Modul B.Indo X Semester 2

Posted on May 21, 2011

0


TEMA 1

PERTANIAN MAJU, NEGARA MAKMUR

 

A. MEMBACA MEMINDAI

 

            Setelah mempelajari bagian ini siswa diharapkan dapat (1) mengidentifikasi ide pokok dalam teks; (2) menulis kembali isi bacaan secara singkat dalam beberapa kalimat; (3) mencatat pokok isi informasi; (4) menyampaikan isi bacaan ; (5) memberi tanggapan terhadap penyampaian isi ringkasan.

 

.1. Mengidentifikasi ide pokok dalam teks

Membaca pada hakikatnya adalah memahami gagasan atau ide penulis. Gagasan atau ide penulis dalam sebuah bacaan dapat dipilah menjadi dua, yakni ide pokok dan ide penjelas (ada juga yang menyebut gagasan pokok dan gagasan penjelas). Ide penulis pada tataran yang lebih kecil tampak pada gagasan/ide dalam paragraph. Sebuah paragraph berisi gagasan/ide pokok dan ide penjelas. Ide pokok dalam paragraph biasanya terdapat dalam kalimat utama. Kalimat utama biasanya berupa kalimat yang pernyataannya paling umum dalam sebuah paragraph. Dilihat  dari tempatnya kalimat utama pada umumnya berada pada awal atau akhir paragraph. Ide utama/pokok  dapat ditemukan dengan menghilangkan bagian atau membuang bagian yang tidak penting.

Karena masih bersifat umum, ide pokok  perlu penjelasan atau rincian. Rincian inilah yang disebut dengan gagasan/ide penjelas. Ide penjelas dapat berupa rincian, contoh, perbandingan, atau pertentangan.

Pelatihan 1

Bacalah wacana di bawah ini!

Subsidi Pertanian Dirombak

Penerima Subsidi 24,05 Juta Kelompok Usaha Tani

Pemerintah akan memperkuat basis data penyaluran subsidi pertanian untuk meningkatkan akurasi dalam distribusi anggaran yang akan mencapai Rp20 trilyun pada tahun depan. Selama ini basis data penyaluran subsidi pertanian masih lemah karena hanya didasarkan atas dua basis informasi.

Kedua basis itu adalah statistic pemerintah daerah dan data industri pupuk. Saat ini, pemerintah sudah mencatat 24,05 juta kelompok usaha tani yang seharusnya menerima manfaat subsidi pertanian.

“Kami menetapkan harus ada basis data ketiga yang akan diperkuat oleh BPS (BAdan Pusat Statistik) sehingga akurasi datanya mencakup informasi by name dan  by address (distribusi berdasarkan nama dan alamat petani yang jelas),” ujar Deputi Bidang Koordinasi Pertanian dan Kelautan Kantor Menteri Koordinator Pertanian Bayu krisnamurthi, Kamis (24/7) di Jakarta, seusai rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menkeu sekaligus Pelaksana JAbatan Menko Perekonomian Sri Nulyani Indrawati.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden yang disampaikan dalam rapat cabinet beberapa hari lalu.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan perlunya dilakukan tiga hal. Pertama, pengendalian inflasi. Kedua, kestabilan harga pangan dan komoditas pokok. Ketiga pengamanan pasokan listrik

Penyaluran pupuk

Sebelumnya, dasar penyaluran anggaran subsidi pertanian (baik subsidi pupuk atau bibit) adalah data jumlah petani dari pemerintah daerah kemudian dikompilasi dengan data distribusi pabrik pupuk dan akhirnya diuji silang dengan data luas lahan dari Departemen Pertanian..

“Atas dasar itu, kami ingin menambahkan basis datanya dari hanya dua menjadi tiga. Ini kami lakukan karena penerima subsidi  pertanian adalah harus petani yang tepat. Misalnya, jika ditetapkan subsidi untuk petani dengan luas lahan 0,5 hektar, maka hanya petani dengan lahan garapan 0,5 hektar yang mendapatkan subsidi,” ujar Bayu.

Selama ini, subsidi pupuk tidak diberikan secara langsung ke petani, melainkan diberikan dalam bentuk subsidi pembelian gas yang menjadi bahanbakuutama pupuk di pabrik-pabrik pupuk.

Anggaran yang dialokasikan dalam APBN Perubahan 2008 untuk subsidi  pupuk sebesar Rp 7,8 triliun di akhir tahun ini akibat kenaikan harga gas.

Guru Besar Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor yang juga Sekretris Jenderal Perhimpunan Ilmu Ekonomi Pertanian Indonesia Hermanto Siregar mengatakan, banyak yang harus dibenahi bila pemerintah ingin menerapkan kebijakan perubahan subsidi bagi petani.

Dari sisi prinsip, subsidi kepada petani memang harus langsung ke target. Namun, dalam implementasinya akan banyak hambatan. “Hambatan utama adalah soal identifikasi lahan dan kepemilikan serta petani penggarap,” katanya.

Apabila ketiganya tidak teridentfikasi baik,  berpotensi menimbulkan riak. Persoalan kedua terkait siapa yang harus memberikan subsidi langsung itu. Dinas Pertanian  daerah, pemerintah daerah, atau professional.

Jika pemerintah daerah atau dinas pertanian yang  melakukan pemberian bantuan sekaligus identifikasi hasil produksi, akan terjadi bias kepentingan. Fakta di lapangan, laporan dari dinas pertanian kerap yang bagus-bagus.

Hermnato menyarankan, mekanisme penyaluran bantuan lebih bik memanfaatkan jasa lembaga professional yang bias diaudit. (Kompas, Jumat 25 Juli 2008).

Berdasarkan wacana di atas lengkapilah kolom-kolom di bawah ini!

No

Paragraph

Ide pokok

Kalimat utama

1

Paragraph ke-1 ————————————————————————————————– ———————————————————————————————————————————

2

Paragraph ke-2 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

3

Paragraph ke-3 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

4

Paragraph ke-4 ————————————————————————————————– ——————————————————————————————————————————–

5

Paragraph ke-5 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

6

Paragraph ke-6 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

7

Paragraf ke-7 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

8

Paragraph ke-8 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

9

Paragraph ke-9 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

10

Paragraph ke-10 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

11

Paragraph ke-11 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

12

Paragraph ke-12 ————————————————————————————————— ———————————————————————————————————————————

13

Paragraph ke-13 ————————————————————————————————– ———————————————————————————————————————————

2. Mencatat Pokok-Pokok Informasi Bacaan

Pokok-pokok informasi bacaan/wacana dapat diperoleh dengan menerapkan daftar pertanyaan apa, siapa, kapan, bagaimana, dan mengapa yang dapat dijawab dengan menggunakan bacaan yang tersedia.

            Bacalah wacana di bawah ini, kemudian carilah pokok-pokok informasinya!

Saat Jagung Menjadi Primadona …

            Keramaian terlihat di lapangan Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, Rabu (23/7) allu. Sejumlah stan penjualan benih jagung, padi, pupuk, dan pestisida berdiri disana. Ribuan petani juga terlihat berkumpul sembari melakukan berbagai transaksi, namun jagung yang menjadi primadona.

Hari itu, Dinas Pertanian Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Tegal bersama dengan sejumlah perusahaan penyedia sarana pertanian melaksanakan pasar tani. Melalui  pasar tani tersebut, petani dapat memperoleh pupuk maupun benih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Mereka juga bias mendapatkan konsultasi mengenai budidaya padi dan jagung hibrida, penanggulanganhamapenyakit, serta uji analisis tanah secara gratis.

Sriningsih (40), petani di Desa Karangmangu, Kecamatan Tarub, dating ke pasar tani untuk membeli benih jagung. Sejak musim tanam lalu ia memilih menanam jagung. Dari lahan seluas 3.400 meter persegi, ia mengaku mendapatkan hasil penjualan jagung Rp. 6,7 juta.

Petani lainnya, Sumargo (54), asal Desa Curug, Kecamatan Pangkah, mengaku senang dengan kegiatan tersebut. Meskipun jatah pupuk dan benih yang diperoleh terbatas, petani tetap terbantu. “Harga urea di pasaran mahal, mancapai Rp. 70.000 per zak isi 50 kilogram (kg), sedangkan harga benih jagung hibrida mencapai Rp. 90.000 per kg,”ujar Sumargo.

Selama ini ia menanam jagung di atas lahan seluas dua hektar. Ia memilih menanam jagung karena harga jagung yang mahal, mencapai Rp. 3.500 per kg. Dari lahan seluas satu hektar dapat dihasilkan 7,2 ton jagung kering. Padahal, biaya yang dikeluarkan hanya Rp 7,2 juta.

Pasar tani itu, menurut Kepala Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Tegal Toto Subandriyo dilaksanakan selama satu hari, mulai pagi hingga sore hari. Kegiatan itu ditujukan bagi 1.200 petani di15 kecamatan di Kabupaten Tegal.

Kegiatan itu dimaksudkan untuk mempertemukan petani dengan penyedia sarana tani. Saat ini, banyak petani menanam jagung sehingga kebutuhan pupuk dan benih tinggi. Jagung menjadi primadona di kalangan petani karena harganya mahal. Harga tertinggi mencapai Rp 3.600 per kg. “Sepengetahuan kami, baru kali ini harga jagung di atas Rp. 3.000, “ ujar Toto.

Selain itu, kebutuhan air untuk tanaman jagung hanya seperlima dari kebutuhan air untuk tanaman padi. Dengan demikian, pada musim kemarau banyak petani yang memilih menanam jagung. Pemelihraan tanaman jagung juga relatif lebih mudah.

Hingga saat ini, luas areal tanaman jagung di Kabupaten Tegal sudah mencapai 21.000 hektar. Padahal, biasanya luas areal tanaman jagung disanahanya sekitar 16.000 hingga 17.000 hektar. Diperkirakan, luas areal tanaman jagung hingga akhir tahun ini mencapai 25.000 hektar. Sentra tanaman jagung di Kabupaten Tegal diantaranya terdapat di Kecamatan Balapulang, Pagerbarang, Dukuhwaru, dan Pangkah.

Toto mengatakan, meningkatnya minat petani menanam jagung itu menyebabkan melonjaknya kebutuhan benih jagung dan pupuk. Kebutuhan pupuk untuk tanaman jagung mencapai hamperlimakali lipat dari kebutuhan pupuk tanaman padi. Kebutuhan benih jagung sekitar 15 kg per hektar. Untuk tanaman padi, kebutuhan urea sekitar 250 kg per hektar, sedangkan untuk tanaman jagung bisa mencapai 1,2 ton per hektar.

District Agronomist PT DuPontIndonesiawilayah Jateng Bagian Barat, sebagai penyedia benih jagung dan padi hibrida, Arief Nur Judhanto mengatakan, pasar tani dilaksanakan di Tegal karena animo masyarakat disanauntuk menanam jagung tinggi. Benih jagung hibrida yang disediakan hari itu mencapai empat ton.

PT DuPontIndonesiajuga menyediakan stan budidaya padi dan jagung hibrida, stanhamapenyakit, serta stan uji analisis tanah.

“Jadi selain mendapatkan benih, petani juga mendapatkan ilmu. (Kompas, Jumat 25 Juli 2008)

 

Pelatihan 2

No

Pertanyaan

Pokok-pokok informasi

1 Apa: ————————————————————————————————————————————————————- ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
2 Siapa: ————————————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
3 Kapan: ————————————————————————————————————————– ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
4 Bagaimana: ——————————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
5 Mengapa: ——————————————————————————————————————————————————– ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————
6 Di mana/ ke mana: ———————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Pelatihan 3

Buatlah rangkuman wacana di atas berdasarkan pokok-pokok materi yang telah kalian temukan!

Rangkuman :

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Rangkuman yang telah dibuat temanmu tersebut berilah tanggapanmu!

Tanggapan rangkuman (ditulis temanmu!)

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

B. MENULIS TEKS PIDATO

            Setelah mempelajari bagian ini, siswa diharapkan dapat (1) menentukan topic dan tujuan pidato; (2)  menyusun kerangka isi pidato; (3) menyusun teks pidato berdasarkan kerangka dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami; (4) menyunting teks pidato yang ditulis teman.

.

Berpidato adalah berbicara di hadapan umum. Pidato merupakan salah satu kegiatan berbahasa satu arah antara pembicara pada peserta tentang informasi yang disampaikan dalam peristiwa tertentu. Berpidato tidak sekedar berbicara di depan public tetapi membutuhkan keterampilan menyampaikan informasi pada khalayak. Sepanjang sejarah dapat dicatat bahwa keampuhan penyajian lisan ini dapat mengubah sejarah dunia. Dalam sejarah perkembangan bangsaIndonesia, tercatat nama Ir. Soekarno sebagai ahli pidato yang ulung.

Ada tiga bagian utama dalam pidato resmi, yakni : 1) bagian pendahuluan yang berisi latar belakang masalah; (2) bagian isi merupakan inti pidato, berupa pikiran-pikiran yang akan diuraikan; (3) bagian penutup yang merupakan bagian akhir pidato yang biasanya berisi simpulan atau penekanan hal-hal yang dianggap penting.

Beberapa jenis metode berpidato.

  • Metode impromptu (serta-merta) adalah metode berpidato berdasarkan kebutuhan spontan atau sesaat, tanpa persiapan yang memadai.
  • Metode naskah adalah metode berpidato yang benar-benar dipersiapkan secara cermat. Pembicara menyusun naskah terlebih dahulu sebelum berpidato
  • Metode menghapal (memoriter) adalah metode berpidato dengan cara pembicara membuat naskah terlebih dahulu kemudian menghafalkannya.
  • Metode ekstemporan adalah metode berpidato dengan cara pembicara menulis pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan. Dalam pelaksanaannya, pokok-pokok pikiran tersebut diuraikan dan dikemukakan dengan kata-kata sendiri pembicara hanya membawa kerangka pidato. Dengan demikian, berpidato dengan metode ini dimungkinkan adanya variasi dan suasana yang lebih fleksibel.

Kegiatan persiapan yang perlu dilakukan seseorang sebelum berpidato antara lain (1) menyusun pokok-pokok pikiran; (2) merumuskan pokok-pokok pikiran ke dalam kalimat-kalimat utama; (3) menyusun kerangka pidato; dan (4) memilih sumber rujukan atau data pendukung.

1. Menentukan Topik dan Rujukan Pidato

Topic adalah pembicaraan yang akan disampaikan kepada pendengar. Untuk membatasi topic, dapat dibatasi dengan mengajukan pertanyaan saya akan berpidato tentang apa? Jika jawabannya adalah tentang pertanian.Topik ini terlalu luas. Topic harus dibatasi sesempit mungkin. Untuk menetapkan topik berikutnya perlu diajukan pertanyaan lagi yang dapat mempersempit topik. Perhatikan contoh berikut.

 

Berdasarkan diagram di atas, topic dapat dibatasi, dari topic yang paling umum menjadi topic yang lebih sempit lagi misalnya pembudidayaan tanaman  buah mangga di segala musim.

Selain menentukan topic, kalian juga perlu menentukan tujuan pidato. Tujuan pidato agar pendengar melakukan sesuatu, mempengaruhi keyakinan pendengar, ataukah untuk menyampaikan informasi. Contohnya di bawah ini.

 

            Topik               : pembudidayaan tanaman buah mangga di segala musim

                        Tujuan : agar pendengar khususnya petani melakukan hal-hal yang    dipaparkan dalam pidato agar buah mangga yang biasaya berbuah dalam musim/bulan tertentu dapat berbuah sepanjang tahun.

 

Pelatihan 4

Tentukan tujuan dan uraian pokok dari topic-topik pidato di bawah ini!

No

Topik

Tujuan

Uraian

1

Pertanian maju Negara makmur Menggalakkan usaha di bidang pertanian Indonesia Negara agraris. Kekuatan ekonomiIndonesiaterletak pada pertanian. Jika bidang pertanian ini maju dan dapat membuka lapangan kerja, maka bidang-bidang yang lain akan tercukupi. Dengan kestabilan pangan yang mantab kemakmuran Negara dapat tercapai.

2

Harga beras melambung tinggi ———————————————————————————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

3

Pupuk langka di pasaran para petani menderita —————————————————————————————————————————————————————————————————- ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

4

Beras miskin tak layak untuk dikonsumsi —————————————————————————————————————————————————————————————————- ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

5

Harga sembako melambung petani menjerit —————————————————————————————————————————————————————————————————- ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

2. Menyusun Kerangka Pidato

Seperti dikemukakan di atas pidato terdiri atas tiga bagian, yakni pendahuluan, isi, dan penutup. Pendahuluan berisi salam. Tujuannya untuk menghormati dan mendoakan hadirin. Selain berisi salam, pendahuluan juga berisi kalimat atau ucapan hormat kepada tokoh penting yang hadir pada saat itu dan kepada hadirin umumnya. Urutan penyebutan hendaknya dimulai dari tokoh yang jabatannya paling tinggi sampai kepada tokoh yang jabatannya paling rendah. Selain itu juga berisi sedikit latar belakang mengapa topic pidato itu disampaikan.

Contoh :

Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua. Yang terhormat … yang kami hormati … (dst) . sebagai insane yang beragama, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah Swt atas rahmat dan hidayah-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini dalam keadaan sehat-wal’afiat tak kurang suatu apapun. Sungguh merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi saya untuk menyampaikan pidato singkat pada pagi ini yang bertemakan …..

Isi adalah bagian terpenting dari pidato. Agar mudah disajikan bagian ini sebaiknya dirinci menjadi poin-poin yang lebih kecil. Selanjutnya poin-poin ini dikembangkan satu demi satu.

Contoh:

Para Ibu dan Bapak yang saya hormati,

Semua orang menginginkan perekonomian Negara umumnya dan perekonomian pribadi khususnya stabil. Karena dengan kestabilan perekonomian ini maka tujuan-tujuan lain dalam menjalani hidup ini dapat tercapai. Misalnya: jika perekonomian secara pribadi stabil akan mendukung tujuan kita memperoleh atau menggapai cita-citanya. Lebih jelasnya seperti ini ….

Penutup berisi harapan dan doa agar apa yang disampaikan bermanfaat bagi pendengar dan salam. Perhatikan contoh penutup berikut.

Contoh:

Jadi, ada keterkaitan yang signifikan antara kestabilan ekonomi dengan bidang-bidang lain dalam kehidupan. Oleh karena itu, saya berharap pemerintah dapat mengusahakan kestabilan ekonomi, terutama harga-harga kebutuhan pokok.

Bapak –Ibu yang saya hormati, demikian pidato saya; jika ada perkataan yang kurang berkenan di hati saya mohon maaf. Akhir kata Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Pelatihan 5

Buatlah kerang pidato dari topik-topik di bawah ini!

No

Topic

Kerangka pidato

1

Pertanian maju Negara makmur
  1. Pendahuluan
  2. Isi:
    1. ——————————————————————————————————————
    2. ————————————————————————————————————————————————————————–
    3. —————————————————————————————————————————————————————————
    4. —————————————————————————————————————-
  3. Penutup

2

Harga beras melambung tinggi
  1. Pendahuluan
  2. 2. Isi

a.——————————————————————————————————————————————

b. —————————————————————————————————————————————–

c. —————————————————————————————————————————————————————————————————————

d. —————————————————————————————————————————————–

3. Penutup

3

Pupuk langka di pasaran para petani menderita
  1. Pendahuluan
  2. Isi:
  3. Penutup
    1. ——————————————————————————————————————
    2. ————————————————————————————————————————————————————————–
    3. —————————————————————————————————————————————————————————
    4. —————————————————————————————————————-

4

Beras miskin tak layak untuk dikonsumsi
  1. Pendahuluan
  2. Isi:
    1. ——————————————————————————————————————
    2. ————————————————————————————————————————————————————————–
    3. —————————————————————————————————————————————————————————
    4. —————————————————————————————————————-
  3. Penutup

3. Menyusun Teks Pidato Berdasarkan Kerangka dengan Kalimat yang Mudah  Dipahami

Berikut ini contoh teks pidato.

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera.

Yang terhormat …. Yang kami hormati ….

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena sampai hari ini limpahan rahmat dan karunia selalu kita terima. Tak lupa salam dan shalawat kita berikan kepada Nabi Agung Muhamad Saw. Semoga di hari akhir kita mendapat safaatnya. Amin. Pagi ini saya akan berbicara mengenai pengusaha sebagai warga kelas nomor satu.

Di masa penjajahan Belanda, banyak pribumi ngebet ingin jadi pegawai pamong praja. Karena dengan menjadi pramong praja berarti menjadi priyayi, bergengsi, dan mendapat jaminan hidup sejahtera. Tetapi di awal masa kemerdekaan, para priyayi jatuh merek, bekas pejuang kemerdekaanlah yang menjadi primadona. Para pahlawan bangsa itu yang berjaya dan memegang banyak posisi pdalam era mengisi  kemerdekaan peringkat berubah lagi. Orang kepingin anaknya menjadi dokter, insinyur, atau Meester in de Rechten . karena, dr. Ir. Atau Mr. itulah tiket yang menjamin orang jadi kaya.

Kini, setelah lebih dari setengah abad merdeka, orang tak ingin lagi jadi pegawai negeri. Sebab, itu berarti miskin, kecuali yang kebetulan dapat tempat basah sehingga dapat korupsi. Kata priyayi pun  menjadi kotor karena selalu terkait dengan pengertian feodalisme dan kolonialisme. Orang menghindar dan cenderung menempatkan priyayi sebagai salah satu dari yang harus dibasmi dalam kehidupan yang demokratis.

Sementara, para bekas pejuang yang secara umum tercakup dalam Angkatan ’45, tidak popular lagi. Bahkan, cenderung menjadi identik dengan sesuatu yang sudah kadaluwarsa, mapan, ataupun cacat. Akibat ulah dari beberapa oknumnya yang tidak terpuji, nama yang dulu angker itu, jatuh peringkat jadi ejekan terhadap semangat suatu masa yang tak akan dibiarkan lagi memegang tampuk pimpinan dalam kehidupan Negara yang hendak bangkit ini.

—————————————————————————————————————————————————————————————————–dst.

Pelatihan 6

Lanjutkanlah pidato di atas dalam empat paragraph (isi) dan diakhiri dengan satu paragraph penutup!

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Pelatihan 7

Suntinglah bagian pidato di bawah ini!

Di masa penjajahan Belanda, banyak pribumi ngebet ingin jadi pegawai pamong praja. Karena dengan menjadi pramong praja berarti menjadi priyayi, bergengsi, dan mendapat jaminan hidup sejahtera. Tetapi di awal masa kemerdekaan, para priyayi jatuh merek, bekas pejuang kemerdekaanlah yang menjadi primadona. Para pahlawan bangsa itu yang berjaya dan memegang banyak posisi pdalam era mengisi  kemerdekaan peringkat berubah lagi. Orang kepingin anaknya menjadi dokter, insinyur, atau Meester in de Rechten . karena, dr. Ir. Atau Mr. itulah tiket yang menjamin orang jadi kaya.

 

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-
Kini, setelah lebih dari setengah abad merdeka, orang tak ingin lagi jadi pegawai negeri. Sebab, itu berarti miskin, kecuali yang kebetulan dapat tempat basah sehingga dapat korupsi. Kata priyayi pun  menjadi kotor karena selalu terkait dengan pengertian feodalisme dan kolonialisme. Orang menghindar dan cenderung menempatkan priyayi sebagai salah satu dari yang harus dibasmi dalam kehidupan yang demokratis ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

 

 

 

 

C. MENDISKUSIKAN PUISI

            Setelah mempelajari bagian ini diharapkan siswa dapat (1)menjelaskan citraan puisi, (2) menjelaskan berbagai karakteristik puisi dengan kalimat yang komunikatif; (3) mengutarakan nilai-nilai puisi dengan bahasa sendiri; (4) membandingkan nilai-nilai puisi dengan realitas alam, social budaya, dan masyarakat melalui diskusi.

1. Pengimajinasian/Citraan dalam Puisi

Dalam puisi diperlukan kekonkretan gambaran, maka ide-ide abstrak yang tidak dapat ditangkap dengan alat-alat keinderaan diberi gambaran atau dihadirkan dalam gambar-gambar inderaan. Diharapkan ide yang semula abstrak dapat ditangkap atau seolah-olah dapat dilihat, didengarkan, dicium, diraba, atau dipikirkan. Atas dasar hal itu, citraan dapat dibedakan atas beberapa macam. .

  • Citraan visual/penglihatan, maksudnya citraan yang dihasilkan dengan memberi rangsangan indera penglihatan sehingga hal-hal yang tidak terlihat seolah-olah kelihatan;
  • Citraan pendengaran, citraan yang dihasilkan dengan menyebutkan atau menguraikan bunyi suara atau berupa anamatope dan persajakan berturut-turut.
  • Citraan penciuman
  • Citraan pencecapan
  • Citraan rabaan, yakni citra yang berupa rangsangan-rangsangan kepada perasaan atau sentuhan.
  • Citraan pikiran/intelektual, yakni citraan yang dihasilkan oleh asosiasi pikiran.
  • Citraan gerak dihasilkan dengan menghidupkan dan memvisualkan sesuatu hal yang tidak bergerak menjadi bergerak.

Bermaca-macam citraan tersebut dalam pemakaiannya kadang-kadang digunakan lebih dari satu cara bersama-sama untuk memperkuat efek kepuitisan. Berbagai jenis citraan saling erat berjalinan dalam menimbulkan efek puitis yang kuat.

Pelatihan 8

Citraan apakah yang digunakan puisi di bawah ini?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 .

No

Pengimajinasian

Kata konkret

1

citraan penglihatan ———————————————————————————————————————————————————————————

2

Citraan pendengaran ———————————————————————————————————————————————————————————

3

Citraan penciuman ———————————————————————————————————————-

4

Citraan pencecapan ———————————————————————————————————————-

5

Citraan rabaan ———————————————————————————————————————-

6

Citraan pikiran ———————————————————————————————————————-

7

Citraan gerak ———————————————————————————————————————————————————————————

 

2. Karakteristik Bahasa Puisi

Perhatikan contoh-contoh berikut ini.

Selembar daun jatuh

Selembar daun gugur

Selembar daun luruh

Selembar daun melayang

Kata jatuh, gugur, luruh, melayang  memiliki makna yang tidak jauh berbeda. Kata-kata itu dapat dipilih bergantung pada perasaan apa yang diinginkan pengarang. Kata jatuh memberikan kesan sakit, kata gugur memberikan kesan berkorban buat orang banyak. Kata luruh memberikan kesan lembut, dan kata melayang memberikan kesan mengalir pelan. Baris selembar daun jatuh dan selembar daun gugur  mungkin memiliki makna yang sama, tetapi perasaan yang ditimbulkan berbeda.

Perhatikan contoh berikut ini.

Berakit-rakit ke hulu

Berenang-renang ke tepian

Bersakit-sakit dahulu

Bersenang-senang kemudian

Baris pertama diakhiri dengan bunyi /lu/,  baris ketiga pun demikian. Baris kedua diakhiri dengan bunyi /an/, demikian pula baris keempat. Dalam puisi lama perulangan bunyi itu diatur sedemikian rupa oleh suatu kaidah sehingga terkean membelenggu dan kurang dinamis.Para penyair modern berusaha membangun irama secara lebih kreatif sebagai cermin kebebasan berkespresi. Irama tidak lagi disusun atas dasar pola persajakan tertentu, di mana pun posisi bunyi itu dalam baris atau kalimat. Perhatikan contoh berikut ini.

Mawar di taman kupetik semalam

Tatkala hujan lalu bersama rinduku

Dalam contoh di atas terdapat perulangan bunyi sedaerah artikulasi W  dan W dalam kata taman dan semalam, serta perulangan bunyi yang sama dalam kata lalu dan rinduku. Perulangan semacam itu menimbulkan irama yang bagus.

Nah, itulah cara membangun irama dalam puisi. Hanya saja yang perlu diingat bahwa puisi tak hanya harus berirama, tetapi yang lebih penting lagi puisi itu harus bermakna. Bahasa puisi itu harus berbeda dengan bahasa karya atau tulisan yang lain. Pilihan kata harus benar-benar padat dan cermat di samping menyuarakan perasaan penyair (bersifat konotatif)

Selain hal tersebut di atas, karakteristik bahasa puisi yang lain adalah adanya penyimpangan kaidah bahasa. Perhatikan contoh berikut.

Adayang mengiris luka ini malam

Lewat rebab yang memainkan nyanyianmu

…………

(Arifin, 1976:207)

Frase ini malam dalam struktur kalimat bahasa Indonesia seharusnya malam ini. Penggunaan frase tersebut dimaksudkan untuk menekankan lukisan suasana yang diinginkan penyair.

Penyimpangan bahasa dalam puisi merupakan hal yang biasa. Seringkali penyimpangan itu justru menjadi cirri suatu angkatan atau periode dalam sastra. Penyimpangan itu antara lain meliputi: (1) penyimpangan leksikal; (2) penyimpangan semantic; (3) penyimpangan fonologis; (4) penyimpangan morfologis; (5) penyimpangan sintaksis; (6) penyimpangan dialek; (7) penyimpangan register; dll.

Penyimpangan leksikal ditandai oleh adanya penyimpangan morfologis yang belum umum atau masik mejadi problematic. Kata bentukan baru dan bentuk (kata) yang tanpa makna atau tak ada dalam kamus. Misalnya : keder, ngloyor, leluka.

Suatu bentuk dipandang sebagai penyimpangan semantic jika dibentuk atau struktur itu tidak menunjuk pada makna denotative, melainkanmakna konotatif. Penyimpangan semantic terjadi dalam hubungan struktur kalimat, yaitu jika terdapat penggabungan kata yang secara akal tidak dapat diterima.  Akan tetapi, hal tersebut dapat ditemukan maknanya berdasarkan criteria yang lain, yaitu makna yang bersfat tambahan.

Contoh bentuk penyimpangan morfologis : mangkal, nangis, nungsep, ngungun.

Contoh penyimpangan dialek: kepradah, biyung, pamrih, ompong, ringkih, dan lain-lain.

Pelatihan 9

Diskusikan puisi di bawah ini dengan teman sebangkumu!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar penggunaan bahasa puisi dan penyimpangan bahasa

Karakteristik bahasa puisi

Data/contoh

Penyimpangan bahasa

Data/contoh

Rima vertikal ————————————————— Leksikal ——————————————————–
Rima horizontal —————————————————- Semantik ——————————————————–
Irama —————————————————- Morfologis ——————————————————–
Suasana —————————————————- Register ——————————————————–
Ekspresif —————————————————- Sintaksis ——————————————————–

Pelatihan 10

Melalui diskusi bersama kelompomu, bandingkanlah nilai-nilai puisi di atas dengan realitas alam, social budaya dan masyarakat tempat lingkunganmu tinggal!

 

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

TEMA 2

LESTARIKAN LINGKUNGAN

 

A. MENULIS PARAGRAF ARGUMENTATIF

 

Setelah mempelajari bagian ini siswa diharapkan dapat (1) mendata topic-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraph argumentatif, (2) 0menyusun kerangka paragraph argumentatif, (3) mengembangkan kerangka yang telah disusun menjadi paragraph argumentative, (4) menggunakan kata-kata penghubung antarkalimat (oleh karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, dll) dalam paragraph argumentatif, (5) menulis paragraf argumentatif yang ditulis teman dengan memperhatikan penggunaan EYD, diksi, dan tata bahasa.

1. Ciri-Ciri Paragraf Argumentatif

Wacana argumentasi adalah wacana yang bertujuan memengaruhi pembaca agar dapat menerima ide, pendapat, atau pernyataan yang dikemukakan penulisnya. Untuk memperkuat ide atau pendapatnya penulis wacana argumentasi menyertakan data-data pendukung.

Argumentasi pada dasarnya berupa seperangkat kalimat yang disusun sedemikian rupa sehingga beberapa kalimat berfungsi sebagai bukti-bukti yang mendukung kalimat lain. Sebuah paragraph digolongkan ke dalam paragraph argumentasi bila bertitik tolak dari adanya masalah yang biasanya bersifat kontroversi-mempunyai sisi yang berbeda. Dalam kaitannya dengan masalah-masalah tersebut dijelaskan alasan-alasan yang logis untuk meyakinkannya. Alasan itu hendaknya mempunyai nilai keindahan, kebenaran, kebaikan, kebergunaan, dan efektivitas sesuai dengan paham yang dianutnya.

Pada dasarnya kekuatan argument terletak pada kemampuan penulis dalam mengemukakan tiga prinsip pokok, yaitu apa yang disebut pernyataan, alasan yang mendukung, dan pembenaran. Pernyataan mengacu penentuan posisi dalam masalah yang masih bersifat kntroversial. Alasan mengacu pada usaha untuk mempertahankan pernyataan dengan memberikan alasan-alasan atau bukti yang sesuai. Pembenaran mengacu pada usaha dalam menunjukkan hubungan antara pernyataan dan alasan.

Dengan kata lain ciri-ciri paragraf argumentasi adalah berikut ini.

  • Adapernyataan, ide atau pendapat yang dikemukakan penulis.
  • Alasan, data, dan fakta yang mendukung.
  • Pembenaran berdasarkan data dan fakta yang disampaikan.
Contoh:

Penebangan hutan harus segera dihentikan. Pohon-pohon di hutan itu dapat menyerap sisa-sisa pembakaran dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. Jika hutan ditebang habis, maka tidak ada mesin yang bisa menyerap sisa-sisa pembakaran. Sisa-sisa pembakaran itu dapat meningkatkan pemanasan global. Pemanasan global itu akan melelehkan gunung es kutub. Akibatnya, kota-kota di tepi pantai sepertiJakarta,Surabaya, Singapura,Bangkok, dan lain-lainnya akan terendam air laut. Jika hutan kita terus ditebang demi kepentingan ekonomi , maka akn terjadi bahaya yang luar biasa hebatnya. Oleh karena itu, hutan harus kita selamatkan sekarang juga.

1.Pernyataan

2. Alasan

3. Alasan

4. Alasan

5. Alasan

6. Alasan

7. Alasan

8.Pembenaran

Contoh paragraph di atas memiliki kalimat utama di awal yang merupakan kalimat pernyataan. Kalimat-kalimat selanjutnya berupa kalimat penjelas yang berupa alasan-alasan untuk mendukung kalimat pernyataan. Kalimat penjelas yang berupa alasan ini dapat berupa contoh-contoh atau fakta-fakta. Selanjutnya kalimat terakhir berupa kalimat pembenaran yang merupakan simpulan atau perumusan ulang kalimat utama (dengan kalimat lain yang memiliki inti sama dengan kalimat pertama).

2. Pola Pengembangan Paragraf Argumentasi

Pola pengembangan paragraph argumentasi yang akan dijelaskan di bawah ini ada dua.

1)       Paragraf Argumentasi secara deduktif

Dalam paragraph deduktif, ide-ide yang telah dirumuskan dalam kalimat diatur dengan ide yang bersifat umum (premis mayor). Ide-ide tersebut diletakkan pada awal dan diikuti dengan ide yang bersifat lebih khusus. Penataan ini dapat direalisasikan dengan menampilkan kalimat topic (yang berupa pernyataan) lebih dahulu di awal paragraph, kemudian dilanjutkan dengan kalimat penjelas. Paragraph deduktif ini wujudnya dapat berpola umum-khusus ataupun paragraph berpola sebab-akibat. Kalau digambarkan, organisasi paragraph demikian itu akan tempak seperti berikut.

Paragraf Umum-khusus

Paragraf sebab-akibat

Pernyataan umum

Khusus 1

Khusus 2

Khusus 3

Khusus 4

Khusus 5

Pernyataan sebab

Akibat 1

Akibat 2

Akibat 3

Akibat 4

Akibat 5

Penjelas dapat berupa bukti yang dapat menentukan kebenaran suatu prinsi (yang tersebut dalam premis umum/mayor). Bukti dapat diambil dari hasil pengamatan (observasi) atau hasil penelitian yang sahih. Dalam paragraf deduktif , kalimat topic berupa deduksi, sedangkan penjelas berupa bukti-bukti atau alasan. Untuk membuat paragraf jenis ini, bukti-bukti hendaknya diambil dari situasi nyata (actual).

Contoh paragraph berpola umum-khusus (deduktif)

Factor pertanian yang mahal di NTT adalah air. Akan tetapi, mahal bukan berarti tidak bisa dibeli. Lembah Hebron di Israel bisa menjadi areal pertanian sayuran dan buah-buahan untuk memasok kawasan Timur Tengah karena airnya diadakan. Padang Arafah di Arab Saudi sekarang hijau dengan tanaman dari Indonesia karena airnya diupayakan. Untuk ukuran Indonesia, NTT memang ekstrem kering. Akan tetapi, pasti tidak seekstrem Israel dan Arab Saudi. Meskipun hanya tiga bulan, hujan di NTT selalu rutin turun.

Contoh paragraph berpola sebab-akibat.

 Untuk ukuran Indonesia, NTT memang beriklim ekstrem kering, kecuali di Kabupaten Manggarai (Flores) dan Timor Tengah Selatan (TTS, Timor Barat) yang banyak air. Rata-rata hujan hanya turun selama tiga bulan, paling lama lima bulan. Tujuh bulan selebihnya, NTT bermusim kering-kerontang. Sebenarnya, iklim yang ekstrem kering ini juga dialami NTB, terutama di Sumbawa. Itulah sebabnya di pulau ini budidaya padi dilakukan dengan gogo rancah.

2)       Paragraf argumentasi secara induktif

Penataan paragraph jenis ini diperoleh dengan cara menyusun ide-ide khusus dan diikuti dengan ide yang umum. Ide-ide khusus ditampilkan di awal paragraph dan kemudian disimpulkan dengan ide yang lebih umum. Ide yang lebih umum ini biasanya berupa kalimat simpulan dan diikuti oleh suatu pernyataan pembenaran. Paragraph jenis ini dapat berpola akibat-sebab ataupun khusus-umum. Pwnggambaran paragraph berjenis ini adalah sebagai berikut.

Paragraf khusus-umum

Paragraf akibat- sebab

Khusus 1

Khusus 2

Khusus 3

Khusus 4

Khusus 5

Pernyataan umum

Akibat 1

Akibat 2

Akibat 3

Akibat 4

Akibat 5

Pernyataan sebab

 

B.  HAL-HAL YANG MENARIK  TENTANG TOKOH CERITA RAKYAT

            Setelah membaca bagian ini diharapkan siswa dapat (1) mengidentifikasi karakteristik cerita rakyat yang dibacakan/didengarkan; (2) menentukan isi dan amanat yang terdapat dalam cerita rakyat; (3) menemukan hal-hal yang menarik tentang tokoh cerita rakyat; (4) membandingkan nilai-nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini dengan menggunakan kalimat yang efektif; (5) mengungkapkan kembali cerita rakyat dalam bentuk sinopsis.

Cerita-cerita yang tergolong dalam cerita rakyat telah dimiliki bangsa Indonesia sejak bangsa Indonesia belum mengena tulisan. jadi, semasa sastra masih berbentuk lisan. Cerita rakyat ini dibedakan menjadi (1) cerita jenaka, (2) mite, (3) fabel, (4) legenda.

Cerita jenaka adalah cerita yang pendek yang berisi kebodohan atau kecerdikan seseorang yang menimbulkan senyum atau tertawa bagi pembaca/pendengar. Contohnya: Pak Pandir (seseorang yang bodoh,  yang selalu salah melakukan pesan istrinya); Pak Belalang (seseorang yang cerdik), Lebai Malang (seorang lebai yang selalu malang nasibnya).

Cerita lucu ini hampir terdapat di seluruh daerah di Indonesia. Contoh:

  • Si Kabayan dari Jawa Barat
  • Joko Bodho dari Jawa Tengah
  • Pan Balang dari Bali
  • Abu Nawas dari Timur Tengah
  • Nasrudin dari Timur Tengah.

Mite adalah cerita yang berhubungan dengan kepercayaan animisme, cerita berisi tentang dewa/dewi atau roh halus. Seperti: Puteri Tunjung Buih, Puteri Karang Bunga, Puteri dari Bambu, dan sebagainya.

Fabel adalah cerita yang tokoh-tokohnya binatang dan diceritakan binatang itu hidup bermasyarakat seperti manusia. Contohnya: Banteng dan uaya, Burung Bangau dan Ikan Gabus, Hikayat Pelanduk Jenaka, dan sebagainya.

Legenda adalah cerita yang berkaitan dengan keajaiban alam, kejadian suatu daerah tertentu yang dikaitkan dengan keajaiban alam. Misalnya: Sangkuriang, Malin kundang, terjadinya Rawa Pening, dsb.

Bacalah cerita rakyat berikut ini!

Pelatihan 1

Bacalah cerita rakyat di atas degan seksama. Kemudian tentukanlah karakteristik cerita rakyat tersebut!

No

Ciri/karakteristik

Contoh

 1 Bahasa Bahasa Melayu —————————————————–

Banyak menggunakan kata sambung maka, ———————————————————————————————–

2 Sudut pandang —————————————————————————————————————————————————-
3 Isi —————————————————————————————————————————————————-
4 Tempat atau lokasi kejadian —————————————————————————————————————————————————-
5 Tema ————————————————————————–
6 Karakter tokoh ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Pelatihan 2

Yang menarik dalam cerita rakyat Lebai Malang adalah sebagai berikut.

1.——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

2. ——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

3 ——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

Pelatihan 3

Salah satu yang menonjol dalam cerita rakyat adalah pesan. Tentukanlah pesan-pesan apa yang terdapat dalam cerita rakyat di atas.  Anda bisa menentukan pesan tersebut dari kutipan-kutipan di bawah ini.

“Aku ini dipanggil orang. Maka yang di pihak hulu itu dekat  sedikit, tetapi menyembelih seekor kerbau. Maka di pihak  hilir menyembelih dua ekor kerbau. Kalau aku minta di sebelah hilir, dapat dua tanduk, jika minta di hulu, aku dapat satu tanduk, tetapi masakannya sedap, karena aku biasa makan pada dua tempat itu.”

Maka di dalam berpikir begitu, turunlah Lebai Malang berkayuh dengan sampan jalur. Maka ada satu tanjung berkayuh ke hilir, terkenangkan tanduk boleh dapat dua, pihak hulu dapat satu, tetapi masak-masaknya sedap. Maka dipaling pula sampannya ke hulu. Maka berkayuh dua tanjung, teringat pula, bahwa pihak hilir kurang sedap masakannya.

Pesan : —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Maka di dalam begitu, pulang balik dua tiga kali, kemudian dikayuh terus ke pihak hulu. Maka serta sampai sudah berdiri amin, tuan imam membaca doa, jadi terlepaslah yang di sebelah hulu.

Maka berkayuh pula dengan bersungguh-sungguh ke hilir. Maka serta sampai, berdiri pula doa tuan imam di situ, jadi terlepas pula. Jadi, kata hatinya:

“Baik aku balik mengambil tali kail, supaya dapat ikan. Lebih-lebih dijual, boleh dibuat lauk. Serta aku bawa anjing perburuan, kalau tak dapat ikan aku berburu pelanduk.”

Pesan : —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Serta sampai ke tempat mengail, maka berpancanglah di situ, kail pun dicampakkanlah dengan umpannya siput. Maka tatkala kail sudah di dalam air, maka perut pun lapar, lalu membuka upih, tempat nasi itu. Maka mengambil tabung sambal itu, diketuk-ketukkan pada tepi sampan, dituntung-tuntung. Tiba-tiba terpacul sambal itu, jatuh ke dalam air.

Maka lebai itu pun menyeluk ke dalam air hendak  mengambil sambal yang jatuh itu. Serta tunduk kepala, tangan pun menyeluk ke air, anjing pun melompat makan nasi.

Pesan : —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

Pelatihan 4

Cerita rakyat di atas tulislah dengan bahasamu sendiri sebanyak dua paragraf (satu paragraf minimal lima kalimat)!

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Cerita rakyat dapat juga diadaptasi dengan menggunakan bahasa Indonesia. Perhatikan contoh di bawah ini!

AJI SAKA

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan bernama Medang Kamulan yang diperintah oleh raja bernama Prabu Dewata Cengkar yang buas dan suka makan manusia. Setiap hari sang raja memakan seorang manusia yang dibawa oleh Patih Jugul Muda. Sebagian kecil dari rakyat yang resah dan ketakutan mengungsi secara diam-diam ke daerah lain.

Di dusun Medang Kawit ada seorang pemuda bernama Aji Saka yang sakti, rajin dan baik hati. Suatu hari, Aji Saka berhasil menolong seorang bapak tua yang sedang dipukuli oleh dua orang penyamun. Bapak tua yang akhirnya diangkat ayah oleh Aji Saka itu ternyata pengungsi dari Medang Kamulan. Mendengar cerita tentang kebuasan Prabu Dewata Cengkar, Aji Saka berniat menolong rakyat Medang Kamulan. Dengan mengenakan serban di kepala Aji Saka berangkat ke Medang Kamulan.

Perjalanan menuju Medang Kamulan tidaklah mulus, Aji Saka sempat bertempur selama tujuh hari tujuh malam dengan setan penunggu hutan, karena Aji Saka menolak dijadikan budak oleh setan penunggu selama sepuluh tahun sebelum diperbolehkan melewati hutan itu.
Tapi berkat kesaktiannya, Aji Saka berhasil mengelak dari semburan api si setan. Sesaat setelah Aji Saka berdoa, seberkas sinar kuning menyorot dari langit menghantam setan penghuni hutan sekaligus melenyapkannya.

Aji Saka tiba di Medang Kamulan yang sepi. Di istana, Prabu Dewata Cengkar sedang murka karena Patih Jugul Muda tidak membawa korban untuk sang Prabu.

Dengan berani, Aji Saka menghadap Prabu Dewata Cengkar dan menyerahkan diri untuk disantap oleh sang Prabu dengan imbalan tanah seluas serban yang digunakannya.

Saat mereka sedang mengukur tanah sesuai permintaan Aji Saka, serban terus memanjang sehingga luasnya melebihi luas kerajaan Prabu Dewata Cengkar. Prabu marah setelah mengetahui niat Aji Saka sesungguhnya adalah untuk mengakhiri kelalimannya.

Ketika Prabu Dewata Cengkar sedang marah, serban Aji Saka melilit kuat di tubuh sang Prabu. Tubuh Prabu Dewata Cengkar dilempar Aji Saka dan jatuh ke laut selatan kemudian hilang ditelan ombak.

Aji Saka kemudian dinobatkan menjadi raja Medang Kamulan. Ia memboyong ayahnya ke istana. Berkat pemerintahan yang adil dan bijaksana, Aji Saka menghantarkan Kerajaan Medang Kamulan ke jaman keemasan, jaman dimana rakyat hidup tenang, damai, makmur dan sejahtera.

Pelatihan 5

Bacalah cerita rakyat di atas degan seksama. Kemudian tentukanlah karakteristik cerita rakyat tersebut!

No

Ciri/karakteristik

Contoh

 1 Bahasa Bahasa Melayu —————————————————–

Banyak menggunakan kata sambung maka, ———————————————————————————————–

2 Sudut pandang —————————————————————————————————————————————————-
3 Isi
4 Tempat atau lokasi kejadian —————————————————————————————————————————————————-
5 Tema ————————————————————————–
6 Karakter tokoh ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————

TEMA 3

LESTARIKAN LAUT

 

A. MENJELASKAN HAL-HAL YANG MENARIK TENTANG LATAR CERITA RAKYAT

            setelah mempelajari materi ini diharapkan siswa dapat (1) mengidentifikasi cerita rakyat yang didengarkan; (2) menentukan isi dan amanat yang terdapat di dalam cerita rakyat; (3) menemukan hal-hal yang menarik tentang latar cerita rakyat; (4) membandingkan  nilai-nilai dalam cerita rakyat dengan nilai-nilai masa kini dengan menggunakan kalimat yang efektif; (5) mengungkapkan kembali cerita rakyat dalam bentuk sinopsis.

 

Bacalah dengan teliti cerita rakyat di bawah ini!

Legenda Gunung Watu Layar

Konon pada zaman dahulu ada beberapa bangsa lain, seperti bangsa Cina yang menjalin hubungan dengan orang-orang di tanah Jawa ini. Salah satu di antaranya adalah Dampo Awang yang dikenal memiliki ilmu yang luar biasa. Dengan keberanian dan ilmu yang dimilikinya itu dia mondar-mandir dari daratan Cina ke tanah Jawa.

Dikisahkan pada saat itu Dampo Awang sudah memiliki perahu layar yang sangat canggih. Begitu canggihnya, sampai-sampai perahu layar itu tidak hanya bisa berlayar di laut tetapi juga bisa berlayar di darat.

Suatu saat Dampo Awang berkunjung ke tanah Jawa. Dari daratan Cina dia berlayar ke sini dengan perahu canggihnya. Selama menempuh perjalanan laut Dampo Awang serta seluruh awak kapalnya sama sekali tidak menemukan hambatan apa-apa. Bahkan ketika sudah mulai merapatkan perahu layarnya di sekitar pantai Rembang pun semuanya masih baik-baik saja.

Akhirnya Dampo Awang terus menjalankan perahunya di darat. Namun, tak lama kemudian perahu layarnya itu macet di tengah jalan. Dampo Awang marah-marah kepada para awak kapalnya. Setelah diteliti ternyata perahu itu terganjal oleh seekor kerbau besar.

“Kerbau siapa itu?” tanya Dampo Awang sambil marah-marah.

“Hamba tidak tahu, Baginda.”

“Kalau begitu ikat saja kerbau itu, dan kita buang ke laut”

Akhirnya semua tunduk pada perintah Dampo Awang. Kerbau itu diseret ke tengah alamdan ditenggelamkan di sana sampai mati. Sesudah kerbau itu tenggelam, Dampo Awang kembali ke dara lagi dengan perahu yang penuh muatan batu permata. Rupanya Dampo Awang tidak tahu bahwa kerbau itu milik Sunan Bonang. Biasanya setiap sore kerbau itu pulang ke kandangnya, tetapi sore itu tidak. Maka Sunan Bonang pun mencarinya.

Di tengah perjalanan  Sunan Bonang bertemu dengan seseorang yang kebetulan melihat kejadian yang menimpa kerbau malang itu. Kepada Sunan Bonang orang itu menceritakan semua yang dilihatnya. Mulai dari perahu Dampo Awang yang terganjal kerbau, saat kerbau diikat dan ditarik ke laut, sampai akhirnya perahu itu kembali ke darat tanpa kerbau yang terikat.

“Di mana perahu itu sekarang?” tanya Sunan Bonang.

“Itu dia,” kata orang itu sambil menunjuk ke arah perahu Dampo Awang yang tampak di kejauhan.

“Mana? Itu bukan perahu, tetapi gunung, “kata Sunan Bonang.

Bersamaan dengan itu berubahlah wujud perahu layar Dampo Awang menjadi sebuah gunung. Sekilas gunung itu bentuknya mirip sekali dengan perahu layar. Sampai saat ini gunung tersebut masih berdiri tegak di sana. Konon di sana sering ditemukan batu-batuan berharga yang dianggap sebagai batu-batuan yang dibawa Dampo Awang dari daratan Cina dulu.

Pelatihan 1

No

Ciri/karakteristik

Contoh (sertakan kalimat pendukung)

 1 Bahasa ——————– —————————————————–

—————————————————————————————————————————————————-

2 Sudut pandang —————————————————————————————————————————————————-
3 Isi —————————————————————————————————————————————————-
4 Tempat atau lokasi kejadian —————————————————————————————————————————————————-
5 Tema ————————————————————————–
6 Karakter tokoh ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————
7 Amanat atau pesan ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————

Pelatihan 2

Yang menarik dalam cerita rakyat Legenda Gunung Watu Layar adalah sebagai berikut.

1.——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

2. ——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

3 ——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

Pelatihan 3

Bandingkanlah antara cerita rakyat yang berjudul Labai Malang dan Legenda Gunung Watu Layar!

No

Unsur

Lebai Malang

Legenda Gunung Watu Layar

1

Bahasa ——————————————————————————————————— ——————————————————————————————————

—————————————————-

2

Tema ———————————————————————- ———————————————————————————————————-

3

Perwatakan tokoh ——————————————————————————————————————————————————————————- —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

4

Amanat/pesan ——————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————————————————–

5

Latar tempat ——————————————————————————————————— —————————————————————————————————————————

6

Suasana ———————————————————————————————————————————————————————————— ——————————————————————————————————————————————————————–

Asal Usul Danau Maninjau

Danau Maninjau adalah sebuah danau vulkanik yang terletakdi Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau dengan luas sekitar 99,5 km2 dengan kedalaman mencapai 495 meter ini merupakan danau terluas kesebelas di Indonesia, dan terluas kedua di Sumatra Barat. Menurut cerita, Danau Maninjau pada awalnya merupakan gunung berapi yang di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas. Oleh karena ulah manusia, gunung berapi itu meletus dan membentuk sebuah danau yang luas. Apa gerangan yang menyebabkan gunung berapi itu meletus dan berubah menjadi danau? Kisahnya dapat Anda ikuti dalam cerita Asal Usul Danau Maninjau berikut ini!

* * *

Alkisah, di sebuah daerah di Sumatra Barat ada sebuah gunung berapi yang amat tinggi bernama Gunung Tinjau. Di puncaknya terdapat sebuah kawah yang luas, dan di kakinya terdapat beberapa perkampungan. Penduduknya hidup makmur dan sejahtera, karena mereka sangat rajin bertani. Di samping itu, tanah yang ada di sekitar Gunung Tinjau amat subur, karena sering mendapat pupuk alami berupa abu gunung.

Di salah satu perkampungan di kaki Gunung Tinjau itu tinggal sepuluh orang bersaudara yang terdiri dari sembilan lelaki dan seorang perempuan. Penduduk sekitar biasa memanggil mereka Bujang Sembilan. Kesepuluh orang bersaudara tersebut adalah Kukuban, Kudun, Bayua, Malintang, Galapuang, Balok, Batang, Bayang, dan lelaki termuda bernama Kaciak. Sementara adik mereka yang paling bungsu adalah seorang perempuan bernama Siti Rasani, akrab dipanggil Sani. Kedua orangtua mereka sudah lama meninggal, sehingga Kukuban sebagai anak sulung menjadi kepala rumah tangga. Semua keputusan ada di tangannya.

Kesepuluh bersaudara tersebut tinggal di sebuah rumah peninggalan kedua orangtua mereka. Untuk memenuhi kebutuhannya, mereka menggarap lahan pertanian yang cukup luas warisan kedua orangtua mereka. Mereka sangat terampil bertani, karena mereka rajin membantu ayah dan ibunya ketika keduanya masih hidup. Di samping itu, mereka juga dibimbing oleh paman mereka yang bernama Datuk Limbatang, yang akrab mereka panggil Engku.

Datuk Limbatang adalah seorang mamak di kampung itu dan mempunyai seorang putra yang bernama Giran. Sebagai mamak, Datuk Limbatang memiliki tanggungjawab besar untuk mendidik dan memerhatikan kehidupan warganya, termasuk kesepuluh orang kemenakannya tersebut. Untuk itu, setiap dua hari sekali, ia berkunjung ke rumah Kukuban bersaudara untuk mengajari mereka keterampilan bertani dan berbagai tata cara adat daerah itu. Tak jarang pula Datuk Limbatang mengajak istri dan putranya ikut serta bersamanya.

Pada suatu hari, ketika Datuk Limbatang bersama istri dan Giran berkunjung ke rumah Bujang Sembilan, secara tidak sengaja Sani saling berpandangan dengan Giran. Rupanya, kedua pemuda dan gadis itu sama-sama menaruh hati. Giran pun mengajak Sani untuk bertemu di sebuah ladang di pinggir sungai. Dengan hati berdebar, Giran pun mengungkapkan perasaannya kepada Sani.

“Sudah lama merendam selasih
Barulah kini mau mengembang
Sudah lama kupendam kasih
Barulah kini bertemu pandang”

“Telah lama orang menekat
Membuat baju kebaya lebar
Sudah lama abang terpikat
Hendak bertemu dada berdebar”

“Rupa elok perangaipun cantik
Hidupnya suka berbuat baik
Orang memuji hilir dan mudik
Siapa melihat hati tertarik”

“Dik, Sani! Wajahmu cantik nan elok, perangai baik nan berhati lembut. Maukah engkau menjadi kekasih Abang?” tanya Giran.

Pertanyaan itu membuat jantung Sani berdetak kencang. Dalam hatinya, ia juga suka kepada Giran. Maka ia pun membalasnya dengan untaian pantun.

“Buah nangka dari seberang
Sedap sekali dibuat sayur
Sudah lama ku nanti abang
Barulah kini dapat menegur”
 
“Jika roboh kota Melaka
Papan di Jawa saya tegakkan
Jika sungguh Kanda berkata
Badan dan nyawa saya serahkan”

Alangkah senang hati Giran mendengar jawaban dari Sani. Ia benar-benar merasa bahagia karena cintahnya bersambut.

Maka sejak itu, Giran dan Sani menjalin hubungan kasih. Pada mulanya, keduanya berniat untuk menyembunyikan hubungan mereka. Namun karena khawatir akan menimbulkan fitnah, akhirnya keduanya pun berterus terang kepada keluarga mereka masing-masing. Mengetahui hal itu, keluarga Giran dan Sani pun merasa senang dan bahagia, karena hal tersebut dapat mempererat hubungan kekeluargaan mereka. Sejak menjalin hubungan dengan Sani, Giran seringkali berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Bahkan, ia sering membantu Bujang Sembilan bekerja di sawah.

Ketika musim panen tiba, semua penduduk kampung memperoleh hasil yang melimpah. Untuk merayakan keberhasilan tersebut, para pemuka adat dan seluruh penduduk bersepakat untuk mengadakan gelanggang perhelatan, yaitu adu ketangkasan bermain silat. Para pemuda kampung menyambut gembira acara tersebut. Dengan semangat berapi-api, mereka segera mendaftarkan diri kepada panitia acara. Tidak ketinggalan pula Kukuban dan Giran turut ambil bagian dalam acara tersebut.

Pada hari yang telah ditentukan, seluruh peserta berkumpul di sebuah tanah lapang. Sorak sorai penonton pun terdengar mendukung jagoannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, panitia segera memukul gong pertanda acara dimulai. Rupanya, Kukuban mendapat giliran pertama tampil bersama seorang lawannya dari dusun tetangga. Tampak keduanya saling berhadap-hadapan di tengah arena untuk saling adu ketangkasan. Siapa pun yang menang dalam pertarungan itu, maka dia akan melawan peserta berikutnya. Ternyata, Kukuban berhasil mengalahkan lawannya. Setelah itu, peserta berikutnya satu per satu masuk ke arena gelanggang perhelatan untuk melawan Kukuban, namun belum seorang pun yang mampu mengalahkannya. Masih tersisa satu peserta lagi yang belum maju, yakni si Giran. Kini, Kukuban menghadapi lawan yang seimbang.

“Hai, Giran! Majulah kalau berani!” tantang Kukuban.

“Baiklah, Bang! Bersiap-siaplah menerima seranganku!” jawab Giran dan langsung menyerang Kukuban.

Maka terjadilah pertarungan sengit antara Giran dan Kukuban. Mulanya, Giran melakukan serangan secara bertubi-tubi ke arah Kububan, namun semua serangannya mampu dielakkan oleh Kukubun. Beberapa saat kemudian, keadaan jadi terbalik. Kukuban yang balik menyerang. Ia terus menyerang Giran dengan jurus-jurus andalannya secara bertubi-tubi. Giran pun terdesak dan kesulitan menghindari serangannya. Pada saat yang tepat, Kukuban melayangkan sebuah tendangan keras kaki kirinya ke arah Giran. Giran yang tidak mampu lagi menghindar, terpaksa menangkisnya dengan kedua tangannya.

“Aduh, sakit…! Kakiku patah!” pekik Kukuban dan langsung berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.

Rupanya, tangkisan Giran itu membuat kaki kirinya patah. Ia pun tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah dalam gelanggang tersebut. Sejak itu, Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran karena merasa telah dipermalukan di depan umum. Namun, dendam tersebut dipendamnya dalam hati.

Beberapa bulan kemudian, dendam Kukuban yang dipendam dalam hati itu akhirnya terungkap juga. Hal itu bermula ketika suatu malam, yakni ketika cahaya purnama menerangi perkampungan sekitar Gunung Tinjau, Datuk Limbatang bersama istrinya berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Kedatangan orangtua Giran tersebut bukan untuk mengajari mereka cara bercocok tanam atau tata cara adat, melainkan ingin menyampaikan pinangan Giran kepada Sani.

“Maaf, Bujang Sembilan! Maksud kedatangan kami kemari ingin lebih mempererat hubungan kekeluargaan kita,” ungkap Datuk Limbatang.

“Apa maksud, Engku?” tanya si Kudun bingung.

“Iya, Engku! Bukankah hubungan kekeluargaan kita selama ini baik-baik saja?” sambung Kaciak.

“Memang benar yang kamu katakan itu, Anakku,” jawab Datuk Limbatang yang sudah menganggap Bujang Sembilan seperti anaknya sendiri.

“Begini, Anak-anakku! Untuk semakin mengeratkan hubungan keluarga kita, kami bermaksud menikahkan Giran dengan adik bungsu kalian, Siti Rasani,” ungkap Datuk Limbatang.

“Pada dasarnya, kami juga merasakan hal yang sama, Engku! Kami merasa senang jika Giran menikah dengan adik kami. Giran adalah pemuda yang baik dan rajin,” sambut si Kudun.

Namun, baru saja kalimat itu lepas dari mulut si Kudun, tiba-tiba terdengar suara bentakan yang sangat keras dari Kukuban.

“Tidak! Aku tidak setuju dengan pernikahan mereka! Aku tahu siapa Giran,” seru Kukuban dengan wajah memerah.

“Dia pemuda sombong, tidak tahu sopan santun dan kurang ajar. Dia tidak pantas menjadi suami Sani,” tambahnya.

“Mengapa kamu berkata begitu, Anakku? Adakah perkataan atau perilakunya yang pernah menyinggung perasaanmu?” tanya Datuk Limbatang dengan tenang.

“Ada, Engku! Masih ingatkah tindakan Giran terhadapku di gelanggang perhelatan beberapa bulan yang lalu? Dia telah mematahkan kaki kiriku dan sampai sekarang masih ada bekasnya,” jawab Kukuban sambil menyingsingkan celana panjangnya untuk memperlihatkan bekas kakinya yang patah.

“Oooh, itu!” jawab Datuk Limbatang singkat sambil tersenyum.

“Soal kaki terkilir dan kaki patah, kalah ataupun menang dalam gelanggan itu hal biasa. Memang begitu kalau bertarung,” ujar Datuk Limbatang.

“Tapi, Engku! Anak Engku telah mempermalukanku di depan orang banyak,” sambut Kukuban.

“Aku kira Giran tidak bermaksud mempermalukan saudaranya sendiri,” kata Datuk Limbatang.

“Ah, itu kata Engku, karena ingin membela anak sendiri! Di mana keadilan Engku sebagai pemimpin adat?” bantah Kukuban sambil menghempaskan tangannya ke lantai.

Semua yang ada dalam pertemuan itu terdiam. Kedelapan saudaranya tak satu pun yang berani angkat bicara. Suasana pun menjadi hening dan tegang. Kecuali Datuk Limbatang, yang terlihat tenang.

“Maaf, Anakku! Aku tidak membela siapa pun. Aku hanya mengatakan kebenaran. Keadilan harus didasarkan pada kebenaran,” ujar Datuk Limbatang.

“Kebenaran apalagi yang Engku maksud. Bukankah Giran telah nyata-nyata mencoreng mukaku di tengah keramaian?”

“Ketahuilah, Anakku! Menurut kesaksian banyak orang yang melihat peristiwa itu, kamu sendiri yang menyerang Giran yang terdesak dengan sebuah tendangan keras, lalu ditangkis oleh Giran. Tangkisan itulah yang membuat kakimu patah. Apakah menurutmu menangkis serangan itu perbuatan curang dan salah?” tanya Datuk Limbatang.

Kukuban hanya terdiam mendengar pertanyaan itu. Walaupun dalam hatinya mengakui bahwa apa yang dikatakan Datuk Limbatang adalah benar, tetapi karena hatinya sudah diselimuti perasaan dendam, ia tetap tidak mau menerimanya.

“Terserah Engku kalau tetap mau membela anak sendiri. Tapi, Sani adalah adik kami. Aku tidak akan menikahkan Sani dengan anak Engku,” kata Kukuban dengan ketus.

“Baiklah, Anakku! Aku juga tidak akan memaksamu. Tapi, kami berharap semoga suatu hari nanti keputusan ini dapat berubah,” kata Datuk Limbatang seraya berpamitan pulang ke rumah bersama istrinya.

Rupanya, Siti Rasani yang berada di dalam kamar mendengar semua pembicaraan mereka. Ia sangat bersedih mendengar putusan kakak sulungnya itu. Baginya, Giran adalah calon suami yang ia idam-idamkan selama ini. Sejak kejadian itu, Sani selalu terlihat murung. Hampir setiap hari ia duduk termenung memikirkan jalah keluar bagi masalah yang dihadapinya. Begitupula si Giran, memikirkan hal yang sama. Berhari-hari kedua pasangan kekasih itu berpikir, namun belum juga menemukan jalan keluar. Akhirnya, keduanya pun sepakat bertemu di tempat biasanya, yakni di sebuah ladang di tepi sungai, untuk merundingkan masalah yang sedang mereka hadapi.

“Apa yang harus kita lakukan, Dik?” tanya Giran.

“Entahlah, Bang! Adik juga tidak tahu harus berbuat apa. Semua keputusan dalam keluarga Adik ada di tangan Bang Kukuban. Sementara dia sangat benci dan dendam kepada Abang,” jawab Sani sambil menghela nafas panjang.

Beberapa lama mereka berunding di tepi sungai itu, namun belum juga menemukan jalan keluar. Dengan perasaan kalut, Sani beranjak dari tempat duduknya. Tiba-tiba sepotong ranting berduri tersangkut pada sarungnya.

“Aduh, sarungku sobek!” teriak Sani kaget.

“Wah, sepertinya pahamu tergores duri. Duduklah Adik, Abang akan mengobati lukamu itu!” ujar Giran.

Giran pun segera mencari daun obat-obatan di sekitarnya dan meramunya. Setelah itu, ia membersihkan darah yang keluar dari paha Sani, lalu mengobati lukanya. Pada saat itulah, tiba-tiba puluhan orang keluar dari balik pepohonan dan segera mengurung keduanya. Mereka adalah Bujang Sembilan bersama beberapa warga lainnya.

“Hei, rupanya kalian di sini!” seru Kukuban.

Giran dan Sani pun tidak tahu harus berbuat apa. Keduanya benar-benar tidak menyangka jika ada puluhan orang sedang mengintai gerak-gerik mereka.

“Tangkap mereka! Kita bawa mereka ke sidang adat!” perintah Kukuban.

“Ampun, Bang! Kami tidak melakukan apa-apa. Saya hanya mengobati luka Sani yang terkena duri,” kata Giran.

“Dasar pembohong! Aku melihat sendiri kamu mengusap-usap paha adikku!” bentak Kukuban.

“Iya benar! Kalian telah melakukan perbuatan terlarang. Kalian harus dibawa ke sidang adat untuk dihukum,” sambung seorang warga.

Akhirnya, Giran dan Sani digiring ke kampung menuju ke ruang persidangan. Kukuban bersama kedelapan saudaranya dan beberapa warga lainnya memberi kesaksian bahwa mereka melihat sendiri perbuatan terlarang yang dilakukan oleh Giran dan Sani. Meskipun Giran dan Sani telah melakukan pembelaan dan dibantu oleh Datuk Limbatang, namun persidangan memutuskan bahwa keduanya bersalah telah melanggar adat yang berlaku di kampung itu. Perbuatan mereka sangat memalukan dan dapat membawa sial. Maka sebagai hukumannya, keduanya harus dibuang ke kawah Gunung Tinjau agar kampung tersebut terhindar dari malapetaka.

Keputusan itu pun diumumkan ke seluruh penjuru kampung di sekitar Gunung Tinjau. Setelah itu, Giran dan Sani diarak menuju ke puncak Gunung Tinjau dengan tangan terikat di belakang. Sesampainya di pinggir kawah, mata mereka ditutup dengan kain hitam. Sebelum hukuman dilaksanakan, mereka diberi kesempatan untuk berbicara.

“Wahai kalian semua, ketahuilah! Kami tidak melakukan perbuatan terlarang apa pun. Karena itu, kami yakin tidak bersalah,” ucap Giran.

Setelah itu, Giran menengadahkan kedua tanganya ke langit sambil berdoa.

“Ya Tuhan! Mohon dengar dan kabulkan doa kami. Jika kami memang benar-benar bersalah, hancurkanlah tubuh kami di dalam air kawah gunung yang panas ini. Akan tetapi, jika kami tidak bersalah, letuskanlah gunung ini dan kutuk Bujang Sembilan menjadi ikan!”

Usai memanjatkan doa, Giran dan Sani segera melompat ke dalam kawah. Keduanya pun tenggelam di dalam air kawah. Sebagian orang yang menyaksikan peristiwa itu diliputi oleh rasa tegang dan cemas. Jika Giran benar-benar tidak bersalah dan doanya dikabulkan, maka mereka semua akan binasa. Ternyata benar. Permohonan Giran dikabulkan oleh Tuhan. Beberapa saat berselang, gunung itu tiba-tiba bergetar dan diikuti letusan yang sangat keras. Lahar panas pun menyembur keluar dari dalam kawah, mengalir menuju ke perkampungan dan menghancurkan semua yang dilewatinya. Semua orang berusaha untuk menyelamatkan diri. Namun, naas nasib mereka. Letusan Gunung Tinjau semakin dahsyat hingga gunung itu luluh lantak. Tak seorang pun yang selamat. Bujang Sembilan pun menjelma menjadi ikan.

* * *

Demikian cerita Asal Usul Danau Maninjau dari Agam, Sumatra Barat, Indonesia. Konon, letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah yang luas dan lama-kelamaan berubah menjadi danau. Oleh masyarakat sekitar, nama gunung itu kemudian diabadikan menjadi nama danau, yakni Danau Maninjau. Sementara nama-nama tokoh yang terlibat dalam peristiwa itu diabadikan menjadi nama nagari di sekitar Danau Maninjau, seperti Tanjung Sani, Sikudun, Bayua, Koto Malintang, Koto Kaciak, Sigalapuang, Balok, Kukuban, dan Sungai Batang.

Cerita di atas termasuk kategori legenda yang mengandung pesan-pesan moral yang dapat dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan moral yang dapat dipetik, yaitu akibat buruk yang ditimbulkan oleh sifat dendam. Dendam telah menjadikan Kukuban tega menfitnah Giran dan Sani telah melakukan perbuatan terlarang. Dari hal ini dapat dipetik sebuah pelajaran bahwa sifat dendam dapat mendorong seseorang berbuat aniaya terhadap orang lain, demi membalaskan dendamnya. Dalam kehidupan orang Melayu, sifat dendam ini sangat dipantangkan. Dikatakan dalam tunjuk ajar Melayu:

 

siapa tak tahu kesalahan sendiri,
lambat laun hidupnya keji
kalau suka berdendam kesumat,
alamat hidup akan melarat

(Samsuni/sas/109/11-08).

Pelatihan 4

No

Ciri/karakteristik

Contoh (sertakan kalimat pendukung)

 1 Bahasa ——————– —————————————————–

—————————————————————————————————————————————————-

2 Sudut pandang —————————————————————————————————————————————————-
3 Isi —————————————————————————————————————————————————-
4 Tempat atau lokasi kejadian —————————————————————————————————————————————————-
5 Tema ————————————————————————–
6 Karakter tokoh ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————
7 Amanat atau pesan ————————————————————————————————————————————————————————————

Pelatihan 5

Yang menarik dalam cerita rakyat Asal-Usul Danau Maninjau adalah sebagai berikut.

1.——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

2. ——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

3 ——————————————————————————————————— karena —————————————————————————————————

B. MENULIS NASKAH PIDATO

 

            Setelah mempelajari bagian ini diharapkan siswa dapat (1) menentukan topik dan tujuan pidato; (2) menyusun kerangka isi pidato; (3)menyusun naskah pidato berdasarkan kerangka karangan dengan menggunakan kalimat yang mudah dipahami; (4) menyunting teks pidato yang ditulis teman.

a. Teknik Menulis Pidato

Bagaimana Menyiapkan Naskah Pidato ?

            Pidato pada dasarnya mempunyai tujuan untuk (1) membuat pendengar menyadari adanya sebuah masalah, isu, peristiwa; (2) menyampaikan pengetahuan secara akurat; (3) menumbuhkan minat; (4) mendorong perubahan atau mempengaruhi khalayak untuk berperilaku tertentu; (5) memberikan keterampilan; (6) memberi semangat dan memberi dukungan pada khalayak; (7) mempengaruhi khalayak secara langsung atau tidak langsung untuk bertindak; (8)

menyuruh bertingkah laku dengan cara tertentu; dan (9) merangsang imajinasi dan kreativitas. Untuk keperluan tersebut, perlu dipersiapkan teks pidato yang baik.

Berpidato perlu persiapan yang matang agar tidak mengecewakan pendengar. Persiapan yang dilakukan antara lain memahami pesan lebih dahulu. Memahami pesan dalam teks pidato sangat membantu ketika berpidato. Pada waktu pembacaan teks pidato, orator harus memperhatikan pelbagai ragam emosi dan reaksi pendengar ketika sedang melihat kata-kata pada kertas. Kata-kata harus disampaikan sesuai dengan maknanya untuk setiap pendengarnya.

Hal yang sering menimbulkan masalah bagi orator adalah kegagalan dalam membaca, sehingga merusak atau mengacaukan makna pesan.

Orang yang melaksanakan tugas kepemimpinan pada berbagai kegiatan sebaiknya selalu siap sedia berpidato atau memberikan sambutan pada acara-acara seperti berikut.

  1. pengarahan rapat.
  2. peringatan hari-hari nasionanl/keagamaan,
  3. peresmian dimulainya kegiatan tertentu,
  4. peresmian penggunaan gedung,
  5. pembukaan dan penutupan penataran, seminar, lokakarya,
  6. pelantikan

Menulis teks pidato dan berpidato menurut kemampuan yang tinggi. Seorang penulis pidato harus dapat mengungkapkan serta menyampaikan pikiran, perasaan, gagasan, atau informasi, dan meyakinkan sesuatu. Sistematika dan teknis penulisan pidato digambarkan sebagai berikut.

  1. TEKNIK

     

    MENYUSUN

     

    PIDATO

    Membaca, mendengar, dan mendata isu-isu terbaru.

  1. Menetapkan tujuan pidato
  2. 1. Mengumpulkan bahan

    Mengumpulkan bahan; fakta, ilustrasi, pokok-pokok konkret.

  1. Bertanya/berkonsultasi
  2. Memanfaatkan beragam sumber:

1)       Buku

2)       Peraturan

3)       Majalah

4)       Surat kabar

  1. Menentukan pokok-pokok pembicaraan
  2. 2. Membuat kerangka naskah pidato

    Pokok-pokok disusun dalam tata urut yang baik

  1. Di bawah pokok-pokok ditambahkan perincian yang menjelaskan pokok-pokok utama itu.
  2. Menyusun kerangka pidato untuk melihat kesatuan dan koherensinya.
  1. Mengembangkan kerangka menjadi naskah utuh
  2. 3. Menguraikan isi pidato secara terperinci

    Berdasarkan kerangka itu, berpidato bebas dengan sekali-kali melihat kerangka untuk melihat keteraturan dan keutuhannya (tidak ada ide-ide yang terlangkahi)

  1. Membaca naskah pidato itu secara lengkap kata demi kata
  1. Pengantar (Tujuan dan Arah)
    1. Apa yang akan diuraikan ?
    2. Bagaimana usaha untuk menjelaskan tiap bagian itu ?

Pendengar mendapat gambaran tentang

1)       Topik

2)       Tujuan

3)       Pentingnya materi pidato

  1. Bagian Utama
    1. Tiap kali menonjolkan bagian-bagian yang penting yang sudah dikemukakan pada bagian awal
    2. Bagian yang penting diikuti dengan :

1) penjelasan

2) ilustrasi

3) keterangan-keterangan

SISTEMATIKA DAN TEKNIK MENYUSUN MATERI PIDATO

Memenuhi keinginan pendengar untuk mengetahui perincian tiap bagian pidato

  1. Penutup

Disampaikan garis besar uraian dalam pidato

Pendengar memperoleh gambaran secara bulat mengenai masalah yang sudah dibicarakan

Tujuan Umum                      Reaksi yan Diinginkan                       Jenis Pidato

 

  1. Mendorong                   a. Timbul inspirasi                              Persuasif

b. Tingkat emosi

  1. Meyakinkan                   a. Persesuaian pendapat                  Persuasif

dan intelektual

MAKSUD

DAN

TUJUAN

PIDATO

b. Percaya dan yakin

  1. Bertindak dan               Tindakan atau perbuatan                  Persuasif

berbuat                          tertentu

  1. Memberitahukan         Pengertian atau perbuatan                               Instruktif

tertentu

  1. Menyenangkan            Minat dan kegemaran                        Rekreatif

Pelatihan 1

Di bawah ini terdapat penggalan teks pidato. Bacalah dengan sesama agar dapat memahami gagasan atau pesan dalam teks pidato ini! Lakukan sesuai dengan perintah di bawah ini!

  1. Carilah kata kunci dalam penggalan teks pidato di atas!
  2. Rangkumlah penggalan teks pidato tersebut ke dalam satu paragraf!
  3. Apakah tujuan teks pidato tersebut?
  4. Bagaimana suasana hati isi teks pidato?
  5. Apakah bahasa yang digunakan mencerminkan tujuan dan suasana hati? Berikan kalimat pendukungnya!

Yang kami hormati Bapak Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu Guru, para undangan, serta kawan-kawan yang kami cintai,

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Hari ini merupakan saat yang sangat berbahagia bagi kita semua. Patutlah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kita dapat hadir dalam acara yang kita tunggu-tunggu ini.

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu, dan kawan-kawan yang kami hormat,

Pada kesempatan ini, perkenankanlah kami menyampaikan topik yang berkenaan dengan masalah yang sering kita alami, yaitu pentingnya istirahat sebelum kita lelah. Sebagaimana telah kita ketahui, kita harus mencegah kelelahan pada diri- kita sendiri. Menurut para ahli, kelelahan fisik dapat menyebabkan berbagai gangguan jiwa, seperti: kecemasan, agresivitas, mudah marah, mudah tersinggung, dan sebagainya. Setidak-tidaknya, kelelahan dapat menjadikan kita dekat dengan kecemasan. Para ahli jiwa menekankan bahwa kelelahan akan menurunkan daya tahan jiwa terhadap perasaan cemas dan khawatir. Menurut ilmu kesehatan, kelelahan dapat menurunkan daya tahan fisik dalam melawan demam dan ratusan penyakit lainnya. Dengan demikian, istirahat sebelum lelah itu dapat mencegah terjadinya penurunan daya tahan, baik fisik maupun psikis.

Bapak-Bapak, Ibu-Ibu dan rekan-rekan yang terhormat .

Kita boleh bekerja keras seperti seakan-akan tidak akan pernah mati. Waktu yang kita miliki harus kita gunakan dengan baik, mulai bangun tidur, misalnya, pukul lima pagi sampai pukul sepuluh malam …

———————————————————————————————————————————-

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

————————————————————————————————————————————————

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

————————————————————————————————————————————————

————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

————————————————————————————————————————————————

Coba tulis naskah pidato sesuai dengan petunjuk berikut Ini!

a)       Sampaikan salam dan sapaan dengan tepat!

b)       Sampaikan ide dengan benar dan kembangkan ide dengan cukup. Jangan kurang, jangan berlebihan!

c)       Sampaikan ide yang padu dan utuh!

d)       Sampaikan dengan singkat, padat, tidak bertele-tele, dan runtut! Beri alasan!

e)       Berikan contoh dan ilustrasi yang sesuai!

f)         Gunakan kalimat-kalimat yang lugas dan enak didengar!

Pelatihan 2

Susunlah naskah pidato berdasarkan kerangka pidato di bawah ini!

Pidato pada acara Perpisahan Kelas XII

Pembukaan

a. Salam

b. Sapaan (penghormatan)

c. Syukur

d. Ucapan terima kasih

e. Tujuan acara

Isi

a. Pengalaman selama bersekolah

b. Harapan pada kelas X dan XI

c. Terima kasih

d. Permohonan maaf pada seluruh warga sekolah

Penutup

a. Permohonan maaf atas sikap dan isi pidato

b. Permohonan doa restu

c. Salam penutup

pelatihan 3

Suntinglah/editlah naskah pidato yang ditulis oleh temanmu dengan melakukan kegiatan berikut!

1. Tukarkanlah naskah kalian dengan naskah teman sebangku!

2. Perhatikan cara penulisan naskah temanmu dari segi ejaan (tanda baca, pemakaian huruf kapital) dan struktur kalimat, serta kesesuaian antara isi dan tujuan berpidato!

3. Perbaikilah naskah temanmu berdasarkan temuan-temuan pada nomor 2!

 

C. MENYAMPAIKAN INFORMASI MELALUI TUTURAN

            Setelah siswa  melakukan kegiatan pembelajaran ini diharapkan dapat (1) mencatat pokok-pokok isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung; (2) menyampaikan isi informasi dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami; (3) menyampaikan secara lisan isi informasi yang ditulis secara runtut dan jelas.

 

Kalian sering kali diserang rasa malas untuk mencari informasi. Di saat-saat seperti itu, kalian tentu ingin orang lain menyediakan informasi untuk kalian. Salah satu caranya adalah kalian meminta orang lain membacakan teks atau informasi dan kalian tinggal mendengarkan.

Saat mendengarkan kalian harus berkonsentrasi karena kalian akan mengajukan dan menjawab pertanyaan sesuai dengan informasi yang kalian dengar. Setelah itu kalian harus bisa menyampaikan informasi yang kalian dengar tersebut dengan kalimat/bahasa sendiri.

Pelatihan 1

Tutuplah buku kalian! Jangan melakukan kegiatan lain selain mendengarkan. Guru kalian akan membacakan teks berikut ini. Setelah guru selesai membacakan, kerjakan latihan-latihan di bawahnya!

Pelatihan 1

Artikel di atas memiliki pokok-pokok informasi . Catatlah pokok-pokok informasi berdasarkan kata tanya dii bawah ini!

1.  Apa              :———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

2.  Siapa           : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

3.  Kapan          : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

4. Bagaimana    : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

5. Mengapa       : ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Pelatihan 2

Berdasarkan catatan pokok-pokok informasi yang telah kalian peroleh tersebut, buatlah ringkasan isi teks dengan bahasamu sendiri!

Pelatihan 3

Berikanlah tanggapanmu (dapat berupa persetujuan, penolakan atau penambahan gagasan) pada kutipan pernyataan di bawah ini.

1.  Kerugian karena banjir bukan hanya memporakporandakan infrastruktur yang mengganggu roda perekonomian, melainkan juga membuat penduduk makin terjepit dalam kubangan kemiskinan. Kemerosotan daya dukung lingkungan memicu terjadinya bencana yang berujung pada kesengsaraan manusia.

Tanggapan: ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

2. Izin pembukaan hutan untuk pertambangan, pembangunan infrastruktur telekomunikasi, energi, dan jalan tol dengan tarif sewa yang sangat murah, yakni Rp 1,2 juta/ha/tahun atau Rp 120 sampai Rp 300 per meter.

Hal ini akan mempercepat laju pertumbuhan perekonomian.

Tanggapan: ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

3. konflik akibat akan didirikannya pabrik semen di Sukolilo Pati. Pertama, kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan yang mengancam perikehidupan mereka. Kedua, kecenderungan keberpihakan pemerintah kepada investor yang lebih banyak didasari alasan ekonomi. Ketiga, terjadi alih kepemilikan lahan sebelum proyek di mulai. Hal ini memicu intensitas konflik horizontal antarmasyarakat. Studi lingkungan telah selesai dilakukan dan sekarang ini tinggal ketok palu keputusan yang ditunggu harap-harap cemas oleh banyak pihak.

Tanggapan: ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

4. Kalangan yang menolak berargumen, Alas Kethu merupakan hutan konservasi dan hulu Bengawan Solo. Kalau beralih fungsi, akan mempercepat air larian dan sedimentasi yang menyebabkan terjadinya banjir di DAS Bengawan Solo. Kelayakan sebuah proyek memang sejak awal harus ditapis melalui kesesuaian ruang yang memadatkan keseimbangan ekonomi, ekologi, dan sosial.

Tanggapan: ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

5. Melihat pemetaan masalah di tahun 2008, maka nasib lingkungan di tahun 2009 agaknya masih diliputi akan ketidakpastian. Apalagi jika krisis keuangan global tidak kunjung reda, sementara dikotomi ekonomi dan lingkungan akan makin mendapatkan tempat.

Tanggapan: ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

TEMA 4

Profesi pilihan

 

A. MEMBERIKAN PERSETUJUAN /DUKUNGAN TERHADAP ARTIKEL DARI MEDIA CETAK/ELEKTRONIK

 

            Setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa dapat (1) mendata informasi dari sebuah artikel dengan mencantumkan sumbernya, (2) merumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat (apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang menjadi latar belakangnya, dsb.), (3) memberikan persetujuan/dukungan dengan bukti pendukung (disertai dengan alasan).

Artikel adalah sebuah karangan yang dikirimkan oleh seseorang ke media cetak dan dimuat di media cetak terebut. Dalam sebuah artikel, penulis menuliskan berbagai masalah yang menjadi perhatian masyarakat.  Kadang-kadang, persoalan yang ditulis menimbulkan perdebatan berbagai pihak, baik para pakar, pelajar, maupun masyarakat pada umumnya. Biasanya, artikel yang menimbulkan perdebatan adalah artikel yang kontroversial dan berhubungan dengan hajat hidup orang banyak. Misalnya: kesempatan  memperoleh pekerjaan, kenaikan harga barang, masalah pendidikan, dan masalah remaja.

1. Mengenali Judul Artikel yang Memuat Persoalan yang menjadi Perdebatan

Sebelum seseorang membaca artikel secara lengkap, tentu ia akan mencermati terlebih dahulu judulnya. Menarikkah judul artikel tersebut? Makna apakah yang dapat dipetik dari judul artikel tersebut? Pertanyaan-pertanyaan lain masih banyak bermunculan ketika kita mencermati sebuah artikel.

Dalam pembelajaran ini kalian akan berlatih memilih judul artikel yang baik. Baik dalam arti sesuai dengan kaidah penulisan judul yang memuat persoalan yang diperdebatkan. Maksudnya dengan judul tersebut, terkandung permasalahan yang mungkin menimbulkan  bermacam-macam pendapat. Dengan demikian, ada upaya mencari solusi untuk permasalahan tersebut.

Pelatihan 1

Di bawah ini ada judul artikel yang dikutip dari berbagai surat kabar. Setelah itu, kerjakan soal yang menyertanya!

1. Megawati Curi Start  Kampanye

2. Menggagas Bank Pertanian

3. Berbagai Pungutan Bebani Pengusaha Hiburan

4. Lagi, Penolak Pabrik Semen Turun ke Jalan

5. Standar Kelulusan Ujian Nasional Naik Lagi

6. 65 Karyawan RS Romani Di PHK Tanpa Pesangon

7. Batik Tulis,  Nggak Ada Matinya

8. Wonosobo Menanam

9. Kurangi Kecepatan dengan BR

10. Menampik Tas Kresek Penyulut Banjir

Berdasarkan judul-judul d atas, tanggapilah hal-hal di bawah ini! Kerjakan bersama teman satu kelompok!

1.  Judul-judul manakah yang memuat persoalan yang menjadi perdebatan?

2.  Datalah persoalan yang diperdebatkan dalam judul tersebut!

3.  Menarikkah persoalan yang diperdebatkan dalam judul tersebut? Jelaskan!

4.   Apakah judul tersebut menimbulkan rasa ingin tahu pembaca? Jelaskan!

Perhatikan contoh berikut!

1. Judul artikel : Mencari Pekerjaan yang Ideal

2. Persoalan-persoalan yang menjadi perdebatan:

a. Masih mungkinkah dalam masa sulit seperti ini seseorang bisa memilih pekerjaan yang ideal?

b.  Pekerjaan ideal bagi siapa? Penilaian ideal antara satu orang dengan orang yang lain tentu berbeda.

c.  Bagaimana kriteria ideal itu?

d.  Sekarang ini, umumnya, orang mencari pekerjaan sesuai formasi (lowongan)     yang tersedia.

e. Apa guna pekerjaan yang ideal jika gajinya kecil?

3.  Judul tersebut menarik karena masalah ideal inilah yang menentukan seseorang akan cepat mendapat pekerjaan atau tidak.

4. Ya. Judul tersebut menimbulkan rasa ingin tahu pembaca. Pembaca ingin mengetahui bagaimanakah pekerjaan ideal itu dan apakah mungkin mendapatkan pekerjaan yang ideal tersebut.

Kerjakan seperti contoh!

Pelatihan 2

Datalah judul artikel yang memuat persolan yang diperdebatkan dengan mencantumkan sumbernya (media cetak atau internet)!

Masalah

Surat Kabar 1

Surat Kabar 2

Surat Kabar 3 / Majalah

Judulnya
Apa masalahnya
Siapa pelaku
Kapan terjadinya
Di mana
Mengapa
Bagaimana

2.  Menyampaikan Kritik atau Dukungan dengan Alasan yang Logis

Setelah membaca sebuah artikel, kalian tentu mempunyai pendapat, tanggapan, atau penilaian terhadap artikel tersebut. Kemungkinannya adalah kalian setuju atau tidak setuju. Sikap setuju atau tidak setuju adalah bagian dari kritik.

Jadi, kritik merupakan tanggapan, kadang disertai uraian dan pertimbangan baik-buruk terhadap suatu karya atau pendapat. Dalam mengkritik,  seseorang tidak hanya menolak atau menerima pendapat orang lain, tetapi harus menyertakan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, juga harus memberikan solusinya.

Bagaimana cara mengkritik yang baik? Berikut ini, beberapa hal yang harus kalian lakukan saat mengkritik.

  • Menyampaikan kelebihan dan kekurangan;
  • Menyertakan alasan yang logis;
  • Menyampaikan jalan keluar/solusi permasalahan;
  • Mengungkapkan dengan bahasa yang santun;
  • Menghindari kalimat yang menyinggung perasaan orang lain.

 

Pelatihan 3

Agar kalian dapat melakukan kritik dengan baik cermati contoh berikut!

Teks 1

…Mempunyai Kemampuan Lebih…

Tugas sekretaris bukan hanya melayani administrasi kantor. Di era globalisasi saat ini, seorang sekretaris harus mampu membina hubungan positif dengan mitra kerja. “Profesi sekretaris di perusahaan sangat vital. Sering kali citra perusahaan dipertaruhkan melalui figur seorang sekretaris. Itu merupakan tanggung jawab yang tidak mudah,” ungkap humas Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) cabang Semarang, Merry Indah.

Menurut Merry dalam menjalankan profesinya, seorang sekretaris harus memiliki pengetahuan, wawasan, skill, image, dan networking yang luas sehingga mampu membawa citra positif perusahaan.

Penilaian terhadap sekretaris, lanjut dia, sering kali ditafsirkan melalui pembawaan diri di semua tempat. Sejatinya, tidak semua orang bisa membawa diri secara elegan di segala suasana. Akibat pembawaan diri yang keliru, mitra kerja dapat salah menafsirkannya.

Di zaman serba cepat seperti sekarang,  ujar sekretaris PT Indofood Fritolay makmur itu, persaingan profesi sekretaris semakin seru dan tak terelakkan.

Suara Merdeka, 29 Maret 2005

Contoh kritik:

Saya sangat setuju dengan pendapat Merry Indah bahwa seseorang sekretaris harus mempunyai kemampuan lebih. Hal ini sesuai dengan kenyataan bahwa seorang sekretaris tidak hanya menyelesaikan administrasi kantor, tetapi harus mampu membina hubungan baik dengan mitra kerja lain. Tanpa kemampuan lebih , seorang sekretaris tidak akan dapat membawa kemajuan bagi perusahaannya.

Teks 2

Buruh Diminta Pilih: Pindah atau Mundur

Perundingan antara manajemen PT Serayu Mas (CSM) dan buruh, kemarin sore, menghasilkan dua pilihan. Pertama, buruh pindah ke PT CSM di Sulawesi. Kedua, buruh tidak pindah tetapi konsekuensinya mengundurkan diri.

Akan tetapi, buruh belum sepenuhnya bisa menerima kedua pilihan itu. Kuasa hukum para buruh, Andrey Widjitrisanto, bersama wakil buruh yang mengikuti perundingan dengan manajemen yang difasilitasi Dinas Tenaga Kerja, menyatakan masih mempelajari tawaran itu.

“Jika tak berangkat ke Sulawesi dianggap mengundurkan diri, sama saja merampas hak buruh. Kami akan bertemu lagi untuk mendapatkan kepastian dari perusahaan atas nasib buruh yang tak bersedia pindah,” kata Andrey.

            Kritik yang disampaikan:

Saya kurang sependapat dengan kedua pilihan yang ekstrem tersebut karena kedua pilihan itu sama beratnya. Jika pindah, para pekerja memulai hidup baru lagi dan jika mundur, apa yang bisa dilakukan untuk menghidupi keluarganya? Oleh karena itu, menurut saya, akan lebih baik jika dikonfirmasikan lagi atau diberikan informasi yang lengkap tentang keputusan tersebut. Dengan penjelasan yang lebih lengkap, para pekerja mungkin akan lebih memahami persoalan yang dihadapi perusahaan.  

Setelah mencermati kedua contoh di atas, berikanlah kritik terhadap kutipan-kutipan artikel di bawah ini!

  1. Pendeportasian para TKI Ilegal di Malaysia.
  2. Pengiriman TKI sebanyak-banyaknya adalah langkah baik yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi pengangguran.
  3. Pemerintah harus menjamin rakyat untuk mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.
  4. Pembangunan harus dikembalikan ke sektor pertanian, bukan sektor industri.
  5. Kurikulum pendidikan harus mampu mempersiapkan para pelajar memiliki keahlian sebelum terjun ke lapangan kerja.

 

B. MERANGKUM SELURUH ISI INFORMASI DARI TABEL/GRAFIK DALAM BEBERAPA KALIMAT

 

            Setelah kegiatan pembelajaran diharapkan siswa dapat (1) mengungkapkan secara lisan atau tertulis isi tabel/grafik yang terdapat dalam bacaan ke dalam beberapa kalimat; (2) merangkum isi informasi dari suatu tabel/grafik.

Tabel atau grafik dalam suatu bacaan berfungsi untuk memperjelas bacaan tersebut. Setiap pembaca sebaiknya mampu memahami isi grafik/tabel. Jika setiap pembaca mampu memahami isi tabel/grafik maka mereka akan dapat memahami bacaan dengan utuh.

Data yang disajikan dalam bentuk tabel umumnya memang lebih menarik perhatian pembaca. Data mengenai siswa, jumlah lulusan, kependudukan dan sejenisnya akan lebih mudah dilihat secara visual bila dinyatakan dalam angka-angka. Angka-angka yang pasti dan terperinci tentang suatu peristiwa dapat diperoleh dari tabel statistik. Kita dapat melakukan analisis dan interpretasi terhadap angka-angka yang terdapat dari tabel statistik. Tabel menyajikan data yang diklasifikasikan secara sistematis menurut kesatuan tertentu. Tabel juga menjadi alat bantu merangkum gagasan-gagasan tertentu sekaligus menjadi alat komunikasi antara penulis dan pembacanya. Dari tabel kita mengetahui secara singkat data mengenai sesuatu. Dari judul tabel saja kita dapat mengetahui apa, di mana, dan bagaimana perkembangan sesuatu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan 1

Bacalah tabel berikut dan jawablah pertanyaan yang menyertainya! Ikutilah empat langkah seperti yang diuraikan pada awal bab ini yaitu: (1) baca judulnya; (2) baca informasi yang ada pada kolom-kolom atas; (3) ajukan pertanyaan tentang tabel; (4) dapatkan jawabannya dalam tabel tersebut.

 

Catatan: Tabel 1

ANALISIS KESEIMBANGAN GURU SMA MENURUT

BIDANG STUDI TAHUN 1995/1996—2003/2004

TAHUN

1995/ 1996

1996/ 1997

1997/ 1998

1998/ 1999

1999/ 2000

2000/ 2001

2001/ 2002

2002/

2003

2Q003/ 2004

Kepala Sekolah

-791

-1.840

-2.880

-3.895

-4.498

-5.035

-5.655

-6.403

-7.165

PPKN

4.693

4.761

4.829

5.001

5.650

6.465

7.274

7.989

8.920

Pend Agama

1.203

-860

-3.014

-5.032

-6.180

-7.083

-8.092

-9.388

-10.357

Sejarah Nas dan Umum

9.110

9.094

9.072

9.159

9.725

10.459

11.189

11.825

12.679

Sejarah Budaya

-292

32

389

680

1.052

1.505

1.985

2.435

2.916

Tata Negara

1.333

1.474

1.646

1.450

1.623

2.032

2.551

2.916

3.301

Antropologi

-3.497

-3.676

-3.840

-4.386

-4.578

-4.550

-4.431

-4.483

-4.535

Bahasa Indonesia

1.290

1.123

918

1.117

2.341

3.894

5.352

6.605

8.379

Bahasa Inggris

1.672

2.180

2.710

3.245

4.942

7.150

9.405

11.367

13.792

Bahasa Asing

6.310

6.603

6.947

7.186

7.560

8.077

8.640

9.145

9.703

Penjaskes

2.312

1.942

1.548

1.245

1.402

1.707

1.987

2.151

2.510

Matematika

1.744

1.051

249

71

938

2.022

2.948

3.707

5.025

Fisika

-3.113

-3.090

-3.142

-2.679

-1.313

264

1.732

3.071

4.899

Biologi

607

-408

-1.506

-2.300

-2.332

-2.179

-2.123

-2.245

-2.013

Kimia

2.064

1.466

815

360

521

854

1.137

1.277

1.690

Ekonomi

-9.513

-7.884

-6.235

-4.620

-2.026

972

4.058

6.961

10.227

Sosiologi

-909

-.1.217

-1.751

-2.445

-2.636

-2.542

2.463

-2.551

-2.640

Geografi

1.244

1.299

1.316

1.701

2.308

2.902

3.408

3.939

4.663

Seni

15.111

14.750

14.594

14.580

14.638

14.616

14.612

14.624

14.827

J u m l a H 30.578

26.804

22.662

20.438

29.137

41.530

53.514

62.942

76.821

1. Keseimbangan dihitung dari jumlah ketersediaan guru dikurangi jumlah kebutuhan

2. Nilai keseimbangan negatif berarti kekurangan guru, nilai positif berarti kelebihan guru.

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa isi tabel di atas?

2. sejak tahun 1995, bahkan mungkin sejak dulu hingga tahun 2004, kita tampaknya masih kekurangan kepala sekolah SMA. Tunjukkanlah datanya, mulai tahun 1995—2004!

3. Dalam sepuluh tahun ini (1995—2004) kita selalu kelebihan guru bidang studi tertentu.

Tunjukkan tiga bidang studi dengan angka terbesar yang selalu kelebihan guru.

4. Akan tetapi, dalam sepuluh tahun terakhir (1995—2004) kita selalu kekurangan guru bidang studi tertentu .  tunjukkan tiga bidang studi dengan angka terbesar yang selalu kekurangan guru!

5. Ada bidang studi yang dulunya jumlah gurunya mencukupi, bahkan lebih, tetapi kini kecenderungannya berkurang, dan pada tahun 2004 sangat kekurangan. Guru bidang studi apakah itu? Tunjukkan angka penurunnya!

6. Sebaliknya, guru bidang studi apakah yang ekstra perkembangannya: dari sangat kekurangan menjadi sangat kelebihan? Berapa angka minus dan plusnya?

7. Guru bidang studi apakah yang relatif stabil jumlahnya?

8 Jika kalian ingin menjadi guru, pada bidang studi apakah yang peluangnya untuk diterima sangat besar pada tahun-tahun mendatang? Prediksikan berdasarkan angka-angka dalam tabel!

 

 

 

 

 

 

C. MENGHUBUNGKAN ISI PUISI DENGAN REALITAS ALAM, SOSIAL BUDAYA, DAN MASYARAKAT MELALUI DISKUSI

            setelah kegiatan pembelajaran ini diharapkan siswa dapat (1) mendiskusikan hubungan isi puisi dengan realitas alam, sosial, budaya, dan masyarakat; (2) menjelaskan aspek-aspek struktur batin puisi, (3) menjelaskan aspek-aspek struktur lahir/fisik sebuah puisi.   

Puisi terdiri atas struktur fisik atau lahir dan struktur batin. Berikut ini aspek-aspek dalam struktur fisik puisi.

1)       Pilihan kata

Diksi atau pilihan kata dalam puisi berbeda dengan karangan ilmiah. Kata-kata yang bermakna konotatif lebih tepat untuk digunakan dalam puisi. Kata-kata yang bersifat polisemi (bermakna lebih dari satu), kata-kata umum (abstrak), dan kata-kata afektif (berkenaan dengan rasa) juga lebih banyak digunakan dalam puisi. Pilihan kata yang tepat akan menciptakan kekayaan daya imajinasi pada suatu puisi

2)       Majas

Majas atau kiasan (menyamakan sesuatu dengan yang lain) dan gaya bahasa banyak digunakan dalam pembuatan puisi. Hal ini dapat menghasilkan keindahan dan menimbulkan imajinasi tambahan dalam puisi.

3)       Rima

Rima atau persamaan bunyi merupakan sarana yang dimanfaatkan penyair untuk menciptakan keindahan dan kekuatan atau daya bangkit dalam puisi.

4)       Tipografi/perwajahan

Perwajahan dalam puisi berbeda dengan perwajahan dalam prosa. Larik-larik puisi yang membentuk bait-bait merupakan tipografi yang bersifat khusus. Larik-larik singkat yang ditata dalam bait-bait yang padat merupakan kekhasan puisi. Jumlah kata dalam setiap larik bersifat terbatas dan jumlah kata dalam setiap bait terbatas pula. Jadi, ciri singkat dan padat merupakan sifat puisi.

Berikut ini adalah aspek-aspek yang ada dalam struktur batin puisi.

1)       Tema

Tema adalah gagasan pokok yang disampaikan penyair dalam puisinya. Gagasan pokok itu dapat dipahami jika keseluruhan isi puisi tersebut dibaca, diapresiasi, dimaknai. Misalnya tentang cinta, kedukaan, kebahagiaan, kerinduan, dan sejenisnya.

2)       Perasaan

Seluruh kata dalam puisi digunakan penyair untuk mengekspresikan perasaannya. Perasaan itu bersifat kompleks. Perasaan itu berkenaan dengan simpati, antipati, senang, sedih, benci, rindu, heran, kagum, dan sebagainya.

3)       Nada

Nada adalah sikap penyair terhadap pembaca puisinya. Jadi, apakah ia akan menggurui, menasihati, mengejek, memuja, menyindir, atau sikap yang lain.

4)       Suasana

Suasana adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi. Jadi, dengan puisi penyair bertujuan untuk membangun suasana batin pembacanya.

5)       Amanat

Amanat adalah sesuatu yang ingin disampaikan penyair kepada pembaca. Amanat dapat dipahami oleh pembaca setelah memahami tema, rasa, dan nada puisi. Amanat tidak dinyatakan dengan jelas tetapi tersirat di balik kata-kata dan tema yang diungkapkan penyair melalui puisinya.

Sedangkan antara isi puisi dengan realitas alam, realitas sosial, dan realitas budaya dapat diketahui setelah kita mengetahui/mempelajari struktur lahir maupun struktur batin sebuah puisi. Hubungan antara isi puisi dengan realitas alam, sosial, budaya, sangat berkaitan dengan tema, perasaan, nada, suasana, dan amanat puisi (struktur batin). Sedangkan struktur batin ini kehadirannya berkaitan erat dengan struktur lahir.

Pelatihan 1

Pahami puisi berikut baik dari struktur lahir/wujud maupun struktur batin/makna!

Seorang Tukang Rambutan pada Istrinya

Oleh Taufik Ismail

“Tadi siang ada yang mati,

Dan yang mengantar banyak sekali

Ya, Mahasiswa-mahasiswa itu. Anak-anak sekolah

Yang dulu berteriak: dua ratus, dua ratus!

Sampai bensin juga turun harganya

Sampai kita bisa naik bis pasar yang murah pula

Mereka kehausan dalam panas bukan main

Terbakar mukanya di atas truk terbuka

Saya, lemparkan sepuluh ikat rambutan kita, bu

Biarlah sepuluh ikat juga

Memang sudah rejeki mereka

Mereka berteriak kegirangan dan berebutan

Seperti anak-anak kecil

Dan, menyoraki saya. Betul, bu, menyoraki saya

“Hidup tukang rambutan! Hidup tukang

rambutan!”

Dan ada yang turun dari truk, bu

Mengejar dan menyalami saya

“Hidup rakyat!” teriaknya

Saya dipanggil dan diarak-arak sebentar

“Hidup pak rambutan!” sorak mereka

“Terima kasih, pak, terima kasih!

Bapak setuju kami bukan?”

Saya mengangguk-angguk. Tak  bisa bicara

Mereka naik truk kembali

Masih meneriakkan terima kasihnya

‘Hidup pak rambutan.  Hidup  rakyat!’

Saya tersedu, bu. Belum pernah seumur hidup

Orang berterima kasih begitu jujurnya

Pada orang kecil seperti kita.”

1. Aspek-aspek struktur lahir/fisik puisi

Diksi/pilihan kata

Majas

Rima

Tipografi

Pilihan kata: ———————————

Makna kata: ———————————————————

a. Majas metonimia: ——————————————————————————————–

b. ————————————————————————————-

c.————————————————————

Rima vertikal: —————————————————–

Rima horizontal:—————————————————————————————————————————————-

Bait: ————————————————————-

 

 

2.  Aspek-aspek struktur batin puisi

Tema

Perasaan

Nada

Suasana

Amanat

 

 

 

 

 

       

3. Bagaimanakah hubungan antara isi puisi dengan realitas alam, realitas sosial, ataupun realitas budaya (perhatikan informasi di bawah tentang Taufik Ismail)?

Jawab: —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

 

 

Bacalah puisi di bawah ini!

 

 

 

 

 

 

Pelatihan 2

1. Aspek-aspek struktur lahir/fisik puisi

Diksi/pilihan kata

Majas

Rima

Tipografi

Pilihan kata: ———————————

Makna kata: ———————————————————

a. Majas metonimia: ——————————————————————————————–

b. ————————————————————————————-

c.————————————————————

Rima vertikal: —————————————————–

Rima horizontal:—————————————————————————————————————————————-

Bait: ————————————————————-

2.  Aspek-aspek struktur batin puisi

Tema

Perasaan

Nada

Suasana

Amanat

 

 

 

 

 

       

3. Bagaimanakah hubungan antara isi puisi dengan realitas alam, realitas sosial, ataupun realitas budaya ?

Jawab: —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

TEMA 5

LESTARIKAN BUDAYA

 

A.  MENGIDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN STRUKTUR INTRINSIK SASTRA MELAYU KLASIK; MENEMUKAN NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM SASTRA MELAYU KLASIK

 

            Setelah pembelajaran ini diharapkan siswa dapat (1) mengidentifikasi karakteristik karya sastra Melayu klasik; (2) menentukan struktur (unsur) karya sastra Melayu klasik; (3) menuliskan secara ringkas isi karya sastra Melayu klasik dengan bahasa sendiri ke dalam beberapa paragraf; (4) menemukan nilai-nilai dalam karya sastra Melayu klasik; (5) membandingkan nilai-nilai dalam sastra Melayu klasik dengan nilai-nilai masa kini; (6) mengartikan kata-kata sulit.

Sastra klasik merupakan karya puncak suatu karya puncak suatu periode penulisan sastra. Karya ini tidak hanya dibaca oleh sebuah generasi di tempat dan pada saat karya sastra tersebut diciptakan, melainkan juga dibaca dan dikaji para pemerhati sastra di berbagai tempat. Kekuatan dan kebermaknaan tema menjadi daya tarik bagi siapa pun untuk membacanya. Karya sastra klasik mampu menyampaikan pesan-pesan universal, sehingga mampu menembus batas-batas geografis, perubahan waktu, da struktur sosial.

Salah satu kekayaan sastra Indonesia berasal dari peninggalan sastrawan Melayu. Sastrawan Melayu mengalami zaman keemasan pada masa kerajaan Islam di sepanjang Semenanjung Melayu, misalnya Kesultanan Lingga di Kepulauan Riau. Pada masa ini kesusastraan mengalami zaman keemasan, karena pemerintah menaruh perhatian besar pada sastra. Menulis menjadi pekerjaan keraton yang sangat dihormati masyarakat. Di kalangan istana-istana tradisional Melayu, kronik dan puisi mungkin diperintahkan bahkan di bawa pengawasan raja, pangeran, atau bangsawan yang berkuasa; tetapi isi karangan dipertanggungjawabkan pada ahlinya, seorang pengarang. Karya sastra menjadi alat yang efektif untuk menambah pengetahuan bahasa, agama, dan tata laku yang benar. Masyarakat Melayu menyambut dengan baik kebijakan pemerintah di bdang sastra. Budaya baca-tulis berkembang dengan baik. Bahkan sastra menjadi alat untuk mempertahankan diri dari pengaruh buruk dunia luar.

Salah satu pengarang Melayu legendaris adalah Raja Ali Haji. Kemahiran dalam agama, silsilah, sejarah, kesusastraan, dan hukum menjadikan Raja Ali Haji tokoh yang amat tenar. Karya terkenal yang dihasilkannya adalah Tuhfat al-Nafis (Hadiah yang Berharga) yang ditulis bersama ayahandanya, Raja Ahad. Karya sebelumnya yaitu Silsilah Melayu dan Bugis. Materi pada Silsilah Melayu dan Bugis banyak dikembangkan pada Tuhfat al-Nafis.

 

1. Menentukan Struktur Karya Sastra Melayu Klasik

Secara umum, pengertian karya sastra Melayu Klasik tidak hanya mengacu pada karya prosa dan puisi Melayu, sebab istilah sastra mengacu pada semua hasil karya tulis yang dihasilkan pada zaman Kerajaan Melayu. Karya tulis tersebut berupa sejarah atau silsilah, agama, bahasa, pedoman tata laku, hikayat, dan pantun. Karya tulis tersebut dituangkan dalam bahasa sastra, sehingga karya tersebut disebut sebagai karya sastra Melayu. Seiring dengan perjalanan waktu, karya tersebut akhirnya menjadi karya sastra Melayu klasik.

Salah satu jenis karya sastra yang berkembang pada masa Kerajaan Melayu pada abad ke-18, adalah hikayat. Hikayat mengisahkan kehidupan para raja dan kalangan bangsawan. Salah satu fungsi hikayat adalah untuk menyampaikan nasihat. Hikayat juga disebut sebagai cerita berbingkai. Artinya, kisah dikembangkan melalui sebuah kisah yang dituturkan seorang juru cerita. Struktur cerita dalam hikayat secara umum sama dengan kisah cerita fiksi, yang mencakup:

  1. plot/alur cerita, yakni rangkaian peristiwa yang saling berkaita dan membentuk kesatuan cerita;
  2. tokoh, yakni sejumlah orang yang mengalami perubahan nasib berdasarkan keputusan, sikap, dan tindakan yang dipilihkan ketika menghadapi maslah;
  3. setting, yakni tempat terjadinya peristiwa yang dikisahkan dalam hikayat;
  4. tema, yakni gagasan pokok yang digunakan pengarang untuk mengembangkan cerita;
  5. sudut pandang pengarang/point of view, yakni posisi diri yang dipilih pengarang ketika mengembangkan cerita apakah ia sekaligus sebagai salah satu pelaku (narrator acting), pengamat/narator observer,ataukan berlaku sebagai pelaku sekaligus pengamat/ narator omnicient,
  6. bahasa yang digunakan pengarang untuk mengomunikasikan gagasan-gagasannya. Setiap orang memiliki gaya/style yang berbeda dalam pemilihan kata, simbol, dan gaya bahasa untuk mengungkapkan gagasannya.

 

Bacalah dengan seksama petikan hikayat di bawah ini. Lalu kerjakan latihan yang menyertainya!

 


Hikayat Hang Tuah

Sebermula maka tersebutlah perkataan Hang Tuah, anak Hang Mahmud, tempat duduknya di sungai Duyung.

Maka segala orang, yang duduk di Sungai Duyung itu pun mendengar khabar raja di Bintan itu terlalu baik budi pekertinya dengan tegur sapanya akan segala rakyat apabila Hang Mahmud mendengar kabar itu, maka kata Hang Mamud pada bininya, yang bernama Dang Merdu itu: “Ayo, tuan, baiklah kita pergi ke Bintan, negeri besar, lagi pun kita ini tiga beranak sangat miskin, baiklah kita pergi pindah ke Bntan, supaya mudah kita mencahari makan.”

Maka sahut Dang Merdu:”Benarlah seperti bicara tuan hamba itu.”

Maka pada malam itu Hang Mahmud bermimpi, bulan turun dari langit. Maka cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah itu. Maka Hang Mahmud pun terkejut daripada tidurnya, lalu bangun. Maka dirabanya akan anaknya Hang Tuah itu, lalu diciumnya seluruh tubuhnya seperti bau narwastu.

Setelah hari siang maka segala mimpinya itu semuanya dikatakannya pada anaknya dan istrinya. Setelah didengar oleh ibu Hang Tuah kata suaminya itu, maka anaknya itu pun segera dilangirnya dan dimandikannya. Setelah sudah maka diberinya kain dan baju dan destar serba putih, lalu diberinya  makan nasi kunyit dan telur ayam dan memberi arwah akan segala orang tua-tua dan disuruh bacakan doa selamat. Maka setelah sudah dipeluk, diciumnya akan anaknya itu.

Maka kata Hang Mahmud pada bininya:”Adapun anak kita ini peliharakan baik-baik, jangan diberi bermain jauh-jauh, karena ia sangat nakal. Hendak pun kuserahkan mengaji,  mmallim pun tiada. Lagi pula ia tiada tahu bahasa. Akan sekarang baiklah kita pindah ke Bintan, karena negeri besar, mualim pun banyak di sana.

Maka kata bininya:”Jikalau demikian, marilah kita berlengkap dan bersimpan segala kulakasar kita.”

Maka Hang Mahmud pun berlengkaplah, lalu berlayar menuju Bintan. Dengan tiada berapa lamanya maka sampailah ke Bintan, maka ia pun berbuat rumah hampir dengan kampung bendahara Paduka Raja. Maka Hang Mahmud pun berkedai makanan, di kedainya itu dijualkannya.

Maka Hang Tuah pun besarlah dan tahulah ia akan hal ibu bapanya itu. Adapun akan Hang Tuah dan Hang Mahmud itu mengambil kayu api juga dikerjakannya. Maka Hang Tuah pun dengan sebilah kapak membelah kayu api di hadapan kedai itu, maka ibunya sedekala duduk berkedai juga.

Apabila Hang Mahmud datang dari mencari makanan, maka ia pun pergi menghadap bendahara berhambakan dirinya. Jika ia hendak pergi barang kemanapun, ia bermohon kepada bendahara, maka ia pergi. Dengan demikian, Hang Tuah pun tahulah bahasa. Umurnyapun datanglah kepada sepuluh tahun. Maka ia pun bersahabat dengan budak-budak sama besarnya dengandia, seorang namanya Hang Kasturi dan seorang namanya Hag Lekir, dan seorang namanya Hang Lekiua. Maka Hang Tuah pun berkasih-kasihan  lima bersahabat itu. Jika pergi bermain-main barang kemanapun, tiadalah ia bercerai, jika makan minum pun bersama-sama juga, seperti saudara sungguh lakunya.

Sekali peristiwa pada suatu hari maka kata Hang Tuah: “Hai, saudaraku keempat , dapatkah kita ini lima bersaudara melayarkan sebuah perahu lading, supaya kita pergi merantau mencari makan barang ke mana?”

Maka kata Hang Jebat dan Hang Kasturi:”Mengapatah maka tiada dapat kita lima bersaudara ini melayarkan sebuah perahu?”

Maka sahut Hang Tuah: “ Jika demikian, baiklah. Ada perahu Bapa beta, sebuah lading, lengkap dengan layarnya. Mari, kita turun dengan beras bekal barang sepuluh gantang pada seorang juga.”

Maka kata Hang Jebat dan Hang Kasturi:”Marilah kita pulang, kita berlengkap!”

Maka masing-masing pun kembali ke rumahnya memberitahu ibu bapanya. Maka kata ibu bapanya: “Baiklah bicaramu kelima bersaudara itu yang kehendak hatiku pun demikianlah.”

Maka segala ibu bapanya pun berlengkaplah b sama besarnya denganeras bekal anaknya. Maka Hang Tuah pun diberi oleh bapanya sebilah keris dan sebilah pedang dan Hang Jebat dan Hang Kasturi dan Hang Leir da Hang Lekiu pun demikian juga diberi oleh bapanya. Setelah sudah lengkap, maka kelima sahabat pun bermohonlah pada ibu bapanya, lalu turun ke perahu. Maka berlayarlah ke pulau Tinggi.

Berapa antaranya maka dilihat oleh Hang Tuah tiga buah perahu, berlayar  ketiganya menuju pulau itu. Maka kata Hang Tuah:”Hai, handaiku keempat, ingat-ingat kita, perahu musuh rupanya, yang datang tiga buah itu.”

Maka dilihatnya, sungguh seperti kata Hang Tuahnitu. Maka kata Hang  Jebat:”Perahu musuhlah lakunya itu. Apa bicara kita?”

Maka sahut Hang Kasturi:”Apatah dibicarakan banyak lagi?  Yang kita kehendaki pun   demikianlah!”

Maka kata Hang Lekir dan Hang Lekiu:”Mengapa pula maka begitu, masakan beta tumangkan. Sehingga mati, maka sudahlah!”

Maka kata Hang Tuah seraya tersenyum:”Hai, saudaraku, pada bicara hamba baik juga kita berperang di atas pulau ini, karena perahu kita kecil, tiwas juga kita ini, karena perahu yang datang itu, tiga buah dengan besarnya dan senjatanya pun banyak dan orangnya pun banyak, sukar juga kita melawan dia.”

Maka kata Hang Kasturi:”Yang mana benar maka segeralah kita kerjakan, karena perahu itu hampir kepada kita.”

Maka oleh Hang Tuah dibelokkannya perahunya menuju pulau itu.

Setelah dilihat oleh perahu musuh tiga buah itu sebuah perahu lading, orangnya budak-budak belaka, lari menuju pulau itu, maka segera diusirnya dengan sampannya, disangkanya orang lari. Setelah hampir, maka dilihatnya budak-budak lima orang sebaya-baya, kelimanya baik rupanya.

Maka perahu Hang Tuah pun sampailah ke darat. Maka orang, yang mengusir pun terlalu suka cita hatinya seraya katanya:”Kita dapatlah budak-budak ini akan jadi kawan kita.”
maka orang sampan tiga buah itupun naiklah ke pulau itu hendak menangkap budak lima orang itu. Maka Hang Tuah kelima bersahabat pun hadirlah berdiri di tepi pantai itu menantikan musuh itu datang. Maka orang tiga buah sampan itupun berdahulu dahulukan naik ke pulau itu, lalu berlari-lari datang hendak menangkap bdak-budak lima orang itu. Maka tatkala itu Hang Tuah kelima bersaudara pun memegang seligi, tiga bilah pada pada seorang.

Apabila hampir musuh itu ke hadapan Hang Tuah, maka ditikamnya oleh Hang Tuah, kena pahanya seorang, lalu terduduk, tiada dapat bangkit lagi. Maka mbil seligi da sumpitan.

Kerjakan soal-soal di bawah ini!

1. Tunjukkanlah bagian teks yang menunjukkan ciri khas atau karakteristik sastra Melayu klasik! Untuk dapat menunjukkan karakteristik sastra Melayu klasik jawablah pertanyaan di bawah ini!

a)       Samakah bahasa yang digunakan dalam Hikayat Hang Tuah dengan bahasa pada novel atau cerpen masa sekarang? Tulislah ciri khas bahasa yang digunakan dalam hikayat tersebut dengan mengisi kolom di bawah ini!

Kata penghubung

Struktur Kalimat

Pilihan Kata

Maka Sebermula maka tersebutlah perkataan Hang Tuah, anak Hang Mahmud (pada zaman dahulu, tersebutlah kisa seorang yang bernama Hang Tuah putra dari Hang Mahmud …) Tempat duduknya (tepat tinggalnya)

b)       Dari lingkungan manakah Hang Tuah berasal?

Jawab: ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

c)       Bagaimanakah watak tokoh dalam Hikayat Hang Tuah? Adakah perubahan watak dalam diri tokoh-tokoh hikayat tersebut?

Jawab: —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

2. Deskripsikan watak tokoh-tokoh di bawah ini!

Tokoh

Perwatakan

Kalimat pendukung

Hang Tuah
Hang Mahmud
Dang Merdu
Hang Jebat
Hang Kasturi
Hang Lekiu
Hang Lekir

3. Jelaskan alur yang digunakan dalam cerita di atas! Berikan bukti pendukungnya!

Jawab: —————————————————————————————————————————————————————————————————————

4. Bagaimanakah sudut pandang cerita/hikayat di atas?

Jawab:

—————————————————————————————————————————————————————————————————————

5. Tulislah tema Hikayat Hang Tuah tersebut! Berikan penjelasan singkat atas tema yang kalian kemukakan!

Jawab : ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
6. ceritakan hikayat di atas dengan kalimatmu sendiri dalam satu paragraf!

Jawab: ————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

2.  Menemukan Nilai-Nilai dalam Karya Sastra Melayu Klasik

Karya sastra Melayu klasik mengandung nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai tersebut bertujuan untuk menjunjung tinggi nilai agama, moral, semangat kebangsaan, dan tingkah laku. Dengan membaca karya sastra Melayu klasik, kalian akan menemukan banyak nasihat untuk berbuat atau bertingkah laku dengan baik. Selain itu, kalian akan dapat membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk. Bahkan, kalian dapat belajar mengenai ciri-ciri negeri yang makmur dan kacau.

Perhatikan kutipan di bawah ini!

Dalam kutipan di atas dikisahkan tentang kerajaan Bintan yang makmur ditambah lagi memiliki seorang raja yang baik budi pekertinya, ramah dengan semua kalangan masyarakat. Nilai-nilai yang dapat dipetik adalah ciri-ciri seorang pemimpin yang baik: tidak pilih kasih terhadap rakyatnya, tidak membeda-bedakan golongan.

Pelatihan 2

Temukanlah nilai-nilai kehidupan dalam Hikayat Hang Tuah dengan mengisi kolom berikut!

No

Nilai- Nilai yang ada

Kalimat pendukung

1

2

3

4

3.  Membandingkan Nilai-Nilai dalam Sastra Melayu Klasik dengan Nilai-Nilai Masa Kini

Meskipun ditulis pada waktu lampau, sastra Melayu klasik memiliki nilai-nilai yang sampai saat ini masih sering kita jumpai. Nilai benar-salah, bermoral-tidak bermoral, dan adil-zalim. Nilai-nilai tersebut pun dapat ditemukan di masa kini dalam karya sastra modern.

Agar kalian dapat membandingkan nilai-nilai sastra Melayu klasik dengan nilai-nilai masa kini, kerjakan latihan di bawah ini!

Pelatihan 3

Sastra Melayu Klasik

Sastra Modern/masa kini

a. Dalam Hikayat Hang Tuah terdapat nilai- nilai rasa kesetiakawanan/sosial yang begitu tinggi.

Kalimat pendukungnya: ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

b. Mendidik anak agar mengetahui tata krama

Kalimat pendukungnya: ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

c.  membela negara dan bangsa/rasa kebangsaan

kalimat pendukung: —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————

a. Nilai sosial/kesetiakawanan yang tinggi (carilah dalam cerpen. Kemudian cantumkan kutipannya di bawah ini.

Kalimat pendukungnya: ——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

c.  Mendidik anak agar mengetahui tata krama (cari dalam cerpen masa kini, lalu kutiplah)

Kalimat pendukung: ———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–

c. membela negara dan bangsa/ rasa kebangsaan

kalimat pendukung: —————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

 

B. MENULIS HASIL WAWANCARA KE DALAM BEBERAPA PARAGRAF DENGAN MENGGUNAKAN KAIDA EYD

            Setelah melakukan kegiatan belajar-mengajar diharapkan siswa dapat (1) menentukan topik wawancara; (2) menyusun daftar pertanyaan dengan memperhatikan kelengkapan isi (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana); (3) menuliskan hasil wawancara ke dalam beberapa paragraf dengan ejaan dan tanda baca yang benar.

1. Selintas tentang Wawancara

Wawancara dapat diartikan sebagai kegiatan tanya jawab antara pewawancara (yang bertindak sebagai pencari informasi)dengan pihak yang diwawancarai/nara sumber (yang bertindak sebagai pemberi informasi). Kegiatan wawancara sebagai suatu kegiatan yang bisa dianggap sebagai kegiatan resmi, pada umumnya melibatkan pihak-pihak yang belum saling mengenal. Maksudnya antara pewawancara dengan nara sumber merupakan pihak-pihak yang belum saling mengenal. Oleh karena itu, pewawancara harus memiliki keterampilan yang baik sebelum melakukan wawancara agar wawancara dapat berhasil.

Untuk mencapai keberhasilan perlu dikuasai dua keterampilan dasar wawancara, yaitu:

  1. dinamika wawancara, yaitu usaha untuk menciptakan suasana dan hubungan baik sehingga memungkinkan keterbukaan untuk menyampaikan sesuatu. Seorang pewawancara harus tahu cara mendekati orang yang akan diwawancarai, misalnya sifat dan hobinya. Pengetahuan mengenai siapa yang akan diajak wawancara sangat menentukan keberhasilan wawancara;
  2. teknik wawancara. Teknik wawancara berkaitan dengan teknik atau cara melaksanakan wawancara. Teknik wawancara mencakup beberapa hal, misalnya:
  • cara membuka wawancara

membuka wawancara dapat dilakukan dengan membicarakan sesuatu yang dianggap baik, menarik, menyenangkan, dan menarik perhatian bersama. Tujuannya untuk menciptakan hubungan yang akrab, perasaan yang menyenangkan, sehingga terbuka kemungkinan untuk berbicara secara bebas.

  • cara mengajukan pertanyaan

mengajukan pertanyaan di awali dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyenangkan dan mudah dijawab. Untuk pertanyaan awal lebih baik menggunakan pertanyaan langsung, yaitu pertanyaan yang jawabannya ya atau tidak. Kemudian pertanyaan diarahkan dengan pertanyaan yang diarahkan pada fokus atau inti permasalahan yang akan diungkapkan. Seorang pewawancara sebaiknya tidak mengajukan pertanyaan yang menjebak nara sumber.

  • cara menutup wawancara

mengakhiri atau menutup wawancara setelah informasi yang diperlukan dianggap cukup. Mengakhiri wawancara dapat dilakukan dengan ucapan terima kasih, permohonan maaf, dan permohonan agar diperkenankan menghubungi lagi pada kesempatan yang lain.

Agar kegiatan wawancara dapat dilakukan dengan lancar, perlu menyusun daftar pertanyaan terlebih dahulu. Menyusun daftar pertanyaan bergantung pada masalah yang akan diungkapkan dalam wawancara. Ada beberapa jenis pertanyaan yang dapat dikemukakan, yaitu:

  1. pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak;
  2. pertanyaan untuk memperoleh pendapat dan penjelasan;
  3. pertanyaan untuk menentukan atau penolakan;
  4. pertanyaan untuk meminta bantuan khusus, dan
  5. pertanyaan tentang apa dan siapa.

2. Menentukan Topik Wawancara dan Memilih Narasumber

Sebelum kalian melakukan wawancara tentukan terlebih dahulu topiknya. Setelah itu, pilihlah narasumbernya. Narasumber dipilih berdasarkan topik wawancara.

Contoh:

Topik 

`

            Hubungan antara narasumber dengan topik wawancara harus diperhatikan. Wawancarailah orang yang kaya wawasan, menguasai permasalahan, dan mudah diwawancarai. Hindarilah orang yang mudah diwawancarai tetapi tidak menguasai topik wawancara.

Pelatihan 1

Di bawah ini terdapat topik-topik, tentukanlah narasumbernya!

 

Topik

Narasumber

Cara mengatasi kejenuhan belajar 1.

2.

3.

4.

Seni dan hiburan

 

1.

2.

3.

 

3. Cara mengatasi kenakalan remaja 1.

2.

3.

 

2. Menyusun Daftar Pertanyaan dengan Memperhatikan Kelengkapan Isi

Kegiatan menyusun daftar pertanyaan perlu kalian lakukan sebelum wawancara. Agar pertanyaan kalian mencakup kelengkapan isi yang diinginkan, gunakanlah berbagai kata tanya sebagai penggali informasi dari narasumber.

Perhatikan kutipan wawancara di bawah ini.


Album Letto Berspektrum Luas

 

            JAKARTA. Grup band Letto merilis album ketiga, Lettho-logica, sebagai bukti konsistensi mereka di industri musik Indonesia. Berikut petikan wawancara dengan band yang beranggotakan Noe (vokal), Pathub (gitar), Arian (bas), Dedy (drum) itu saat berkunjung ke ruang redaksi Jawa Pos, gedung Graha Pena, Jakarta kemarin (12/1).

Apa makna judul album Letthologica?

Noe : Kondisi kita kehilangan kata kunci. Sebenarnya ada di sampul album. Artinya, kita semua ini sedang kehilangan kata kunci. Kata itulah yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi (bangsa) kita sekarang.

Kenapa judulnya itu?

Noe: Kadang-kadang kehilangan kata kunci juga lucu. Seperti di lagu Itu Lagi Itu Lagi. Kita kehilangan makna sebenarnya, jadi, ketika kita bicara cinta, itu adalah laki-laki dan perempuan, tidak pernah lebih dari itu. Kebetulan ada salah satu lagu yang berjudul Letthologica. Jadi, kita angkat sebagai judul.

Berarti album itu serius?

Noe: Tidak juga. Kita juga memenuhi kebutuhan bahwa kita kekurangan lagu anak-anak, seperti lagu Layang-Layang. Kita mengumpulkan kata yang berulang-ulang. Layang-layang, kupu-kupu, kura-kura, atau apalah, kita kumpulkan menjadi sebuah lirik yang bisa dinyanyikan anak-anak kecil dengan tema universal. Minimal bisa koneksi dengan anak-anak, adik-adik kita yang kalau nonton tv atau di mana, selalu komentarnya,”Mbok ya buatkan lagu anak-anak karena kita sudah kehabisan itu.”

Kenapa tidak lagu cinta saja seperti yang lain supaya laris?

Noe: Lagu tema cinta tidak menjamin itu lagu. Jelas-jelas semuanya tidak jadi lagu (berkualitas). Yang nggak cinta belum tentu lagu. Sekarang yang paling gampang adalah lagu religi. Kalau orangnya rajin banget, itu juga bisa jadi. Tapi, kita tidak mau terjebak dalam letthologica itu tadi. Kata kuncinya apa?

Benang merahnya masih seperti album sebelumnya?

Noe: Kalau kita mendefinisikan benang merah, kita enggak ada benang merahnya. Kalau dari karya, itu kan buatan kita-kita juga. Jadi, bunyinya kayak apa, tetap saja yang bikin kita. Mau sejauh-jauhnya kayak apa, tetap saja terasa ada benang merahnya, yaitu kita. Kalau secara tema, sejak awal kita memang memilih spektrum yang luas daripada spektrum yang fokus.. jadi, kita fokus di spektrum yang sangat berbeda-beda. Itu yang kita pertahankan sejak album pertama, kedua, dan sekarang.

Dulu kalian sering mengatakan mengusung kejujuran lewat lagu. Masihkah?

Noe: Kalau kita tidak jujur berarti bohong kan? Kita tidak mengusung kebohongan, yang pasti. Memang kita ecclusively mau mengusung kejujuran, mesti seperti itu. Itu satubumbu untuk berkarya.

Komposisi lagu berbahasa Inggris berkurang?

Noe: Album pertama, lagu bahasa Inggrisnya lima. Album kedua empat. Album ketiga bahasa Inggrisnya tiga. Ini lama-lama erosi. Kita tidak bisa menghilangkan lagu berbahasa Inggris karena banyak penggemar kita yang mengharapkan lagu bahasa Inggris. Jadi, ini pasti diprotes lagi karena bahasa Inggrisnya berkurang. Tapi, kita melihatnya bukan masalah.

Kenapa berkurang?

Noe: Karena menurut label kita yang bernama Musica, yang bisa dijual itu lagu-lagu yang berbahasa Indonesia. Susah masuk pasar. Sebenarnya, ada kecelakaan juga sih, Mas. Kita tadinya berpikir kalau kita kirim sepuluh lagu dulu, biasanya yang ditolak (label)kan dua tiga lagu. Ternyata, diterima semua. Bahasa Inggrisnya jadi engga kebagian space. Salah strategi ini.

Jawa Pos, Selasa 13 Januari 2009  hal. 14

 


 

Pelatihan 2

Kalian tentu mengenal seorang tokoh yang bernama Ki Hajar Dewantara. Buatlah pertanyaan-pertanyaan yang akan kalian gunakan untuk mewawancarai tokoh tersebut!

 

Kata tanya

Kalimat tanya

Siapa  

 

Di mana  

 

Mengapa?  

 

 

Apa  

 

Bagaimana  

 

 

 

3. Mencatat Pokok-Pokok Wawancara dan Menuliskannya dalam Paragraf yang Baik 

Pelatihan 3

Bersama teman sekelompokmu, lakukan kegiatan berikut!

1.  Bersama teman satu kelompokmu, lakukanlah wawancara dengan tokoh/narasumber sesuai topik di bawah ini (pilih salah satu)!

  • Hubungan Fasilitas Sekolah dengan Prestasi Siswa
  • Kiat-Kiat Menggapai Prestasi Secara Optimal
  • Mengapa Membaca Penting bagi Setiap Siswa
  • Cara Belajar Kreatif dan Menyenangkan
  • Sukses dalam Kegiatan, Sukses pula dalam Belajar

2.  Buatlah daftar pertanyaan yang akan kalian ajukan sesuai dengan topik pilihan kalian! Diskusikanlah daftar pertanyaan tersebut agar hasilnya lebih baik!

3.  Tulislah hasil wawancara kalian !

Gunakanlah tabel di bawah ini untuk mempermudah pekerjaan kalian!

Untuk sekedar contoh, cermatilah teks hasil wawancara di bawah ini!

C. MENULIS KARANGAN BERDASARKAN PENGALAMAN SENDIRI DAN PENGALAMAN ORANG LAIN DALAM CERPEN (PELAKU, PERISTIWA, LATAR)

            Setelah melakukan kegiatan belajar-mengajar diharapkan siswa dapat (1) menentukan topik yang berhubungan dengan kehidupan diri-sendiri untuk menulis cerpen; (2) menulis kerangka cerita pendek dengan memperhatikan kronologi waktu dan peristiwa; (3) mengembangkan kerangka yang telah dibuat  dalam bentuk cerpen (pelaku, peristiwa, latar, konflik) dengan memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan; (4) menentukan topik yang berhubungan dengan pengalaman orang lain untuk menulis cerpen; (5) menulis kerangka cerpen dengan memperhatikan pelaku, peristiwa, dan latar; (6) mengembangkan kerangka yang telah dibuat dalam bentuk cerpen (pelaku, peristiwa, latar) dengan memperhatikan pilihan kata, tanda baca, dan ejaan.

1.  Mengenali Unsur-Unsur dalam Cerpen

Cerpen merupakan karangan yang singkat, sederhana, dan masalahnya juga tunggal. Biasanya, cerpen dapat dibaca dalam sekali kesempatan.

Walaupun sederhana, cerpen memiliki tema, latar, alur, tokoh, dan sudut pandang. Latar dalam cerpen terdiri atas latar waktu dan latar tempat. Alur merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk cerita. Alur ada beberapa jenis, alur maju dan alur mundur. Tokoh atau pelaku dalam cerpen memiliki karakter yang berbeda. Cara pengarang menampakkan karakter tokoh bisa dengan penyebutan langsung, melalui dialog antarpelaku, melalui monolog pelaku, atau penggambaran tokoh secara langsung.

Perhatikan contoh cerpen di bawah ini!


JILBAB

 

“Piiiiit! Mana jilbab Mbak Kaka?” teriak Kaka dari kamarnya. Yang dipanggil cuek sambil terus membetulkan jilbabnya yang belum rapi.

Dengan penuh kemarahan Kaka berlari ke kamar adiknya.

“Heh, kok dipake?” Kaka bertambah gusa, kemudian menarik jilbab Pipit.

“Emangnya kenapa? Inikan jilbabku juga?” Pipit tak kalah keras.

“Tapi kamu, kan, kemarin    sekarang giliranku,” Kaka bertambah sengit.

“Sekarang Pipit keputrian, Mbak! Malu dong kalo Pipit pake jilbab pendek, padahal temen-temen Pipit yang ikutan keputrian jilbabnya panjang-panjang dan lebar-lebar, “ nada suara Pipit mendatar.

“Ya, udah!”

Kaka keluar dari kamar Pipit sambil membanting pintu.

“Ada apa sih, pagi-pagi sudah ribut?” ibu yang mendengar keributan itu jadi ikut-ikutan gusar.

“Itu, Bu, Pipit. Kemarin dia kan baru pake jilbab santung yang lebar itu. Mustinya sekarang giliran Kaka yang pake,” cerita Kaka masih kesal.

“Mbok ya kamu ngalah dikit, to! Dia kan adikmu, “ Ibu seakan membela Pipit.

“Ah, Ibu selalu ngebelain Pipit. Padahal Pipit sudah jelas-jelas salah, “Kaka jadi bertambah kesal.

“Bukan membela, tapi ….”

“Sudah, sudah, tiap hari yang diributi, kok, jilbaaaab terus! Kalian kan muslimah

berjilbab. Tunjukkan dong akhlak yang baik, enggak kayak sekarang, tiap pagi musti ngributin jilbab-jilbaaaab terus! Mending kalian enggak usah pake jilbab sekalian, atau jilbab itu Ayah gunting-gunting untuk membungkam mulut kalian, “ Ayah sepertinya sudah kehilangan kesabaran.

Kaka dan Pipit diam tertunduk. Segumpal penyesalan menyesakkan dada mereka masing-masing….

“Mbak Kaka, mana jilbabnya? Pipit mau pake. Sekarang ada monitoring di masjid,” Pipit sudah teriak-teriak di depan pintu kamar kakaknya di hari Minggu pagi.

Kaka lalu keluar dari kamarnya, sudah rapi, lengkap dengan jilbab putih lebar.

“Mbak, Pipit mau pake!” Pipit mulai gusar.

“Gantian, Non! Kemarin kan kamu terus-terusan yang memonopolinya. Sekarang giliran Mbak,” kata Kaka tenang. Pipit kesal. Dihentakkannya kakinya, lalu berlari menemui ibunya.

“Bu, belikan Pipit jilbab lagi, “ rajuk Pipit.

“Lho, jilbab kamu kan banyak?”

Ibu mencoba bersabar meskipun sesungguhnya ia sangat bosan setiap hari harus menghadapi anak-anaknya yang selalu meributkan jilbab.

“Tapi semua pendek, Bu!” kata Pipit dengan manjanya.

“Enggak maslah, to? Yang penting aurat kamu termasuk dada tertutup dengan baik, pakaian kamu enggak ketat, dan enggak lupa memakai kaos kaki,” nasihat ibu.

“Tapi, teman-teman Pipit pakenya yang lebar, Bu,” ujar Pipit.

“Jadi, kamu mau pake jilbab lebar karena ikut-ikutan teman?” Pipit

Diam.

“Apa kamu mau dicap oleh Allah sebagai umat yang taklid, yang segala ibadahnya adalah hanya sekedar ikut-ikutan saja? Pipit, sifat orang-orang yang beriman taklid dalam beragama itu, seperti daun kering yang ditiup angin. Segala amal ibadahnya sia-sia di sisi Allah, “ Ibu berkata dengan bijaksana.

Pipit masih diam. Kata-kata ibunya mengena di hatinya.

“Sudah, kalo kamu tetap ngotot pake jilbab lebar, ya, terserah. Mbak Kaka juga mau, kok, pake yang pendek asal nggak keluar dari syariat Islam. Tapi, sekarang dia nggak pengena kamu ribut lagi. Jadi, sengaja dia pake jilbab yang lebar itu,” papar ibunya lagi. Pipit lalu beranjak.

Lima belas menit kemudian Pipit sudah siap pergi ke masjid. Diciumnya punggung tangan ibunya dengan penuh kasih.

 

Virgorini Dwi Fatayati Tirta W. Putri. (Tuk kakakku, selamat berjilbab)

 

 

 

Pelatihan 1

Coba kalian tentukan kelima unsur pembentuk cerpen di atas!

Unsur

Perwujudan Unsur

Kalimat pendukung

Tema  

 

 

 

 

Latar  

 

 

 

 

 

 

Tokoh    

 

 

Alur    

 

 

Sudut pandang    

 

 

 

2.  Menulis Cerpen

Menulis adalah suatu keterampilan. Sebagai keterampilan, menulis dapat dilakukan oleh siapa saja. Caranya berlatihlah menulis secara rutin dan intensif. Jika kalian sering berlatih, kalian akan menjadi mahir.

Yang harus diperhatikan dalam menulis sebuah cerpen adalah mengubah gaya penceritaan. Jika kalian perhatikan, untuk menggambarkan setting, alur, dan tokoh-tokoh dalam cerpen itu, pengarang menyatakannya secara langsung dan tak langsung. Pernyataan tak langsung umumnya dinyatakan dalam dialog. Contoh penggambaran secara langsung itu misalnya, “Ia memang seorang yang keras kepala. Semua nasihat tak pernah digubrisnya.”

Penggambaran secara tak langsung itu, misalnya, dinyatakan dalam dialog antartokoh.

 

Perhatikan kalimat-kalimat tersebut! Bukannya isinya sama dengan isi dialog antara Kaka dan Pipit di atas?

 

 

 

 

 

 

 

Pelatihan 2

Ubahlah cara penggambaran setting, alur, atau penokohan berikut dengan cara sebaliknya!

 

Pernyataan langsung

Pernyataan tak langsung

———————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————— “Sekarang Pipit keputrian, Mbak! Malu dong kalo Pipit pake jilbab pendek, padahal temen-temen Pipit yang ikutan keputrian jilbabnya panjang-panjang dan lebar-lebar, “ nada suara Pipit mendatar.
Kaka keluar dari kamar Pipit sambil membanting pintu. —————————————————————————————————————————————————————————————————————-
—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————- “Sudah, sudah, tiap hari yang diributi, kok, jilbaaaab terus! Kalian kan muslimah

berjilbab. Tunjukkan dong akhlak yang baik, enggak kayak sekarang, tiap pagi musti ngributin jilbab-jilbaaaab terus! Mending kalian enggak usah pake jilbab sekalian, atau jilbab itu Ayah gunting-gunting untuk membungkam mulut kalian, “ Ayah sepertinya sudah kehilangan kesabaran.

Kaka dan Pipit diam tertunduk. Segumpal penyesalan menyesakkan dada mereka masing-masing….
.

Lima belas menit kemudian Pipit sudah siap pergi ke masjid. Diciumnya punggung tangan ibunya dengan penuh kasih.

 

“————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————–
——————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————– Su”Ya, udah, kalo kamu tetap ngotot pake jiljjilbab lebar, ya, terserah. Mbak Kaka juga mamau, kok, pake yang pendek asal nggak kekeluar dari syariat Islam. Tapi, sekarang dia ngnggak pengen kamu ribut lagi. Jadi, sengaja diadia pake jilbab yang lebar itu,” papar ibunya laglagi. Pipit lalu beranjak

 

3.  Mempersiapkan Bahan Baku Cerpen

 

            Masalah yang diungkapkan dalam cerpen, setting, alur, dan tokoh-tokohnya, dapat dikatakan sebagai bahan baku (kerangka/unsur-unsur). Jika sudah dipersiapkan, maka cerpen siap ditulis.

Masalah di kelas, hubungan antarsesama teman, jatuh cinta,, teman baru, peristiwa pribadi, rasa kecewa, rasa kagum atau benci kepada guru tertentu; merupakan sumber inspirasi yang amat kaya untuk ditulis menjadi sebuah cerpen. Demikian pula setting dan tokoh-tokohnya, menyesuaikan topik yang kalian pilih.

            Sekarang cobalah merenung, menemukan, dan kemudian menuliskan modal cerpen itu dalam panduan menulis cerpen berikut!

1. Masalah utama cerpen ini adalah

……………………………………………………………………………………………………………………………..

2. Setting tempatnya di ……………………………………………….. dan di ……………………………….

Waktunya sekitar bulan/tahun/hari …………………………………………………………………………..

Tepatnya pada pagi/siang/sore.

3. Cerita ini bermula ketika

………………………………………………………………………………………………

Tokoh ini mempunyai persoalan/kebiasaan/mengalami …………………………………………….

……………………………………………………………………………………………….Lalu ia …………………

……………………………………………………Sementara itu tokoh ………………………………………….

………………………….Krisis antara kedua tokoh itu sampai pada puncaknya ketika …………..

……………………………………………………………………………………….tanda-tanda ada penyelesaian masalah ketika/berupa………………………………………………………………………….

4. Tokoh-tokoh yang berperan dalam cerpen saya ………………………………………. ……. dan

……………………………Dengan sifat masing-masing ……………………………………………………….

Orang yang …………………………………………………………….tokoh ……………………………………

Seorang yang ………………………………………………… seorang yang …………………………………..

5. judul cerpen saya ini kira-kira ………………………………………………………………………. atau ……………………………………………………………………………………………………………………..

Pelatihan 3

Berdasarkan petunjuk di atas tulislah cerpen yang betul-betul pendek. Cukup satu sampai dua halaman kertas has, jika diketik spasinya 1,5!


SOAL UJIAN SEMESTER II

I. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, d, atau e, sebagai jawaban yang benar!

1.    Planet bumi berada dalam krisis ekologi besar akibat pemanasan global. Dampaknya terlihat jelas pada mencairnya lapisan es kutub. Proses pencairan itu meningkat tajam dalam empat tahun terakhir, menciutkan Kutub Utara hingga ukuran terkecil dalam seabad terakhir. Jika pencairan itu terus berlanjut, sebelum berakhirnya abad ke-21 ini Kutub Utara akan mengalami musim panas tanpa lapisan es sama sekali. Paparan mengejutkan ini disampaikan para ilmuwan Badan Antariksa AS (NASA) dan Pusat Data Es dan Salju Nasional AS pekan ini.

(Kompas, 1 Oktober 2005)

Pokok permasalahan yang terdapat dalam kutipan artikel di atas adalah ….

  1. Mencairnya lapisan es di Kutub Utara akibat pemanasan global;
  2. Munculnya pemanasan global yang diakibatkan oleh krisis ekologi akhir-akhir ini;
  3. Krisis ekologi yang dialami bumi karena mencairnya es di Kutub Utara;
  4. Proses mencairnya lapisan es kutub yang memicu munculnya pemanasan global;
  5. Bumi mengalami krisis ekologi karena menciutnya Kutub Utara dalam empat tahun terakhir.

2. akibat pemanasan global yang sangat mengkhawatirkan adalah….

  1. Lapisan es Kutub Utara akan musnah;
  2. Kutub Utara akan mengalami musim panas sepanjang tahun;
  3. Kutub Utara akan lebih kecil dari Kutub Selatan;
  4. Musim panas tanpa adanya lapisan es akan dialami Kutub Utara;
  5. Lapisan es di Kutub Utara akan mencair dalam satu abad.

3. Tanggapan yang tepat untuk permasalahan artikel di atas adalah ….

  1. Pemanasan global sangat berbahaya. Sebaiknya manusia dilarang bepergian ke Kutub Utara;
  2. Pemanasan global akibat pembangunan di berbagai belahan bumi harus segera diantisipasi. Proses pembangunan hendaknya dilakukan secara hati-hati agar tidak merusak lingkungan.
  3. Pemanasan global tidak dapat dicegah. Manusia harus berupaya semaksimal mungkin untuk mengurangi dampaknya.
  4. Setiap negara, hendaknya bersiap-siap menghadapi ancaman terburuk akibat pemanasan global.
  5. Pemanasan global merupakan dampak yang terjadi akibat pembangunan di berbagai belahan bumi. Kita tidak perlu merisaukannya sebab efek pemanasan global hanya terjadi di Kutub Utara.

4. Di antara lima judul artikel berikut ini, yang memuat persoalan yang dapat diperdebatkan adalah ….

  1. Pembangunan Berwawasan Lingkungan;
  2. Mengantisipasi Datangnya Tsunami;
  3. Meningkatkan Profesionalisme Tenaga Kerja Indonesia;
  4. Kenaikan BBM: Sebuah Keputusan yang Tidak Dapat Ditawar Lagi;
  5. Upaya menciptakan Lapangan Kerja Baru.

5. Hari itu, Dinas Pertanian Perkebunan, dan Kehutanan Kabupaten Tegal bersama dengan sejumlah perusahaan penyedia sarana pertanian melaksanakan pasar tani. Melalui  pasar tani tersebut, petani dapat memperoleh pupuk maupun benih sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET). Mereka juga bisa mendapatkan konsultasi mengenai budidaya padi dan jagung hibrida, penanggulanganhamapenyakit, serta uji analisis tanah secara gratis.

Pokok-pokok pikiran paragraph di atas adalah di bawah ini kecuali….

  1. Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kab. Tegal penyedia sarana pertanian;
  2.  Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Kab. Tegal melaksanakan pasar tani;
  3. Pasar tani merupakan sarana memperoleh pupuk maupun benih sesuai dengan HET;
  4.  Pasar tani merupakan wujud dari pasar murah di bidang pertanian;
  5. Pasar tani juga menyediakan tempat konsultasi seluk-beluk pertanian.

6. paragraph di atas berjenis paragraph ….

  1. Narasi
  2. Deskripsi
  3. Eksposisi
  4. Argumentasi
  5. Persuasi

7. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mempertemukan petani dengan penyedia sarana tani. Saat ini, banyak petani menanam jagung sehingga kebutuhan pupuk dan benih tinggi. Jagung menjadi primadona di kalangan petani karena harganya mahal. Harga tertinggi mencapai Rp 3.600 per kg. “Sepengetahuan kami, baru kali ini harga jagung di atas Rp. 3.000”,  ujar Toto.

Letak kalimat topic paragrap di atas terdapat pada kalimat ke ….

a. 1       b. 2       c. 3       d. 4       e. 5

8. Toto mengatakan, meningkatnya minat petani menanam jagung itu menyebabkan melonjaknya kebutuhan benih jagung dan pupuk. Kebutuhan pupuk untuk tanaman jagung mencapai hamperlimakali lipat dari kebutuhan pupuk tanaman padi. Kebutuhan benih jagung sekitar 15 kg per hektar. Untuk tanaman padi, kebutuhan urea sekitar 250 kg per hektar, sedangkan untuk tanaman jagung bisa mencapai 1,2 ton per hektar.

Kutipan di atas tergolong paragraph ….

  1. Narasi
  2. Deskripsi
  3. Eksposisi
  4. Argumentasi
  5. Persuasi

9. Pola pengembangan paragraph di atas adalah ….

  1. Sebab-akibat
  2. Akibat –sebab
  3. Umum- khusus
  4. Khusus-umum
  5. Pemberian contoh

9.  Pembicara menulis pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan. Dalam pelaksanaannya, pokok-pokok pikiran tersebut diuraikan dan dikemukakan dengan kata-kata sendiri pembicara hanya membawa kerangka pidato

Pidato dengan cara seperti ini menggunakan metode …..

  1. Impromptu
  2. Naskah
  3. Ekstemporan
  4. Hapalan
  5. Serta merta

10.  Di masa penjajahan Belanda, banyak pribumi ngebet ingin jadi pegawai pamong praja. Karena dengan menjadi pramong praja berarti menjadi priyayi, bergengsi, dan mendapat jaminan hidup sejahtera. Tetapi di awal masa kemerdekaan, para priyayi jatuh merek, bekas pejuang kemerdekaanlah yang menjadi primadona. Para pahlawan bangsa itu yang berjaya dan memegang banyak posisi pdalam era mengisi  kemerdekaan peringkat berubah lagi. Orang kepingin anaknya menjadi dokter, insinyur, atau Meester in de Rechten . karena, dr. Ir. Atau Mr. itulah tiket yang menjamin orang jadi kaya.

Kini, setelah lebih dari setengah abad merdeka, orang tak ingin lagi jadi pegawai negeri. Sebab, itu berarti miskin, kecuali yang kebetulan dapat tempat basah sehingga dapat korupsi. Kata priyayi pun  menjadi kotor karena selalu terkait dengan pengertian feodalisme dan kolonialisme. Orang menghindar dan cenderung menempatkan priyayi sebagai salah satu dari yang harus dibasmi dalam kehidupan yang demokratis.

Sementara, para bekas pejuang yang secara umum tercakup dalam Angkatan ’45, tidak popular lagi. Bahkan, cenderung menjadi identik dengan sesuatu yang sudah kadaluwarsa, mapan, ataupun cacat. Akibat ulah dari beberapa oknumnya yang tidak terpuji, nama yang dulu angker itu, jatuh peringkat jadi ejekan terhadap semangat suatu masa yang tak akan dibiarkan lagi memegang tampuk pimpinan dalam kehidupan Negara yang hendak bangkit ini.

Dilihat dari maksud dan tujuannya, pidato tersebut bertujuan….

  1. Mendorong
  2. Meyakinkan
  3. Memberitahukan
  4. Bertindak dan berbuat
  5. Menyenangkan.

11. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membuat kerangka naskah pidato adalah ….

  1. Menentukan pokok-pokok pembicaraan
  2. Pokok-pokok disusun dalam tata urut yang baik
  3. Di bawah pokok-pokok ditambahkan perincian yang menjelaskan pokok-pokok utama
  4. Mengembangkan kerangka menjadi naskah utuh
  5. Menyusun kerangka pidato untuk melihat kesatuan dan koherensinya.

12. pidato yang digunakan pada pertemuan resmi kenegaraan menggunakan metode….

  1. Impromptu
  2. Naskah
  3. Ekstemporan
  4. Hapalan
  5. Serta merta

13. Bagian pembuka pidato yang tepat adalah ….

  1. Dalam kesempatan ini, saya mohon izin agar hadirin memperkenankan saya menyampaikan topik Pola Hidup Sehat
  2. Dalam kesempatan ini, semoga para hadirin memperkenankan saya menyampaikan topik Pola Hidup Sehat
  3. Dalam kesempatan yang berbahagia ini, izin dari para hadirin sangat saya harapkan untuk menyampaikan topik Pola Hidup Sehat
  4. Dalam kesempatan yang membahagiakan ini, tolong memperkenankan saya menyampaikan topik Pola Hidup Sehat
  5. Dalam kesempatan ini, izinkan saya menyampaikan topik Pola Hidup Sehat

14. Agar pidato berhasil dengan baik, pembicara harus memahami hal-hal berikut ini, kecuali ….

  1. Memahami kondisi hadirin yang mendengarkan
  2. Menguasai topik yang dibicarakan
  3. Membuat kerangka pidato
  4. Berlatih pidato sebelum tampil di depan hadirin;
  5. Berpidato tanpa teks

15. kalimat penutup pidato yang tepat adalah ….

  1. Demikian akhir pembicaraan saya. Jika ada perkataan saya yang kurang benar, maafkan saya….
  2. Demikian pdato ini saya akhiri. Jika ada sesuatu yang salah, sudilah kiranya hadirin memaafkan saya
  3. Demikian akhir pembicaraan saya. Jika ada perkataan saya yang tidak berkenan di hati Bapak dan Ibu, saya mohon maaf
  4. Demikian akhir pembicaraan saya. Jika ada perkataan saya yang urang pada tempatnya, saya mohon maaf
  5. Demikian pidato ini saya akhiri. Segala sesuatunya saya mohon maaf yang sebesar-besarnya

16. Penebangan hutan harus segera dihentikan. Pohon-pohon di hutan itu dapat menyerap sisa-sisa pembakaran dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor. …. hutan ditebang habis, maka tidak ada mesin yang bisa menyerap sisa-sisa pembakaran. Sisa-sisa pembakaran itu dapat meningkatkan pemanasan global. Pemanasan global itu akan melelehkan gunung es kutub. ….., kota-kota di tepi pantai sepertiJakarta,Surabaya, Singapura,Bangkok, dan lain-lainnya akan terendam air laut. Jika hutan kita terus ditebang demi kepentingan ekonomi , maka akan terjadi bahaya yang luar biasa hebatnya. … hutan harus kita selamatkan sekarang juga.

Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat yang rumpang di atas adalah ….

  1. Jika, sebabnya, karena
  2. Jika, akibatnya, oleh karena itu
  3. Kalau, akibatnya untuk itu
  4. Kalau, sebabnya, karena
  5. Jika, akibatnya, untuk itu

17. kalimat utama paragraf di atas terletak pada kalimat nomor ….

a. 1       b. 2       c. 3       d. 4       e. 5

18. Pokok-pokok pikiran pada paragraf di atas adalah berikut ini kecuali ….

  1. Penebangan hutan segera dihentikan
  2. Pohon-pohon dapat menyerap sisa- sisa pembakaran pabik dan asap kendaraan bermotor
  3. Sisa pembakaran dapat meningkatkan pemanasan global
  4.  Pemanasan global hanya berdampak di kutub utara saja
  5. Hutan harus kita selamtkan sekarang

18. Factor pertanian yang mahal di NTT adalah air. Akan tetapi, mahal bukan berarti tidak bisa dibeli. Lembah Hebron di Israel bisa menjadi areal pertanian sayuran dan buah-buahan untuk memasok kawasan Timur Tengah karena airnya diadakan. kePadang Arafah di Arab Saudi sekarang hijau dengan tanaman dari Indonesia karena airnya diupayakan. Untuk ukuran Indonesia, NTT memang ekstrem kering. Akan tetapi, pasti tidak seekstrem Israel dan Arab Saudi. Meskipun hanya tiga bulan, hujan di NTT selalu rutin turun.

Kalimat yang mengandung kata penghubung antarkalimat terdapat pada kalimat nomor ….

a. 1       b. 2       c. 3       d. 4       e. 5

19. Paragraf di atas menurut pola pengembangannya disebut paragraf ….

  1. Sebab—akibat
  2. Akibat—sebab
  3. Ilustrasi
  4. Definisi
  5. Klasifikasi

19.  Pidato memiliki beberapa tujuan seperti berikut ini, kecuali ….

  1. Menghibur
  2. Menjelaskan sesuatu
  3. Mengajak
  4. Memengaruhi
  5. Menghast

20. karangan yang menjelaskan sesuatu hal secara terperinci dengan tujuan agar pembaca paham disebut ….

  1. Eksposisi
  2. Deskripsi
  3. Argumentasi
  4. Persuasi
  5. Narasi

21. Wacana yang bertujuan memengaruhi pembaca agar dapat menerima ide, pendapat, atau pernyataan yang dikemukakan penulisnya disertai dengan data-data yang mendukung dinamakan ….

  1. Eksposisi
  2. Deskripsi
  3. Argumentasi
  4. Persuasi
  5. Narasi

22. wacana yang isinya membujuk atau menyarankan pembaca untuk melakukan atau menyikapi sesuatu dinamakan ….

  1. Eksposisi
  2. Deskripsi
  3. Argumentasi
  4. Persuasi
  5. Narasi

Perhatikan puisi di bawah ini!

LUKISAN KALIMAS

Gubug-gubug karton ialah perdu sepanjang kali itu

dikirimkannya iga ke dalam kanvas lukisanmu

amis dan lembab

nyanyian yang lahir dan cakrawala coreng-moreng

justru melahirkan senyap dalam jiwa

dan pedih yang sempurna

kejutaan ulat meraja

keruh air, kersik sampah dan rumputan

potretmu mengalir disana

23. Bait pertama puisi diatas didominasi oleh citraan …

  1. Penglihatan
  2. Pendengaran
  3. Perasa
  4. Penciuman
  5. Gerak

24. Citraan penciuman terdapat pada kutipan di bawah ini !

  1. dikirimkannya iga ke dalam kanvas lukisanmu
  2. nyanyian yang lahir dan cakrawala coreng-moreng
  3. justru melahirkan senyap dalam jiwa dan pedih yang sempurna
  4. keruh air, kersik sampah dan rumputan
  5. potretmu mengalir disana

25. Berikut ini yang merupakan kutipan citraan perasa adalah ….

  1.  dikirimkannya iga ke dalam kanvas lukisanmu
  2. nyanyian yang lahir dan cakrawala coreng-moreng
  3. justru melahirkan senyap dalam jiwa dan pedih yang sempurna
  4. keruh air, kersik sampah dan rumputan
  5. potretmu mengalir disana

26. Kutipan yang merupakan citraan gerak adalah ….

  1. dikirimkannya iga ke dalam kanvas lukisanmu
  2. nyanyian yang lahir dan cakrawala coreng-moreng
  3. justru melahirkan senyap dalam jiwa dan pedih yang sempurna
  4. keruh air, kersik sampah dan rumputan
  5. potretmu mengalir disana
  1. Bait kedua puisi di atas di dominasi oleh majas….
  1. dikirimkannya iga ke dalam kanvas lukisanmu
  2. nyanyian yang lahir dan cakrawala coreng-moreng
  3. justru melahirkan senyap dalam jiwa dan pedih yang sempurna
  4. keruh air, kersik sampah dan rumputan
  5. potretmu mengalir disana

28. Bait kedua kutipan puisi di atas didominas oleh majas….

  1. Personifikasi
  2. Metafora
  3. Paradok
  4. Ironi
  5. Metonimia

29. Sejak dulu, sudah kita ketahui bahwa penyebaran penduduk diIndonesiatidak merata. Sebagai contoh, Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya 6,7% dari luas Indonesia saat ini dihuni oleh 60% penduduk Indonesia. Kepadatan penduduk di Jawa kira-kira 900 orang per kilometre persegi. Kepadatan penduduk itu sangat luar biasa jika dibandingkan dengan kepadatan penduduk di pulau-pulau di luar Pulau Jawa.

Pernyataan di atas dikembangkan dengan pola pengembangan ….

  1. Pembuktian
  2. Contoh
  3. Perbandingan
  4. Persamaan
  5. Analisis

29. Dalam karangan argumentasi, hal-hal berikut diperlukan untuk memperkuat pendapat, kecuali ….

  1. Bukti
  2. Alas an
  3. Contoh
  4. Grafik
  5. Opini

30. Cerita rakyat di bawah ini berasal dari Jawa Barat yaitu….

  1. Si Kabayan
  2. Joko Bodho
  3. Pan Balang
  4. Abu Nawas
  5. Nasrudin

31. Di bawah ini jdul cerita rakyat yang termasuk legenda, kecuali ….

  1. Terjadinya Kota Banyuwangi
  2. Sangkuriang
  3. Pan Balang
  4. Batu Belah
  5. Malin Kundang

Perhatikan kutipan cerita rakyat di bawa ini!

Pada suatu hari, ketika Datuk Limbatang bersama istri dan Giran berkunjung ke rumah Bujang Sembilan, secara tidak sengaja Sani saling berpandangan dengan Giran. Rupanya, kedua pemuda dan gadis itu sama-sama menaruh hati. Giran pun mengajak Sani untuk bertemu di sebuah ladang di pinggir sungai. Dengan hati berdebar, Giran pun mengungkapkan perasaannya kepada Sani.

“Sudah lama merendam selasih
Barulah kini mau mengembang
Sudah lama kupendam kasih
Barulah kini bertemu pandang”

“Telah lama orang menekat
Membuat baju kebaya lebar
Sudah lama abang terpikat
Hendak bertemu dada berdebar”

“Rupa elok perangaipun cantik
Hidupnya suka berbuat baik
Orang memuji hilir dan mudik
Siapa melihat hati tertarik”

“Dik, Sani! Wajahmu cantik nan elok, perangai baik nan berhati lembut. Maukah engkau menjadi kekasih Abang?” tanya Giran.

Pertanyaan itu membuat jantung Sani berdetak kencang. Dalam hatinya, ia juga suka kepada Giran. Maka ia pun membalasnya dengan untaian pantun.

“Buah nangka dari seberang
Sedap sekali dibuat sayur
Sudah lama ku nanti abang
Barulah kini dapat menegur”
 
“Jika roboh kota Melaka
Papan di Jawa saya tegakkan
Jika sungguh Kanda berkata
Badan dan nyawa saya serahkan”

Alangkah senang hati Giran mendengar jawaban dari Sani. Ia benar-benar merasa bahagia karena cintahnya bersambut.

Maka sejak itu, Giran dan Sani menjalin hubungan kasih. Pada mulanya, keduanya berniat untuk menyembunyikan hubungan mereka. Namun karena khawatir akan menimbulkan fitnah, akhirnya keduanya pun berterus terang kepada keluarga mereka masing-masing. Mengetahui hal itu, keluarga Giran dan Sani pun merasa senang dan bahagia, karena hal tersebut dapat mempererat hubungan kekeluargaan mereka. Sejak menjalin hubungan dengan Sani, Giran seringkali berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Bahkan, ia sering membantu Bujang Sembilan bekerja di sawah.

Ketika musim panen tiba, semua penduduk kampung memperoleh hasil yang melimpah. Untuk merayakan keberhasilan tersebut, para pemuka adat dan seluruh penduduk bersepakat untuk mengadakan gelanggang perhelatan, yaitu adu ketangkasan bermain silat. Para pemuda kampung menyambut gembira acara tersebut. Dengan semangat berapi-api, mereka segera mendaftarkan diri kepada panitia acara. Tidak ketinggalan pula Kukuban dan Giran turut ambil bagian dalam acara tersebut.

Pada hari yang telah ditentukan, seluruh peserta berkumpul di sebuah tanah lapang. Sorak sorai penonton pun terdengar mendukung jagoannya masing-masing. Beberapa saat kemudian, panitia segera memukul gong pertanda acara dimulai. Rupanya, Kukuban mendapat giliran pertama tampil bersama seorang lawannya dari dusun tetangga. Tampak keduanya saling berhadap-hadapan di tengah arena untuk saling adu ketangkasan. Siapa pun yang menang dalam pertarungan itu, maka dia akan melawan peserta berikutnya. Ternyata, Kukuban berhasil mengalahkan lawannya. Setelah itu, peserta berikutnya satu per satu masuk ke arena gelanggang perhelatan untuk melawan Kukuban, namun belum seorang pun yang mampu mengalahkannya. Masih tersisa satu peserta lagi yang belum maju, yakni si Giran. Kini, Kukuban menghadapi lawan yang seimbang.

“Hai, Giran! Majulah kalau berani!” tantang Kukuban.

“Baiklah, Bang! Bersiap-siaplah menerima seranganku!” jawab Giran dan langsung menyerang Kukuban.

Maka terjadilah pertarungan sengit antara Giran dan Kukuban. Mulanya, Giran melakukan serangan secara bertubi-tubi ke arah Kububan, namun semua serangannya mampu dielakkan oleh Kukubun. Beberapa saat kemudian, keadaan jadi terbalik. Kukuban yang balik menyerang. Ia terus menyerang Giran dengan jurus-jurus andalannya secara bertubi-tubi. Giran pun terdesak dan kesulitan menghindari serangannya. Pada saat yang tepat, Kukuban melayangkan sebuah tendangan keras kaki kirinya ke arah Giran. Giran yang tidak mampu lagi menghindar, terpaksa menangkisnya dengan kedua tangannya.

“Aduh, sakit…! Kakiku patah!” pekik Kukuban dan langsung berguling di tanah sambil menjerit kesakitan.

Rupanya, tangkisan Giran itu membuat kaki kirinya patah. Ia pun tidak mampu lagi melanjutkan pertandingan dan dinyatakan kalah dalam gelanggang tersebut. Sejak itu, Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran karena merasa telah dipermalukan di depan umum. Namun, dendam tersebut dipendamnya dalam hati.

Beberapa bulan kemudian, dendam Kukuban yang dipendam dalam hati itu akhirnya terungkap juga. Hal itu bermula ketika suatu malam, yakni ketika cahaya purnama menerangi perkampungan sekitar Gunung Tinjau, Datuk Limbatang bersama istrinya berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Kedatangan orangtua Giran tersebut bukan untuk mengajari mereka cara bercocok tanam atau tata cara adat, melainkan ingin menyampaikan pinangan Giran kepada Sani.

31. Pada suatu hari, ketika Datuk Limbatang bersama istri dan Giran berkunjung ke rumah Bujang Sembilan, secara tidak sengaja Sani saling berpandangan dengan Giran. Rupanya, kedua pemuda dan gadis itu sama-sama menaruh hati. Giran pun mengajak Sani untuk bertemu di sebuah ladang di pinggir sungai. Dengan hati berdebar, Giran pun mengungkapkan perasaannya kepada Sani.

Kutipan di atas didominasi oleh unsur intrinsik ….

  1. Perwatakan
  2. Alur
  3. Kisah pengisahan/sudut pandang
  4. Tema
  5. Amanat

32. Giran memiliki perwatakan … kecuali….

  1. Berterus terang
  2. Jujur
  3. Pemberani
  4. Ksatria
  5. Suka membokong

33. Kukuban memiliki perangai yang buruk yakni ….

  1. Menyerang secara terus-menerus kepada Giran dalam arena pertandingan
  2. Menantang Giran di arena pertandngan
  3. Berteriak-teriak ketika kakinya patah
  4. Mendendam karena kalah dalam pertandingan
  5. Mencintai dan merebut Sani

34. Ayah Giran bernama ….

  1. Datuk Limbatang
  2. Bujang Sembilan
  3. Sani
  4. Kukuban
  5. Bujang Sepuluh

35. Nilai-nilai yang dapat dipetik dari cerita rayat di atas adalah berkut ini kecuali ….

  1. Jadilah anak yang berbakti pada kedua orang tua
  2. Bersikaplah ksatria dalam segala hal
  3. Bersikaplah rendah hati dalam menghadapi siapapun
  4. Kalau saling mencintai janganlah dirahasiakan dari orang tua
  5. Giran dan Sani adalah pemuda yang teguh iman dan pendirian

36.  Sudut pandang cerita rakyat di atas adalah …

  1. Orang pertama pelaku utama
  2. Orag pertama pelaku sampingan
  3. Orang kedua
  4. Orang ketiga serba tahu
  5. Orang ketiga pelaku utama

Bacalah dengan teliti puisi di bawah ini!

Perempuan-Perempuan Perkasa

Oleh Hartoyo Andangjaya

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

Dari manakah mereka

Ke stasiun kereta mereka datang dari bukit-bukit desa

Sebelum peluit kereta pagi terjaga

Sebelum hari bermula dalam pesta kerja

Perempuan-perempuan yang membawa bakul dalam kereta,

Ke manakah mereka

Di atas roda-roda baja mereka berkendara

Mereka berlomba dengan surya menuju gerbang kota

Merebut hidup di pasar-pasar kota

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta,

Siapakah mereka

Mereka adalah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa

Akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota

Mereka: cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

 

37. Tema puisi di atas adalah ….

  1. Kerja keras
  2. Pantang menyerah
  3. Wanita berhati baja
  4. Wanita yang hidup di kereta api
  5. Wanita mulia

38.  Baris pertama dan kedua bait 1, 2, 3 bermajas sama yakni …

  1. Repetisi
  2. Personifikasi
  3. Retoris
  4. Metafora
  5. Paradoks

39. Mereka adalah ibu-ibu berhati baja

Majas yang digunakan dalam baris kutipan puisi tersebut adalah …

  1. Repetisi
  2. Personifikasi
  3. Retoris
  4. Metafora
  5. Paradoks

40. Suasana puisi tersebut adalah…

  1. Penuh semangat
  2. Keharuan
  3. Kekaguman
  4. Kesedihan
  5. Kesunyian

Bacalah kutipan cerita klasik di bawah ini!

Hikayat Hang Tuah

Sebermula maka tersebutlah perkataan Hang Tuah, anak Hang Mahmud, tempat duduknya di sungai Duyung.

Maka segala orang, yang duduk di Sungai Duyung itu pun mendengar khabar raja di Bintan itu terlalu baik budi pekertinya dengan tegur sapanya akan segala rakyat apabila Hang Mahmud mendengar kabar itu, maka kata Hang Mamud pada bininya, yang bernama Dang Merdu itu: “Ayo, tuan, baiklah kita pergi ke Bintan, negeri besar, lagi pun kita ini tiga beranak sangat miskin, baiklah kita pergi pindah ke Bntan, supaya mudah kita mencahari makan.”

Maka sahut Dang Merdu:”Benarlah seperti bicara tuan hamba itu.”

Maka pada malam itu Hang Mahmud bermimpi, bulan turun dari langit. Maka cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah itu. Maka Hang Mahmud pun terkejut daripada tidurnya, lalu bangun. Maka dirabanya akan anaknya Hang Tuah itu, lalu diciumnya seluruh tubuhnya seperti bau narwastu.

Setelah hari siang maka segala mimpinya itu semuanya dikatakannya pada anaknya dan istrinya. Setelah didengar oleh ibu Hang Tuah kata suaminya itu, maka anaknya itu pun segera dilangirnya dan dimandikannya. Setelah sudah maka diberinya kain dan baju dan destar serba putih, lalu diberinya  makan nasi kunyit dan telur ayam dan memberi arwah akan segala orang tua-tua dan disuruh bacakan doa selamat. Maka setelah sudah dipeluk, diciumnya akan anaknya itu.

Maka kata Hang Mahmud pada bininya:”Adapun anak kita ini peliharakan baik-baik, jangan diberi bermain jauh-jauh, karena ia sangat nakal. Hendak pun kuserahkan mengaji,  muallim pun tiada. Lagi pula ia tiada tahu bahasa. Akan sekarang baiklah kita pindah ke Bintan, karena negeri besar, mualim pun banyak di sana.

.

41. Paragraf kedua kutipan di atas didominasi oleh unsur intrinsik ….

  1. Tema
  2. Perwatakan
  3. Alur
  4. Amanat
  5. Sudut pandang

42. Latar tempat kutipan cerita di atas yaitu …

  1. Sungai Duyung
  2. Bintan
  3. Desa
  4. Kota Raja
  5. Mushola

43.  Perwatakan yang dimiliki Hang Mahmud adalah di bawah ini, kecuali ….

  1. Perhatian terhadap keluarga
  2. Memiliki semangat untuk maju
  3. Sayang terhadap anak
  4. Ingin menjadi kaya
  5. Mempercayai mimpi

Bacalah kutipan cerpen di bawah ini!

“Itu, Bu, Pipit. Kemarin dia kan baru pake jilbab santung yang lebar itu. Mustinya sekarang giliran Kaka yang pake,” cerita Kaka masih kesal.

“Mbok ya kamu ngalah dikit, to! Dia kan adikmu, “ Ibu seakan membela Pipit.

“Ah, Ibu selalu ngebelain Pipit. Padahal Pipit sudah jelas-jelas salah, “Kaka jadi bertambah kesal.

“Bukan membela, tapi ….”

“Sudah, sudah, tiap hari yang diributi, kok, jilbaaaab terus! Kalian kan muslimah  berjilbab. Tunjukkan dong akhlak yang baik, enggak kayak sekarang, tiap pagi musti ngributin jilbab-jilbaaaab terus! Mending kalian enggak usah pake jilbab sekalian, atau jilbab itu Ayah gunting-gunting untuk membungkam mulut kalian, “ Ayah sepertinya sudah kehilangan kesabaran.

Kaka dan Pipit diam tertunduk. Segumpal penyesalan menyesakkan dada mereka masing-masing….

“Mbak Kaka, mana jilbabnya? Pipit mau pake. Sekarang ada monitoring di masjid,” Pipit sudah teriak-teriak di depan pintu kamar kakaknya di hari Minggu pagi.

 

44. Kutipan di atas didominasi oleh unsur intrinsik …

  1. Tema
  2. Perwatakan
  3. Amanat
  4. Alur
  5. Sudut pandang

45. Perwatakan Pipit yaitu …kecuali ….

  1. Manja
  2. Kolokan
  3. Suka menang sendiri
  4. Sayang pada saudara
  5. Suka berbagi

46.Suasana dalam cerpen di atas adalah …

  1. Penuh kesejukan
  2. Penuh keakraban
  3. Penuh keriangan
  4. Penuh keributan
  5. Penuh perhatian

47. Perwatakan ayah dalam kutipan di atas adalah …

  1. Bijaksana
  2. Pemarah
  3. Penyayang
  4. Penuh perhatian
  5. Penyabar

48. kalimat di bawah ini yang merupakan fakta adalah ….

  1. Kereta pai merupakan angkutan umum yang dirasa paling efektif
  2. Banyak orang mengatakan bahwa angkutan umum yang paling efektif adalah kereta api
  3. Sekali jalan, kereta api diperkirakan mampu mengangkut ribuan penumpang dan ratusan ton barang
  4. Saat ini, kondisi sarana dan prasarana KA semakin memrihatinkan
  5. Panjang rel kereta api yang pada tahun 1939 mencapai 6.811 km, pada tahun 1995 berkurang menjadi 6.096 km

49. Kalimat yang merupakan pendapat adalah ….

  1. Taman Takabonerate diklaim sebagai atol terbesar di dunia
  2. Siapa pun tidak membantah bahwa kemolekan Pantai Plengkung di Banyuwangi bergema hingga ke mancanegara
  3. Menurut catatan Departemen Kelautan dan Perikanan, potensi lestari sumber daya ikan Indonesia diperkirakan mencapai 6,4 juta ton per tahun
  4. Bagi penggemar olahraga selam, kawasan Kepulauan  Derawan memang menjadi surga
  5. Di Pulau Meoswarek dan Pulau Pakreki terdapat 281 jenis fauna dan flora, antara lain 26 jenis burung, 14 jenis reptil, dan 7 jenis mamalia.

50.        Bagi penggemar snorkling dan diving , Wakatobi di Sulawesi Tenggara pastilah masuk dalam daftar sepuluh kepulauan terindah di negeri khatulistiwa ini. Kawasan pulau dan terumbu karang di sana yang masih asli dan alami sangat kaya akan biota laut. Hamparan pulau yang juga dikenal dengan sebutan Kepulauan Tukang Besi ini memiliki 25 gugusan terumbu karang dengan beraneka ragam spesies yang memunculkan berbagai bntuk karang yang unik dan spesifik.

Kalimat tanya yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ….

  1. Siapa yang gemar snokling dan diving?
  2. Di mana sebaiknya penggemar snorkling dan diving menjalankan hobinya?
  3. Apa yang membuat Wakatobi begitu eksotis?
  4. Kapan sebaiknya wisatawan mengunjungi Wakatobi?
  5. Mengapa Wakatobi dn sebutan Kepulauan Tukang Besi?

 Tabel 1

ANALISIS KESEIMBANGAN GURU SMA MENURUT

BIDANG STUDI TAHUN 1995/1996—2003/2004

TAHUN

1995/ 1996

1996/ 1997

1997/ 1998

1998/ 1999

1999/ 2000

2000/ 2001

2001/ 2002

2002/

2003

2Q003/ 2004

Kepala Sekolah

-791

-1.840

-2.880

-3.895

-4.498

-5.035

-5.655

-6.403

-7.165

PPKN

4.693

4.761

4.829

5.001

5.650

6.465

7.274

7.989

8.920

Pend Agama

1.203

-860

-3.014

-5.032

-6.180

-7.083

-8.092

-9.388

-10.357

Sejarah Nas dan Umum

9.110

9.094

9.072

9.159

9.725

10.459

11.189

11.825

12.679

Sejarah Budaya

-292

32

389

680

1.052

1.505

1.985

2.435

2.916

Tata Negara

1.333

1.474

1.646

1.450

1.623

2.032

2.551

2.916

3.301

Antropologi

-3.497

-3.676

-3.840

-4.386

-4.578

-4.550

-4.431

-4.483

-4.535

Bahasa Indonesia

1.290

1.123

918

1.117

2.341

3.894

5.352

6.605

8.379

Bahasa Inggris

1.672

2.180

2.710

3.245

4.942

7.150

9.405

11.367

13.792

Bahasa Asing

6.310

6.603

6.947

7.186

7.560

8.077

8.640

9.145

9.703

Penjaskes

2.312

1.942

1.548

1.245

1.402

1.707

1.987

2.151

2.510

Matematika

1.744

1.051

249

71

938

2.022

2.948

3.707

5.025

Fisika

-3.113

-3.090

-3.142

-2.679

-1.313

264

1.732

3.071

4.899

Biologi

607

-408

-1.506

-2.300

-2.332

-2.179

-2.123

-2.245

-2.013

Kimia

2.064

1.466

815

360

521

854

1.137

1.277

1.690

Ekonomi

-9.513

-7.884

-6.235

-4.620

-2.026

972

4.058

6.961

10.227

Sosiologi

-909

-.1.217

-1.751

-2.445

-2.636

-2.542

2.463

-2.551

-2.640

Geografi

1.244

1.299

1.316

1.701

2.308

2.902

3.408

3.939

4.663

Seni

15.111

14.750

14.594

14.580

14.638

14.616

14.612

14.624

14.827

J u m l a H 30.578

26.804

22.662

20.438

29.137

41.530

53.514

62.942

76.821

1. Keseimbangan dihitung dari jumlah ketersediaan guru dikurangi jumlah kebutuhan

2. Nilai keseimbangan negatif berarti kekurangan guru, nilai positif berarti kelebihan guru

51. Menurut data di atas ada salah satu unsur yang tidak sesuai antara judul dengan isi tabel yakni dengan dicantumkannya ….

  1. Kepala Sekolah
  2. Guru mapel kimia
  3. Guru mapel Seni
  4. Guru mapel sosiologi
  5. Guru mapel geografi

52. sampai tahun 2003/2004 mapel yang paling banyak kekurangan guru adalah ….

  1. PKn
  2. Pendidikan Agama
  3. Sejarah Umum dan Nasional
  4. Antropologi
  5. Bahasa Inggris

53. ada sebuah mapel yang selalu kekurangan guru, yakni mapel….

  1. Pendidikan Agama
  2. Antropologi
  3. Sosiologi
  4. Kimiai
  5. Sejarah
  6. Biologi

54. Ada beberapa mapel yang semula kekurangan guru  tetapi kemudian justru kelebihan guru, yaitu ….

  1. Ekonomi
  2. Sosiologi
  3. Sejarah Budaya
  4. Fisika
  5. Biologi

55. Peluang yang paling besar (jika kamu ingin menjadi guru) dimiliki mapel ….

  1. Pendidikan Agama
  2. Sosiologi
  3. Antropologi
  4. Ekonomi
  5. Biologi
Posted in: Uncategorized