawa terbang imajinasiku ke tempat-tempat sejuk. Ke sebuah danau bening di tengah hutan yang penuh buah-buahan. Kadang ke suasana senja yang indah di tepi pantai Ageeba, pantai laut Mediterania yang menakjubkan di Mersa Mathruh. Bahkan bisa membawaku ke dunia lain, dunia indah di dalam laut dengan ikan-ikan hias dan bebatuan yang seperti permata-permata di surga. Dalam keadaan lelah selalu saja suara Syaikh Abu Bakar Asy-Syathiri menjadi musik pengantar tidur yang paling nikmat. Meski terkadang aku harus terlebih dahulu meneteskan air mata… ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Kucai mengangkangi dahan tertinggi, sedangkan Sahara, satu-satunya betina dalam kawanan itu, bersilang kaki di atas dahan terendah. Pengaturan semacam itu tentu bukan karena adanya budaya patriarki begitu kental dalam komunitas Melayu, tapi semata-mata karena pakaian Sahara tidak memungkinkan ia berada di atas kami. Ia adalah muslimah yang menjaga aurat rapat-rapat. ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Orang Sawang tak terlalu tertarik dengan hiburan-hiburan tadi tapi mata mereka tak lepas dari tiga buah meja berukuran besar dengan panjang kira-kira 12 meter, lebar dan tingginya kira-kira 2 meter. Di atas meja itu ditimbun berlimpah ruah barang-barang keperluan rumah tangga, mainan, dan berjenis-jenis makanan. Barang-barang ini adalah sumbangan dari setiap warga Tionghoa. Tak kurang dari 150 jenis barang mulai dari wajan, radio transistor, bahkan televisi, berbagai jenis kue, biskuit, gula, kopi, beras, rokok, bahkan tekstil….Daya tarik terkuatdari sembahyang rebut adalah sebuah benda kecil yang disebutfung pu yakni secarik kain merah yang disembunyikan di sela-sela barang-barang tadi. Benda ini merupakan incaran setiap orang karena ia perlambang hokidan yang mendapatkannyadapat menjualnya kembali pada warga Tionghoa dengan  harga jutaan. —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Cleopatra Restaurant. Terletak di pinngir sungai Nile. Bersebelahan dengan Good Shot dan Maadi Yacht Club. Pantas saja mereka berpakaian dan berpenampilan serius. Kami berlima berpandang-pandangan.

“Santai saja. Kita ini turis. Turis ‘kan biasa berpakaian santai?” bisik Hamdi dalam bahasa Indonesia.

“Tapi masak pakai trening yang sudar pudar warnanya begitu?” lirih Saiful sambil meringis memandang Rudi. Aku tersenyum. Baru kali ini kulihat Rudi tidak percaya diri. Muka anak Medan ini seperti kepiting rebus. Di antara kami berlima yang berpakaian paling mengenaskan memang dia. Hamdi lumayan necis, tapi sandal kulit bututnya membuat hati yang melihatnya tidak tahan. Sudah berkali-kali aku mengingatkan agar keduanya membuang jauh-jauh adat klowor yang mereka bawa dari pesantren tradisional. Tapi mereka masih saja suka klowor, padahal baginda Nabi mencontohkan kerapian, kebersihan dan penampilan yang meyakinkan. Memang tidak mudah merubah watak dan gaya hidup. Namun Rudi dan Hamdi jauh lebih baik dari saat pertama kali aku mengenal dan serumah dengannya. Sekarang sudah mulai bisa membagi waktu dan disiplin. Kalau mau diskusi mau menyeterika baju biar sedikit rapi. Tapi aku sangat menyayangkan mereka tadi tidak mau mendengar nasihatku agar berpenampilan sedikit necis. Mereka hanya menyahut, “Alah cuma mau makan saja kok repot-repot!”

Untung Saiful dan Mishbah mengerti nasihatku. Aku sendiri berpakaian tidak bagus sekali namun juga tidak akan memalukan. Kaos katun hijau muda dan rompi santai hijau tua, warna kesayangan. Tak kalah fungkynya dengan Yousef .

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

B. Memparafrasekan Puisi

Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu: (1) menganalisis unsure-unsur intrinsic puisi ; (2) memparafrasekan puisi.

Unsur-unsur puisi yang telah dibicarakan terdahulu berupa tema, pesan, dan isi puisi. Berikut ini akan disajikan puisi dan sekaligus menganalisis unsur-unsur  puisi tersebut..

APA KAU TELAH DAPAT GANTI RUGI

Apa kau telah dapat ganti rugi

Dari tanahmu yang dibuat pabrik jerami

Apa kau telah dapat ganti rugi

Apakah kau hanya dibohongi?

Materai dan kertas berhuruf kanji

Tak seindah bunga bakung di tepi kali

Materai dan kertas yang digores belati

Tak seindah jerami menorah  pasir di bumi

Telah ditebang pohon kedondong  dan maoni

Telah ditebang pohon-pohon hijau trembesi

Telah ditebang pohon-pohon pakisaji

Telah ditebang jiwamu yang tak ditopang beton bersigi

Aku sebagai saksi

Aku semut yang bersarang di daun pakisaji

Aku ulat yang merayap di kelopak kulit trembesi

Aku burung pelatuk yang berumah di pohon maoni

Apa kau telah dapat ganti rugi

Dari tanahmu yang dibuat pabrik jerami?

Apa kau telah dapat ganti rugi?

Apakah kau hanya dibohongi?

Aku sebagai saksi

Suripan Sadi Hutomo, 27 Mei 1990

  • Memahami Judul

Sebuah puisi pada umumnya memiliki judul. Dalam sebuah puisi judul bukan sekedar tanda, tetapi gerbang untuk menuju ke kedalaman puisi tersebut. Judul menjadi semacam lorong yang mengarahkan pembaca kepada pusat makna. Memahami judul menjadi sangat penting karena dengan memahami judul berarti memasuki wilayah wacana dengan lebih terbatas, lebih memusat, tidak begitu menyebar atau tidak membias.

puisi Saripan sadi Hutomo di atas berjudul Apa Kau Telah Dapat Ganti Rugi. apa yang dapat kalian pahami dari judul puisi tersebut? dengan membaca judul itu persoalan apa yang akan diungkapkan penyair?

  • Memahami Latar

Latar ialah piranti wacana yang menjelaskan perihal tempat, waktu, keadaan social, keadaan cultural, peristiwa, sejarah, dan sebagainya yang menempatkan puisi ke dalam matra tertentu. Puisi sebagai perwujudan kepekaan penyair dalam membaca lingkungan sekitarnya tak dapat dilepaskan dari matra ruang, waktu, zaman, sejarah, dan sebagainya..

Pelatihan 3

Identifikasikan  latar dalam puisi di atas!

No

Data

Latar: tempat/waktu/social/ lainnya

Tafsiran Makna

1

Dari tanahmu yang dibuat pabrik jerami ———————————————————————————————————— ——————————————————————————————————–

2

Materai dan kertas berhuruf kanji ———————————————————————————————————— ————————————————————————————————————

3

tak seindah bunga bakung di tepi kali ——————————————————————————— ——————————————————————————–

4

telah ditebang pohon kedondong  dan maoni ———————————————————————————————————– ———————————————————————————————————–

5

telah ditebang pohon-pohon pakisaji ——————————————————————————— ——————————————————————————–

6

telah ditebang jiwamu yang tak ditopang beton bersigi ——————————————————————————— ——————————————————————————-
  • Memahami Majas

Majas dapat diartikan sebagai kekayaan bahasa seseorang (awam maupun sastrawan) yang dimanfaatkan dalam berkomunikasi (lisan maupun tulisan) untuk mencapai efek-efek tertrntu, baik efek semantik maupun efek estetik. Secara umum terdapat majas perbandingan, majas penegasan, majas sindiran, dan majas pertentangan. Personifikasi, metafora, asosiasi, metonimia, simbolik, litotes, eufimisme, hiperbola, sinekdok,alusio dan perifrasis termasuk majas perbandingan. Majas pleonasme, repetisi, tautology, paralelisme, simetri, klimaks, antiklimaks, inverse, retoris, termasuk majas penegasan. Yang dikategorikan majas sindiran adalah ironi, sinisme, dan sarkasme. Yang tergolong majas pertentangan ialah paradoks, kontradiksio in terminis, dan antitesis.

Menganalisis majas dalam puisi berarti Anda akan menanyakan (1) jenis majas apa saja yang terdapat dalam puisi; (2) lasan penyair memilih majas tersebut; (3) efek semantik dan estetik yang disebabkan pemilihan majas.

Pelatihan 4

Identifikasikan majas dalam puisi di atas!

No

Data

Jenis majas

Tafsiran Makna

1

Apa kau telah dapat ganti rugi Retoris Mempertanyakan kepada orang-orang perihal uang ganti rugi tanah yang diambil penguasa tertentu

2

Apa kau telah dapat ganti rugi

Apakah kau hanya dibohongi

——————————————————– ——————————————————————————————————–

3

tak seindah bunga bakung di tepi kali

materai dan kertas yang digores belati

tak seindah jerami menorah  pasir di bumi

—————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

4

telah ditebang pohon kedondong  dan maoni

telah ditebang pohon-pohon hijau trembesi

———————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

5

telah ditebang jiwamu yang tak ditopang beton bersigi ———————————————————————————————————————————– ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

6

aku sebagai saksi

aku semut yang bersarang di daun pakisaji

aku ulat yang merayap di kelopak kulit trembesi

————————————————————————————————————————————- —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
  • memahami Baris dan bait

baris merupakan cirri visual puisi, sedangkan bait merupakan perwujudan kesatuan makna dalam puisi . fungsi bait mirip fungsi paragraph dalam karangan paparan. setiap bait mengandung satu pokok pikiran.

bait pertama puisi Suripan Sadi Hutomo di atas berisi sebuah pertanyaan apakah tanah milik rakyat yang dijual demi pembangunan itu telah mendapat ganti rugi secara layak atau justru tidak mendapatkannya sama sekali. Bait kedua mengandung gagasan bahwa persekutuan dengan orang-orang asing yang dilakukan semata-mata untuk kepentingan ekonomi kelompok tertentu justru hanya akan menyengsarakan rakyat.

Pelatihan 5

Tentukan gagasan-gagasan dalam bait-bait di bawah ini!

Bait

Gagasan pokok

telah ditebang pohon kedondong  dan maoni

telah ditebang pohon-pohon hijau trembesi

telah ditebang pohon-pohon pakisaji

telah ditebang jiwamu yang tak ditopang        beton bersigi

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
aku sebagai saksi

aku semut yang bersarang di daun   pakisaji

aku ulat yang merayap di kelopak kulit trembesi

aku burung pelatuk yang berumah di pohon maoni

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
apa kau telah dapat ganti rugi

dari tanahmu yang dibuat pabrik jerami?

apa kau telah dapat ganti rugi?

apakah kau hanya dibohongi?

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
  • Memahami Tipografi dan Enjambemen

Tipografi ialah ukiran bentuk, artinya  bagaimana puisi itu diungkapkan secara grafis oleh penyairnya. pemakaian huruf capital dan tanda baca juga merupakan bagian dari tipografi. baris-baris puisi Suripan Sadi Hutomo itu selalu di mulai dengan huruf capital dan tanpa titik pada setiap akhir baris, kecuali tanda Tanya pada akhir baris Apakah kau hanya dibohongi?

Mengapa Suripan menulis grafis puisinya semacam itu? Bisa jadi huruf capital pada awal baris menandai bahwa kehidupan (rakyat) itu sebenarnya telah dimulai dengan langkah atau program yang pasti. lalu mengapa tidak diakhiri dengan tanda titik? karena hari esok tetap saja merupakan teka-teki, muara kehidupan mereka belumlah jelas.

Puisi tersebut dikemas dengan pola kwatren (puisi empat seuntai). Pola semacam itu mengingatkan kita pada pola-pola klasik. akibatnya ada kesan lama dan amat tradisional. kesan semacam itu sengaja dibangun oleh Suripan Sadi Hutomo untuk menggambarkan kesederhanaan masyarakat miskin

Sedangkan enjambembem merupakan pemenggalan secara cermat yang dilakuykan penyair terhadap baris-baris puisi dan hbungan antarbaris dalam puisi.

Suripan Sadi Hutomo dalam puisinya di atas memang tidak melakukan pemenggalan yang tak berdasarkan kaidah bahasa. pemenggalan yang terdapat pada baris Apa kau telah dapat ganti rugi/ Dari tanahmu yang dibuat pabrik jerami merupakan pemenggalan secara fraselogis. Keliaran tidak terdapat dalam puisi Suripan itu karena, sekali lagi, Suripan dalam konteks masyarakat tradisional dalam puisi di atas ingin menunjukkan bahwa masyarakat itu pada umumnya amatlah patuh dan taat pada aturan yang telah disepakati bersama pada konvensi yang berlaku.

C. Mendiskusikan Masalah dari Sebuah Artikel

            setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu (1) menanggapi isi berita, artikel, dan buku yang disampaikan peserta diskusi; (2) menyampaikan secara lisan sikap setuju dan tidak setuju dalam beberapa kalimat; (3) memberikan bukti pendukung untuk memberikan tanggapan; (4) mengajukan saran dan pemecahan masalah terhadap ringkasan isi yang disampaikan; (5) menyelaraskan perbedaan pendapat yang muncul dalam diskusi.

            Kalian tentu sering membaca berbagai artikel disurat kabar, majalah, atau buku-buku yang membahas berbagai masalah. nah, untuk melatih kalian bersikap dewasa dalam menghadapi permaslahan, dalam pelajaran ini, kalian berlatih berbicara secara kritis.

  1. a.      Menanggapi Isi Ringkasan Berita, Artikel, dan Buku yang Disampaikan oleh Peserta Diskusi

Menanggapi masalah dalam sebuah berita, artikel, dan buku di sebuah diskusi merupakan hal yang menarik. selain melatih kekritisan, kalian juga akan mendapatkan tambahan wawasan, baik dari isi, artikel, dan buku, maupun memberikan tanggapan yang disampaikan oleh teman diskusi.

Adabeberapa hal yang perlu kalian perhatikan dalam memberikan tanggapan, yaitu (1) tanggapan harus sesuai dengan masalah; (2) tanggapan disertai dengan alas an yang logis; (3) tanggapan disampaikan dengan bahasa yang runtut dan mudah dipahami; (4) tanggapan disampaikan dengan bahasa yang santun.

Sebelum kalian melakukan diskusi, pahamilah dahulu bagaimana cara menanggapi isi ringkasan berita, artikel, dan buku seperti berikut.

  • Ringkasan Berita

Bacalah ringkasan berikut ini!

Indonesiakembali berduka. Setelah peristiwa gempa bumi dan tsunami melanda Nangroe Aceh Darussalam dan Nias, gempa berkekuatan besar kembali terjadi.

Gempa berkekuatan 5,9 skala richter melandaYogyakartadan sekitarnya pada Sabtu 27 Mei 2006 pukul 05.55 WIB. Lebih dari 3.000 orang tewas terkena reruntuhan bangunan dan puluhan ribu lainnya luka parah.

Rasa kemanusiaan kita kembali terhenyak. Kedatangan gempa memang tidak dapat diprediksi. Jadi, kita harus siap menghadapinya sewaktu-waktu.

Contoh tanggapan:

  • Kita sangat bersedih karena bencana terulang lagi. Akan tetapi, kita harus menghadapinya dengan tabah.
  • Sebagai manusia biasa,  kita iba melihat penderitaan sesame. Apalagi  yang dilanda bencana adalah saudara kita sendiri, bangsa kita sendiri. Kita harus menolong mereka sesuai dengan kemampuan kita.
  • Ringkasan Artikel/Buku

Membaca artikel atau buku dapat dilakukan dengan menggunakan cara purpose (pembaca harus menentukan tujuan membaca. Berdasarkan tujuan itu, pada bagian mana dari buku itu yang perlu diberi penekanan) , overview (artinya membaca sekilas, yakni melakukan peninjauan awal secara sekilas mengenai keseluruhan artikel/buku, untuk melihat garis besar isinyadan pakah pembaca perlu membaca buku itu lebih lanjut atau tidak); interpret (menafsirkan artinya menafsirkan makna buku setelah membaca sekilas) note ( mencatat hal-hal penting);  test ( menguji diri sendiri mengenai apa yang sudah dibaca).

 

Pelatihan 6

Bacalah artikel di bawah ini kemudian kerjakan pelatihan yang terdapat di bawahnya!

Bila Otak Pria dan Wanita Berbeda

            Secara kodrati , pria dan wanita dilahirkan dengan membawa

Anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan dalam hal selera, sikap dan cara bergerak. Tanpa diajari, sejak balita anak-anak pria mempunyai naluri menyukai mainan yang berbeda dengan anak-anak wanita. Anak wanita, misalnya, senang bermain boneka, perabot rumah tangga seperti cangkir dan peralatan dapur plastic. Sementara anak laki-laki lebih menyukai senjata, mobil, dan barang lain yang bergerak dinamis.

Perbedaan juga tampak pada saat anak menginjak usia remaja dan dewasa. Pada waktu bepergian misalnya, hal-hal yang menjadi pusat perhatian mereka berbeda. Remaja putrid dan wanita dewasalebih tertarik pada hal-hal seperti rumah yang indah, tempat makan yang enak, dan took barang yang murah. Sementara remaja putra dan pria dewasa pada umumnya lebih tertarik pada hal-hal yang terkait dengan petualangan dan ekspresi kekerasan. Bagi kaum pria, perjalanan mendaki, belokan yang menyeramkan, atau melihat balapan mobil lebih menarik daripada toko dan barang-barang yang bagus dan murah.

Lebih jauh, kemampuan dasar intuisi terhadap tanda-tanda alam dan sikap dasar manusia, antarkeduanya juga berbeda. Wanita pada umumnya mempunyai kemampuan intuisi yang lebih tajam disbanding dengan pria. Bahkan, dalam kemampuan nalar dan rasa pengertian, potensi dasar kedua pasang makhluk itu pun berbeda. Sebagai contoh, wanita mempunyai kelebihan dalam ekspresi bahasa. Mereka lebih menyukai kata-kata halus. Mereka pun cenderung lebih sabar dan telaten. Sebaliknya kata-kata sumpah serapah dan kasar sering kali menjadi cirri khas yang melekat pada pria, ketika menghadapi keadaan yang tidak mengenakkan seperti saat tersandung.

Menurut keyakinan masyarakat ilmiah, otak wanita dan pria juga berbeda. Hipotesis tentang perbedaan itu pertama kali diusulkan oleh Simon Levay, ahli syaraf di Salk Institute, ketika ia menemukan perbedaan struktur otak wanita dan pria. Perbedaan struktur otak, menurutnya, telah membawa konsekuensi adanya perbedaan dalam ekspresi kehidupan mental.

Otak dan kemampuan berpikir diakui sangat berperan dalam kehidupan manusia. Mayoritas ahli kini percaya fungsi otak merupakan indicator utama adanya kehidupan. Sekali fungsi berhenti, saat itulah orang divonis mati. Seperti dalam teori Levay, suatu hal yang wajar dan masuk akal adanya dugaan kemampuan mental mungkin berawal dari segumpal organ yang disebut otak.

Dalam satu decade terakhir ini, para ahli syaraf menemukan adanya perbedaan itu. Meskipun temuan masih bersifat sementara (tentative) dan ambigius –dalam arti bias salah dan bias benar—sebagian besar mereka mengakui adanya sedikit perbedaan struktur otak. Meskipun begitu, mereka hamper saja putus asa mencari jawaban terhadap pertanyaan, apakah perbedaan susunan atom/molekuler otak menyebabkan wanita dan pria berbeda dalam berpikir? Secara Atomik, menurut para ahli, tidak ada perbedaan yang prinsip antara otak wanita dan otak pria. Susunan molekuler keduanya analog dan nyaris kembar identik.

Untunglah, dengan hadirnya mesin-mesin pencitraan baru, para peneliti mulai paham –setidaknya dapat melihat perbedaan—bagaimana otak pria dan wanita secara actual berfungsi. Dengan hadirnya teknologi baru seperti functional magnetic resonance imaging (FMBI) dan positron emission tomography  (PET), para peneliti dapat mengamati tingkah laku otak saat manusia merenung, merasakan, dan mengingat sesuatu. Dalam tahun 1995 berbagai penelitian sudah membuktikan adanya perbedaan susunan neuron otak, saat otak bekerja (seperti membaca) dan menganggur. Dan menjelang April tahun 1994, hasdil studi dilaporkan bahwa otak wanita bekerja lebih banyak saat ia memikirkan kesedihan. Pada saat sedih, menurut penelitian itu, wanita mempunyai kemampuan nalar lebih rendah saat diuji dengan metode SAT.

Apa pendapatmu tentang kutipan-kutipan pernyataan di bawah ini! Berilah alas an yang disertai dengan kalimat pendukung (yang berasal dari bacaan di atas!

No

Pernyataan

Alasan/Tanggapan

Kalimat pendukung

1

Secara kodrati  wanita dilahirkan dalam keadaan berbeda dengan pria. Perbedaan tersebut sudah dangat jelasterlihat dan terbukti dalam penelitian ilmiah ——————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————

2

Anak laki-laki lebih menyukai hal-hal yang berbau petualang yang memicu hormone adrenalin dibandingkan dengan wanita. ———————————————————————————————————————————————– —————————————————————————————————————————————————————————————————

3

Dalam kemampuan nalar dan rasa pengertian, potensi dasar kedua pasang makhluk itu sama. ———————————————————————————————————————— ————————————————————————————————————————————————————

4

Dalam penemuan yang bersifat tentative membuktikan bahwa otak wanita dan pria mempunyai banyak perbedaan dalam struktur otak. ———————————————————————————————————————————————– —————————————————————————————————————————————————————————————————

5

Pada saat bersedih kemampuan nalar wanita lebih rendah. Hal ini dikarenakan otaknya sedikit bekerja pada saat wanita sedih perasaannya. ———————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————
  • Menyelaraskan Perbedaan Pendapat yang Muncul dalam Diskusi

 

Dalam suatu diskusi, ada kalanya muncul perbedaan pendapat. Hal itu wajar. Bahkan, perbedaan pendapat itu sering kali sukar dipertemukan. Meskipun demikian, jangan sampai perbedaan pendapat itu menimbulkan perselisihan di antara peserta diskusi. Jika perbedaan pendapat itu memang sukar, dipertemukan atau disatukan, satu hal yang perlu dilakukan—khususnya oleh moderator adalah menyelaraskan pendapat. Perhatikan contoh penyelarasan pendapat berikut!

Masalah:

Perbedaan yang mendasar antara pria dan wanita tidak hanya terletak pada fisik dan jenis kelamin. Namun, perbedaan ini juga terletak pada sikap keseharian dan pandangan hidup antara pria dan wanita.

 

 

Pendapat 1

Pendapat 2

Penyelarasan Perbedaan Pendapat

Saya sangat menyadari bahwa memang di antara wanita dan pria sangat berbeda. Perbedaan ini jelas terlihat sekali diberbagai bidak dan aspek kehidupan. Karena perbedaan-perbedaan tersebut, harus dibedakan pula dalam pembagian tugas dan pekerjaan yang dilakukan dalam segala aspek kehidupan pula. Saya kurang setuju dengan pendapat yang dikemukakan saudara tersebut. Kalaupun ada perbedaan antara pria dengan wanita janganlah dijadikan dasar diskriminasi dalam pembagian tugas dan pekerjaan. Wanita pun banyak yang bisa melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan pria. Bahkan banyak pula pria yang melakukan pekerjaan wanita. Jadi, dalam masalah ini tidak ada masalah. Kedua pendapat tersebut sama-sama bagus, meskipun kelihatannya saling bertentangan. Kedua pendapat itu memiliki argument yang masing-masing benar. Pertama, wanita dan pria memang berbeda. Akan tetapi, perbedaan tersebut tidaklah perlu dibesar-besarkan. Artinya pembagian tugas dan pekerjaan tidaklah perlu adanya pembatasan ayng terlalu ketat dan mencolok. Selagi masih bias dikerjakan bersama marilah kita kerjakan bersama-sama. Yang kedua, perbedaan tersebut bukanlah sebuah diskriminasi melainkan sesuatu yang bersifat kodrati. Jadi, kita harus pandai-pandai memilih dan memilih mana yang harus fdikerjakan sendiri-sendiri dan mana yang dapat dikerjakan bersama-sama ….

Pelatihan 7

 

Buatlah kelompok yang terdiri atas lima orang. Kemudian diskusikan permaslahan berikut. Jika terjadi perbedaan pendapat moderator atau pemimpin diskusi haruslah menyelaraskan pendapat keduanya!

Permasalahan

Pendapat 1

Pendapat 2

Penyelaras

Pasangan Bibit-Rustri akhirnya jadi Gubenur Jawa Tengah. Hal itu terjadi karena slogan yang dicanangkan keduanya adalah bali desa mbangun ndesa. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
SMA yang sudah bertaraf internasional (SBI) pastilah siswanya lebih kreatif dibandingkan dengan sekolah-sekolah yang lain. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————————————————————————————————– —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Anak yang memeiliki kecerdesan tinggi cenderung mem- punyai kepribadian yang suka menyendiri, tidak senang berorganisasi dan sulit bergaul. —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
Setiap bayi yang lahir itu bagaikan selembar kertas putih yang belum ternoda (teori tabularasa). Oleh karena itu, orang tua dan lingkunganlah yang mempunyai peranan yang sangat dominant dalam menentukan perkembangan selanjutnya bayi tersebut. —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Bahasa menunjukkan bangsa, demikianlah kata pepatah/ peribahasa. Jika lingkungan pergaulan anak/orang tersebut baik maka bahasa sekaligus perilakunya baik tetapi jika lingkungannya jelek, jelek pulalah perilaku dan bahasanya. —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

 

D. Membaca Puisi

            Settelah mempelajari bagian ini, kemampuan yang seharusnya kalian capai adalah mampu membacakan puisi dengan memperhatikan lafal, tekanan, dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi; (2) menilai pembacaan puisi yang dilakukan teman; mempraktikan membacakanpuisi.

 

1. Penampilan Baca Sastra

Sastra merupakan karya yang sifatnya individual. Pembacaannya pun cenderung individual. Artinya dalam membacakan  sastra setiap pembaca sesungguhnya harus memilikigayadan nuansanya sendiri. Teknik membaca sastra memang secara umum dapat dipelajari. Akan tetapi, dalam penampilannya hendaknya warna pribadi si pembaca tetap dominant. Oleh sebab itu, seorang yang akan membacakan puisi (juga karya sastra lain) pertama kali harus menjadi dirinya-sendiri dan mengenali kepribadiannya sendiri. Pancaran pribadi amat penting dalam pertunjukkan baik secarasendirian maupun kelompok.

Mendengarkan (melalui rekaman) atau menonton pertunjukkan baca puisi para penyair seperti Rendra, Sutardji Calzoum Bakri, Remy Silado, Emha Ainun Najib dan sebagainya memang perlu dan penting. Penampilan mereka kita dengar atau lihat sebagai bandingan atau perluasan wawasan kita seputar seni baca sastra itu. Yang sangat disayangkan adalah manakala kita ingin seperti Rendra (karena terkagum-kagum dengan puisinya) atau seperti Putu Wijaya (karena kagum pada naskah dramanya). Yang terpenting ketika membacakan puisi (karya sastra lainnya) haruslah menjadi dirinya sendiri., bukan menjadi orang lain.

Penampilan membaca sastra harus memperhatikan tiga hal besar yaitu masalah kejiwaan pembaca, maslah verbal, dan masalah nonverbal. Ketiga hal tersebut tidaklah berdiri-sendiri, tetapi hadir secara integrasi pada saat pembacaan sastra itu berlangsung.

Sisi psikis akan tergambar melalui kesan pertama seorang pembaca sastra naik ke atas panggung. Apakah ia tampak tenang, meyakinkan, gugup, takut-takut dan malu? Pendek kata seorang pembaca sastra haruslah siap mental. Untuk masuk ke suasana panggung pembacaan sastra seorang pembaca sastra mesti melakukan konsentrasi lebih dahulu. Konsentrasi dalam hal ini bukanlah mengosongkan pikiran, tetapi justru memasukkan dunia sastra dan nuansa pentas ke dalam jiwanya.

Masalah verbal meliputi persoalan artikulasi, intonasi, irama, dan volume suara. Kejelasan artikulasi dalam seni baca puisi sangat dibutuhkan. Bunyi vocal sperti /a/, /i/, /u/, /e/. /o/, /ai/, /au/, dan sebagainya harus jelas terdengar, demikian pula bunyi-bunyi konsonan. Untuk itulah seorang pembaca puisi harus mengenali betul alat-alat ucap dan bunyi yang dihasilkannya.

Intonasi menyangkut persoalan tekanan dinamik yaitu keras-lembutnya suara, tekanan tempo yakni cepat lambatnya ucapan, tekanan nada yang menyangkut tinggi-rendahnya suara; serta modulasi yang meliputi perubahan bunyi suara; karena marah, bunyi menjerit karena sakit, dan sebagainya. Ketepatan intonasi atau irama ini bergantung kepada ketepatan penafsiran atau puisi yang dibaca.

Volume suara juga amat penting untuk diperhatikan. Dalam baca sastra yang perlu diperhatikan adalah suara seorang pembaca sastra harus mampu mengatasi suara penonton atau pendengarnya. Untuk mengatasi suara penonton pembaca sastra memang dituntut memiliki vocal yang keras. Hanya seringkali dijumpai pembaca sastra yang berteriak untuk memperkeras volume suaranya. Hal itu tentu saja akan merusak kemerduan ucapan yang justru amat dibutuhkan dalam baca sastra. Volume suara yang keras semestinya dilakukan dengan mempertinggi suara bukan dengan jalan berteriak.

Masalah nonverbal meliputi masalah mimic, pantomimic, pakaian, dan komunikasi. Mimic merupakan gerak wajah, sedangkan pantomimic merupakan gerak anggota tubuh yang lain. Antara aspek verbal dan factor mimikdan pantomimic yang dimunculkan haruslah proporsional sesuai dengan kebutuhan menampilkan gagasan teks sastra secara tepat. Mimic dan pantomimic yang kurang wajar akan merusak keindahan pembacaan serta bias jadi akan menganggu pembacaan tersebut.

Komunikasi yang dimaksudkan dalam kaitan seni baca sastra ini adalah komunikasi antara pembaca dan penonton. Dalam baca sastra pembaca sastra sebaiknya menciptakan kontak dengan pembaca karena bagaimanapun juga membaca puisi berarti membaca untuk penotnton.komunikasi ini dapat dibina melalui kontak mata dan perhatian, kemerduan suara, mimic dan pantomimic . pembaca sastra hendaknya memahami betul sastra yang dibacanya melalui studi yang berulang-ulang dan terus-menerus agar jalur komunikasinya dengan penonton dapat terjalin dengan baik.

Aspek verbal dan nonverbal dalam kaitannya dengan baca sastra sebagai sebuah seni pertunjukkan juga terikat oleh suatu hokum panggung. Sebuah pentas dengan layer hitam di bagian belakang, beberpa level ditata merendah dan meninggi di depan layer itu, lampu padam seketika.ketika lampu menyala perlahan di bagian tengah, pada level paling tinggi, berdiri dengan gagahnya pembaca puisi, kalimat-kalimat yang dilantunkan kadang tinggi, kadang-kadang rendah, kadang-kadang cepat, kadang-kadang lambat,pada bait ketiga pembaca itu menuruni level menuju level paling rendah , langkahnya seirama dengan irama kalimat yang diucapkannya.

Suasana semacam itu tentu akan memberikan kekuatan tertentu pada aktivitas baca sastra. Akan sangat berbeda bila pembacaan sastra itu tidak menggarap unsure panggungnya. Bias saja ia menjadi tontonan yang bagus, tetapi tentu saja tidak akan sebagus dengan pembacaan sastra yang digarap dengan mempertimbangkan segala aspek seni pertunjukkan.

2. Membaca Puisi

Adabeberapa alternative membaca puisi yaitu pembacaan secara individual, secara kelompok, dan dramatisasi puisi.

Pembacaan individual sering dilakukan orang. Biasanya pembacaan puisi secara individual ini memakai iringan musik, baik musik hidup maupun musik kaset. Musik itupun harus digarap dengan sungguh-sungguh agar tidak terkesan hanya sebagai tempelan belaka. Musik itu hendaknya benar-benar mendukung nuansa dan jiwa puisi. Adakalanya dalam pembacaan individual ini seorang penyair juga meminta keterlibatan penonton. Penonton diajak ikut andil dalam proses pembacaan puisi yang sedang berlangsung.

Perhatikan puisi berikut ini!

TELAH LARUT GARAM DALAM CAIRANNYA

Telah larut garam dalam cairannya

Telah larut laut dalam gelombangnya

Telah larut manusia dalam kemanusiaannya

Pohon bakau dan ikan cumi-cumi

Getir terakhir dari penyair limbah industri

Getir terakhir dari pulau yang tak berpenghuni

Telah larut angina dalam hembusannya

Telah larut darah dalam alirannya

Telah larut dunia dalam rotasinya

Akulah yang bernama Kuasa

Rumput laut dan ikan-ikan

Tangan lunglai di atas rerumputan

Rumput laut dan ikan-ikan

Tangan lunglai di atas rerumputan

Rumput laut dan ikan-ikan

Tangan lunglai di atas jembatan

(Suripan Sadi Hutomo, 27 Mei 1990)

Bait pertama, kedua, dan ketiga dapat dibawakan sendiri secara individual. Pada bait berikutnya pembaca dapat mengajak para penonton ikut serta membacanya.

Sedangkan pembacaan puisi secara kelompok berarti pembacaan puisi yang dilakukan bersama-sama oleh beberapa orang. Puisi yang dipilih pun harus puisi yang memiliki peluang untuk dibaca secara bersama-sama. Peluang itu misalnya terdapat pada puisi yang memiliki paralelisme, repetisi, tautology, bunyi-bunyi, dan sebagainya. Dengan kata lain tidak setiap puisi dapat dibacakan secara kelompok.

Perhatikan puisi berikut!

 

HOM PIM PA

Apa katamu bila hidup itu hom-pi-pa

Siang orang sufi malam berkostum pencuri

Topeng-topeng tergantung pada setiap biliknya

Maka berubahlah setiap saat

Biar perut terganjal, panjang usia dipersempit limitnya

Mencuri, mereka bila terpaksa

Nodong, mereka bilang terpaksa,

Nipu, mereka bilang terpaksa

Sajak inipun mereka bilang terpaksa:

Hom-pi-pa

Hom-pi-pa

Kalah menang teka-teki

Yang pasti

sumbang

apa katamu bila hidup itu hom-pi-pa

gaungnya membikin rimba

sekolah jadi rimba, kantor jadi rimba, pergaulan

jadi rimba, perempuan jadi rimba, jiwa jadi rimba

ide jadi rimba, aku jadi rimba, putih jadi rimba

hokum jadi rimba

ada harimau dengan kuku dan taring-taringnya

ada pelanduk dengan akal liciknya

ada kijang cantik hidup dalam kewas-wasannya

jangan jambret, toh bukan kau

jangan mabok, toh buka kau

maka setiap manusia ciptakan rel masing-masing

berserabutan di jagat:

Hom-pi-pa

Hom-pi-pa

Tangan tengadah belum tentu menang

Tangan telungkup belum tentu kalah

Apa katamu bila hidup itu hom-pi-pa

Paling man gelengkan kepala sambil berucap

Hom-pi-pa bersahutan

Hom-pi-pa

Hom-

Pi-

Pa!

Tengsoe Thahjono, 1983)

Pelatihan 8

 

Bacalah salah satu dari puisi di atas! Kalian boleh membaca secara individual maupun kelompok. Perhatikan format penilaian di bawah ini !

 

No

Nama

Artikulasi

Intonasi

Volume

Mimic/pantomimic

Penampilan

1            
2            
3            
4            
5            
6            
7            

 

Keterangan: rentang nilai 5 sampai dengan 9

UJI KOMPETENSI 2

I. Berilah tanda silang pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang tepat!

1. Elin, gadis yang berhidung mancung, bibirnya tipis, mukanya bulat telur dan bermata sipit bersinar-sinar, tak alang lagi, memiliki wajah ayu. Keayuannya menjadi penghias yang indah di dalam gerbong yang sesak. Pemuda-pemuda pada tertarik dan menjilatkan ekor matanya pada wajah ayu itu. Tetapi Elin tidak peduli amat. Hatinya sedang gelap seperti gelapnya malam pabila langit tertutup mendung. Gelap dihatinya mempengaruhi wajahnya yang bersinar jadi suram.

Pelukisan tokoh kutipan cerpen di atas dengan cara ….

  1. Pelukisan bentuk lahir
  2. Pelukisan bentuk batin
  3. Pelukisan alam sekitar
  4. Pelukisan sekeliling tokoh
  5. Pelukisan oleh tokoh lain

2. Konflik yang terjadi pada kutipan cerpen di atas adalah ….

  1. Konflik internal
  2. Konfliks eksternal
  3. Konflik dengan sesame manusia
  4. Konfliks dengan lingkungan
  5. Konfliks dengan Tuhannya

3. Aku tersenyum, ia pun tersenyum. Pemuda berbaju kotak-kotak lalu mempersilakan pria bule yang berdiri di dekat neneknya untuk duduk di tempat duduknya. Dua pemuda Mesir yang duduk di depan nenek bule berdiri dan mempersilakan pada perempuan bercadar dan perempuan bule untuk duduk.Begitulah  salah satu keindahan hidup di Mesir adalah penduduknya yang lembut hatinya. Jika sudah tersentuh mereka akan memperlakukan kita seumpama raja. Mereka terkadang keras kepala, tapi jika sudah jinak dan luluh mereka bisa melakukan kebaikan seperti malaikat. Mereka kalau marah meledak-ledak tapi kalau sudah reda benar-benar reda dan hilang tanpa bekas. Tak ada dendam di belakang yang diingat sampai tujuh keturunan seperti orang Jawa. Mereka mudah menerima kebenaran dari siapa saja

Unsure ekstrinsik yang paling dominant pada kutipan cerpen di atas adalah ….

  1. Unsure pendidikan pengarang
  2. Unsure lingkungan pengarang
  3. Unsure kebudayaan pengarang
  4. Unsure agama pengarang
  5. Unsure social pengarang

4. Unsur ekstrinsik lingkungan pengarang adalah hal  yang paling dominant pada kutipan di bawah ini !

a. Setelah aku yakin semua pintu rumahku sudah terkunci dengan baik, aku masuk ke dalam mobil yang sudah kuhidupkanlimamenit lalu. Perjalanan ini akan kumulai. Dari Tamalanrea menuju Bantimurung.Lima menit kemudian mobilku sudah meluncur pelan. Di jalan padat. Dalam hawa pagikotaMakasar. Aku mencoba tidak terlalu tegang, kunyalakan radio mobilku.
b. Usai berganti pakaian kurebahkan diriku di atas kasur. Oh, alangkah nikmatnya. Ini saatnya istirahat. Kunyalakan tape kecil di samping tempat tidur. Enaknya adalah memutar murattalSyaikh Abu Bakar Asy-Syathiri. Suaranya yang sangat lembut dan indah penuh penghayatan dalam membaca Al-Qur’an sering membawa terbang imajinasiku ke tempat-tempat sejuk. Ke sebuah danau bening di tengah hutan yang penuh buah-buahan. Kadang ke suasana senja yang indah di tepi pantai Ageeba, pantai laut Mediterania yang menakjubkan di Mersa Mathruh. Bahkan bisa membawaku ke dunia lain, dunia indah di dalam laut dengan ikan-ikan hias dan bebatuan yang seperti permata-permata di surga. Dalam keadaan lelah selalu saja suara Syaikh Abu Bakar Asy-Syathiri menjadi musik pengantar tidur yang paling nikmat. Meski terkadang aku harus terlebih dahulu meneteskan air mata…
c. Kucai mengangkangi dahan tertinggi, sedangkan Sahara, satu-satunya betina dalam kawanan itu, bersilang kaki di atas dahan terendah. Pengaturan semacam itu tentu bukan karena adanya budaya patriarki begitu kental dalam komunitas Melayu, tapi semata-mata karena pakaian Sahara tidak memungkinkan ia berada di atas kami. Ia adalah muslimah yang menjaga aurat rapat-rapat.
d. Orang Sawang tak terlalu tertarik dengan hiburan-hiburan tadi tapi mata mereka tak lepas dari tiga buah meja berukuran besar dengan panjang kira-kira 12 meter, lebar dan tingginya kira-kira 2 meter. Di atas meja itu ditimbun berlimpah ruah barang-barang keperluan rumah tangga, mainan, dan berjenis-jenis makanan. Barang-barang ini adalah sumbangan dari setiap warga Tionghoa. Tak kurang dari 150 jenis barang mulai dari wajan, radio transistor, bahkan televisi, berbagai jenis kue, biskuit, gula, kopi, beras, rokok, bahkan tekstil….Daya tarik terkuatdari sembahyang rebut adalah sebuah benda kecil yang disebutfung pu yakni secarik kain merah yang disembunyikan di sela-sela barang-barang tadi. Benda ini merupakan incaran setiap orang karena ia perlambang hokidan yang mendapatkannyadapat menjualnya kembali pada warga Tionghoa dengan  harga jutaan.

APA KAU TELAH DAPAT GANTI RUGI

Apa kau telah dapat ganti rugi

Dari tanahmu yang dibuat pabrik jerami

Apa kau telah dapat ganti rugi

Apakah kau hanya dibohongi?

Materai dan kertas berhuruf kanji

Tak seindah bunga bakung di tepi kali

Materai dan kertas yang digores belati

Tak seindah jerami menoreh  pasir di bumi

Telah ditebang pohon kedondong  dan maoni

Telah ditebang pohon-pohon hijau trembesi

Telah ditebang pohon-pohon pakisaji

Telah ditebang jiwamu yang tak ditopang beton bersigi

Aku sebagai saksi

Aku semut yang bersarang di daun pakisaji

Aku ulat yang merayap di kelopak kulit trembesi

Aku burung pelatuk yang berumah di pohon maoni

Apa kau telah dapat ganti rugi

Dari tanahmu yang dibuat pabrik jerami?

Apa kau telah dapat ganti rugi?

Apakah kau hanya dibohongi?

Aku sebagai saksi

suripan Sadi Hutomo, 27 Mei 1990

5. Bait pertama puisi di atas didominasi oleh majas ….

a. personifikasi              b. metafora        c. retoris           d. analogi          e. metonimia

6.  Bait ketiga puisi di atas didominasi oleh majas ….

a. personifikasi              b. paralelisme                c. repetisi          d retoris            e. metafora

7. Latar puisi pada bait ketiga kira-kira terjadi di ….

a. pedesaan      b. hutan                        c.kotabesar     d. pedalaman                 e. daerah transmigrasi

8. Siapakah yang dimaksud dengan kau pada puisi di atas?

a. pengarang                 b. pemerintah                c. pedagang      d. petani            e. pegawai negeri

Bacalah puisi di bawah ini!

HOM PIM PA

Apa katamu bila hidup itu hom-pi-pa

Siang orang sufi malam berkostum pencuri

Topeng-topeng tergantung pada setiap biliknya

Maka berubahlah setiap saat

Biar perut terganjal, panjang usia dipersempit limitnya

Mencuri, mereka bila terpaksa

Nodong, mereka bilang terpaksa,

Nipu, mereka bilang terpaksa

Sajak inipun mereka bilang terpaksa:

Hom-pi-pa

Hom-pi-pa

Kalah menang teka-teki

Yang pasti

sumbang

apa katamu bila hidup itu hom-pi-pa

gaungnya membikin rimba

sekolah jadi rimba, kantor jadi rimba, pergaulan

jadi rimba, perempuan jadi rimba, jiwa jadi rimba

ide jadi rimba, aku jadi rimba, putih jadi rimba

hukum jadi rimba

ada harimau dengan kuku dan taring-taringnya

ada pelanduk dengan akal liciknya

ada kijang cantik hidup dalam kewas-wasannya

jangan jambret, toh bukan kau

jangan mabok, toh buka kau

maka setiap manusia ciptakan rel masing-masing

berserabutan di jagat:

Hom-pi-pa

Hom-pi-pa

Tangan tengadah belum tentu menang

Tangan telungkup belum tentu kalah

Apa katamu bila hidup itu hom-pi-pa

Paling man gelengkan kepala sambil berucap

Hom-pi-pa bersahutan

Hom-pi-pa

Hom-

Pi-

Pa!

(Tengsoe Thahjono, 1983)

9. Baris pertama bait pertama puisi di atas bermajas ….

a. repetisi          b. retoris           c. personifikasi              d. metafora        e. paradoks

10. Baris kedua bait pertama puisi di atas bermajas ….

a. repetisi          b. retoris           c. personifikasi              d. metafora        e. paradoks

11. Bait kedua puisi di atas bermajas ….

a. personifikasi              b. paralelisme                c. repetisi          d retoris            e. metafora

12.        sekolah jadi rimba, kantor jadi rimba, pergaulan

jadi rimba, perempuan jadi rimba, jiwa jadi rimba

ide jadi rimba, aku jadi rimba, putih jadi rimba

hukum jadi rimba

Kutipan di atas bermajas ….

a. klimaks         b. antiklimaks                c. paralelisme                d. repetisi          e. retoris

13.  Kutipan di bawah ini, manakah yang mengandung enjambemen?

a.   Maka berubahlah setiap saat

Biar perut terganjal, panjang usia dipersempit limitnya

b.   Kalah menang teka-teki

Yang pasti

Sumbang

c.   apa katamu bila hidup itu hom-pi-pa

gaungnya membikin rimba

d.   Tangan tengadah belum tentu menang

Tangan telungkup belum tentu kalah

e.   ada harimau dengan kuku dan taring-taringnya

ada pelanduk dengan akal licikny

14. Hal-hal di bawah ini yang harus diperhatikan seseorang ketika membaca puisi, kecuali ….

a..  masalah kejiwaan pembaca              b.  masalah verbal          c. masalah nonverbal

d. masalah teknis          e.  masalah psikis.

15. Di bawah ini hal-hal yang tidak termasuk masalah verbal, yakni ….

a. persoalan artikulasi,               b. intonasi,        c.  irama,          d. volume suara.            e. rima

16. Masalah nonverbal meliputi hal-hal di bawah ini, kecuali ….

a. masalah mimic,         b. pantomimic, c. suasana          d. pakaian,        e.komunikasi

17. Bacalah paragraph berikut dengan seksama!

Penggunaan obat-obatan terlarang di kalangan remaja sangat memprihatinkan. Pada usia remaja, manusia sedang mengalami pertumbuhan jasmani dan rohani. Jika pada usia tersebut mereka mengonsumsi obat terlarang, dapat menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya saraf, yang dapat mengakibatkan kelambanan berpikir. Apalagi jika sudah kecanduan, maka akan sulit disembuhkan. Jadi jelas, pemakaian obat terlarang dapat menimbulkan dampak negative bagi pemakaianya maupun bagi orang lain.

Ringkasan paragraph di atas adalah …

  1. Pemakaian obat terlarang yang sudah kecanduan
  2. Penggunaan obat-obat terlarang di kalangan remaja
  3. Gangguan kesehatan remaja
  4. Obat terlarang sangat mengganggu kesehatan
  5. Merebaknya obat-obat terlarang di kalangan remaja

18. Perhatikan kalimat-kalimat berikut!

a)       Sungai yang mengalir di tengah desa kering kerontang

b)       Orang tampak berdesak-deskan menunggu giliran menimba

c)       Sawah dan lading seperti hangus ditimpa terik matahari

d)       Sumur pun banyak yang sudah tidak berair lagi

e)       Musim kemarau yang panjang dan kering tahun ini merupakan bencana bagi daerah kami.

Urutan kalimat-kalimat tersebut jika dijadikan paragraph yang mencerminkan perkembangan gagasaan yang logis adalah ….

  1. C-a-b-e-d
  2. E-c-a-d-b
  3. B-d-c-a-e
  4. A-e-b-d-c
  5. D-b-e-c-a

19. Bacalah paragraph berikut!

Jumlah penonton pertandingan final bulu tangkis PON XVI/2004 di Gedung Dempo Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang Minggu sore tampak ‘membludak’. Akibatnya, ribuan penonton ‘mandi keringat’. Padahal, gedung itu menggunakan AC. Akan tetapi, mereka tak menghiraukan keringat yang bercucuran di wajah dan sekujur tubuh. Mereka terus menatap kea rah para pemain dari tim yang dijagokannya tim DKI lawan Jatim. “Wah, panas sekali,” kata Mira, salah seorang penonton seperti dikutip situs resmi PON.

Hal yang tidak terdapat dalam paragraph tersebut adalah …

  1. Jumlah penonton pertandingan final bulutangkis PON XVI membludak
  2. Ribuan penonton pertandingan final bulutangkis PON XVI mandi keringat
  3. Gedung tempat pertandingan final bulutangkis PON XVI sudah menggunakan AC
  4. Penonton pertandingan final bulutangkis PON XVI tidak menghiraukan keringat yang bercucuran
  5. Tim bulutangkis DKI mengalahkan Jawa Timur di final bulu tangkis PON XVI.

20. Bacalah paragraph berikut!

Tidak banyak orang yang mengenal Dawn Fraser. Akan tetapi, di negaranya dia melegenda. Dawn lahir di Balmain, sebuah daerah pinggirankotaSidneytahun 1937. dia merupakan anak bungsu dari delapan bersaudara. Sejak kecil, Dawn menderita penyakit asma sehingga berenang merupakan salah satu cara untuk menolongnya bernapas dengan baik.

Kalimat Tanya yang sesuai dengan isi paragraph di atas adalah ….

  1. Mengapa banyak orang tidak mengenal dawn Fraser?
  2. Mengapa Dawn Fraser menderita asma sejak kecil?
  3. Siapakah Dawn Fraser?
  4. Mulai kapan Dawn Fraser dikenal orang?
  5. Di mana Dawn Fraser berenang?

TEMA  4

KESEHATAN

A. Mendengarkan Siaran Radio/Televisi

 

            Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu (1) mencatat isi atau pesan pokok siaran radio; (2) menuliskan pesan siaran dalam beberapa kalimat secara runtut dan mudah dipahami; (3) menyampaikan secara lisan isi pesan  yang didengarkan secara runtut dan jelas.

Berita merupakan kabar atau informasiyang disampaikan kepada orang lain. Penyampaian berita dpat secara lisan ataupun secara tertulis. Penyampaian berita secara tertulis dapat dilakukan melaluisuratkabar, majalah, papan pengumuman, atausurat; sedangkan berita secara lisan  melalui radio, televisi atau secara langsung seperti diskusi, symposium, dan pada saat pembelajaran berlangsung. Simaklah kutipan berita di bawah ini!

     Parapemirsa yang budiman,

Berikut kami sampaikan berita actual siang ini.Sebagai kompensasi kenaikan harga BBM di tahun 2008 ini pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang dikategorikan berpenghasilan rendah. Hanya saja yang menjadi permasalahan adalah data penerima BLT tersebut berdasarkan data pada tahun 2005. keadaan seperti itu jelas menimbulkan permaslahan di kalangan pembagi BLT di tingkat paling bawah.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika di berbagai daerah terjadi aksi penolakan BLT oleh pemerintah kabupaten setempat. Hal ini dilakukan karena ketakutan terjadinya  diskriminasi di antara rakyat kecil..

Pemirsa yang budiman,

    Belum lagi di kalangan para pengemudi. Terjadinya pemogokan dan demonstrasi di hampir setiap daerah menentang kenaikan BBM. Namun, keputusan pemerintah tak berubah. BBM tetap naik harganya dan pemasokan BBM pun dikurangi. Akhirnya, kesulitan-kesulitan rakyat pun makin menumpuk. Lagi-lagi rakyat kecil yang menjadi korban.

Paramahasiswa, pemegang masa depan bangsa ini pun melakukan hal yang sama. Demonstrasi. Pemerintah pun tetap bergeming. Keputusan kenaikan harga BBM tetap diberlakukan. Kesulitan hidup tanpa kenaikan BBM sudah demikian terasa sangat berat; terlebih lagi ditambah kenaikan harga BBM yang sangat rasional memicu kenaikan semua harga kebutuhan hidup ….

Pelatihan 1

Simaklah berita di atas, kemudian catatlah pokok-pokok beritanya/isinya!

 

No

Pesan Pokok Berita

1

Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai sebagai kompensasi kenaikan harga BBM.

2

3

4

5

Pelatihan 2

Simaklah berita di bawah ini (dapat dibaca gurumu/temanmu), kemudian buatlah isi/pesan berita secara runtut!

 

 NEWS SCRIPT

PENDENGAR, MENGUTIP cnn, COM, Badan Kesehatan Dunia (WHO), meminta kepada semua Negara untuk peduli dengan permasalahan yang sedang melanda beberapa Negara Asia berkaitan dengan menyebarnya virus flu burung yang mengakibatkan kematian sebagian penduduknya. Kurang lebih 8 orang meninggal dunia karena serangan virus ganas ini dan jutaan ayam di delapan Negara Asia terancam mati, namun hingga kini belum ada tanda-tanda serangan virus tersebut mereda.Thailand  melaporkan melalui televise setempat bahwa seorang bocah berusia 6 tahun diperkirakan telah terjangkit virus mematikan itu di wilayah utara Propinsi Phitsanulok . sejauh ini flu burung yang berjangkit di sebagian kawasan Asia sudah menyebar ke kawasan Pakistan, Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Thailand, Kamboja, Indonesia, dan sebagian Laos. Bahkan di Taiwan , flu ganas ini juga mulai menampakkan serangannya. Beberapa orang yang terinfeksi virus flu membahayakan ini sampai saat ini masih berada di wilayah Thailand dan Vietnam, meskipun beberapa saat yang lalu dilaporkan dua orang anak lelaki di Kamboja yang bermain dengan ayam terinfeksi dalam kondisi loemah.

Menghadapi permasalahan ini maka diselenggarakan sebuah konferensi bersama di Bangkok, Thailand yang dihadiri 10 negara ASEAN dan 3 negara Asia lainnya, yakni China, Korea Selatan, dan Korea Utara. SedangkanIndonesiakini di bawah tekanan keras setelah para peneliti menyimpulkan terjadinya penyebaran wabah flu burung ini ke beberapa wilayahIndonesiasekitar akhir September 2003, hanya saja Pemerintah terkesan menutupi hal ini.

(Naskah diambil dari Radio Star FM 107,55 Pandaan Jatim)

Isi berita :

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

B. Menceritakan Pengalaman Pribadi

 

            Setelah mempelajari bagian ini, kemampuan yang seharusnya kalian kuasai adalah (1)  menyampaikan secara lisan pengalaman pribadi (yang lucu, menyenangkan, mengharukan) dengan pilihan kata dan ekspresi yang sesuai  dan (2) mengajukan pertanyaan tentang pengalaman yang diceritakan.

Setiap orang pasti pernah mengalami suatu pengalaman pribadi yang lucu, menarik, menggembirakan, memalukan, atau mengharukan. Cerita serupa ini yang dijalin dari realitas keseharian, biasa terpendam dalam hati kalian. Kalian dapat tersenyum-senyum seorang diri saat mengenangnya. Alangkah menariknya jika kalian menyampaikan cerita pengalaman pribadi yang mengesankan itu kepada teman-teman di ruang kelas kalian sehingga hikmahnya dapat dipetik bersama-sama.

1. Menyampaikan pengalaman pribadi dengan pilihan kata dan ekspresi yang sesuai

Jika tidak menjadi rahasia yang harus disimpan rapat-rapat, kalian dapat menyampaikan pengalaman pribadi kepada orang lain. Agar dalam menyampaikan cerita pengalaman pribadi tidak membosankan atau membingungkan orang yang mendengar, kalian mempergunakan pilihan kata dan ekspresi yang sesuai. Jika kalian sedang bercerita tentang pengalaman yang menyedihkan, janganlah sambil tertawa atau dengan pilihan kata yang menyenangkan. Teman-teman pasti akan kebingungan menangkap cerita kalian.

Perhatikan contoh di bawah ini!

Ini hari kedua pendaftaran SMA, Rabo, 2 Juli 2008. hatiku gelisah, resah, cemas, khawatir. Karena sampai hari ini SKHU-ku belum aku daftarkan di mana-mana. Aku baru mencari-cari sekolaha SMA yang sebenarnya sangat aku dambakan. SMA favoritku dikotakecil tercintaku,kotagaram, Rembang. NEM-ku cukup lumayan untuk otak rata-rata sepertiku. 28.65. rata-rataku tujuh. Sebenarnya sudah sangat bagus bagiku. Namun, untuk mendaftarkan di SMA favoritku aku tak punya nyali.

Di hari kedua itu aku beranikan diri dating ke SMA favoritku, ternyata peserta yang mendaftar telah banyak. Rata-rata NEM-nya juga 28. Akhirnya aku dengan penuh kepercayaan diri mendaftarkan ke SMA favoritku. Saat itu aku yakin betul bahwa dengan nilaiku itu aku dapat bersaing dengan para pendaftar lain dan masuk di sekolah favoritku.

Hari keempat. 4 Juli 2008. Pagi-pagi aku datang ke sekolah yang menjadi tujuanku.  Bahkan saat itu panitia pendaftaran belum dating. Aku menunggu dengan penuh ketidaksabaran dan perasaan gundah. Detik demi detik, menit demi menit, dan jam demi  Waktu telah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Tayangan di LCD terus membuat dadaku gundah. Nama dan nomor pendaftaranku terus menerus turun dengan pasti. Sampai pukul 10.30 WIB pudar sudah harapanku untuk sekolah di SMA favoritku. Dengan langkah gontai aku mengambil SKHU-ku dan langsung mendaftarkan diri ke SMA yang sama sekali tak pernah kulirik bahkan dengan sebelah mata sekalipun. Ternyata di sinilah nasibku harus berlabuh untuk menuntut ilmu berikutnya. Sebuah SMA Negeri yang  cukup besar di kotaku, tetapi berprestasi akademis biasa-biasa saja –begitu aku menyebutnya–. Walaupun semula aku tak pernah mencintai SMA-ku ini, kini aku harus berusaha mencintainya dengan sepenuh hati. Di sinilah masa depanku selanjutnya ditentukan. Semoga aku bias meski hati ini masih luka ….

Pelatihan 3

Tulislah sebuah cerita tentang pengalaman pribadi kalian yang sangat mengesankan!

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Pelatihan 4

Setelah kalian menyampaikan kembali cerita pengalaman tersebut , kerjakanlah pelatihan berikut!

    1. kenangkanlah kembali beberapa pengalaman pribadi yang lucu, menyenangkan, mengesankan, atau mengharukan!
    2. pilihlah salah satu pengalaman pribadi yang paling menarik dan memungkinkan untuk diceritakan kembali di depan kelas.
    3. sampaikan cerita pengalaman pribadi itu di depan kelompokmu dengan intonasi, ekspresi, dan gerak-gerik yang sesuai!
    4. sementara itu, siswa lain yang mendengarkan cerita, memberikan penilaian kepada temannya yang sedang bercerita. Di bawah ini panduan penilaiannya!

LEMBAR PENILAIAN

No

Nama

Materi Cerita B/S/C

Ekspresi SS/S/TS

Penampilan B/S/C

Keterangan :

B          : Baik                            SS        : Sangan sesuai

S          : Sedang                       S          : Sesuai

C          : Cukup             TS        : Tidak sesuai

Nilai tertinggi 100

2. Mengajukan Pertanyaan tentang Pengalaman yang Diceritakan

 

Pelatihan 5

Setelah kalian selesai menceritakan pengalaman pribadi tersebut, mintalah teman-teman kalian bertanya tentang pengalaman pribadi yang kalian sampaikan! Jawablah pertanyaan mereka dengan jelas!

C. Mendengarkan Cerita Sastra

            Setelah mempelajari bagian ini kalian diharapkan mampu (1) memahami unsure intrinsic cerpen; (2) menuliskan unsure-unsur intrinsic dalam cerpen; (3) menuliskan dan mendiskusikan kelebihan cerpen berdasarkan unsure-unsur intrinsiknya; (4) menemukan unsure-unsur ekstrinsik cerpen yang dibacakan; (5) menceritakan isi cerpen secara runtut.

Mendengarkan pembacaan cerpen memang mengasyikkan. Bentuk cerpen ada yang pendek ada pula yang panjang. Kesempurnaan bentuk cerpen tidak terletak pada panjang pendeknya sebuah cerpen. Sebuah cerpen yang pendek sekalipun, bila ditulis dengan unsure-unsur intrinsic yang lengkap dan menarik, tentu menjadikan cerpen itu memiliki daya pikat untuk disimak sampai tuntas..

Unsur-unsur intrinsik cerpen sudah pernah dibahas pada baba terdahulu. Demikian pula dengan unsure ekstrinsik sebuah cerpen.

Pelatihan 6

Tutuplah buku kalian! Simak pembacaan cerpen berikut dengan seksama! Jangan lupa, catat unsure-unsur intrinsic di dalamnya!

 

Sejuknya Angin Tanaman Jarak

Sofyan B. Penstiyo

Pagi itu aku masih berdiri di tepi teras rumah. Jaket parasut yang aku pakai sejak semalam tak mampu menghalau dinginnya udara pagi. Rasa dinginnya samapai terasa ke sum-sum tulangku. Kalau saja aku bukan penduduk Desa Uwabanga ini, mungkin sudah bersembunyi di dalam kamar dan membungkus tubuh dengan selimut tebal untuk mencari kehangatan. Seumur hidup bermukim di desa ini. Aku tak pernah melihat matahari akan tersembul dari balik Pegunungan Tilongkabila yang membujur di belakang rumahku.

Sejak dahulu keluargaku tinggal di sebuah rumah panggung tua terbuat dari papan yang mulai lapuk dimakan rayap. Rumah kami berdiri di atas tanah yang berbatasan dengan pegunungan. Di samping kiri rumah ada lahan kebun hingga mencapai kaki pegunungan. Di depan rumah kami terdapat jalan desa yang belum selesai diaspal dan sampai kini tak tersentuh oleh proyek pembangunan. Padahal jalan itu merupakan akses penting bagi masyarakat desa.  Tak jauh dari rumah kami terhampar lautan luas. Teluk Tomini yang menjadi sumber penghidupan kami dari sebagian besar penduduk desa yang menggantungkan hidup dari kegiatan melaut.

Sebagai keluarga nelayan, kami tidak memiliki harta yang patut dibanggakan. Rumah tua yang kami tempati dan lahan kebun hanyalah warisan peninggalan kakek, orang tuanya ayah. Kondisi tanah yang berbatu dan berpasir membuat lahan itu tidak berfungsi dengan baik. Baru dua bulan lalu ayah mau memanfaatkannya untuk menanam tanaman jarak. Selain warisan itu, ayah hanya memiliki sebuah perahu kecil yang sering kami pergunakan untuk melaut. Ibu yang sibuk mengurus keluarga terkadang membantu ayah membuat ikan asin. Hasil produksi ikan asin yang tidak seberapa itu biasanya kami jual pada pedagang di pasar. Lumayan bias menopang keperluan hidup sehari-hari.

Walaupun kehidupan keluargaku penuh kekurangan, tetapi tidak pernah menyurutkan semangat kami. Ayah dan ibu masih sempat memikirkan pendidikan kami. Aku dan kedua adikku masih tetap diberikan kesempatan untuk menikmati pendidikan seperti anak-anak lain dari keluarga tak mampu. Tahun lalu aku berhasil menyelesaikan pendidikan di SMK Pertanian. Sementara adikku yang laki-laki saat ini di SMA dan yang terakhir perempuan bersekolah di SMP. Sekolah mereka berada di pusat kecamatan , berjarak sekitar delapan kilometer dari desa kami. Mereka ke sekolah selalu bersama menaiki sepeda tua yang juga peninggalan kakek.

“Iwan, ayo ke sini! Apa yang kamu fikirkan?” suara ayah yang sibuk menimba air di sumur mengagetkan aku yang sejak tadi menatap hamparan tanaman jarak pagar. Aku menuruni anak tangga di samping rumah dan langsung menuju kea rah sumur.

“Tolong Bantu Ayah! Angkat ember-ember air ini ke kebun!”

“Ok, Yah!” Aku mengambil dua ember air lalu dengan segera mengangkat menuju kebun. Berat juga rasanya membawa dua ember yang penuh berisi air. Kasihan sekali ayah, dua bulan terakhir ini adalah pekerjaannya kalau tidak melaut.

Begitu tibadi tengah kebun, aku langsung menuangkan air ke sebuah drum. Lalu dengan cepat kembali lagi ke sumur mengganti ember dengan yang sudah terisi. Delapan kali aku bolak-balik barulah drum tersebut penuh terisi air. Sebagian air terlihat menetes pada lubang drum yang telah berkarat. Tanpa menunggu perintah ayah, kusiram tanaman jarak satu per satu dengan memakai gayung dari bekas kaleng susu. Seingatku ada sekitar tiga ratus bibit tanaman jarak yang ditanam di kebun ini. Semuanya tumbuh dengan subur.

Jawablah pertanyaan di bawah ini sesuai dengan penggalan cerpen yang kalian dengar!

1. Kapan peristiwa tersebut terjadi?

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

2. Di mana peristiwa tersebut terjadi?

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

3. Bagaimanakah perwatakan tokoh utama?

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

4. Sudut pandang apa yang digunakan?

——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Sekarang, dengarkan kembali lanjutan cerpen tersebut!

Sebenarnya tanaman jarak tidak terlalu memerlukan air karena merupakan jenis tanaman perdu tegak. Jarak adalah tumbuhan dengan bulat licin, berbuku-buku dengan tanda bekas tangkai daun yang lepas. Daunnya tunggal berbentuk bulat bergerigi dengan warnanya hijau tua. Apabila tangkai daunnya dicopot, maka dari batangnya akan meneteskan getah berwarna putih. Biasanya kalau sudah mencapai setahun, tanaman jarak akan berbuah.

Dua bulan lalu sebelum lahan kosong di samping rumah disulap menjadi kebun jarak, aku sempat protes kepada ayah. Menurutku, apa yang dilakukan ayah hanya buang-buang waktu asaja. Tenaga ayah yang setiap hari diperas untuk melaut, kini harus mengueus kebun jarak. Belum lagi tanggapan sinis para tetangga bila melihat kesibukan ayah. Apa yang dilakukan ayah, menurut pandangan mereka sangat aneh. Selama ini tanaman jarak yang dikenal dengan nama binthalo atau balacae, bagi penduduk di desa kami hanya digunakan sebagai tiang patok pagar kebun. Karena itu namanya disebut jarak pagar. Terkadang daunnya digunakan untuk mengopres dahi anak-anak yang sakit panis. Bahkan tanaman ini sering di tanam di atas kuburan, layaknya pohon kamboja. Tak heran kalau penduduk desa mengatakan bahwa lahan di samping rumah kami telah menjadi pekuburan masal. Tapi itulah ayah, dia cuek dengan tanggapan orang. Bahkan dengan santainyaayah mengatakan bahwa ia sengaja membudidayakan tanaman jarak. Kalau sudah begitu, ujung-ujungnya sebagai anak tertua, aku tetap harus membantu ayah dan mendukung kegiatannya.

“Hei, Iwan! Apa yang kau lamunkan?” suara ayah mengagetkan diriku.

“Tidak ayah. Aku hanya berfikir tentang kegigihan ayah dengan semua ini, “ jawabku berbasa-basi.

“Ayo, teruskan kegiatanmu, mumpung masih pagi! Sebentar lagi kau harus ke pasar. Ikan asin yang dikeringkan ibu sudah bias dijual.

“Baik, Ayah!”

Tanpa terasa telah enam bulan ayah mengembangkan tanaman jarak. Tinggi pohon jarak sudah mencapai dua meter lebih. Daunnya yang hijau dan rimbun selalu bergoyang-goyang diterpa angina laut. Rasanya tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Lahan yang dulu banyak ditumbuhi tanaman belukar kini telah berubah fungsi. Walaupun belum ada nilai ekonomis yang didapatkan dari tanaman jarak itu, tapi setidaknya sudah ada upaya yang telah ditempuh. Dan seperti pemikiran ayah di awal menanam pohon jaraj, tidak ada target yang ingin dicapai. Semua itu hanya sekadar pengisi waktu ketika tidak ada kegiatan melaut.

Tapi yang terjadi pada bulan ketujuh sangat mengejutkan kami sekeluarga. Ketika itu sebuah mobil Daihatsu Xenia berwarna hitam dengan nomor polisi plat merah mendatangi desa kami. Sebagian desa kami dikunjungi pejabat dengan menggunakan kendaraan dinas. Biasanya tujuan para pejabat hanya ke ibukota kecamatan. Tapi kali ini ada pejabat daerah yang disengaja dating ke desa kami. Apa sebenarnya yang terjadi?

Hatiku merasa penasaran dengan semua ini. Berbagai persepsi menari-nari di dalam memori otakku, seolah mencari jawaban atas pertanyaan yang aku buat sendiri. Sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat desa yakni kemiskinan, pendidikan, kesehatan, pemukiman yang layak, pembangunan jalan desa,hingga pemberian bantuan menjadi pemikiranku. Seputaran itu aku berandai-andai  tentang kedatangan pejabat dengan mobil dinas tersebut.

Belum hilang rasa penasaranku, kali ini aku dikejutkan dengan berhentinya mobil itu di depan rumah kami. Dari dalam mobil itu keluar orang-orang yang berpakaian dinas. Jumlah mereka ada enam orang, empat laki-laki dan dua lagi perempuan. Mereka tampil denagn pakaian dinas yang sangat rapi. Sangat nampak mereka adalah pejabat dan pegawai darikota. Oh, andai saja aku bias seperti mereka. Tentu ayah dan ibu serta semua orang kampong akan bangga akan diriku.

“Assalamualakum!” ujar salah seorang laki-laki yang kelihatannya adalah pemimpin rombongan para pegawai itu.

“Wa’alaikum salam!” balasku dengan rasa hormat, “ada yang bias saya Bantu?”

“Kami mencari rumah Pak Thaib?” Tanya lelaki itu lagi..

Aku tersentak dengan jawabannya, akrena yang mereka cari adalah ayah. Aku bingung tidak tahu harus menjawab apa.

“Apakah adik tahu di mana rumah Pak Thaib?” Tanya lelaki itu lagi.  

“Di…sssini rumahnya!” jawabku agak gemetar.

“Tapi …mungkin Bapak dan rombongan salah alamat. Sebab ayah hanya seorang nelayan. Ayah tidak pernah berhubungan dengan orang dari pemerintahan.”

“Tidak usah takut!” wanita yang bersama rombongan itu menenangkan diriku.

“Kami mencari Pak Thaib. Seorang nelayang yang sesuai informasi sedang membudidayakan tanaman jarak.’ Ujarnya dengan tersenyum.

“Benar, Bu. Di sini rumahnya. Ayah ada di kebun itu!” Ujarku sambil menunjuk kebun jarak yang ada di samping rumah.

Mendengar jawabanku mereka semua tersenyum. Mungkin bergembira karena orang yang sedang dicari sesaat lagi akan bertemu.

“Ayo, antarkan kami menemui ayahmu.”

Tanpa membuang waktu kuajak mereka menemui ayah yang sibuk mengurus tanaman jarak. Ayah begitu terkejut melihat aku bersama rombongan para pegawai. Dengan ramah satu per satu mereka berjabatan tangan dengan ayah. Tak sedikit pun pada diri mereka terlihat rasa jijik dengan tangan ayah yang kotor oleh tanah.

“Maafkan kedatangan kami yang telah mengganggu pekerjaan Bapak,” kata lelaki yang menajdi pemimpin rombongan.

“Tidak apa-apa, Pak! Jawab Ayah, “Adayang bias kami Bantu?”

Lelaki yang menjadi pemimpin rombongan tidak segera  menjawab. Ia terlihat memperbaiki letak kaca matanya. Sekilas aku melirik papan nama di baju dinas pada bagian dada sebelah kanan, namanya tertulis Husain Yusuf. Kemungkinan beliau adalah seorang pejabat penting di pemerintahan. Pak Husain kemudian menjelaskan kedatangan timnya. Mereka adalah dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi. Kedatangan mereka karena mendengar informasi tentang pengembangan tanaman jarak di desa ini. Mereka berniat menjadikan kebun jarak milik ayah sebagai kebun percontohan. Menurut penjelasan Pak Husain bahwa wilayah Gorontalo termasuk satu di anatara tiga provinsi yang menjadi pusat pengembangan budidaya tanaman jarak. Nantinya tanaman jarak akan diolah menjadi minyak jarak yang berfungsi menggantikan minyak tanah. Bahkan natinya minyak jarak akan diolah lagi menjadi biofuel yang dapat digunakan sebagai pelumas untuk kendaraan bermotor.

Mendengar penjelasan Pak Husain, ayah nampak tersenyum berseri-seri. Aku bersyukur mendengar berita gembira itu. Berarti jerih payah ayah selama tujuh bulan ini tidak sia-sia. Hal ini akan menjadi jawaban terhadap pandangan sinis masyarakat yang menganggap pekerjaan ayah tidak masuk akal. Masyarakat akan tahu bahwa tanaman jarak  tidak lagi sebagai tanaman penghias kuburan atau tiang pagar. Tetapi lebih dari itu, tanaman jarak bias dimanfaatkan untuk kebutuhan lainnya dan bukan tidak mungkin akan menciptakan lapangan kerja bagi penduduk desa gorontalo. Memang, tidak ada sesuatu yang diciptakan Allah sia-sia.

“Begitulah Pak Thaib. Kalau Bapak mau, kebun jarak ini akan menjadi kebun percontohan,” ujar Pak Husain.

“Terima kasih, Pak. Kalau itu untuk kepentingan bersama saya selalu siap.”

“Alhamdulillah.” Kata Pak Huasain.

Pak Husain, ayah, dan para pegawai kemudian bersalaman sebagai tanda bahwa kerjasama dimulai. Selanjutnya mereka hampir satu jam berada di rumah kami. Mereka membicarakan program-program yang akan dikerjakan nanti. Sebagai anak tertua dan alhamdulillah berpendidikan setingkat SLTA, aku dipercaya ayah untuk mewakilinya. Awalnya aku tidak mau, karena yang merintis kebun jarak itu adalah ayah. Tapi karena adanya desakan dari ayah, ibu dan adikku, amanah tersebut akhirnya aku terima.

Hari itu, aku menjadi saksi akan peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Ternyata tanaman jarak yang ditanam ayah tidak saja menciptakan angin kesejukan bagi keluarga kami. Tetapi Insyaallah, semua yang dirintis ayah akan menebarkan angina kesejukan bagi masyarakat lainnya. Dan ketika kuarahkan pandangan kea rah kebun, maka kulihat tanaman jarak itu emnari-nari diterpa angina laut, seolah ikut merasakan kebahagiaan kami.

Selesai.

Gorontalo, 22 April 2008

Buat: Isteriku dan Anakku Maghfirah plus teman-teman di Bagian Ortal Kantor Walikota Gorontalo-Indonesia.

Posted by MUZRI @1:09 AM

Setelah kalian menyimak pembacaan cerpen di atas jawablah pertanyaan berikut!

  1. Siapakah tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut?

————————————————————————————————————————————————————————————————————–

  1. Bagaimanakah watak tokoh-tokohnya?

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

  1. Apa tema cerpen tersebut?

————————————————————————————————————————————————————————————————————–

  1. Apa amanat yang dapat kalian petik dari cerpen tersebut?

————————————————————————————————————————————————————————————————————–

  1. Bagaimana bahasa yang digunakan pengarang?

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

  1. Unsur ekstrinsik apa sajakah yang dapat kalian simpulkan dari cerpen di atas?

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Pelatihan 7

Setelah kalian memahami unsure intrinsic cerpen di atas kerjakan kegiatan berikut!

  1. ceritakan kembali cerpen Sejuknya Angin Tanaman JArak secara tertulis dengan bahasamu sendiri!
  2. Lalu ceritakan secara lisan cerpen tersebut di hadapan teman sekelompokmu!
  3. Tanggapilah cerita temanmu! Apakah terjadi penyimpangan alur cerita atau penyimpangan unsure intrinsic lainnya dalam cerita temanmu?
  4. Berikan penilaian kepada temanmu!

Gunakan format penilaian berikut!

Nama    :——————————————————————–

Kelas    :——————————————————————

Judul Cerita       : ————————————————————————————————–

Unsur yang dinilai                                                                               Nilai

1. Intonasi ketika bercerita

2. Keruntutan cerita

3. Kejelasan suara

4. Ekspresi ketika bercerita

5. Kreativitas ketika bercerita

TEMA 5

TEKNOLOGI SEDERHANA

A. Membaca Ekstensif Teks Nonsastra dari Berbagai Sumber

            Setelah mempelajari  bagian ini, kalian diharapkan mampu mengidentifikasi ide pokok bacaan; (2) menuliskan kembali  isi bacaan  secara ringkas dalam beberapa kalimat; (3)mengidentifikasi fakta dan pendapat.

Membaca merupakan kegiatan untuk mengembangkan pengetahuan yang kalian miliki. Oleh karena itu, kegiatan membaca sebenarnya tidak hanya melafalkan kata atau kalimat, tetapi juga mampu menangkap apa yang ada dbalik kata-kata tau kalimat itu. Kata-kata atau kalimat adalah alat untuk menyampaikan informasi atau gagasan penulis. Gagasan-gagasan penulis tersebut dapat identifikasi agar ide keseluruhan penulis dapat ditangkap dengan sempurna.

1. Menemukan Gagasan Utama/Ide Pokok Bacaan  dan Gagasan Penjelas

Gagasan utama dalam paragraph merupakan gagasan pokok yang terkandung dalam paragraph. Gagasan utama paragraph biasanya terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama pada umumnya berupa kalimat yang pernyataannya paling umum dalam sebuah paragraph. Dilihat dari segi tempatnya, kalimat utama biasanya berada pada awal atau akhir paragraph. Gagasan utama dapat ditemukan dengan menghilangkan bagian atau membuang bagian yang tidak penting.

Karena masih bersifat umum, gagasan utama perlu penjelasan atau rincian. Rincian inilah yang disebut dengan gagasan penjelas. Gagasan penjelas dapat berupa rincian, contoh, perbandingan, atau pertentangan.

Contoh:

Balon sebenarnya adalah pesawat yang paling sederhana. Balon biasanya terdiri dari kantung bulat yang terbuat dari kertas, sutra, atau kain yang dilapisi karet. Pada kantong itu terdapat udara panas dan hydrogen atau helium. Pada kantung itu dapat diikatkan (dengan tali atau jala) sebuah keranjang atau tempat untuk membawa penumpang atau barang. .

Ide Utama/Ide poko/gagasan utama:

Balon adalah pesawat terbang sederhana.

Ide penjelas:

    1. balon biasanya terdiri atas kantung bulat yang terbuat dari kertas, sutra atau kain yang dilapisi karet;
    2. pada kantung itu terdapat udara panas dan hydrogen atau helium;
    3. pada kantung itu dapat diikatkan (dengan tali atau jala) sebuah keranjang atau tempat untuk membawa penumpang atau barang.

Pelatihan 1

 

Bacalah bacaan di bawah ini! Kemudian kerjakanlah pelatihan di bawahnya!

 

Balon melayang di uadara seperti cara ikan melayang-layang di air. Agar bias naik-turun, perlu diatur perbandingan berat dan besar volume balon. Makin besar volumenya makin ringan dan dapat naik. Selama balon dan semua peralatannya terpasang lebih ringan daripada volume udara yang dipindahkan, maka balon akan turun. Udara panas, hydrogen, atau helium digunakan sebagai bahan pengangkat karena ketiganya lebih ringan daripada udara atmosfir biasa.

Sekali dilepaskan, balon akan naik ke atas. Balon akan berhenti bergerak ke atas, bila berat udara yang dipindahkan balon sama dengan berat balon itu. Untuk mengubah ketinggian balon, seorang pilot harus mengatur daya apungnya. Untuk turun, ia harus membebaskan sebagian gas pengangkatnya melalui katup di puncak balon. Untuk naik, ia harus mengurangi bebannya atau menambah gas pengangkatnya.

Gas dan beban tidak dapat diganti dalam penerbangan dengan balon. Oleh sebab itu, seorang pilot balon sangat terbatas kemampuannya dalam mengendalikan balon. Ia dapat naik atau turun tergantung pada ukuran balon. Sekali naik, balon , balon sepenuhnya bergantung angin. Balon tidak dapat dikemudikan dalam penerbangan. Balon hanya dapat melayang atau bergerak bila ditiup angin. Oleh karena itu, balon hanya digunakan untuk pergi dari suatu tempat ke tempat lain yang sangat terbatas. Balon sulit digunakan untuk transportasi untuk masyarakat umum.

Sekarang pada umumnya balon digunakan untu penyelidikan udara di bagian atas. Dalam perang, mereka biasanya digunakan sebagai pos pengamatan yang bias dinaikkan. Balon dapat membentuk bendungan udara (seperti pagar antene) untuk melindungikotadari pemboman.

Carilah ide pokok dan ide penjelas  paragrap di atas!

Ide pokok

Ide penjelas

Jenis paragraph & cara pengembangan

Paragraf 1: ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Paragraf 2: —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Paragraph 3:————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Paragraph 4: —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Pelatihan 2

 

Bandingkanlah kedua bacaan di bawah ini, kemudian kerjakanlah tugas-tugas di bawah ini!

 

HILANGNYA WANITA PENJELAJAH DUNIA

Lempengan alumunium penyok itu ditemukan Oktober 1991, di antara pohon kelapa di Pulau Nikumaroro. Pulau kecil di antara New Guineadan Hawaiiitu diduga kuat sebagai tempat terakhir Amelia Earhart dengan pesawat Lockheed E-10 Electra, Amelia hampir  berhasil. Tiga perempat dunia sudah dilewatinya, termasukIndonesia. Sayang, pada tahap akhir usahanya, ia hilang tak berbekas.

Paling tidak, itulah yang diyakini kelompok TIGHAR (The International Group for Historic Aircrft Recovery), penemu lempengan tadi. Sisa pesawat itu tadi juga sudah diperiksa bagian metalurgi dari National Transportation Safety Board, Amerika Serikat.

Hasilnya, “Memang tidak ada bukti kalau ini berasal dari pesawat Amelia, “ kata salah seorang petugas resmi, diplomatis. Namun, kelompok TIGHAR pimpinan Richard Gillespie tetap yakin kalau “fosil-fosil” itu milik pesawat Lockheed E-10 Electra yang hilang setengah abad yang lalu. Apalagi setelah ditemukan lagi beberapa benda bukti bukti, seperti kabel antenna dan sol sepatu yang cocok dengan milik penumpang, serta pesawatnya itu. Hanya saja, bagian terbesar dari pesawat tetap menjadi misteri terbesar dalam sejarah dunia penerbangan.

Walau demikian, Gillespie masih berambisi meneruskan pencariannya. Memang pencarian tetap dilakukan terhadap wanita yang lekat dengan petualangan dan heroisme ini. Namanya terus dikenang hingga saat ini, Amelia Mary Earhart.

Dikutip dari Kisah Hebat Di Udara, halaman 24—25

                                                            Majalah Intisari- Angkasa

 

 

 

 

46 TAHUN DITELAN SEGITIGA BERMUDA

Siang itu pukul 14.10, lima peswat pengebom TBM Avenger tampak mulai beranjak terbang meninggalkan Pangkalan Udara Angkatan Laut, Fort Launderdale, di semenanjung Florida, Amerika Serikat. Masing-masing pesawat diawaki tiga orang, kecuali satu yang hanya dua orang. Tak ada yang istimewa dalam penerbangan 5 Desember 1945 itu. Penerbangan berkode Flight 19 itu hanyalah patroli udara biasa. Menurut rencana penerbangan (flight plan), rombongan Avenger akan menempuh jarak 260 km kea rah timur, 65 km ke utara, lalu lebih kurang 190 km untuk kembali ke pangkalan. Seperti biasanya, hanya butuh waktu sekitar dua jam untuk menempuh rute sejauh itu.

Kondisi keempat belas awak sangat prima. Semua perlengkapan, mesin, kompas, dan seluruh instrument, bekerja dengan baik. Bahan baker penuh.

Matahari mendadak hilang

Satu jam pertama, patroli berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Pesan pertama dari Flight 19 baru terdengar pukul 15.45. dalam perjalanan pulang, mereka memohon tempat dan instruksi pendaratan diFortLaunder-dale. Namun, belum lagi tower menjawab, terdengar lagi seru salah seorang penerbang Avenger.

“Tower pengontrol, kami dalam keadaan darurat! Kami kehilangan arah. Kami tak dapat melihat pulau!” Menurut perhitungan flight plan , mestinya ketika itu posisi mereka ada di anatara Kepulauan  Grand Bahama danFortLaunderdale, di daerah Segitiga Bermuda. Mestinya pulau yang “hilang” mendadak itu adalah bagian dari gugus Kepulauan Grand Bahama.

“Di mana posisi Anda?” suara petugas tower terdrngar panic.

“Kami tak tahu pasti, kami tersesat, “ sahut pimpinan Flight 19, Letnan  Charles C. Taylor. Bisa dibayangkan, betapa bingung dan paniknyaTaylor, sebagai pimpinan dalam penerbangan, ia bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Apalagi tiga penerbang masih dalam tahap belajar…..

“Kami tidak tahu di mana arah barat sekarang. Semuanya jadi serba membingungkan…aneh… kami tak  bias memastikan arah. Laut tampak tidak seperti biasanya dan matahari pun mendadak hilang!” Seluruh system navigasi kelima TBM kacau. Ibarat diserang badai magnetic saja….

Hari itu, 46 tahun kemudian, tepatnya hari Kamis, 16 Juni 1991, pangkalanFortLaunderdaletiba-tiba terhenyak. Lima TBM Avenger yang dulu raib dengan amat sempurna, ditemukan kembali. Di luar dugaan lagi, ternyata lokasi penemuannya hanya 16 kilometer di lepas pantaiFortLaunderdale, di kedalaman sekitar 230 meter. Reruntuhan Flight 19 sebenarnya sudah ditemukan sejak awal Mei 1991. Namun, harus menunggu keabsahan dari Pengadilan Federal Miami atas klaim penemuan  tersebut, perusahaan swasta yang menangani proyek pencarian ini baru mengumumkannya dua minggu kemudian….

Dikutip dari Kisah Hebat Di Udara, halaman 44—47

                                                              Majalah Intisari- Angkasa

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

1.  Di manakah diperkirakan terakhir kalinya         Amelia Earhart berusaha mendaratkan pesawatnya?

2. Apakah bukti-bukti yang dapat digunakan untuk meyakinkan  pendapat  kelompok TIGHAR    tersebut?

3. Siapa sebenarnya Amelia Earhart itu?

4. Apakah sebenarnya  pesawat pengebom TBM Avenger itu?

5. Bagaimanakah rencana penerbangan yang berkode Flight 19?

6. Mengapa pesawat tersebut  tidak dapat mendarat sesuai dengan yang direncanakan?

7. Kapan ditemukannya bangkai peswat tersebut? Kapan penemuan itu terjadi?

8. Apakah perbedaan dan persamaan kedua bacaan/artikel di atas?

2. Membedakan Fakta dan Pendapat

 

HIDROFOIL

Hidrofoil merupakan kendaraan-air sebagai hasil rekayasa yang paling revolusioner di bidang maritime. Pada prinsipnya hidrofoil itu sama dengan kapal laut. Bedanya, hydrofoil dapat meluncur dengan cepat dan mempunyai sayap yang dapat melintasi air. Sayap kendaraan ini disebut foil atau hydrofoil (berarti sayap air). Bentuk sayap ini mirip dengan  sayap udara (airfoil) sebuah pesawat terbang. Sayap pada kendaraan hydrofoil  melekat pada topangan yang membentang ke bawah dari lambung kapal.Ada dua pasang foil dalam kendaraan ini. Satu pasang diletakkan di pusat gravitasi kapal dan sepasang foil lainnya dekat bagian belakang kapal.

Pada saat meluncur dengan kecepatan rendah atau sedang, hydrofoil tampak seperti sebuah kapal konvensional yang badannya masuk ke dalam air. Namun, pada waktu meluncur dengan kecepatan tinggi , air akan membelok dari permukaan bagian atas foil, seperti udara membelok dari permukaan bagian atas pesawat terbang. Tekanan air pada permukaan foil atas menjadi menurun. Tekanan yang menurun ini dapat menimbulkan gerak angkat. Bila semakin banyak gerak angkat yang ditimbulkan, maka bagian haluan kapal semakin muncul ke atas permukaan air. Akhirnya, seluruh lambung kapal naik dari permukaan air. Dengan demikian kapal menjadi “bergantung pada foil”. Pada beberapa jenis kendaraan hydrofoil, foilnya berada di bawah air secara penuh. Pada jenis lainnya, hanya sebagian foil yang terendam pada waktu kapal meluncur “terbang”.

Bila kecepatan melambat, tekanan pada gerak angkat berkurang dan hydrofoil itu bergantung pada air.

Ketika lambung kapal telah berada di atas permukaan air –pada saat kapal sedang bergantung pada foil—kapal dapat menghindari tarikan pergeseran  permukaan air. Dengan demikian, kapal tidak melawan haluan gelombang seperti  yang terjadi pada kapal konvensional. Pada kapal konvensional, bagian depan kapal selalu melawan gelombang pada waktu berlayar. Oleh karena itu, hydrofoil dapat melaju 2 atau 3 kali kekuatan tenaga kuda yang sebanding. Karena lambung kapal tidak tunduk  pada gerakan permukaan air, kapal dapat meluncur dengan mulus sekalipun di laut yang bergelombang, kecuali bila gelombang lebih besar daripada kapal itu sendiri.

Gagasan mengenai hydrofoil dapat dirunut kembali pada tahun 1887 ketika seorang bangsawan Perancis, Count de Lamber, mendemonstrasikan sebuah kapal yang berbentuk menyerupai foil di SungaiSeine. Harian-harian pada saat itu melaporkan kejadian itu, tetapi seedikit sekali pemberitaan yang terdengar mengenai kendaraan Lambert setelah itu.

…..

 

 

Pelatihan 3

Bacalah artikel di bawah ini , temukan kalimat yang menunjukkan fakta dan kalimat yang menunjukkan opini!

Kalimat

 Fakta

Opini

1. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
2. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
3. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
4. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
5. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
6. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
7. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
8. ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
9. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
10. ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

B. Menulis Paragraf Deskriptif

 

            Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu  (1) menunjukkan karakteristik/cirri-ciri paragraph deskripsi; (2) mendata topic-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraph deskripsi; (3) menyusun paragraph deskripsi tentang benda atau manusia berdasarkan pengamatan dan pendengaran (4) menyunting paragraph deskripsi yang ditulis teman.

Paragraph deskripsi adalah paragraph yang menggambarkan sesuatu dengan jelas dan terperinci. Paragraph deskripsi bertujuan melukiskan atau memberikan gambaran terhadap sesuatu dengan sejelas-jelasnya sehingga pembaca seolah-olah dapat melihat, mendengar, membaca, atau merasakan hal yang dideskripsikan.

1. Menandai Ciri-Ciri Paragraf deskripsi 

 

Bacalah  kutipan di bawah ini!

            Kutipan 1

Malam itu, indah sekali. Di langit, bintang-bintang berkelip-kelip memancarkan cahaya. Hawa dingin menusuk kulit. Sesekali terdengar suara jangkrik, burung malam, dan kelelawar mengusik sepinya malam. Angina berhembus pelan dan tenang.

            Kutipan 2

Sebelas bocah berusia tiga  tahun hingga empat tahun berlenggak-lenggok di atas panggung sambil bernyanyi riang. Puluhan temannya yang duduk menonton bertepuk tangan, mengelu-elukan penampilan mereka. Lincah, tanpa malu, dan penuh rasa percaya diri, begitulah kesannya.  Suasana begitu ceria, meskipun siang mulai memancarkan udara yang sangat panas …

             Kutipan 3

Seusai shalat, Presiden berbincang dengan warga serta meminta mereka tetap tabah dan bangkit kembali membangun Aceh. Tak jauh dari tempat presiden berdiri terdengar tangis Rosmaniani, warga Banda Aceh. Ia menangis sambil memeluk kerabatnya. Rosmaniani mengaku teringat tiga anaknya yang hilang terkena tsunami, 26 Desember 2004.

            Kutipan 4

Hari keempat. 4 Juli 2008. Pagi-pagi aku datang ke sekolah yang menjadi tujuanku.  Bahkan saat itu panitia pendaftaran belum dating. Aku menunggu dengan penuh ketidaksabaran dan perasaan gundah. Detik demi detik, menit demi menit, dan jam demi  Waktu telah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Tayangan di LCD terus membuat dadaku gundah. Nama dan nomor pendaftaranku terus menerus turun dengan pasti. Sampai pukul 10.30 WIB pudar sudah harapanku untuk sekolah di SMA favoritku. Dengan langkah gontai aku mengambil SKHU-ku dan langsung mendaftarkan diri ke SMA yang sama sekali tak pernah kulirik bahkan dengan sebelah mata sekalipun. Ternyata di sinilah nasibku harus berlabuh untuk menuntut ilmu berikutnya. Sebuah SMA Negeri yang  cukup besar di kotaku, tetapi berprestasi akademis biasa-biasa saja –begitu aku menyebutnya–. Walaupun semula aku tak pernah mencintai SMA-ku ini, kini aku harus berusaha mencintainya dengan sepenuh hati. Di sinilah masa depanku selanjutnya ditentukan. Semoga aku bias meski hati ini masih luka ….

Kedua kutipan di atas adalah contoh  paragraph deskripsi.. paragraph deskripsi mempunyai ciri-ciri yang khas, yang bertujuan untuk melukiskan suatu objek/peristiwa.

  • Dalam paragraph deskripsi, hal-hal yang menyentuh pancaindera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, atau perabaan) dijelaskan secara terperinci (kutipan 1)
  • Penyajian urutan ruang, penggambaran atau pelukisan berupa perincian disusun berurutan mungkin dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang dan seterusnya.
  • Penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara detail, terperinci menurut penangkapan penulis (kutipan 2)
  • Pemberian kesan atau pengaruh pada perasaan daripada kenyataan atau keadaan sebenarnya. Paragraph deskripsi seperti ini disebut deskripsi impresionistis, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan menulis cerita fiksi.(kutipan 4)

 

Pelatihan 4

 

Buatlah  paragraph deskripsi berdasarkan cirri-ciri di atas!

 

No

Cara pelukisan objek

Paragraph

1

Pelukisan hal-hal yang menyentuh pancaindera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapapan, dan perabaan ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

2

Penyajian urutan ruang ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

3

Penggambaran benda/manusia dengan pengamatan bentuk, warna, dan keadaan objek secara detail. —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

2. Topik-Topik yang dapat Dikembangkan menjadi Paragraf Deskripsi

Topik deskripsi kurang tepat jika dikembangkan menjadi wacana argumentasi, persuasi, eksposisi, atau narasi.

Sebelum mendata topic-topik yang biasa dikembangkan menjadi tulisan deskriptif, kalian harus mempunyai konsep matang tentang jenis-jenis wacana.

Pahami hakikat perbedaanlimajenis karangan berikut!

    1. Deskripsi hakikatnya adalah pelukisan/penggambaran
    2. narasi hakikatnya dalah cerita
    3. eksposisi hakikatnya adalah pemaparan
    4. argumentasi hakikatnya adalah meyakinkan
    5. persuasi hakikatnya  adalah ajakan/bujukan

Contoh-contoh topic yang tepat untuk tiap-tiap wacana:

  1. Suasana senja di Pantai Kartini  (deskripsi)
  2. Kenangan ketika remaja (narasi)
  3. Cara membudidayakan pohon kawista (Eksposisi)
  4. Seminar salah satu cara meningkatkan kemampuan guru (Argumentasi)
  5. Jaga dan lestarikanlah hutan (persuasi)

Adabeberapa tahap yang harus dilalui dalam menulis paragraph deskripsi, yaitu:

    1. menentukan tema,
    2. menentukan tujuan,
    3. mengadakan pengamatan,
    4. membuat kerangka karangan,
    5. mengembangkan kerangka menjadi paragraph.

Pelatihan 5

 

Berikut ini tersedia 10 topik. Berilah tanda centang (v) jika merupakan topic deskripsi atau tanda silang (X) jika bukan topic deskripsi; kemudian berilah keterangan !

 

No

Topik

Tanda

Keterangan

1

Gersangnya tanah di Kabupaten Rembang

2

Pulau Marongan yang memesona

3

Adikku yang cantik

4

Cara membudidayakan rumput laut

5

Peristiwa kebakaran di Desa Banggi

6

Pantai Kartini nan indah di waktu senja

7

Makam Kartini yang memprrihatinkan

8

Lalulintas di kotaku yang semarawut

9

Pentingnya disiplin berlalu lintas

10

Cara-cara melestarikan hutan kita

Pelatihan 6

Buatlah sebuah paragraph deskripsi (berdasarkan pengamatan dan pnedengaran) dengan topic-topik di bawah ini!

  1. Pergilah keluar kelas!
  2. Tulislah paragraph deskripsi berdasarkan pengamatan terhadap objek di bawah ini!

a. Tempat sampah

b. Tempat parker

c. WC sekolah

d. Kantin sekolah

  1. Tulislah paragraph deskripsi berdasarkan penginderaan terhadap objek:

a. Suara kendaraan yang berlalu lalang

b. Malam yang sangat mencekam

c. Keadaan Tempat Pelelangan Ikan yang kumuh

  1. Tulislah paragraph deskripsi dengan objek di bawah ini!

a. Wajah salah satu gurumu yang sangat kaukagumi

b. Wajah Ibumu

c. Perempatan Jaeni di waktu pagi

 

3. Menyunting Paragraf Deskripsi yang Ditulis Teman

Menyunting adalah proses memperbaiki tulisan/naskah dari kesalahan, baik kesalahan ejaan, tanda baca, maupun struktur kalimat. Pengetahuan tentang kaidah-kaidah kebahasaan yang baik amat dibutuhkan pada saat menyunting karangan. Coretlah bagian-bagian yang salah dan berikan saran perbaikannya. Buku EYD bias digunakan rujukan dalam menyunting.

Suntinglah paragraph deskripsi yang telah dibuat oleh temanmu!

C. Mendengarkan Puisi

            Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan dapat (1) mampu mengidentifikasi puisi yang didengar; (2) mampu menganalisis unsure-unsur puisi melalui diskusi; (3) siswa mampu mengungkapkan isi puisi dengan kata-kata sendiri

Pembagian puisi banyak sekali jenisnya.Adapembagian berdasarkan kurun waktu, ada pembagian puisi berdasarkan bentuknya, ada pembagian puisi berdasarkan banyaknya baris dalam tiap bait; ada pembagian yang didasarkan atas isinya, dan lain-lain.

Di bawah ini pembagian puisi didasarkan pada isinyaatau curahan hati pengarangnya.

  1. Balada.

Balada ialah cerita, kisah, hikayat yang digubah dalam bentuk puisi. Oleh karena menurut isinya, balada berisi cerita, dongeng, mite dan sebagainya yang dimasukkan ke dalam bentuk epik. Sebuah balada yang terkenal adalah Hang Tuah karya Amir Hamzah. Balada dapat juga dimasukkan ke dalam lirik kalau cerita-cerita itu dipengaruhi oleh perasaan pengarang atau berupa curahan kalbu. Misalnya: Balada Terbunuhnya Atmo Karpo karya W.S. Rendra (termuat dalam kumpulan sajak Ballada Orang-Orang Tercinta); Katijah karya Jajak Md. Bandingkanlah kedua contoh balada di bawah ini!

HANG TUAH

Bayu berpuput awan digulung

Banyu direbut buih dibubung

Selat Melaka ombaknya memecah

Pukul-memukul belah-membelah.

Bahtera ditepuk buritan dilanda

Penjajab dihantuk haluan ditunda.

Camar terbang riuh suara

Alkamar hilang menyelam segara.

Armada peringgi lari bersusun

Melaka negeri hendak diruntun.

Galyas dan pusta tinggi dan kukuh

Pantas dan angkara ranggi dan angkuh.

Melaka! Laksana kehilangan Bapa

Randa! Sibuk mencari cendera mata.

Hang Tuah! Hang Tuah di mana dia

Panggilkan aku kesuma Parwira,

Tuanku, Sultan Melaka, Maharaja Bintan!

Dengarkan kata bentara kanan.

“Tuan Tuah, di Majapahit nama termasyhur

Badannya sakit rasakan hancur!”

Wah, alahlah rupanya Negara Melaka

Karena Laksamana pun ditimpa mara.

….

Amir Hamzah, Perintis Sastra, C. Hooykaas

Balada di bawah ini tergolong lirik!

KATIJAH

Katijah, wanita lembut ular sawah

Membelitkan tubuhnya minyak sawit

Pada setiap batang perhentian

Dengan menggeliatkan bias kasih saying

Katijah, wanita dari dunia kecewa

Berjalan dari sumber yang tak bermuara

Mengabdikan diri pada setiap tindak

Karena keengganan yang selalu menikam

Ia terima alam sebagai cobaan

Katijah, menerima derita dari kemanisan

Hidup yang ditiup oleh angina-angin cendana

Melarutkan debu pada kulit dan rambutnya

Menyegarkan napas, impian, dan

Segala yang tidak pernah terbayangkan.

Katijah, selagi napasnya terengah-engah

Selagi usia di batas yang membimbangkan

Semakin gelisah!

Kerna kepasrahan diri yang merasuk

Kian terasa bagai tombak-tombak kianat

Menerjang mematahkan tulang-tulang rusuk

Katijah, demi hatinya yang pasrah

Dittempuhnya jalan dengan hati padam

Menjelajah dan menjelajah

Ke segenap daerah tanpa istirahat.

DjadjakMd.Semerbak Sajak

  1. Idile (Idylle)

Idile ialah puisi-puisi yang melukiskan kehidupan yang sentosa. Misalnya Ke Desa, karya Ahdiat Kartahadimaja dan Parang Tritis karya Yunus Mukri Adi

Contoh:

KE DESA ….

‘Rangkota!

Pernahkan Tuan pergi ke desa,

Menghirup bumi,

Baru dicangkul menyegar rasa?

Pernahkah Tuan duduk di tengah lading?

Dengan peladang bersenda gurau,

Menunggu jagung di dalam unggun,

Sebelum pacul kelak mengayun?

Pernahkan Tuan tegak di tepi sawah,

Padi beriak menyibak sukma,

Pipit bercicit,

Riang haram bersusah?

Pernahkah Tuan lihat air berdesau,

Di celah batu membuih putih,

Julung beriring berbondong-bondong,

Hati bertaut ingin berenang-renang?

Pernahkah Tuan pergi ke kampong,

Melihat perawan menumbuk padi,

Gelak tertawa disertai suara lesung,

Mengenyah duka ‘ri dalam hati?

Pernahkah Tuan, pernahkah,

Ah, setahu apa beta menggubah

Bila Tuan ingin mencahari penawar rengsa,

Pergilah Tuan, pergilah ke desa!

a. Kartahadimaja

  1. Epigram

Epigram ialah puisi yang singkat dan tepat, berisi ajaran agama, sopan santun pergaulan dan  nasihat. Epigram yang termasyhur dalam kesusastraan Indonesiaialah Gurindam dua Belas karangan Raja Ali Haji dan Rasa Baru  karangan R. Intoyo (puisi baru).

  1. Himne (hymne)

Himne ialah puisi pujaan terhadap Tuhan, baik mengenai kebesaran, keagungan, maupun kekuasaan-Nya. Misalnya: Tuhanku (Amir Hamzah), Kucari Jawab (J.E. Tatengkeng)

Contoh:

KEPASRAHAN

                                                                        Kepada Tuhan

Pada-Mulah semata kupasrahkan tanpa sarat

Segala yang pernah dan akan aku perbuat

Berikanlah kepadaku semauku apa yang Engkau suka

Tanganku telah siap menerima sorga atau neraka.

Aku yakin pada keillahian-Mu

Aku yakin pada kemanusiaanku.

Majalah Horison

 

  1. Ode

Ode ialah pujian yang ditujukan kepada pahlawan. Misalnya: Pahlawan Tak Dikenal, Toto Sudarto bakhtiar; Pahlawan Kembali Pulang karya Ajip Rosidi.

Contoh:

 

 

TERATAI

                                                                                    Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai

Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun bersemi Laksmi mengarang;

Biarpun dia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia.

Teruslah, O Teratai Bahagia,

Berseri di kebunIndonesia, Biar sedikit penjaga taman.

Biarpun engkau tidak dilihat,

Biarpun engkau tidak diminat,

Engkau pun turut menjaga Zaman.

  1. Elegi (Ellegi)

Elegi ialah puisi yang berisi ratapan, yang mengandung kesedihan. Elegi yang terkenal ialah Elegi Jakarta karangan Asrul Sani. Contoh lain: Kepada Orang Mati karya Toto Sudarto Bachtiar, Ratap Ibu karya Selasih, Batu Belah karya Amir Hamzah, Mencari Kekasih karya Yogi (A. Rivai).

Contoh:

KEPADA ORANG MATI

Karena aku kaumaafkan, karena maaf baik,

Kau tak pernah mengerti dirimu,

Kalau kaukumaafkan, karena maaf baik,

Kau tak mengerti dirimu.

Begitu banyak maaf, buat begitu banyak dosa

Begitu banyak dosa, buat begitu banyak maaf,

Hanyalah tersedia buat daerah mati,

Tanpa hawa, tanpa kemauan baik.

Tapi kau tak kumaafkan juga, sangat saying

Tanpa mengerti diriku,

Tanpa mengerti dirimu,

Sedang aku tak mau mati muda sekarang.

Etsa,Toto Sudarto Bahtiar

  1. Satir atau Satire

Satire ialah puisi yang berisi cemooh terhadap kepincangan atau ketidakadilan. Misalnya Marhaen oleh Sanusi Pane, Sorga oleh Chairil Anwar, Bimbang oleh A.M.Dg. Miyala.

BIMBANG

Sabar! Sabar! Sabar!

Inilah seruan yang acap kudengar;

Heran daku benar-benar,

Adakah ‘ku belum cukup bersabar?

Sadar! Sadar! Sadar!

Inilah seruan yang acap kudengar;

Heran daku benar-benar,

Adakah ‘ku belum cukup tersadar?

Semakin aku bersabar ….

Semakin aku terlantar ….

Semakin aku tersadar ….

Semakin aku kesasar ….

Dari: Panji Pustaka, A.M.DG. Miyala                  

  1. Romans (Romance)

Romans ialah puisi yang isinya melukiskan luapan perasaan cinta dan saying terhadap kekasih, misalnya pantun-pantun percintaan dan sonata-soneta baru yang ditujukan kepada kekasih.

Romans ini sebenarnya mirip dengan balada, jika balada sifatnya sedih, romans sentimental, menyatakan perasaan yang berlebih-lebihan.

Contoh romans:

RITA

Buat Nunuk! –sari kasih di malam bening—

Senyum ketawalah, Rita

Ketawamu yang manis tanpa suara

Seperti melati mekar di sejuk pagi

Lembut fajar penuh cinta

Penuh cinta

Mesra—

Rekahan mulut mungil itu

Terkatup dan merangkum senyum

Puisi kasih penyair pingitan

Senyum ketawalah, Upik

Wajah alam tambah manis tambah cantik

Dan aku ria terlena

Terendam cita

Terendam cinta

Mesra

 

Pelatihan 7

Tutuplah bukumu! Kemudian dengarkanlah puisi yang dibacakan oleh guru/temanmu!

Puisi 1

 

Seorang Tukang Rambutan pada Isterinya

                                                Oleh Taufik Ismail

 

“Tadi siang ada yang mati,

Dan yang mengantar banyak sekali

Ya. Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah

Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus!

Sampai kita bias naik bis-pasar yang murah pula

Mereka kehausan dalam panas bukan main

Terbakar mukanya di atas truk terbuka

Saya lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu

Biarlah sepuluh ikat juga

Memang sudah rejeki mereka

Mereka berteriak kegirangan dan berebutan

Seperti anak-anak kecil

Dan menyoraki saya. Betul, bu, menyoraki saya

“Hidup tukang rambutan! Hidup tukang rambutan!”

Dan ada yang turun dari truk, bu

Mengejar dan menyalami saya

“Hidup rakyat!” teriaknya

Saya dipanggil dan diarak-arak sebentar

“Hidup pak rambutan!” sorak mereka

“Terima kasih, pak, terima kasih!

Bapak setuju kami, bukan?”

Saya mengangguk-angguk. Tak bias bicara

Mereka naik truk kembali

Masih meneriakkan terima kasihnya

“Hidup Pak rambutan! Hidup rakyat!”

Saya tersedu, bu. Belum pernah seumur hidup

Orang berterima kasih begitu jujurnya

Pada orang kecil seperti kita.”

Puisi 2                                     

Tentang Seorang yang Terbunuh

Di Sekitar Hari Pemilihan Umum

“Tuhan, berikanlah suara-Mu, kepadaku.”

Seperti jadi senyap salak anjing ketika ronda menemukan mayatnya di tepi pematang. Telungkup. Seperti mencari harum dan hangat padi. Tapi bau asing itu dan dingin pipinya jadi aneh, di bawah bulan. Dan kemudian mereka pun mengenalnya. Ia bukan orang sini, hansip itu berkata.

“Berikanlah suara Mu.”

Di bawah petromaks kelurahan mereka menemukan liang luka yang lebih. Baying-bayang bergoyang sibuk dan beranda meninggalkan bisik. Orang ini berkartu. Ia tak bernama. Ia tak berpartai. Ia tak bertanda gambar. Ia tak ada yang menangisi, karena kita tak bias menangis. Apa gerangan agamanya?

“Juru peta yang Agung, di manakah tanah airku?”

Lusa mereka membacanya di Korankota, di halaman pertama.Adaseorang yang menangis entah mengapa.Adaorang yang tak menangis entah mengapa.Adaseorang anak yang letih membikin topi  dari Koran pagi itu, yang diterbangkan angina kemudian. Lihatlah. Di udara berpasang laying-layang, semua bertopang pada cuaca. Lalu burung-burung sore hinggap di kawat-kawat, sementara bangau-bangau menuju ujung senja, melintasi lapangan yang gundul dan warna yang panjang, seperti asap yang sirna.

“Tuhan, berikanlah suara-Mu, kepadaku.”

(Dikutip dari karya Goenawan Muhammad, dalam Horison sastra Indonesia 1. Kitab Puisi, Editor Taufik Ismail, dkk. Horison- The Ford Foundation, Jakarta 2002)

 

Kerjakanlah latihan di bawah ini!

 

Pertanyaan

Puisi 1

Puisi 2

Apakah tema puisi tersebut? ————————————————————————– ——————————————————————–
Apakah amanat puisi tersebut? ————————————————————————– ————————————————————————-
Termasuk jenis puisi apakah keduanya? Berikanlah alasanmu! —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Ungkapkanlah kembali kedua puisi di atas dengan menggunaikan bahasamu sendiri! ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
Jelaskanlah latar kedua puisi tersebut! Berikanlah kalimat pendukung! ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Gayabahasa/majas apakah yang dipergunakan dalam puisi di atas (berikan 3 contohnya beserta kalimat pendukungnya)? ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
  1. Menulis Puisi

            Setelah mempelajari bagian ini, kalian diharapkan mampu (1) menemukan tema puisi dan (2) mengembangkan id eke dalam bentuk puisi dengan memperhatikan pilihan kata dan majas yang sesuai.

Segala seluk-beluk perpuisian telah dipaparkan pada pelajaran terdahulu. Kali ini akan disajikan bagaimana menulis sebuah puisi.Puisi di bawah ini bertolak dari objek kehidupan nelayan .

                                    Perahu Layar

                                                Darmanto Jatman

kembang layer kembang

sibak air, ukir wajah laut

kembang layer kemabang

tabor angina, remangi langit

pada nelayan aku berteriak lantang;

ai Abang, Abang

pasang layer, Abang, pasang layer

lalu hati meronta berdoa kepada Tuhan:

o Tuhan, bawalah manusia ini ke tempat taburan ikan

biar hati berteriak menyusuri kehidupan

lalu dengan alun aku pun menembang

kembang layer kembang

laju ke ujung bumi, batas langit dan laut

Pelatihan 8

Diskusikan hal-hal berikut ini bersama teman kelompokmu!

  1. Objek apakah yang diungkapkan dalam puisi tersebut?
  2. Bagaimanakah sikap/pandangan penyair dalam mengungkapkan objek tersebut?
    1. Perasaan apakah yang terlintas dalam diri penyair tentang objek tersebut?
    2. Kosakata apa sajakah yang berhubungan dengan objek tersebut?
    3. Mengapa penyair lebih memilih kata menembang daripada menyanyi? Jelaskan pendapat kalian!
    4. Sarana retorika (majas, rima, pilihan kata) apa sajakah yang digunakan penyair dalam objek puisi    tersebut?

Pelatihan 9

Tulislah sebuah puisi berdasarkan pengamatan terhadap objek/peristiwa/alam yang berda di lingkungan sekitarmu! Daftarkan dahulu semua kosakata yang berhubungan dengan objek yang kalian pilih!

 

UJI KOMPETENSI 3

I. Berilah tanda silang pada huruf a, b, c, d, atau e pada jawaban yang benar!

1. Perhatikan urutan kalimat berikut ini!

1)       Karena tanpa bantuan masyarakat, keamanan sukar diwujudkan.

2)       Misalnya, masyarakat mengadakan siskamling untuk menjaga keamanan di malam hari secara bergantian.

3)       Caranya, masyarakat membentuk petugas keamanan dari masyarakat itu sendiri.

4)       Di samping itu, masyarakat harus senantiasa waspada terhadap orang-orang yang tidak dikenal.

5)       Lingkungan aman perlu diciptakan oleh masyarakat.

Kalimat-kalimat tersebut dapat dijadikan sebuah paragraph yang baik dengan susunan ….

  1. (5), (1) (2), (3), dan (4)
  2. (5), (2), (4), (1), dan (3)
  3. (5), (3), (2), (1), dan (4)
  4. (5), (3), (4), (2), dan (1)
  5. (5), (4), (3), (2), dan (1)

2.   jika ada yang masuk angina, obati dengan rimpang kencur. Radang lambung dapat disembuhkan dengan rimpang kencur. Perut mual, panas dalam segera sembuh setelah minumair rimpang kencur. Bahkan, urat tegang dapat disembuhkan  dengan rimpang kencur.

Kalimat kesimpulan yang sesuai dengan isi paragraph di atas adalah ….

  1. Tidak mengherankan jika banyak pabrik obat menggunakan rimpang kencur sebagai bahan utama pembuatan obat.
  2. Rimpang kencur dapat mengobati berbagai macam penyakit.
  3. Selain untuk makanan, rimpang kencur dapat digunakan sebagai obat yang mujarab.
  4. Rimpang kencur termasuk tanaman yang sangat bermanfaat bagi manusia.
  5. Tanaman kencur memberi manfaat yang sangat banyak kepada manusia.

3. Meraih cita-cita sama dengan menggapai gunung. Saat pendakian menuju puncak, tidak berjalan dengan lancer.Adakatanya, kita menemui jalan licin, semak-belukar,medanyang sulit, dan sebagainya. Jika kita dapat mengatasi rintangan, sampailah di puncak gunung yang dituju. Begitu pula dengan meraih cita-cita. Rintangan dating silih berganti. Di anataranya adalah kesulitan memahami pelajaran, kesulitan biaya, kegagalan dalam ujian, dan sebagainya. Bila kita tetap tabah dan tidak putus asa, cita-cita tersebut dapat terwujud.

Kesimpulan  yang tepat untuk mengakhiri paragraph tersebut adalah ….

  1. Begitulah mendaki gunung dan cara belajar yang baik.
  2. Jadi, meraih cita-cita sama dengan menggapai puncak gunung.
  3. Memang, belajar sama dengan mendaki puncak gunung.
  4. Demikianlah rintangan dalam belajar dan mendakimedanyang sulit.
  5. Ternyata memang benar, ketekunan belajar sama dengan kesabaran mendaki.

4. Pelanggaran lalu lintas sering dilakukan. Contoh pelanggaran itu di anataranya menyeberang di sembarang tempat. Padahal, tempat penyeberangan sudah tersedia. Bus berhenti sekehendak hati sopir. Pengendara kendaraan bermotor sering mengebut. Banyak pengendara tidak memiliki SIM.

Jenis paragraph tersebut adalah …

a. narasi                  b. eksposisi       c. persuasi        d. argumentasi   e. deskripsi

5. Saat ini, sepanjang Sungai Cisadane airnya berwarna cokelat. Sampah plastic dan sampah rumah tangga lainnya bertebaran di badan sungai. Di pinggir sungai, berdiri industri yang membuang limbah ke sungai itu.

Kalimat yang lengkap untuk melengkapi paragraph deskripsi tersebut adalah ….

  1. Di beberapa titik, bau menyengat pun tercium.
  2. Air sungai itu pun digunakan untuk mencuci dan mandi.
  3. Penduduk di bantaran sungai sering membuang sampah ke sungai.
  4. Pembuangan limbah ke sungai  dapat mengancam lingkungan.
  5. Kondisi itu sangat memprihatinkan dan menunjukkan rendahnya kesadaran masyarakat.

6. (1) Tanaman perlu perawatan. (2) Merawat tanaman dapat dilakukan dengan cara memberi pupuk, menyirami setiap hari, dan menyiangi rumput yang mengganggu pertumbuhannya. (3) Rumput ada yang dapat dijadikan obat. (4) Apalagi perawatan tanaman dilakukan dengan sungguh-sungguh. (5) Tanaman akan tumbuh dengan baik dan berkualitas tinggi sehingga dapat dinikmati dengan puas.

Kalimat penjelas yang tidak mengacu kepada kalimat utama (tidak padu) terdapat dalam kalimat ….

a. 1                   b. 2                   c. 3                   d.4                    e. 5

  1. Pada tahun 1952, Clifford Geert memopulerkan tipologi santri, abangan, dan priyayi sebagai kategori social yang ada dalam masyarakat Jawa. Menurut Persudi Suparlan, pengkategorian tersebut dibuat bukan sebagai sesuatu yang saling bertentangan , tetapi justru untuk memperlihatkan adanya saling ketergantungan di antara ketiganya. Sastro ingin anak cucunya mengerti bahwa hidup sebagai priyayi adalah mengabdi dan setia kepada raja dan Negara. Ketergantungan ketiga kategori tersebut, terwujud dalam kehidupan birokrasikota. Meskipun demikian, sampai saat ini, polemic belum juga selesai dalam masyarakat Jawa.

Jika kalian akan menyunting paragraph di atas, ada kalimat yang tidak koheren, yaitu terdapat dalam kalimat urutan ….

a. 1                   b. 2                   c. 3                   d. 4                   e. 5

8. Bacalah bacaan berikut!

Musim semi telah tiba. Salju mencair di lading-ladang dan lembah-lembah. Salju di atas puncak-puncak gunung secara berangsur-angsur mencair dan menggenangi jalan-jalan setapak yang berliku-liku menuju ke dalam lembah ngarai, bergabung dengan sebuah aliran air yang deras dan berdebur memperlihatkan kesadaran alam. Pohon buah badam dan apel sedang berbunga; pohon willow dan popular bertunas bersama kuntum-kuntum, dan alam membentangkan kebahagiaan dan pakaian segarnya di daerah pedalaman.

(Lukisan Keabadian karya Kahlil Gibran)

Berdasarkan tujuannya, kutipan di atas digolongkan jenis paragraph…

  1. Argumentasi
  2. Narasi
  3. Persuasi
  4. Deskripsi
  5. Eksposisi

9. Bacalah bacaan berikut!

Terumbu karang merupakan habitat sejumlah biota. Ikan kerapu, kakap merah, udang, dan ikan hias banyak berlindung disana. Peruskan terumbu karang oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab mengakibatkan biota-biota itu terancam punah.

Kalimat tanggapan yang sesuai dengan isi bacaan di atas adalah …

  1. Sebaiknya, perusak terumbu karang diberi pekerjaan baru sesuai keinginan mereka;
  2. Seharusnya, perusak terumbu karang segera diberantas karena mengancam kepunahan biota.
  3. Tidak heran jika biota-biota itu telah punah karena mereka telah merusak terumbu karang.
  4. Boleh saja mereka mengambil terumbu karang itu asal untuk membantu perekonomian mereka.
  5. Penanggung jawab kerusakan adalah orang atau nelayan yang tinggal di sekitar laut.

10. Jika melihat sosok Singapura seperti sekarang ini, boleh jadi Anda tidak membayangkan bahwa Negara yang identik dengan nama kotanya itu juga pernah memiliki problem yang sama denganJakartadan kota-kota besar lainnya diIndonesia. Problem perkotaan yang dihadapi Singapura pada masa lali kini sirna. Muncullah sosokkotamodern yang tertata apik, teratur, bersih, dan indah.

Intisari paragraph di atas adalah ….

  1. Singapura telah menjadikotamodern.
  2. Singapura telah menjadikotayang tertata, teratur, bersih, dan indah.
  3. Singapura pernah mengalami problemkotabesar.
  4. Singapura berhasil mengatasi problem perkotaan dengan baik.
  5. Singapura dan kota-kota besar diIndonesiamemiliki kesamaan.

11. Bacalah paragraph berikut!

(1) Jika kesehatan di desa-desa baik maka ketahanan masyarakat juga kuat. (2) Begitu penegasan Meneteri Kesehatan Achmad Sujudi tentang dasar program Warung Obat Desa (WOD). (3) Di desa-desa, lanjutnya, yang menjadi ujung tombak kesehatan adalah bidan. (4) Selain bertugas menangani dan melayani ibu-ibu hamil, bidan juga memberikan pelayanan kesehatan lain. (5) Beban itu etrlalu berat maka perlu dibantu oleh tenaga lain.

Opini dalam paragraph tersebut terdapat dalam kalimat nomor ….

  1. (1) dan (2)
  2. (1) dan (3)
  3. (1) dan (5)
  4. (2) dan (4)
  5. (3) dan (5)

12. Yelena Isinbayega (Rusia) benar-benar meraih “puncak dunia” setelah menyabet medali emas nomor loncat tinggi galah, Selasa (24/8), di stadion Olimpiade, Athena. Loncatan emasnya etinggi 4,91 meter sekaligus memecahkan rekor dunia atas namanya sendiri. Inbayega begitu larut dalam kegembiraan karena di Athena 2004 dalam kegembiraan karena di Athena 2004 ini, dia juga sukses mengalahkan seteru abadi, sekaligus teman berlatihnya, Svetlana Feofanova. IA sukses meloncat satu sentimeter lebih tinggi dari rekor dunia atas namanya sendiri. Feofanova merebut keeping perak dengan loncatan setinggi 4,75 meter.

Jika ditanyakan Berapakah rekor dunia loncat tinggi galah yang dicapai sebelum Olimpiade 2004?

Jawaban yang tepat untuk pertanyaan tersebut adalah ….

  1. 4,92 meter
  2. 4,91 meter
  3. 4,90 meter
  4. 4,76 meter
  5. 4,75 meter

13. Bacalah paragraph berikut!

Di belakang bukit sebelah selatan,padangilalang terbentang luas …. Putih tipis, terumbai-umbai bergerak ditiup angina seperti busa air di arus kali yang luas.

Kalimat yang tepat untuk melengkapi deskripsi di atas adalah ….

  1. Sawah hijau kelihatan menyenangkan.
  2. Bunga-bunga ilalang berayun-ayun.
  3. Saat itu,padangilalang penuh dengan bunga-bunga.
  4. Seandainya,padangilalang tumbuh subur.
  5. Betapa aku ingin memetik bunganya.

14. Bacalah penggalan karangan berikut!

Kini, jumlah anak jalanan diIndonesiasekitar 42.000 orang. Mereka berusia antaralimasampai delapan belas tahun. Dari jumlah sebanyak itu, Departemen Sosial hanya mampu menangani sekitar 27.000 orang. Untuk selebihnya, masyarakat termasuk pesantren-pesantren ikut menanganinya.

Penggalan karangan tersebut termasuk jenis karangan ….

a. narasi            b. deskripsi       c. eksposisi       d. argumentasi               e. persuasi

15. Penggunaan bahasa yang paling efektif dalam memperkenalkan diri atau orang lain dalam forum resmi adalah ….

  1. Saudara-Saudara sekalian, dalam kesempatan kali ini saya akan memperkenalkan diri.
  2. Yang duduk di samping saya adalah beliau yang terhormat Bapak Darmaja. Sebelum beliau menyampaikan makalahnya, akan saya sampaikan biografinya.
  3. Hadirin yang berbahagia, sebelum pembicara memaparkan makalahnya, akan saya perkenalkan siapa sebenarnya beliau.
  4. Bapak dan ibu, kita-kita yang duduk di depan ini akan memperkenalkan diri.
  5. Para BApak-BApak dan Ibu-ibu, perkenankan kami memperkenalkan diri di depan Bapakbapak dan Ibu-ibu.

16. “Hei, Iwan! Apa yang kau lamunkan?” suara ayah mengagetkan diriku.

“Tidak ayah. Aku hanya berfikir tentang kegigihan ayah dengan semua ini, “ jawabku berbasa-basi.

“Ayo, teruskan kegiatanmu, mumpung masih pagi! Sebentar lagi kau harus ke pasar. Ikan asin yang dikeringkan ibu sudah bias dijual.

“Baik, Ayah!”

Perwatakan tokoh pada kutipan diatas dilukiskan dengan cara ….

  1. Dramatic
  2. Deskriptif
  3. Analitik
  4. Protagonist
  5. Antagonis

17. Di bawah ini adalah perwatakan aku ….kecuali ….

a. berbakti kepada orang tua       b. penurut          c. pengertian     d. ringan tangan e. pemalas

18. Sebagai anak tertua dan alhamdulillah berpendidikan setingkat SLTA, aku dipercaya ayah untuk mewakilinya. Awalnya aku tidak mau, karena yang merintis kebun jarak itu adalah ayah. Tapi karena adanya desakan dari ayah, ibu dan adikku, amanah tersebut akhirnya aku terima.

Hari itu, aku menjadi saksi akan peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya. Ternyata tanaman jarak yang ditanam ayah tidak saja menciptakan angin kesejukan bagi keluarga kami. Tetapi Insyaallah, semua yang dirintis ayah akan menebarkan angina kesejukan bagi masyarakat lainnya. Dan ketika kuarahkan pandangan ke arah kebun, maka kulihat tanaman jarak itu menari-nari diterpa angin laut, seolah ikut merasakan kebahagiaan kami.

Unsur ektrinsik yang mendominasi kutipan cerpen di atas adalah….

  1. Pendidikan        b. Social           c. Moral                        d. Agama          e. Adapt-istiadat

19.  Di bawah ini adalah kalimat yang mengandung majas personifikasi….

  1. Hari itu, aku menjadi saksi akan peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya
  2. Ternyata tanaman jarak yang ditanam ayah tidak sjaa menciptakan angin kesejukan bagi keluarga kami
  3. Semua yang dirintis ayah akan menebarkan angina kesejukan bagi masyarakat lainnya
  4. Kulihat tanaman jarak itu menari-nari diterpa angina laut
  5. Seolah jarak itu ikut merasakan kebahagiaan kami

20. (1) Pada saat meluncur dengan kecepatan rendah atau sedang, hydrofoil tampak seperti sebuah kapal konvensional yang badannya masuk ke dalam air. (2)Namun, pada waktu meluncur dengan kecepatan tinggi , air akan membelok dari permukaan bagian atas foil, seperti udara membelok dari permukaan bagian atas pesawat terbang. (3)Tekanan air pada permukaan foil atas menjadi menurun. (4)Tekanan yang menurun ini dapat menimbulkan gerak angkat. (5) Bila semakin banyak gerak angkat yang ditimbulkan, maka bagian haluan kapal semakin muncul ke atas permukaan air. (6) Akhirnya, seluruh lambung kapal naik dari permukaan air. (7) Dengan demikian kapal menjadi “bergantung pada foil”. (8) Pada beberapa jenis kendaraan hydrofoil, foilnya berada di bawah air secara penuh. (9) Pada jenis lainnya, hanya sebagian foil yang terendam pada waktu kapal meluncur “terbang”. (10) Bila kecepatan melambat, tekanan pada gerak angkat berkurang dan hydrofoil itu bergantung pada air.

Kutipan di atas yang bukan merupakan kalimat fakta terdapat pada kalimat ke ….

a. (1) dan (2)      b. (3) dan (4)      c. (5) dan (6)      d. (7) dan (8)      e. (9) dan (10)

21. Paragraf pada nomor 20 di atas berjenis….

  1. Narasi               b. Eksposisi      c.Deskripsi        d. Argumentasi              e, Persuasi

22. Di bawah ini adalah cirri-ciri paragraph deskripsi kecuali ….

  1. hal-hal yang menyentuh pancaindera (penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan, atau perabaan) dijelaskan secara terperinci
  2. Penyajian urutan ruang, penggambaran atau pelukisan berupa perincian disusun berurutan mungkin dari kiri ke kanan, dari atas ke bawah, dari depan ke belakang dan seterusnya.
  3. Penggambaran benda atau manusia didapat dengan mengamati bentuk, warna, dan keadaan objek secara detail, terperinci menurut penangkapan penulis
  4. Pemberian kesan atau pengaruh pada perasaan daripada kenyataan atau keadaan sebenarnya. Paragraph deskripsi seperti ini disebut deskripsi impresionistis, sangat penting untuk mengembangkan kemampuan menulis cerita fiksi.
  5. Penyajian urutan waktu dan peristiwa secara kronologis sehingga akan tergambar alur secara jelas dan terperinci.

23. Topik-topik di bawah ini manakah yang  tidak  dapat dijadikan paragraph deskripsi ….

Rembang di waktu sore hari

Kemarau melanda kotaku

Rembangkotagaram yang gersang

Bulu Mantingan yang menyejukkan

Museum Kartini yang memprihatinkan

24. Di bawah ini adalah salah satu judul puisi yang termasuk balada lirik.

Hang Tuah

Katijah

Ke Desa

Kepasrahan

Kepda Orang Mati

25. Puisi yang singkat dan tepat, berisi ajaran agama, sopan santun pergaulan, dan nasihat digolongkan ke dalam …

a. balada           b. epigram         c. himne            d. ode   e. elegi

26. Puisi yang berisi cemooh terhadap kepincangan atau ketidakadilan digolongkan ke dalam ….

a. himne            b. ode               c. elegi              d . satire           e. roman

27.        RITA

Buat Nunuk! –sari kasih di malam bening—

Senyum ketawalah, Rita

Ketawamu yang manis tanpa suara

Seperti melati mekar di sejuk pagi

Lembut fajar penuh cinta

Penuh cinta

Mesra—

Rekahan mulut mungil itu

Terkatup dan merangkum senyum

Kutipan puisi di atas termasuk ….

a. himne            b. ode               c. elegi              d . satire           e. roman

28.         TERATAI

Kepada Ki Hajar Dewantara

Dalam kebun di tanah airku

Tumbuh sekuntum bunga teratai

Tersembunyi kembang indah permai

Tidak terlihat orang yang lalu

Akarnya tumbuh di hati dunia

Daun bersemi Laksmi mengarang;

Biarpun dia diabaikan orang

Seroja kembang gemilang mulia.

 

Dilihat dari penggolongan isinnya puisi di atas disebut ….

a. . himne                b. ode               c. elegi              d . satire           e. roman.

29. Sedangkan dilihat dari banyaknya baris tiap bait puisi di atas digolongkan ….

a. tersina           b. kwatren         c. kwin              d. sektet           e. septime

30. Puisi di atas berupa pujian yang ditujukan kepada pahlawan yang bernama ….

a. Danudirja Setiabudi        b. Ki Mangunsarkoro      c. Ki Hajar Dewantara

d. Dr. Sutomo                    e. Douwes Dekker

 

Posted in: Uncategorized